;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

PT Pertamina Mengembangkan Sustainable Aviation Fuel

19 Nov 2024

PT Pertamina (Persero) sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak nabati. Pada tahun ini bahkan SAF mengalami meningkatan manfaat, tak hanya mengurangi emisi karbon di sektor transportasi udara tetapi sekaligus menjawab persoalan sampah rumah tangga dan limbah industri. SVP Research & Technology Innovation Oki Muraza menjelaskan Pertamina sudah mengembangkan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku SAF. Sebelumnya, pengembangan SAF yang dilakukan Pertamina menggunakan minyak kelapas sawit dalam bentuk crude palm oil (CPO) atau refined bleached deodorized pal  kernek oil (RBDPKO).

Langkah Pertamina dimulai dengan mengumpulkan UCI dari berbagai sumber, termasuk rumah tangga, restoran, dan industri pengolahan makanan. Teknologi pengolahan SAF menggunakan jalur Hydroprocessed Esters and Fatty Acid (HEFA) memungkinkan konvensi minyak jelantah menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan infrastruktur penerbangan yang ada. Oki juga menekankan pada tahun depan, SAF dari UCO bisa menggunakan secara komersial. Targetnya pada kuartal pertama tahun  depan, SAF akan digunakan dalam joy-flight pada pesawat Pelita Air yang merupakan maskapai penerbangan milik Pertamina Group.  (Yetede)

Tak Kurang 250 Pelaku Industri Karet dari 13 Negara Bertemu dalam Forum di Yogyakarta

19 Nov 2024
Tak kurang 250 pelaku industri karet dari 13 negara bertemu dalam forum di Yogyakarta selama tiga hari ke depan mulai Selasa hingga Kamis, 19-21 November 2024. Dalam forum bertajuk International Rubber Conference 2024 itu, hadir pelaku industri karet dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Sri Lanka, Cote d’Ivoire Afrika, Cina, India, Kamboja, Myanmar, Jepang, Perancis, dan lainnya. Pada hari pertama, para pelaku industri karet itu menyoroti berbagai isu karet alam. Salah satunya soal wabah penyakit karet berkepanjangan yang belum juga ada obatnya dan lambat laun mempengaruhi produksi global termasuk di Indonesia.

"Pelaku industri karet dunia saat ini masih berhadapan dengan wabah penyakit Pestalotiopsis yang menyerang sejak tahun 2018, ini sudah mengurangi produktivitas karet hingga sekitar 40 persen," ujar Sekretaris Jenderal International Rubber Research Development Board (IRRDB) Seri Dato’ Aziz Abdul Kadir di sela pembukaan, Selasa. Aziz mengungkapkan berbagai cara sudah coba ditempuh berbagai negara untuk memerangi wabah ini namun belum menemukan hasil memuaskan. Melalui forum yang digelar Pusat Penelitian Karet, IRRDB dan Japan International Cooperation Agency (JICA) itulah, coba dirumuskan bersama formula yang bisa diterapakan memerangi wabah.

Kemenperin Sebut 3 Sektor Industri Ini Kompetitif di Kancah Global "Kami pertemukan ilmuwan dengan pelaku industri di forum ini untuk mencari jalan keluar atas wabah itu," kata dia. Adapun Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris membeberkan dampak wabah Pestalotiopsis itu di Indonesia hingga saat ini diperkirakan menerjang tak kurang 600 ribu hektar lahan karet. "Sebelum ada serangan wabah itu produksi karet Indonesia masih di atas angka 3,6 juta ton pertahunnya, namun setelah wabah itu maksimal 2,2 juta ton saja per tahunnya," kata Uhendi. (Yetede)


Impor Garam Mustahil Dihilangkan

18 Nov 2024
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan impor garam mustahil dihilangkan. Masih perlu atau tidaknya Indonesia mendatangkan garam dari luar negeri tergantung dari kesiapan petani dan Koperasi Petambak Garam Nasional (KPGN) itu sendiri. "(Impor garam) enggak mungkin dihilangkan. Ini kesiapan dari petani dan koperasi petani sendiri," kata politikus Partai Golkar kepada wartawan usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Penyerapan Garam Produksi Dalam Negeri Tahun 2024 dan 2025 di The Westin Jakarta, Senin, 18 November 2024.

Kendati begitu, Agus Gumiwang ingin agar Indonesia dapat lepas dari ketergantungan impor. Sebagai upayanya, ia akan meningkatkan serapan garam produksi dalam negeri sebesar 7.416,97 ton. Angka itu didapat dari target serapan garam dalam negeri tahun ini sebesar 758.285,42 dan 775.702,39 ton untuk tahun depan. Sedangkan pada 2023, total penyerapan garam produksi dalam negeri mencapai 577.925 ton. Garam dari tiga jenis kualitas yaitu K1, K2 dan K3 itu berasal dari seluruh koperasi petambak garam yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur yang terdiri atas Nagekeo dan Kupang.

