;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Proyek Kilang Tuban Masih Menemui Tantangan

17 Oct 2024

PT Kilang Pertamina Internasional masih berupaya menyelesaikan megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, yang menghadapi tantangan akibat sanksi yang dikenakan pada mitra Rusia, Rosneft. Proyek senilai US$13,5 miliar ini masih dalam tahap pengambilan keputusan akhir investasi (FID), dan Pertamina berusaha melakukan kegiatan engineering, procurement, and construction (EPC) secara bersamaan dengan penyelesaian FID.

Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional, Hermansyah Y. Nasroen, menyatakan bahwa hingga kini belum ada kepastian mengenai target penyelesaian FID, meskipun sebelumnya diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun ini. Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo, mengungkapkan bahwa pemerintah mendukung Pertamina dalam mencari mitra strategis untuk teknologi dan pembiayaan proyek tersebut.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional, Taufik Aditiyawarman, menambahkan bahwa penambahan mitra baru diperlukan untuk mengimbangi dampak sanksi yang diterima Rosneft. Meskipun Kementerian ESDM telah memberikan tambahan waktu hingga 2024 untuk kepastian investasi, proses penyelesaian FID masih mengalami kemunduran. Pertamina juga mengharapkan dukungan infrastruktur dan insentif fiskal untuk meningkatkan keberlanjutan proyek GRR Tuban.



Optimisme Investasi Tambang Migas

17 Oct 2024

Peningkatan investasi dalam kegiatan eksplorasi sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia diyakini akan berdampak positif terhadap penambahan cadangan energi fosil domestik. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat bahwa investasi eksplorasi meningkat dari US$600 juta pada 2021 menjadi US$900 juta pada 2023, dengan harapan mencapai US$1,8 miliar tahun ini.

Tenaga Ahli Komisi Pengawas Menteri ESDM, Shinta Damayanti, menjelaskan bahwa keberhasilan eksplorasi saat ini adalah hasil dari upaya yang dilakukan sejak enam tahun lalu, dan saat ini Indonesia telah mendapatkan banyak temuan cadangan migas baru. Para kontraktor, seperti Ahmad Najihal Amal dari Pertamina Hulu Energi, menunjukkan komitmen yang kuat dalam melakukan eksplorasi masif dengan strategi yang berfokus pada proyek offshore dan kemitraan strategis. Hendraman dari EMP juga menekankan pentingnya akuisisi aset dan pemboran eksplorasi dalam meningkatkan penemuan migas di masa depan.



Prospek Cerah Energi Baru Terbarukan

17 Oct 2024
Prospek penawaran umum perdana saham (IPO) di sektor energi baru terbarukan (EBT) diprediksi akan tetap cerah pada tahun depan, didorong oleh minat tinggi investor di pasar modal Indonesia. Reuben Tirtawidjaja dari Ernst and Young (EY) mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, IPO emiten EBT menunjukkan kinerja positif, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami lonjakan harga saham 781,41% sejak IPO. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas juga menyoroti bahwa keberhasilan IPO di sektor ini menciptakan peluang besar untuk perusahaan baru. Dukungan dari kebijakan pemerintah dalam transisi energi dan kesadaran masyarakat akan energi bersih semakin memperkuat prospek ini. Namun, Miftahul mengingatkan investor untuk lebih berhati-hati karena kenaikan saham EBT mungkin tidak secepat tahun lalu, dengan saham seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pilihan menarik untuk trading.

Stimulus Tiongkok Memperkuat Prospek Timah

17 Oct 2024
Prospek kinerja PT Timah Tbk (TINS) diperkirakan cemerlang seiring dengan ketatnya pasokan global dan peningkatan permintaan komoditas logam dasar, khususnya timah, akibat stimulus yang diberikan oleh China. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya, menyebut bahwa pengetatan pasokan dari berkurangnya ekspor bijih timah dari Myanmar akan mendorong harga timah. Meskipun harga rata-rata timah di pasar internasional turun 1,9% pada kuartal ketiga 2024, penjualan TINS diperkirakan meningkat sekitar 5% menjadi 5.000 ton, didorong oleh peningkatan produksi dan profitabilitas yang lebih kuat.

Thomas Radityo dari Ciptadana Sekuritas Asia juga sepakat bahwa permintaan timah akan meningkat, terutama setelah stimulus dari China, yang mendorong sektor perumahan dengan penurunan suku bunga hipotek. Dia memprediksi defisit di pasar timah untuk tahun 2024-2025 akibat penurunan produksi global. Dengan proyeksi laba yang meningkat untuk TINS, Thomas merevisi target harga saham TINS menjadi Rp 1.600 per saham.

