;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Nestapa Akibat Rusaknya Hutan di Tanah Karo

28 Nov 2024

Erwin Surbakti (30) tak kuasa menahan tangis ketika jenazah istri, dua anak, dan ibunya ditemukan di bawah timbunan longsor di Kabupaten Karo, Sumut. Hampir semua anggota keluarganya meninggal. Rumah sekaligus tempat usaha penginapan milik keluarganya juga hancur terbawa longsor. Erwin belum bisa melupakan malam kelam ketika longsor mengempas rumahnya, Sabtu (23/11) pukul 19.00. Ketika itu, dia bersama anggota keluarganya berada di rumah sekaligus tempat penginapan di kawasan wisata air panas di dekat kaki Gunung Sibayak. Rumah Erwin berada persis di bawah bukit terjal setinggi 100 m. Dia mendengar suara gemuruh ketika bukit di atas rumahnya longsor. Erwin bersama adik kandungnya, Rio Surbakti (26), dan seorang wisatawan yang sedang berada di penginapan itu melompat dari lantai dua.

Rumah roboh lalu tertimbun material longsor. Bencana longsor di Karo merenggut total 10 korban jiwa. Selain tujuh orang dalam satu keluarga, tanah longsor itu juga menyebabkan tiga wisatawan meninggal. Kepala BPBD Kabupaten Karo, Juspri Nadeak mengatakan, saat ini pihaknya berfokus melakukan penanggulangan bencana. Semua korban longsor di Karo telah ditemukan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut Rianda Purba mengatakan, bencana ekologis yang terjadi di Karo harus menjadi evaluasi untuk menghentikan kerusakan lingkungan demi mencegah amuk alam yang lebih parah.

Selain di Karo, banjir bandang dan longsor juga merenggut nyawa warga di Kabupaten Deli Serdang, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan. Rianda menyebut, sudah sejak lama terjadi pembalakan dan alih fungsi lahan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Hutan konservasi itu adalah hulu sejumlah sungai yang mengaliri Kabupaten Karo  dan Deli Serdang, dua dari empat kabupaten yang terdampak banjir dan longsor pada Sabtu, 23 November 2024. Walhi Sumut meminta agar pemerintah melihat bencana itu sebagai alarm untuk menyelamatkan lingkungan dalam jangka panjang. Penebangan hutan secara ilegal harus dihentikan. Hutan-hutan yang sudah rusak juga harus diselamatkan. Jika tidak, bencana banjir bandang dan longsor akan terus terjadi. (Yoga)


Tiga Krisis Planet Akibat Plastik

28 Nov 2024

Plastik dikenal sebagai material praktis dan murah. Karena itu, plastik menggeser beragam pembungkus dan wadah alami. Masalahnya, biaya membersihkan polusi dari produksi plastik atau biaya mengelola kemasan saat kita membuangnya ke lingkungan tak pernah dihitung. Belum lagi tagihan medis bertambah akibat ancaman kesehatan manusia terkait plastik. Jangan lupakan biaya kerusakan pada kehidupan darat dan laut beserta seluruh ekosistem akibat polusi plastik juga sangat besar. Dari 25 November hingga 1 Desember 2024, perwakilan dari 175 negara, termasuk Indonesia, berkumpul di Busan, Korsel, untuk putaran kelima Intergovernmental Negotiating Committee (INC-5) tentang Perjanjian Plastik di Busan. Isu paling diperdebatkan adalah apakah perjanjian ini akan mencakup target yang mengikat untuk mengurangi produksi plastik atau tidak.

Meski konsensus ilmiah menyatakan pemotongan produksi plastik penting untuk mengatasi ancaman lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkannya, beberapa negara yang mengedepankan industri petrokimia dan kimia, khawatir dampak negatif pada ekonomi mereka. Akibatnya, perundingan terbelah jadi dua kepentingan besar. Sekelompok negara, yang terdiri dari 67 negara dan dipimpin Norwegia dan Rwanda membentuk Koalisi Ambisi Tinggi Mengakhiri Polusi Plastik, menyatakan ingin membatasi jumlah total plastik di Bumi dengan mengendalikan produksi, konsumsi, dan pembuangan plastik. Kelompok berseberangan, produsen petrokimia dan kimia digalang Arab Saudi, Rusia, dan India, menolak pembatasan ini dan mendorong tata kelola di hilir , termasuk daur ulang. Di tengah pembelahan ini, posisi Indonesia cenderung abstain.