Karena itu, Agus Gumiwang meminta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pergaraman Nasional dievaluasi. Hal ini diperlukan agar seluruh industri pengolahan garam diwajibkan menyerap garam dalam negeri. Sampai saat ini, garam yang masih diizinkan impor dalam aturan itu adalah garam chlor alkali plant (CAP). Namun pada saat yang sama, Agus Gumiwang mengingatkan industri memerlukan garam dengan spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi. Produsen garam harus menyesuaikan spesifikasi garam mereka agar cocok dengan kebutuhan industri. "Itu harus ketemu," katanya. Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman itu,  perwakilan yang berkesempatan hadir yakni 8 industri pengolahan garam, 1 industri chlor alkali, 4 industri garam farmasi, 26 industri farmasi, 1 industri garam, dan 37 orang perwakilan petani atau koperasi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. (Yetede)

Terapkan Standarisasi Teknik Mengendarai Truk Yang Benar bagi Pengemudi

18 Nov 2024

Kecelakan angkutan truk yang terjadi di Tol Cipularang bisa dihindari jika pengemudi menerapkan standarisasi teknik mengendarai truk yang benar. Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha Multimoda Transport Indonesia  (PPMTI), Kyatmaja Lookman mengatakan, di kalangan angkutan pengemudi truk  memiliki teknis khusus bagaimana menghindari truk oleng ketika berada pada jalur turunan karena kondisi rem blong. "Kalau melihat dugaan-dugaan sementara karena rem blong dimana posisi truk berada di gigi empat, seharusnya bisa dicegah melalui kompetisi pengemudi.

Saya menilai ini lebih karena faktor human error," ungkap Kyatmaja.  Ia menurutkan , kondisi cuaca dan hujan memberikan pengaruh terhadap kondisi kendaraan. "Ini ditambah kemacetan di ruas tol tersebut, sementara posisi truk berada diluar jalur cepat sehingga tidak memilki kesempatan mengambil jalur lain ketika kondisi rem blong," ucapnya. Meski begitu, Kyatmaja menghormati invetsigasi yang sementara masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Ini tidak akan mendahului investigasi KNKT, tetapi ini berdasar pada dugaan-dugaan sementara. Sebab kami di Asosiasi juga konsen dengan hal-hal teknis seperti ini," pungkasnya. (Yetede)

Swasembada didulang oleh konsolidasi BUMN

16 Nov 2024

Kementerian BUMN dan Kementerian PU akan mengonsolidasikan unit-unit usaha BUMN di sektor karya bertransformasi ke bisnis pangan guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, sebagai langkah mendukung program swasembada pangan, unit-unit bisnis BUMN yang selama ini punya fokus bisnis di sektor karya akan berkonsolidasi mengerjakan penugasan lain yang berkaitan dengan sektor pangan. ”Salah satu (yang jadi pembicaraan dengan Kementerian PU) tadi, unit-unit yang memang fokus di karya akan coba kami konsolidasikan untuk penugasan yang mendukung swasembada pangan,” ujar Erick seusai pertemuan dengan Menteri PU Dody Hanggodo di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/11).

Pernyataan Erick sekaligus mengonfirmasi surat edaran dari Kementerian BUMN soal rencana perubahan bisnis PT Indra Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Virama Karya (Persero) yang ditujukan untuk jajaran direksi ketiga unit usaha BUMN karya. Ketiga perseroan semula bergerak di bidang layanan konsultan engineering dan konstruksi. Berdasarkan surat edaran yang diterima Kompas, Indra Karya bertransformasi untuk melakukan bisnis di sektor produk sawit, sementara Yodya Karya dan Virama Karya akan menjalankan bisnis di sektor komoditas beras.

Erick menambahkan, BUMN raksasa seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero)juga tidak akan luput dari penugasan untuk mendukung program swasembada pangan. ”Jadi, bagaimana agar subsidi (energi) menjadi lebih tepat sasaran, itu juga akan mendukung program swasembada pangan,” kata Erick. Kendati demikian, fungsi utama dari BUMN karya juga perlu diperkuat karena infrastruktur adalah aspek terpenting dalam mendukung swasembada pangan. Infrastruktur yang baik, dapat menekan biaya logistik di berbagai sektor, termasuk pelabuhan, bandara, jalan tol, bangunan, dan jalan di perkotaan. (Yoga)

Potensi Besar Minyak Jelantah untuk Avtur

15 Nov 2024
TIGA perusahaan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batu bara di bawah PT Kaltim Elektrik Power milik bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, menghadapi pelbagai masalah. Perusahaan itu adalah PT Cahaya Fajar Kaltim, PT Indonesia Energi Dinamika, dan PT Lombok Energy Dynamics yang saat ini masuk proses penundaan kewajiban pembayaran utang atau PKPU. Sedangkan perusahaan lain yang didirikan Dahlan, PT Energi Sterila Higiena, menghadapi pelelangan beberapa aset oleh pihak bank.

