;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Prospek Emiten Nikel di Tengah Ancaman Harga

29 Nov 2024
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan tertekan tahun ini akibat penurunan harga nikel dunia yang mencapai US$ 15.883 per ton, turun 6,14% dari akhir 2023. Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut lemahnya permintaan global dari sektor baja tahan karat dan kendaraan listrik, serta kelebihan pasokan dari Indonesia, menjadi faktor utama tekanan harga nikel. Ia memproyeksikan support di level US$ 15.490 dan resistance di US$ 16.525 per ton.

Sementara itu, Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat potensi stabilisasi harga di kisaran US$ 14.000 - US$ 15.000 per ton jika produsen besar menyesuaikan produksi. Meski demikian, turunnya harga nikel memengaruhi margin keuntungan INCO, terutama karena nikel matte adalah sumber utama pendapatannya.

Namun, prospek jangka panjang INCO tetap positif. Hasan Barakwan dari Maybank Sekuritas Indonesia merevisi turun proyeksi laba bersih INCO untuk 2024 dan 2025, masing-masing menjadi US$ 56 juta dan US$ 73 juta. Ia tetap mempertahankan rekomendasi beli, mengapresiasi inisiatif INCO menjual bijih nikel sebagai strategi diversifikasi yang membantu mengurangi dampak melemahnya harga nikel.

Arinda juga optimistis bahwa kebijakan stimulus ekonomi China dan dukungan pemerintah Indonesia melalui insentif hilirisasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik akan mendorong permintaan nikel. Ia merekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp 4.850. Miftahul menyarankan strategi buy on weakness dengan target Rp 3.850, sementara Maybank Sekuritas menargetkan Rp 4.600 per saham, meskipun telah direvisi turun dari Rp 5.100.

Diversifikasi produk dan peluang dari transisi energi bersih menjadi kunci daya saing dan ketahanan INCO di tengah tantangan pasar saat ini.

Harga Avtur siap diturunkan Pertamina

29 Nov 2024

PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga avtur guna menekan harga tiket pesawat domestik pada Desember. Penurunan harga avtur akan berlaku di 19 bandara sesuai perkiraan peningkatan mobilitas masyarakat selama liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan, pemilihan 19 bandara dengan harga khusus avtur berdasarkan ketetapan pemerintah mengacu pada data peningkatan kebutuhan avtur yang signifikan selama Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 19 bandara itu tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Sumatera hingga Papua.

”Dengan infrastruktur kami yang andal, termasuk 72 titik depot pengisian pesawat udara, Pertamina Patra Niaga mampu melayani kebutuhan avtur, bahkan di bandara perintis dan lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Heppy Wulansari, di Jakarta, Kamis (28/11). Dalam paparan Pertamina Patra Niaga, 19 bandara terbagi atas 11 lokasi prioritas semasa Natal dan Tahun Baru, 4 lokasi destinasi pariwisata superprioritas, 1 lokasi multimoda, serta 3 bandara utama. Total proyeksi penjualan volume di semua lokasi mencapai 158.699 kiloliter dengan estimasi kebutuhan terbanyak atau 39,5 % dari total dialokasikan di Bali.

Dari 19 bandara dengan harga khusus, penyesuaian terbesar diterapkan di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Sumut. Harga avtur per liter diprediksi Rp 13.050 pada Desember, kemudian ditekan 9,96 %. Alhasil, harga penyesuaian Rp 11.750 per liter. Penurunan dengan besaran yang sama terjadi di Bandara Frans Seda Maumere (MOF), NTT. Pertamina memperkirakan harga avtur Rp 13.250 per liter pada Desember 2024 disesuaikan menjadi Rp 11.930 per liter. Jubir Kemenhub, Elba Damhuri, mengatakan, Pertamina akan mendukung penurunan harga tiket pesawat dengan menurunkan harga jual avtur pada rentang 7,5-10 %. (Yoga)


Potensi Lokal dan Kemitraan dioptimalkan

29 Nov 2024

Program swasembada pangan serta makan bergizi dan minum susu gratis menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah kalangan berharap kedua program itu mampu mengurangi ketergantungan impor serta mengoptimalkan potensi lokal dan kemitraan. Peristiwa mandi dan membuang susu di Boyolali, Jateng dan Pasuran, Jatim, awal November 2024, bisa menjadi pembelajaran. Melunaknya kebijakan wajib tanam tebu bagi industri pengolahan gula berbahan baku gula mentah impor juga perlu diperhatikan. Sugianto, Ketua Koperasi Peternakan dan Susu Merapi Seruni, Kabupaten Boyolali, Jateng, Kamis (28/11) mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan potensi lokal saat menggulirkan program swasembada pangan serta makan bergizi dan minum susu gratis.