”Pembatasan produksi plastik mengganggu produksi minyak dan gas. Plastik tersusun dari karbon dan kimia dengan bahan baku utama energi fosil,” kata Yuyun Ismawati, Ketua Bersama the International Pollutants Elimination Network (IPEN) di Busan, Selasa (26/11). Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz (UFZ) menganalisis dampak plastik pada tiga krisis planet, yakni perubahan iklim, hilangnya keragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. PBB mengenalkan istilah ”tiga krisis planet” menggambarkan krisis global saling terkait, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Istilah ini untuk menyoroti saling ketergantungan dan dampak krisis ini pada ekosistem, masyarakat, dan ekonomi. Polusi mikroplastik di Indonesia amat parah. Tanpa upaya progresif, dampak buruk plastik yang ditanggung generasi mendatang amat besar. (Yoga)


Gagal Mencoblosnya Ribuan Korban Bencana

28 Nov 2024

Ribuan korban bencana alam di sejumlah daerah gagal mencoblos pada hari pemungutan suara Pilkada 2024, Rabu (27/11). KPU memutuskan untuk menggelar pemungutan suara susulan dan lanjutan di sejumlah daerah terdampak bencana tersebut. Pemilih yang gagal menggunakan hak pilihnya ditemukan di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sekitar 600 penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki hak pilih batal mencoblos karena kesulitan mengakses tempat pemungutan suara (TPS). ”Dari total daftar pemilih tetap 1.119 orang, yang memilih tidak sampai setengahnya,” ujar Kades Pululera, Paulus Tukan, Rabu. KPU NTT memutuskan untuk tidak mendirikan TPS di Pululera dengan alasan desa itu terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Karena itu, 1.119 warga Pululera yang terdaftar sebagai pemilih Pilkada 2024 diarahkan untuk menyalurkan hak pilih mereka di TPS desa terdekat, yakni Nileknoheng. Paulus menjelaskan,tidak semua pemilih dari Pululera bisa ke TPS di Nileknoheng karena tak memiliki kendaraan. Jarak Pululera ke Nileknoheng, 3 kilometer dengan kondisi jalan menanjak. Padahal, banyak pemilih termasuk kelompok lanjut usia dan ada yang sakit-sakitan. ”Ada juga yang jalan kaki ke sana (TPS). Mereka dating membawa undangan memilih. Namun, setelah tiba di sana, mereka diminta menunjukkan KTP. Banyak yang KTP-nya tercecer saat mengungsi. Mereka akhirnya tidak bisa memilih,” tuturnya.

Ketua KPU NTT Jemris Fointuna menjelaskan, sebenarnya pemda dan KPU sudah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut para pemilih. Namun, kehadiran mobil bantuan itu tidak dikoordinasikan dengan pemerintah desa terlebih dahulu sehingga banyak masyarakat tidak tahu. Sebelum mobil datang, sebagian masyarakat sudah jalan kaki ke TPS di Desa Nileknoheng dan sebagian lagi batal ke sana. Demi menjamin hak pilih para penyintas bencana, KPU NTT merelokasi sejumlah TPS. Sedikitnya 22 TPS didirikan di tujuh pos pengungsian. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu. (Yoga)


Oleh-oleh Hashim Djojohadikusumo dari COP29 Azerbaijan

28 Nov 2024
BAGI Fabby Tumiwa, pengumuman Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-29 (COP29) di Baku, Azerbaijan, Hashim Djojohadikusumo, ihwal perolehan pendanaan energi terbarukan senilai 1,2 miliar euro bukan hal mengejutkan. “Saya melihat pemerintah hanya mau pamer. Padahal itu perjanjian pinjaman untuk kelistrikan yang bisa dilakukan di Jakarta,” kata Fabby, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), pada Rabu, 27 November 2024. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan PT PLN (Persero) dengan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW)—bank pembangunan dan investasi milik pemerintah Jerman. Kerja sama tersebut menyepakati pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pumped storage dan transmisi yang menghubungkan ke pembangkit hijau.