Melalui pengacaranya, Johanes Dipa Widjaja, Dahlan Iskan menjelaskan duduk masalah yang terjadi dalam perusahaannya. Kepada Dipa, mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN itu meminta penjelasannya disampaikan apa adanya. “Kalau ada dugaan pelanggaran, biarkan hukum yang bicara,” kata Dipa menyampaikan amanat kliennya. Berikut ini petikan wawancara Dipa dengan wartawan Tempo, Nur Hadi, melalui jawaban tertulis pada Jumat, 13 September 2024.

Bagaimana penyelesaian utang piutang PT Cahaya Fajar Kaltim, PT Indonesia Energi Dinamika, dan PT Lombok Energy Dynamics? Permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang diajukan para kreditornya. Dalam prosesnya, diajukan proposal perdamaian yang disetujui para kreditor dan memenuhi kuorum sebagaimana aturan Undang-Undang Kepailitan dan PKPU. Kemudian oleh pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya telah dihomologasi. (Yetede)


Menarik Minat Investor di Sektor Migas

15 Nov 2024

Cita-cita pemerintah Indonesia untuk mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030 semakin mendekati kenyataan. Dalam upaya mencapainya, otoritas hulu migas Indonesia, melalui SKK Migas, sangat agresif mencari investor kelas dunia dan membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan energi internasional. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas di dalam negeri, serta mendukung keberlanjutan ketersediaan energi yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah meluncurkan regulasi baru terkait kontrak bagi hasil, yang menjamin kepastian bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi kontraktor, yakni antara 75%-95%. Regulasi ini juga menyederhanakan parameter perhitungan bagi hasil untuk meningkatkan daya tarik industri migas dan memberikan insentif yang lebih jelas bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor migas nasional.

Berdasarkan data SKK Migas, Indonesia masih memiliki potensi besar di sektor migas yang dapat dieksplorasi lebih lanjut, seperti potensi lapangan yang belum dimanfaatkan dan teknologi untuk meningkatkan produksi migas. Potensi ini, jika dikelola dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan produksi migas nasional dan mengamankan ketersediaan energi untuk kebutuhan domestik.

Langkah strategis pemerintah dalam menjalin kemitraan dengan investor asing di sektor migas diharapkan dapat mendongkrak pencapaian target produksi 1 juta barel per hari pada 2030. Dengan demikian, sektor migas tidak hanya akan mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui peningkatan pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja.



Percepatan Ekspansi Industri Nikel

14 Nov 2024

Sejumlah emiten nikel di Indonesia sedang aktif mengembangkan bisnis penghiliran nikel untuk meningkatkan pendapatan jangka panjang sekaligus mendukung program penghiliran yang berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. Beberapa proyek pengembangan smelter yang signifikan sedang berlangsung di antaranya oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

PT Aneka Tambang (ANTM) bersama Contemporary Amperex Technology Co. (CATL) merencanakan proyek smelter senilai US$5,8 miliar, yang mencakup pabrik pengolahan nikel dan baterai, serta fasilitas daur ulang baterai. Proyek ini diharapkan bisa dimulai pada awal 2025. Sementara itu, MDKA melalui anak usahanya Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga memperluas kapasitas produksi nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2025. United Tractors (UNTR), bagian dari Grup Astra, juga memulai konstruksi smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) pada Desember 2024, dengan kapasitas produksi mencapai 130.000-140.000 ton per tahun. Sementara itu, Vale Indonesia (INCO) menargetkan untuk meningkatkan produksi nikel hingga empat kali lipat dalam satu dekade mendatang dengan fokus pada operasi yang rendah karbon.

Meskipun prospek jangka panjang tampak cerah, harga komoditas nikel dalam jangka pendek mengalami tekanan akibat oversupply di pasar global. Analis pasar, seperti Rizal Nur Rafly dari Panin Sekuritas, mencatat bahwa meskipun ada tantangan terkait harga nikel, saham perusahaan-perusahaan nikel seperti MBMA dan NCKL masih menarik, dengan potensi peningkatan volume penjualan pada 2025. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor untuk mempertimbangkan emiten nikel dengan diversifikasi bisnis yang solid, seperti ANTM dan Harum Energy Tbk. (HRUM), untuk menghadapi kemungkinan penurunan harga nikel di pasar pada tahun 2025.

