Potensi Lokal dan Kemitraan dioptimalkan
Program swasembada pangan serta makan bergizi dan minum susu gratis menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah kalangan berharap kedua program itu mampu mengurangi ketergantungan impor serta mengoptimalkan potensi lokal dan kemitraan. Peristiwa mandi dan membuang susu di Boyolali, Jateng dan Pasuran, Jatim, awal November 2024, bisa menjadi pembelajaran. Melunaknya kebijakan wajib tanam tebu bagi industri pengolahan gula berbahan baku gula mentah impor juga perlu diperhatikan. Sugianto, Ketua Koperasi Peternakan dan Susu Merapi Seruni, Kabupaten Boyolali, Jateng, Kamis (28/11) mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan potensi lokal saat menggulirkan program swasembada pangan serta makan bergizi dan minum susu gratis.
Misalnya, serap produksi susu rakyat, baik untuk memenuhi kebutuhan industri maupun minum susu gratis. ”Libatkan pula peternak sapi perah dan koperasi susu sapi dalam pengembangan sapi perah nasional,” ujarnya. Sejak 1998, ketergantungan Indonesia terhadap susu impor semakin besar. Dulu, impor susu hanya 40 % dari total kebutuhan susu nasional, sekarang sudah mencapai 81 %. Seiring dengan itu, susu produksi dalam negeri pelan-pelan tersingkir atau banyak tidak terserap industri pengolahan susu (IPS). Bahkan, sejak peristiwa mandi dan buang susu, serapan IPS juga masih rendah, yakni sekitar 50 % dari kondisi normal. ”Kami mengapresiasi solusi dari Kementan yang akan mewajibkan IPS menyerap susu rakyat. Saat ini kami tengah menunggu regulasinya. Kami juga tengah menanti untuk dilibatkan dalam program makan bergizi dan minum susu gratis,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023