Pada waktu yang sama, PLN juga meneken kerja sama dengan United Kingdom Export Finance, Sembcorp Utilities Pte Ltd, PT Transportasi Gas Indonesia, serta Global Energy Alliance for People and Planet. Lima penandatanganan proyek energi terbarukan bertajuk “Leading the Charge: Strategic Partnership to Catalyze Decarbonization” ini digelar di Paviliun Indonesia untuk COP29 di Blue Zone, Area E, Kompleks Stadion Olimpiade Baku, pada Rabu, 13 November 2024. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari target pemerintah yang termaktub dalam Dokumen Kebijakan dan Investasi (CIPP). Dokumen itu mensyaratkan bauran energi terbarukan mencapai 44 persen pada 2030. Pemerintah kemudian memasukkan dokumen itu ke proyek kemitraan global yang dinamai Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan target pendanaan US$ 97,3 miliar.

Menurut Fabby, pemerintah baru berhasil merealisasi pendanaan sekitar US$ 20 miliar atau setara dengan Rp 300 triliun. Jadi masih dibutuhkan tambahan pendanaan untuk memenuhi target bauran energi terbarukan. Apalagi pemerintah meningkatkan target bauran energi terbarukan menjadi 51,6 persen pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. “Jadi kerja sama senilai 1,2 miliar euro itu bukan berasal dari agenda COP29, melainkan bagian untuk memenuhi target RUPTL.” Selain mempersoalkan klaim yang berlebihan itu, Fabby mempertanyakan komitmen pemerintah membangun 75 gigawatt pembangkit energi terbarukan dalam 15 tahun ke depan. Ambisi tersebut dinilai masih berupa angan-angan lantaran belum dimasukkan dalam Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional Kedua atau Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) yang akan submit pada awal tahun depan. Semestinya pemerintah segera memasukkannya ke Second NDC agar dapat diketahui berapa besaran emisi yang dapat ditekan hingga 2035. (Yetede)

Langkah Strategis Pengembangan Teknologi CCUS

28 Nov 2024

Keputusan Final Investment Decision (FID) yang disampaikan oleh BP terkait proyek UCC (Unitisasi Carbon Capture and Storage) di Indonesia diperkirakan akan membawa dampak besar bagi sektor energi, terutama dalam penangkapan, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon (CCUS). Proyek ini menandai langkah pertama Indonesia dalam mengembangkan CCUS secara besar-besaran, dengan potensi untuk menyekuestrasi sekitar 15 juta ton CO2 pada fase awal. Selain itu, proyek ini juga akan membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat melalui pengembangan lapangan gas Ubadari dan pemanfaatan infrastruktur di Tangguh LNG.

Murray Auchincloss, CEO BP, mengungkapkan bahwa proyek ini dapat memaksimalkan perolehan gas di Indonesia dan berpotensi menghasilkan 3 triliun kaki kubik sumber daya gas tambahan. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang menekankan bahwa proyek UCC akan mendukung ketahanan energi nasional dan memenuhi visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan produksi migas.

Selain dampak terhadap sektor migas, proyek ini juga memiliki nilai strategis dalam upaya dekarbonisasi, yang semakin mendesak di tingkat global. Dengan potensi penyimpanan karbon yang sangat besar di Indonesia, berbagai perusahaan migas besar dunia, seperti ExxonMobil, Chevron, dan Total Energies, mulai melirik Indonesia sebagai lokasi potensial untuk penyimpanan karbon. Hal ini diharapkan akan menghasilkan peluang bisnis baru, termasuk potensi pendapatan miliaran dolar dari sektor CCS/CCUS di Indonesia, yang juga dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Secara keseluruhan, proyek UCC ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik bagi perekonomian Indonesia, pengurangan emisi karbon, maupun peningkatan kapasitas energi nasional, sejalan dengan tren global yang semakin fokus pada keberlanjutan dan pengendalian perubahan iklim.