Dengan adanya program penghiliran nikel yang semakin berkembang, sektor nikel Indonesia diharapkan dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar, memperkuat ketahanan industri, dan mendukung transisi energi hijau di Indonesia, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan daya saing global Indonesia dalam industri baterai dan kendaraan listrik.



Harga Stabil, Kinerja CPO Tetap Kinclong

14 Nov 2024
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) diproyeksikan terus mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2024, didukung oleh harga crude palm oil (CPO) yang stabil dan strategi efisiensi. Analis Ciptadana Sekuritas, Yasmin Soulisa mencatat hingga September 2024, DSNG meraih pendapatan Rp 7,17 triliun, tumbuh 9,3% yoy, dengan laba bersih Rp 1,64 triliun, naik signifikan 30,5% yoy.

Kinerja tersebut diperoleh meski produksi fresh fruit bunch (FFB) turun 14,4% yoy menjadi 509.000 ton akibat dampak El Nino. Penurunan ini terkompensasi oleh harga jual rata-rata (ASP) CPO yang naik 8% yoy menjadi Rp 12.421 per kg dan penurunan biaya produksi berkat harga pupuk yang lebih rendah. Akibatnya, gross profit margin (GPM) dan operating profit margin (OPM) meningkat menjadi 29,8% dan 20,2% dari sebelumnya 25% dan 14,9%.

Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, optimistis hasil produksi DSNG akan meningkat di kuartal IV-2024 karena cuaca yang stabil dan penggunaan pupuk berkualitas. Selain itu, program B40 di Indonesia diperkirakan memperkuat permintaan domestik untuk CPO, memberikan stabilitas di tengah ketidakpastian pasar internasional.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa harga CPO yang stabil pada level RM 4.100 per ton dan meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan akan menjadi katalis positif bagi DSNG. Ia memproyeksikan kinerja DSNG tetap kuat di kuartal IV-2024, dan merekomendasikan hold saham DSNG dengan target harga Rp 1.040 per saham.

Proyeksi Yasmin menempatkan pendapatan DSNG akhir tahun di Rp 9,81 triliun, sementara Kiswoyo merekomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 1.300. Secara keseluruhan, harga CPO yang tinggi, stabilitas pasar domestik, dan efisiensi operasional menjadi pendorong utama pertumbuhan DSNG.

3.115 Orang Korban Erupsi Gunung Lewotobi Hampir Kehabisan Makanan

14 Nov 2024

Ribuan warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT, hampir kehabisan bahan makanan. Pemerintah diharapkan segera mengirim bantuan ke sana mengingat desa itu terisolasi akibat erupsi. Warga terdampak berada di Desa Lewotobi sebanyak 1.036 jiwa, Desa Lewoawang 1.376 jiwa, dan Desa Riangrita 703 jiwa. Ketiga desa itu berada di Kecamatan Ile Bura, salah satu kecamatan yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Nikolaus Nara, Sekdes Lewotobi, Kecamatan Ile Bura, sudah menyurati BPBD Flores Timur dua hari lalu, yakni 11 November 2024. Hingga Rabu (13/11) sore, surat belum direspons oleh pemda. Nikolaus mengatakan, akibat erupsi, warga Lewotobi tak bisa ke kebun dan ke pasar untuk membeli bahan makanan. Jika ke kebun, mereka terkena hujan abu vulkanik serta material.

Banyak tanaman, seperti umbi-umbian dan pisang, mati terpapar belerang serta panas terik selama 10 bulan terakhir. Jika hendak ke pasar, mereka melewati jalan yang dekat dengan aliran lava. Oleh Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, jalur itu masuk kategori zona merah sehingga tidak boleh dilewati untuk sementara waktu. Jubir tanggap darurat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Heri Lamawuran, mengatakan, informasi terkait kekurangan makanan itu segera diteruskan ke bagian terkait. ”Diteruskan ke posko” katanya. Heri menyatakan, hingga Rabu pagi, jumlah pengungsi yang terdampak erupsi sebanyak 13.166 orang, tersebar di 11 kecamatan di Flores Timur dan dua kecamatan di Sikka. Jumlah  pengungsi yang sakit 1.317 orang dengan kasus ISPA 382 orang, disusul hipertensi 125 kasus. Kekurangan masker menjadi salah satu penyebab tingginya angka ISPA. (Yoga)