Kiswoyo Adi Joe dari Nawasena Abhipraya Investama merekomendasikan beli saham TINS dengan target harga Rp 1.750, menilai prospek harga timah yang lebih baik. Secara keseluruhan, baik Timothy maupun Thomas menyarankan untuk membeli saham TINS, menunjukkan optimisme terhadap potensi kinerja perusahaan di tengah kondisi pasar yang menguntungkan.

Industri Sambal Tanah Air Tumbuh Berkat Peran Wirausaha Lokal yang Gigih dan Inovatif

16 Oct 2024
Dengan kreativitas dan keberanian, Lanny, Susilaningsih, dan Mujiati berhasil mengubah sambal tradisional menjadi komoditas bernilai tinggi yang mampu menembus pasar internasional. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga mendukung petani lokal dengan meningkatkan permintaan cabai dan bawang. Dengan kualitas, cita rasa otentik, dan inovasi, sejumlah produk sambal asal Indonesia telah membuktikan diri sebagai produk unggulan yang bisa bersaing di kancah global. Berkat ketekunan dan kreativitas mereka, merek sambal seperti Bu Rudy, DD1 Dede Satoe, dan CUK! kini tersedia di sejumlah negara, mulai dari Asia hingga Amerika. Ketiga perempuan pengusaha itu seolah ”menunggangi” gelombang permintaan global akan cabai serta bumbu dan saus yang tumbuh beberapa tahun terakhir.

Perusahaan riset pasar IMARC Group menyebutkan, pasar cabai global mencapai 1,42 miliar dollarAS pada 2023. Pada 2032, angkanya diperkirakan naik menjadi 2,34 miliar dollar AS dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 5,7 persen selama 2023-2032. Peningkatan permintaan itu dinilai turut didorong oleh tren orang-orang yang makin menyukai masakan pedas. Cabai banyak digunakan untuk memenuhi permintaan rasa pedas dalam berbagai masakan. Selain itu, peningkatan juga terjadi karena sifat cabai yang serbaguna, yang membuatnya cocok untuk saus, salsa, bumbu dapur, dan bumbu rendaman. Para koki dan produsen makanan terus berinovasi dengan produk berbasis cabai untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. Data dari perusahaan data dan analitik Global Data menunjukkan tren serupa.

Dalam laporan ”Indonesia Seasonings, Dressing, and Sauce-Market Assessment and Forecasts to 2024”, Global Data menyebut, sektor bumbu, saus, dan dressing di Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 48,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 70,5 triliun pada 2024. CAGR mencapai 7,9 persen. Menurut laporan ”Food Out look” dari FAO, permintaan cabai global terus meningkat seiring dengan berkembangnya tren konsumsi makanan pedas di sejumlah negara. Selain kebutuhan konsumen rumah tangga, permintaan ini juga didorong oleh sektor makanan dan minuman serta industri farmasi dan kosmetik. Pertumbuhan permintaan tidak hanya terjadi di negara-negara pengonsumsi cabai tradisional, seperti India dan Thailand, tetapi juga di Amerika Utara dan Eropa, tempat makanan pedas semakin populer. (Yoga)

Lumbung Pangan Nasional

16 Oct 2024
Orang yang paling memahami seluk-beluk pertanian adalah petani itu sendiri. Double combo. Mereka sudah terjepit dampak perubahan iklim, ditambah tersisihkan oleh proyek food estate. Proyek lumbung pangan nasional (food estate) terus menjadi sorotan publik. Lumbung pangan sudah terbukti gagal dari masa ke masa,tetapi pemerintah terus coba melanjutkannya. Banyak faktor yang menyebabkan gagalnya lumbung pangan, antara lain kurangnya perencanaan dan riset, hanya menguntungkan kroni, tak melibatkan masyarakat, dan yang terpenting menihilkan peran penting pelaku utama: petani. Tak heran, Hari Tani Nasional yang dirayakan setiap 24 September menjadi angin lalu di tengah silang pendapat lumbung pangan. Di akhir masa jabatannya, Presiden JokoWidodo (Jokowi) mengatakan, pemerintahan yang akan datang hendak fokus meningkatkan ketahanan pangan dan energi.