Misalnya, serap produksi susu rakyat, baik untuk memenuhi kebutuhan industri maupun minum susu gratis. ”Libatkan pula peternak sapi perah dan koperasi susu sapi dalam pengembangan sapi perah nasional,” ujarnya. Sejak 1998, ketergantungan Indonesia terhadap susu impor semakin besar. Dulu, impor susu hanya 40 % dari total kebutuhan susu nasional, sekarang sudah mencapai 81 %. Seiring dengan itu, susu produksi dalam negeri pelan-pelan tersingkir atau banyak tidak terserap industri pengolahan susu (IPS). Bahkan, sejak peristiwa mandi dan buang susu, serapan IPS juga masih rendah, yakni sekitar 50 % dari kondisi normal. ”Kami mengapresiasi solusi dari Kementan yang akan mewajibkan IPS menyerap susu rakyat. Saat ini kami tengah menunggu regulasinya. Kami juga tengah menanti untuk dilibatkan dalam program makan bergizi dan minum susu gratis,” katanya. (Yoga)


Energi vs Pangan

29 Nov 2024

Konsumsi pangan dan target capaian bahan bakar nabati kian meningkat. Keduanya memperebutkan satu komoditas pangan sebagai bahan baku. Tanpa peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, pertarungan pangan dan energi bakal kian sengit. FAO memperkirakan kebutuhan pangan dunia akan meningkat 60 % pada 2030 dan dua kali lipat pada 2050. Ekuivalen dengan kebutuhan peningkatan produksi dunia sebesar 42 % pada2030 dan 70 % pada 2050. Bank Dunia menyebutkan produksi bahan bakar nabati global, se-perti biodiesel dan bioetanol, untuk campuran bahan bakar minyak tumbuh paling cepat di antara sektor energi lain, tertuang dalam laporannya tentang ”Tinjauan Pasar Komoditas” yang dirilis awal November 2024. Saat ini, Argentina sedang meninjau kebijakan biodiesel berbasis minyak kedelai dan berpotensi meningkatkan mandat pencampuran domestiknya.

Brasil berencana meningkatkan campuran biodiesel berbasis tetes tebu (bioetanol) tahun depan. Indonesia juga berencana meningkatkan campuran biodiesel dari 35 % (B35) menjadi 40 % (B40) pada 2025. Bahkan, Indonesia mulai mengarah ke B50 yang ditargetkan tercapai pada 2029. Berdasarkan kondisi itu, Bank Dunia memperkirakan dari waktu ke waktu permintaan bahan bakar nabati akan melebihi ekspektasi. Dampaknya bak dua sisi keeping mata uang. Harga bahan baku, seperti biji-bijian, minyak sayur, dan gula, akan tertekan. Pada 2024 harga rerata minyak sawit di pasar internasional diperkirakan 925 USD per ton. Pada 2025 dan 2026 harganya diproyeksikan turun jadi 860 USD per ton dan 850 USD per ton. Berbarengan dengan itu, kebutuhan pangan pelan-pelan juga bakal tertekan. Hal itu berpotensi terjadi jika peningkatan penggunaan komoditas pertanian untuk pangan dan energi tidak dibarengi peningkatan produksi. (Yoga)


Presiden Prabowo Subianto Membawa Komitmen Sejumlah Negara untuk Mewujudkan Program Makan Bergizi gratis.

29 Nov 2024
PULANG dari luar negeri setelah lawatan sejak 8 November, Presiden Prabowo Subianto membawa komitmen sejumlah negara untuk mewujudkan program makan bergizi gratis. Salah satunya dari pemerintah Cina yang memberi janji pendanaan berlabel Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia. Nota kesepahaman kedua negara menjadi landasan kerja sama tersebut.  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan Tiongkok ini muncul lantaran Cina sudah menggelar program serupa. "Pemerintah Cina akan mendukung karena mereka juga sudah melaksanakan makan bergizi di sini," katanya kepada wartawan di Beijing, Cina, 10 November 2024.

Selain Cina, ada juga Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil. Dalam pernyataan bersama Inggris dan Indonesia yang dilansir di halaman gov.uk, pemerintahan negeri Raja Charles itu menyatakan dukungan muncul lantaran mereka memahami pentingnya nutrisi yang baik untuk mendukung edukasi serta membentuk pola pikir anak. Kedua negara masih akan berdiskusi membahas bentuk kerja sama ke depan. Uluran tangan asing ini bisa menjadi angin segar bagi pemerintah untuk mengongkosi program makan bergizi gratis. Tahun depan, alokasi dana yang disiapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk program makan bergizi gratis hanya Rp 71 triliun. Padahal, saat program itu efektif berjalan pada tahun depan, Badan Gizi Nasional memperkirakan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1,2 triliun per hari.

