;

Bekal Ekspansi untuk Emiten Nikel

Ekonomi Hairul Rizal 28 Nov 2024 Kontan
Bekal Ekspansi untuk Emiten Nikel
Bisnis tambang dan pengolahan nikel tetap menarik bagi pelaku usaha, didukung oleh prospek positif komoditas ini di masa mendatang. Sejumlah emiten terus melakukan ekspansi, seperti PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), yang memasuki bisnis perdagangan nikel setelah berganti pengendali menjadi PT Eco Energi Perkasa (EEP), dengan taipan China, Deng Weiming, sebagai penerima manfaat akhir.

Holding BUMN Mind Id melalui Dilo Seno Widagdo, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha, optimistis terhadap nikel, terutama karena pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Mind Id, melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), memanfaatkan harga nikel yang diproyeksi bertahan di level US$ 16.000 per ton hingga akhir 2024, yang masih memberikan margin laba yang baik.

Menurut M. Rifki Darrisman, Research Analyst Phintraco Sekuritas, harga nikel akan stabil di US$ 17.500 per ton pada 2025, dengan peluang naik hingga US$ 20.000 per ton. Emil Fajrizki, Research Analyst Stocknow.id, menambahkan bahwa emiten yang fokus pada hilirisasi dan efisiensi produksi memiliki prospek lebih baik dibanding yang hanya menjual nikel mentah.

Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, merekomendasikan emiten yang mendiversifikasi produk seperti nikel sulfat untuk menangkap peluang lebih besar, dengan target saham MDKA (Rp 2.160) dan NCKL (Rp 855). Emil menjagokan MDKA, MBMA, dan HRUM, serta merekomendasikan strategi buy on dip untuk saham ANTM (target Rp 1.565). Rifki menjagokan INCO, HRUM, dan ANTM.

Namun, tantangan utama tetap pada fluktuasi harga nikel global yang dapat memengaruhi margin dan keberlanjutan ekspansi emiten. Hilirisasi dan efisiensi menjadi kunci daya saing di industri ini.
Download Aplikasi Labirin :