Pernyataan itu sudah jelas menjadi dasar bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto akan melanjutkan proyek lumbung pangan nasional. Sebagai ancang-ancang, Jokowi menugasi Kementerian Pertahanan menjadi leading sector dalam memperkuat cadangan pangan nasional melalui program food estate pada 9 Juli 2020. Jadilah food estate sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek food estate tersebut digarap di sejumlah provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Papua Selatan. Hampir empat tahun berjalan, proyek food estate di Kalimantan, Sumatera Utara, dan NTT dianggap gagal. Megaproyek pun diarahkan ke Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ada dua proyek lumbung pangan yang digarap di Merauke. Keduanya adalah cetak sawah yang diampu oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan perkebunan tebu terpadu yan diawasi langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Kedua megaproyek lumbung pangan itu digarap di atas lahan seluas 2,29 juta hektar. Dari jumlah itu, seluas 1,11 juta hektar lahan dimanfaatkan untuk membuka perkebunantebu terpadu, mulai dari kebun tebu, pabrik gula, hingga pabrik bioetanol. Sementara 1,18 juta hektar lahan lainnya digunakan untuk cetak sawah padi. Pemerintah mengklaim bahwa food estate akan mewujudkan swasembada beras pada 2027 serta memenuhi kebutuhan gula dan pabrik bioetanol setahun kemudian. Pelajaran dari kegagalan MIFEE Merauke sebenarnya pernah menjadi wilayah lumbung pangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) dilaksanakan pada periode 2006-2011. Merauke digadang-gadang sebagai perkebunan komersial yang luas dan menjadi bagian dari visi Presiden Yudhoyono untuk feed Indonesia, feed the world. Sejalannya waktu, program MIFEE tidak berjalan dengan baik sehingga dihentikan. MIFEE gagal karena proyek ini dilaksanakan tanpa memperhatikan kepentingan dan hak masyarakat asli Papua, yang telah tinggal selama berabad-abad di sana. (Yoga)

Pemerintah Mendorong Investasi Energi Bersih dan Orientasi Ekspor

16 Oct 2024
Pemerintah akan berfokus pada investasi di sektor-sektor seperti energi bersih dan yang berorientasi ekspor untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Namun, selain mengejar target pertumbuhan, investasi tersebut juga harus memperhatikan sektor-sektor yang dapat menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan, di masa mendatang, tren pasar cenderung akan mengarah ke sektor energi bersih. Beberapa perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia, seperti perusahaan di bidang mobil listrik, meminta akses energi bersih atau energi terbarukan. ”Mereka (investor) request-nya, inginnya, karena mereka membuat mobil listrik, harapannya tenaga atau energi yang mereka dapat juga adalah dari energi bersih dari energi terbarukan. Itu juga yang mereka harapkan, dan itu yang akan kita dorong,” katanya dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III-2024 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (15/10/2024).

Rosan menambahkan, penanaman investasi pada 2025 memang ditargetkan lebih tinggi dibanding tahun 2024 sekitar Rp 1.400 triliun. Sejalan dengan permintaan pasar mendatang, target tersebut dapat tercapai apabila turut dilakukan akselerasi penyediaan tenaga kerja berbasis energi hijau agar dapat menarik investasi masuk. Merujuk Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi diharapkan dapat meningkat menjadi Rp 1.868-Rp 1.906 triliun ”Jadi, temanya adalah bagaimana kita mengarahkan investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah yang energi bersih dan juga berorientasi ekspor.

Mengapa? Sebab, apabila kita ingin mencapai pertumbuhan di atas 5 persen, kuncinya salah satunya adalah di investasi dan ekspor karena dua ruang itu yang masih mempunyai ruang untuk bertumbuh dengan tinggi,” ujar Rosan. Hal itu mengingat investasi menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dengan porsi 25-26 persen setelah konsumsi domestik yang mencapai lebih dari 50 persen. Sementara itu, belanja pemerintah berkontribusi 8-9 persen disusul dengan kinerja ekspor yang belum begitu signifikan. Oleh karena itu, kata Rosan, pertumbuhan yang bisa didorong adalah dari investasi. Manufaktur Dihubungi terpisah, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, berpendapat target penanaman investasi yang ditetapkan pada 2025 sangat optimistis. Kendati target tersebut ada kaitannya dengan upaya mengejar per tumbuhan ekonomi 8 persen, akan memberatkan bagi pemerintahan baru ke depan. (Yoga)

Jalan ke Lima Desa yang Terdampak Banjir Bandang Mulai di Buka

15 Oct 2024
Jalan ke lima desa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sudah bisa dilalui kembali. Sementara itu, satu orang masih hilang dan diduga tertimbunmaterial longsor. Banjir bandang dan tanah longsor itu juga menyebabkan sembilan rumah rusak berat. Sebanyak 173 warga mengungsi karena takut terjadi banjir bandang dan longsor susulan. ”Jalan ke lima desa itu terputus karena ada beberapa titik jalan yang ambles dan tertimbun material longsor. Hari ini jalan sudah bisa dilalui secara darurat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah KabupatenKaro JuspriNadeak, Senin (14/10/2024). Juspri mengatakan, banjir bandang dan longsor terjadi beberapa kali sejak Jumat (11/10) malam hingga Sabtu (12/10) dini hari. Banjir dan longsor menerjang kawasan Juhar setelah hujan lebat turun selama beberapa hari.