Dari total dana Rp 1,2 triliun, sebanyak 75 persen atau Rp 800 miliar akan digunakan untuk membeli produk-produk pertanian atau bahan baku. Karena itu pemerintah Prabowo membuka peluang merombak APBN 2025 guna mendanai makan bergizi gratis. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berharap pemerintah tak asal menerima tawaran bantuan, apalagi berbentuk pendanaan lewat pinjaman. "Saya melihat risiko yang cukup besar apabila bantuan tersebut berupa pinjaman, meskipun pinjaman lunak," katanya kepada Tempo, Kamis, 28 November 2024.  Dalam kajian bertajuk Makan Bergizi Gratis: Dampak Ekonomi dan Konsekuensi Defisit APBN, Celios menyatakan program makan bergizi gratis bisa memberi nilai tambah sebesar Rp 61,68 triliun untuk pelaku usaha yang terlibat. Salah satunya, tenaga kerja di industri jasa makanan dan minuman bisa mengantongi nilai tambah hingga Rp 23,66 triliun. (Yetede)

Nestapa Akibat Rusaknya Hutan di Tanah Karo

28 Nov 2024

Erwin Surbakti (30) tak kuasa menahan tangis ketika jenazah istri, dua anak, dan ibunya ditemukan di bawah timbunan longsor di Kabupaten Karo, Sumut. Hampir semua anggota keluarganya meninggal. Rumah sekaligus tempat usaha penginapan milik keluarganya juga hancur terbawa longsor. Erwin belum bisa melupakan malam kelam ketika longsor mengempas rumahnya, Sabtu (23/11) pukul 19.00. Ketika itu, dia bersama anggota keluarganya berada di rumah sekaligus tempat penginapan di kawasan wisata air panas di dekat kaki Gunung Sibayak. Rumah Erwin berada persis di bawah bukit terjal setinggi 100 m. Dia mendengar suara gemuruh ketika bukit di atas rumahnya longsor. Erwin bersama adik kandungnya, Rio Surbakti (26), dan seorang wisatawan yang sedang berada di penginapan itu melompat dari lantai dua.

Rumah roboh lalu tertimbun material longsor. Bencana longsor di Karo merenggut total 10 korban jiwa. Selain tujuh orang dalam satu keluarga, tanah longsor itu juga menyebabkan tiga wisatawan meninggal. Kepala BPBD Kabupaten Karo, Juspri Nadeak mengatakan, saat ini pihaknya berfokus melakukan penanggulangan bencana. Semua korban longsor di Karo telah ditemukan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut Rianda Purba mengatakan, bencana ekologis yang terjadi di Karo harus menjadi evaluasi untuk menghentikan kerusakan lingkungan demi mencegah amuk alam yang lebih parah.

Selain di Karo, banjir bandang dan longsor juga merenggut nyawa warga di Kabupaten Deli Serdang, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan. Rianda menyebut, sudah sejak lama terjadi pembalakan dan alih fungsi lahan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Hutan konservasi itu adalah hulu sejumlah sungai yang mengaliri Kabupaten Karo  dan Deli Serdang, dua dari empat kabupaten yang terdampak banjir dan longsor pada Sabtu, 23 November 2024. Walhi Sumut meminta agar pemerintah melihat bencana itu sebagai alarm untuk menyelamatkan lingkungan dalam jangka panjang. Penebangan hutan secara ilegal harus dihentikan. Hutan-hutan yang sudah rusak juga harus diselamatkan. Jika tidak, bencana banjir bandang dan longsor akan terus terjadi. (Yoga)


Tiga Krisis Planet Akibat Plastik

28 Nov 2024

Plastik dikenal sebagai material praktis dan murah. Karena itu, plastik menggeser beragam pembungkus dan wadah alami. Masalahnya, biaya membersihkan polusi dari produksi plastik atau biaya mengelola kemasan saat kita membuangnya ke lingkungan tak pernah dihitung. Belum lagi tagihan medis bertambah akibat ancaman kesehatan manusia terkait plastik. Jangan lupakan biaya kerusakan pada kehidupan darat dan laut beserta seluruh ekosistem akibat polusi plastik juga sangat besar. Dari 25 November hingga 1 Desember 2024, perwakilan dari 175 negara, termasuk Indonesia, berkumpul di Busan, Korsel, untuk putaran kelima Intergovernmental Negotiating Committee (INC-5) tentang Perjanjian Plastik di Busan. Isu paling diperdebatkan adalah apakah perjanjian ini akan mencakup target yang mengikat untuk mengurangi produksi plastik atau tidak.