Bekal Ekspansi untuk Emiten Nikel

28 Nov 2024
Bisnis tambang dan pengolahan nikel tetap menarik bagi pelaku usaha, didukung oleh prospek positif komoditas ini di masa mendatang. Sejumlah emiten terus melakukan ekspansi, seperti PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), yang memasuki bisnis perdagangan nikel setelah berganti pengendali menjadi PT Eco Energi Perkasa (EEP), dengan taipan China, Deng Weiming, sebagai penerima manfaat akhir.

Holding BUMN Mind Id melalui Dilo Seno Widagdo, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha, optimistis terhadap nikel, terutama karena pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Mind Id, melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), memanfaatkan harga nikel yang diproyeksi bertahan di level US$ 16.000 per ton hingga akhir 2024, yang masih memberikan margin laba yang baik.

Menurut M. Rifki Darrisman, Research Analyst Phintraco Sekuritas, harga nikel akan stabil di US$ 17.500 per ton pada 2025, dengan peluang naik hingga US$ 20.000 per ton. Emil Fajrizki, Research Analyst Stocknow.id, menambahkan bahwa emiten yang fokus pada hilirisasi dan efisiensi produksi memiliki prospek lebih baik dibanding yang hanya menjual nikel mentah.

Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, merekomendasikan emiten yang mendiversifikasi produk seperti nikel sulfat untuk menangkap peluang lebih besar, dengan target saham MDKA (Rp 2.160) dan NCKL (Rp 855). Emil menjagokan MDKA, MBMA, dan HRUM, serta merekomendasikan strategi buy on dip untuk saham ANTM (target Rp 1.565). Rifki menjagokan INCO, HRUM, dan ANTM.

Namun, tantangan utama tetap pada fluktuasi harga nikel global yang dapat memengaruhi margin dan keberlanjutan ekspansi emiten. Hilirisasi dan efisiensi menjadi kunci daya saing di industri ini.

Bisnis Rendah Karbon Pertamina

27 Nov 2024

Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-29 (COP UNCCC 29), yang berlangsung 11-22 November di Baku, Azerbaijan, yang semula dikira akan lesu darah karena tampak lebih sepi, akhirnya membawa asa baru. Di akhir konferensi, 198 negara dan para pihak bersepakat meningkatkan ambisi atau komitmen nasional (NDCs) masing-masing, mulai tahun 2025 memastikan pengurangan emisi bisa berjalan sesuai target Perjanjian Paris. Kesepakatan Paris berkomitmen membatasi kenaikan suhu rata-rata global agar tidak meningkat 1,5 derajat celcius dibanding suhu rata-rata pra-Revolusi Industri (1850-1900). COP29 menyepakati standar baru mekanisme perdagangan karbon internasional yang memungkinkan negara-negara saling membeli dan menjual kredit karbon. Investasi pun diarahkan ke negara-negara berkembang.

Negara-negara maju dan institusi keuangan internasional pun diharapkan mempercepat reformasi pendanaan iklim guna menjamin alokasi dana yang lebih besar ke wilayah yang membutuhkan untuk melakukan transisi energi bersih, terutama di negara berkembang. Ketua Delegasi Indonesia yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim S Djojohadikusumo di dalam COP29 menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi signifikan menurunkan panas bumi dengan menargetkan net zero emission (NZE) pada 2060. Pemerintah juga telah meningkatkan komitmennya melalui Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) yang menargetkan pengurangan emisi 31,89 % dengan upaya domestic dan 43,20 % dengan dukungan internasional pada 2030. Komitmen pemerintah itu perlu didukung komitmen yang lebih kuat oleh semua pemangku kepentingan.

Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menegaskan ambisinya memperkuat posisi Indonesia dalam aksi global menghadapi perubahan iklim. ”Pertamina bertekad menjadi perusahaan energi terkemuka yang dikenal atas kepeduliannya terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang kuat,” ujar Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Salyadi Dariah Saputra dalam sesi panel di COP29, Kamis (14/11). VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso juga menegaskan hal itu. Menurut dia, Pertamina ingin menjadi pionir dalam transisi energi, berkontribusi nyata dalam upaya keberlanjutan, dan menjadi katalisator bagi Indonesia dalam mencapai masa depan energi yang lebih hijau. Sejak 2010 sampai kini, Pertamina berhasil mengurangi emisi hingga 8,5 juta ton CO2 dari emisi Scope 1 dan 2 serta berencana terus meningkatkannya melalui kolaborasi dan inovasi teknologi.

Cara lain Pertamina adalah mengambil karbon kredit, yaitu dengan menanam pohon, sehingga minyak dan gas yang kita gunakan bisa dikompensasi emisinya. Pertamina juga terus mengembangkan energi ramah lingkungan. Pertamina terus mengembangkan portofolio energi terbarukan. Menurut Dirut P ertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis, Pertamina akan menyiapkan 8 % dari total belanja investasinya hingga tahun 2029 atau 5,7 miliar USD untuk pengembangan energi baru dan terbarukan yang mencakup geotermal, bioetanol, hydrogen hijau, tenaga surya, tenaga angin, tenaga biomassa, baterai, dan bisnis karbon. ”Investasi yang disiapkan Pertamina cukup besar dalam pengembangan EBT. Hal ini bagian dari komitmen kuat Pertamina untuk mendukung enhanced nationally determined contribution Indonesia,” ujar John. (Yoga)


ITMG Fokus Pacu Penjualan Batu Bara

27 Nov 2024
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume penjualan batubara sebesar 24,2 juta-24,5 juta ton pada tahun 2024, meningkat 17,22% dibandingkan capaian 20,9 juta ton pada tahun 2023. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, ITMG telah menjual 17,1 juta ton batubara, naik 11,76% dari periode yang sama tahun lalu.

Namun, Yulius Kurniawan Gozali, Direktur Komunikasi Korporat ITMG, menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan menurun akibat penurunan harga rata-rata penjualan batubara (Average Selling Price/ASP) sebesar 19,32% secara tahunan (yoy), dari US$ 119 per ton menjadi US$ 96 per ton. Hal ini menyebabkan laba bersih perseroan pada kuartal III-2024 turun 32,72% yoy menjadi US$ 273 juta. Meskipun demikian, margin laba bersih pada kuartal III-2024 meningkat menjadi 24% dibandingkan 19% pada periode yang sama tahun lalu.

ITMG menargetkan laba bersih tahun 2024 sebesar US$ 354 juta, meski realisasinya masih bergantung pada berbagai faktor seperti volume penjualan, harga komoditas, dan efisiensi biaya. Untuk mencapai target, ITMG fokus pada optimalisasi produksi dan pengendalian biaya, terutama di tengah tren harga batubara yang fluktuatif.

ITMG saat ini memiliki cadangan batubara sebesar 1,3 miliar ton dan berencana memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal sambil menjalankan efisiensi operasional. Penurunan harga batubara di pasar ekspor pada tahun 2023 menyebabkan laba bersih ITMG turun signifikan sebesar 58,30%, dari US$ 1,2 miliar pada 2022 menjadi US$ 500,33 juta pada 2023.

Menurut Yulius, dinamika pasar dan harga batubara yang tidak dapat diprediksi menuntut perusahaan untuk terus menerapkan manajemen kas yang hati-hati serta strategi efisiensi untuk menjaga keberlanjutan operasional.

Zulhas Sebut Presiden Prabowo Sepakat Bahas Status Kelembagaan Bulog

26 Nov 2024
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pengkajian transformasi Bulog bakal dibahas mulai pekan ini. Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari ini menyepakati untuk membahas status kelembagaan Bulog pada Jumat, 29 November 2024. "Atas persetujuan rapat dan izin bapak presiden, kami akan membahas mulai Jumat besok mengenai transformasi lembaga Bulog agar seperti apa. Agar Bulog karena swasembada pangan. Ini akan sangat tergantung kepada Bulog. Beli gabah dan beli jagung dan lain-lain," kata Zulhas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 26 November 2024, usai rapat terbatas.