Kawasan itu berjarak 130 kilometer (km) di selatan Kota Medan dan 60 km di barat Kabanjahe, ibu kota Karo. Lima desa yang terdampak banjir dan longsor itu adalah Desa Ketawaren, Lau Lingga, Kidupen, Naga, dan Buluh Pancur.Desa paling terdampak adalah Ketawaren dan Lau Lingga. Sembilan rumah rusak berat dihantam banjir bandang. Banjir bandang juga merusak ladang milik masyarakat. Akses jalan, listrik, dan komunikasi ke area tersebut terputus. Sedikitnya ada enam lokasi jalan yang ambles atau tertimbun material longsor. Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Karo, kepolisian, dan TNI pun menurunkan tiga ekskavator dan sejumlah personel untuk memperbaiki jalan tersebut. ”Senin ini, jalan sudah bisa dilalui sepeda motor dan mobil kecil. Namun, akses jalan masih darurat,” katanya. Dia menyebut, petugas mendirikan tenda pengungsian di SD Negeri 040555 Juhar.

Dapur pengungsian juga sudah didirikan di SD tersebut. Warga khawatir terjadi banjir bandang atau longsor susulan sehingga mereka memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebanyak 70 keluarga yang terdiri atas 173 jiwa mengungsi ke tenda pengungsian itu. Juspri menyebut, saat ini tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan juga berfokus mencari seorang korban hilang, yakni Murniati Ginting (64), warga Desa Kidupen. Pada Jumat (11/10) sore, Murniati bersama seorang anaknya pulang dari ladang. Mereka akhirnya berpisah karena hujan turun semakin lebat. ”Anaknya pun tiba di rumah, tetapi ibunya ditunggu-tunggu sampai malam tidak sampai-sampai di rumah. Mereka mencari ke jalan ladang yang biasa mereka lalui dan menemukan timbunan di jalan,” ujarnya. Murniati diduga tertimbun material longsor itu. (Yoga)

Vale Indonesia Buka Opsi Jual B2B

15 Oct 2024

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)  membuka opsi untuk menjual nikel hijau (green nickel) secara business-to-businesss (B2B), alih-alih memperdagangkannya di pasar terbuka (open market). Mekanisme B2B dinilai lebih memberikan nilai tambah (added value) untuk saat ini. Chief of Sustainability & Corp Vale Indonesia Bernardus Irmanto memproyeksikan, arah bisnis nikel kemungkinan akan bergerak menuju green nickel. Kendati, transaksi volume perdagangan nikel ramah lingkungan tersebut di platform Metals-hub sekarang masih belum liquid. "Tapi arahnya akan kesana." kata pria yang akrab disapa Anto ini menjawab pertanyaan Investor Daily. metals-hub merupakan solusi hasil kerja sama antara Metals-hub dan London Metal Exchange (LME), platform perdagangan industri logam dunia, serta para pelaku pasar lain untuk memfasilitasi transisi menuju ekonomi hijau. Head of Market Development LME Robin Marten dalam pengumuman resminya, menyampaikan bahwa pasar nikel hijau belum cukup liquid untuk mendukung perdagangan aktif dalam kontrak berjangka. Alasannya, masih terdapat perdebatan mengenai definisi 'hijau' itu sendiri. Saat ini, standar 'hijau' yang berlaku pada industri nikel meliputi dekarbonisasi minimal 20 metrik ton Co2, kemudian pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, penghormatan terhadap hak-hak pekerja, manajemen air, serta integrasi bisnis yang lebih luas dan transparan. (Yetede)

Mempercepat Langkah Menuju Energi Bersih

15 Oct 2024

Pertemuan Pemimpin Asia Zero Emission Community (AZEC) ke-2 di Vientiane, Laos, menyoroti komitmen negara-negara Asia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan mendorong dekarbonisasi, terutama melalui kolaborasi lintas batas di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia, yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memainkan peran penting dalam memajukan inisiatif Joint Crediting Mechanism Jepang, yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Para pemimpin AZEC menyetujui “tiga terobosan” yang menargetkan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan ketahanan energi, serta meluncurkan rencana aksi untuk dekade mendatang. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah diversifikasi energi, peningkatan efisiensi energi, dan penggunaan teknologi energi terbarukan seperti sel surya perovskit, panas bumi, hidrogen, dan Carbon Capture, Utilisation, and Storage (CCUS). Indonesia, dengan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dan konversi minyak kelapa menjadi bahan bakar pesawat, juga akan mendapatkan keuntungan langsung.

Dalam konteks pendanaan, Australia mengumumkan dukungan senilai 2 miliar Dolar Australia untuk AZEC, sementara AZEC terus mengupayakan pembiayaan transisi energi. Indonesia berencana memperkuat pasar karbonnya untuk menarik investasi, mempromosikan integritas tinggi dalam perdagangan karbon, dan berkontribusi pada ketahanan energi regional.