Meski konsensus ilmiah menyatakan pemotongan produksi plastik penting untuk mengatasi ancaman lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkannya, beberapa negara yang mengedepankan industri petrokimia dan kimia, khawatir dampak negatif pada ekonomi mereka. Akibatnya, perundingan terbelah jadi dua kepentingan besar. Sekelompok negara, yang terdiri dari 67 negara dan dipimpin Norwegia dan Rwanda membentuk Koalisi Ambisi Tinggi Mengakhiri Polusi Plastik, menyatakan ingin membatasi jumlah total plastik di Bumi dengan mengendalikan produksi, konsumsi, dan pembuangan plastik. Kelompok berseberangan, produsen petrokimia dan kimia digalang Arab Saudi, Rusia, dan India, menolak pembatasan ini dan mendorong tata kelola di hilir , termasuk daur ulang. Di tengah pembelahan ini, posisi Indonesia cenderung abstain.

”Pembatasan produksi plastik mengganggu produksi minyak dan gas. Plastik tersusun dari karbon dan kimia dengan bahan baku utama energi fosil,” kata Yuyun Ismawati, Ketua Bersama the International Pollutants Elimination Network (IPEN) di Busan, Selasa (26/11). Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz (UFZ) menganalisis dampak plastik pada tiga krisis planet, yakni perubahan iklim, hilangnya keragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. PBB mengenalkan istilah ”tiga krisis planet” menggambarkan krisis global saling terkait, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Istilah ini untuk menyoroti saling ketergantungan dan dampak krisis ini pada ekosistem, masyarakat, dan ekonomi. Polusi mikroplastik di Indonesia amat parah. Tanpa upaya progresif, dampak buruk plastik yang ditanggung generasi mendatang amat besar. (Yoga)


Gagal Mencoblosnya Ribuan Korban Bencana

28 Nov 2024

Ribuan korban bencana alam di sejumlah daerah gagal mencoblos pada hari pemungutan suara Pilkada 2024, Rabu (27/11). KPU memutuskan untuk menggelar pemungutan suara susulan dan lanjutan di sejumlah daerah terdampak bencana tersebut. Pemilih yang gagal menggunakan hak pilihnya ditemukan di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sekitar 600 penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki hak pilih batal mencoblos karena kesulitan mengakses tempat pemungutan suara (TPS). ”Dari total daftar pemilih tetap 1.119 orang, yang memilih tidak sampai setengahnya,” ujar Kades Pululera, Paulus Tukan, Rabu. KPU NTT memutuskan untuk tidak mendirikan TPS di Pululera dengan alasan desa itu terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Karena itu, 1.119 warga Pululera yang terdaftar sebagai pemilih Pilkada 2024 diarahkan untuk menyalurkan hak pilih mereka di TPS desa terdekat, yakni Nileknoheng. Paulus menjelaskan,tidak semua pemilih dari Pululera bisa ke TPS di Nileknoheng karena tak memiliki kendaraan. Jarak Pululera ke Nileknoheng, 3 kilometer dengan kondisi jalan menanjak. Padahal, banyak pemilih termasuk kelompok lanjut usia dan ada yang sakit-sakitan. ”Ada juga yang jalan kaki ke sana (TPS). Mereka dating membawa undangan memilih. Namun, setelah tiba di sana, mereka diminta menunjukkan KTP. Banyak yang KTP-nya tercecer saat mengungsi. Mereka akhirnya tidak bisa memilih,” tuturnya.

Ketua KPU NTT Jemris Fointuna menjelaskan, sebenarnya pemda dan KPU sudah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut para pemilih. Namun, kehadiran mobil bantuan itu tidak dikoordinasikan dengan pemerintah desa terlebih dahulu sehingga banyak masyarakat tidak tahu. Sebelum mobil datang, sebagian masyarakat sudah jalan kaki ke TPS di Desa Nileknoheng dan sebagian lagi batal ke sana. Demi menjamin hak pilih para penyintas bencana, KPU NTT merelokasi sejumlah TPS. Sedikitnya 22 TPS didirikan di tujuh pos pengungsian. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu. (Yoga)


Oleh-oleh Hashim Djojohadikusumo dari COP29 Azerbaijan

28 Nov 2024
BAGI Fabby Tumiwa, pengumuman Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-29 (COP29) di Baku, Azerbaijan, Hashim Djojohadikusumo, ihwal perolehan pendanaan energi terbarukan senilai 1,2 miliar euro bukan hal mengejutkan. “Saya melihat pemerintah hanya mau pamer. Padahal itu perjanjian pinjaman untuk kelistrikan yang bisa dilakukan di Jakarta,” kata Fabby, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), pada Rabu, 27 November 2024. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan PT PLN (Persero) dengan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW)—bank pembangunan dan investasi milik pemerintah Jerman. Kerja sama tersebut menyepakati pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pumped storage dan transmisi yang menghubungkan ke pembangkit hijau.