Prabowo berniat menjadikan Bulog badan otonom di bawah presiden. Semua Perusahaan Umum (Perum) Bulog berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Zulhas, eks Menteri Perdagangan ini juga menyinggung soal transformasi keuangan Bulog. Wamentan Usul Pupuk Indonesia dan Bulog di Bawah Kementan, Siap Ajukan Perpres Tahun Depan Keuangan Bulog, kata Zulhas, akan lebih baik bila nantinya menjadi sebuah badan khusus di bawah presiden. "Kalau Bulog lancar membeli, lancar kalau uangnya ada, kalau pakai bunga terus dia ngitung untung, rugi terus. Oleh karena itu, Bulog akan dibahas mengenai transformasi kelembagaannya," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Tempo, perubahan kendali Bulog dirancang tim yang beranggotakan 17 orang dan dipimpin Rachmat Pambudy. Rachmat adalah salah satu anggota dewan pakar bidang pangan yang mendukung Prabowo sejak pemilihan presiden 2019. Ia juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Saat ini Rachmat menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dimintai konfirmasi, Rachmat tak kunjung menjawab.  Tugas Bulog memang berat. Sejak berubah dari LPND menjadi BUMN pada 2003, Bulog mengemban fungsi ganda sebagai pengampu kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO) sekaligus lembaga komersial. Ketika menjalankan dua peran itu, Bulog kerap merugi. Pada 2019, misalnya, Bulog merugi hingga Rp 1,7 triliun. Kondisi keuangan Bulog berangsur membaik dan pada 2023 perusahaan ini meraup untung Rp 820 miliar. (Yetede)

Pertumbuhan Ekonomi masih mengandalkan Tambang

25 Nov 2024

Pertambangan mineral dan batubara masih memegang peran penting bagi Indonesia, mengingat melimpahnya sumber daya yang dimiliki, untuk menjawab kebutuhan energi dalam menopang target-target pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, hilirisasi, penggunaan energi hijau, dan pengembangan teknologi bersih pada minerba mesti terus dilakukan. Hal itu mengemuka dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) ”Navigating & Prospect for Energy Resilience in Indonesia by 2035” yang digelar Kompas dengan Indonesian Mining Association (IMA), di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (22/11).

Sebagai pembicara diskusi adalah Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pajak IMA Ezra Sibarani, serta dosen Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti sekaligus Direktur Eksekutif Refor Miner Institute, Komaidi Notonegoro. Menurut Purnomo, cadangan komoditas mineral dan batubara Indonesia masih cukup melimpah serta memiliki peran strategis dalam pembangunan. Di antaranya jenis nikel, tem- baga, bauksit, timah, emas, dan besi. Begitu juga pada batubara, yang selama ini mendukung ketahanan energi, yakni kelistrikan, melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Hilirisasi atau peningkatan nilai tambah, ujar Purnomo, sejatinya sudah diatur dalam UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

Namun, hal itu jangan hanya berhenti pada pengolahan dan pemurnian. ”Sekarang kita perlu mengembangkan adanya peningkatan nilai tambah pada produk akhir,” ujarnya. Di samping itu, eksplorasi pertambangan minerba mesti terus dilakukan. Pada batubara, misalnya. Purnomo menyebutkan, berdasar data Badan Geologi, pada 2022, cadangan batubara Indonesia 35,05 miliar ton dan sumber daya sebesar 99,19 miliar ton. Volume cadangan tersebut membuat batubara Indonesia dapat dimanfaatkan untuk 50 tahun ke depan. Peningkatan penggunaan batubara bakal menghasilkan emisi yang lebih besar. Karena itu, clean coal technology mesti terus dikembangkan. Dukungan-dukungan insentif juga perlu diberikan kepada investor dalam mendukung eksplorasi pertambangan mineral dan batubara. (Yoga)