Pada waktu yang sama, PLN juga meneken kerja sama dengan United Kingdom Export Finance, Sembcorp Utilities Pte Ltd, PT Transportasi Gas Indonesia, serta Global Energy Alliance for People and Planet. Lima penandatanganan proyek energi terbarukan bertajuk “Leading the Charge: Strategic Partnership to Catalyze Decarbonization” ini digelar di Paviliun Indonesia untuk COP29 di Blue Zone, Area E, Kompleks Stadion Olimpiade Baku, pada Rabu, 13 November 2024. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari target pemerintah yang termaktub dalam Dokumen Kebijakan dan Investasi (CIPP). Dokumen itu mensyaratkan bauran energi terbarukan mencapai 44 persen pada 2030. Pemerintah kemudian memasukkan dokumen itu ke proyek kemitraan global yang dinamai Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan target pendanaan US$ 97,3 miliar.

Menurut Fabby, pemerintah baru berhasil merealisasi pendanaan sekitar US$ 20 miliar atau setara dengan Rp 300 triliun. Jadi masih dibutuhkan tambahan pendanaan untuk memenuhi target bauran energi terbarukan. Apalagi pemerintah meningkatkan target bauran energi terbarukan menjadi 51,6 persen pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. “Jadi kerja sama senilai 1,2 miliar euro itu bukan berasal dari agenda COP29, melainkan bagian untuk memenuhi target RUPTL.” Selain mempersoalkan klaim yang berlebihan itu, Fabby mempertanyakan komitmen pemerintah membangun 75 gigawatt pembangkit energi terbarukan dalam 15 tahun ke depan. Ambisi tersebut dinilai masih berupa angan-angan lantaran belum dimasukkan dalam Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional Kedua atau Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) yang akan submit pada awal tahun depan. Semestinya pemerintah segera memasukkannya ke Second NDC agar dapat diketahui berapa besaran emisi yang dapat ditekan hingga 2035. (Yetede)

Langkah Strategis Pengembangan Teknologi CCUS

28 Nov 2024

Keputusan Final Investment Decision (FID) yang disampaikan oleh BP terkait proyek UCC (Unitisasi Carbon Capture and Storage) di Indonesia diperkirakan akan membawa dampak besar bagi sektor energi, terutama dalam penangkapan, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon (CCUS). Proyek ini menandai langkah pertama Indonesia dalam mengembangkan CCUS secara besar-besaran, dengan potensi untuk menyekuestrasi sekitar 15 juta ton CO2 pada fase awal. Selain itu, proyek ini juga akan membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat melalui pengembangan lapangan gas Ubadari dan pemanfaatan infrastruktur di Tangguh LNG.

Murray Auchincloss, CEO BP, mengungkapkan bahwa proyek ini dapat memaksimalkan perolehan gas di Indonesia dan berpotensi menghasilkan 3 triliun kaki kubik sumber daya gas tambahan. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang menekankan bahwa proyek UCC akan mendukung ketahanan energi nasional dan memenuhi visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan produksi migas.

Selain dampak terhadap sektor migas, proyek ini juga memiliki nilai strategis dalam upaya dekarbonisasi, yang semakin mendesak di tingkat global. Dengan potensi penyimpanan karbon yang sangat besar di Indonesia, berbagai perusahaan migas besar dunia, seperti ExxonMobil, Chevron, dan Total Energies, mulai melirik Indonesia sebagai lokasi potensial untuk penyimpanan karbon. Hal ini diharapkan akan menghasilkan peluang bisnis baru, termasuk potensi pendapatan miliaran dolar dari sektor CCS/CCUS di Indonesia, yang juga dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Secara keseluruhan, proyek UCC ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik bagi perekonomian Indonesia, pengurangan emisi karbon, maupun peningkatan kapasitas energi nasional, sejalan dengan tren global yang semakin fokus pada keberlanjutan dan pengendalian perubahan iklim.