Jalan ke Lima Desa yang Terdampak Banjir Bandang Mulai di Buka
Jalan ke lima desa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sudah bisa dilalui kembali. Sementara itu, satu orang masih hilang dan diduga tertimbunmaterial longsor. Banjir bandang dan tanah longsor itu juga menyebabkan sembilan rumah rusak berat. Sebanyak 173 warga mengungsi karena takut terjadi banjir bandang dan longsor susulan. ”Jalan ke lima desa itu terputus karena ada beberapa titik jalan yang ambles dan tertimbun material longsor. Hari ini jalan sudah bisa dilalui secara darurat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah KabupatenKaro JuspriNadeak, Senin (14/10/2024). Juspri mengatakan, banjir bandang dan longsor terjadi beberapa kali sejak Jumat (11/10) malam hingga Sabtu (12/10) dini hari. Banjir dan longsor menerjang kawasan Juhar setelah hujan lebat turun selama beberapa hari.
Kawasan itu berjarak 130 kilometer (km) di selatan Kota Medan dan 60 km di barat Kabanjahe, ibu kota Karo. Lima desa yang terdampak banjir dan longsor itu adalah Desa Ketawaren, Lau Lingga, Kidupen, Naga, dan Buluh Pancur.Desa paling terdampak adalah Ketawaren dan Lau Lingga. Sembilan rumah rusak berat dihantam banjir bandang. Banjir bandang juga merusak ladang milik masyarakat. Akses jalan, listrik, dan komunikasi ke area tersebut terputus. Sedikitnya ada enam lokasi jalan yang ambles atau tertimbun material longsor. Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Karo, kepolisian, dan TNI pun menurunkan tiga ekskavator dan sejumlah personel untuk memperbaiki jalan tersebut. ”Senin ini, jalan sudah bisa dilalui sepeda motor dan mobil kecil. Namun, akses jalan masih darurat,” katanya. Dia menyebut, petugas mendirikan tenda pengungsian di SD Negeri 040555 Juhar.
Dapur pengungsian juga sudah didirikan di SD tersebut. Warga khawatir terjadi banjir bandang atau longsor susulan sehingga mereka memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebanyak 70 keluarga yang terdiri atas 173 jiwa mengungsi ke tenda pengungsian itu. Juspri menyebut, saat ini tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan juga berfokus mencari seorang korban hilang, yakni Murniati Ginting (64), warga Desa Kidupen. Pada Jumat (11/10) sore, Murniati bersama seorang anaknya pulang dari ladang. Mereka akhirnya berpisah karena hujan turun semakin lebat. ”Anaknya pun tiba di rumah, tetapi ibunya ditunggu-tunggu sampai malam tidak sampai-sampai di rumah. Mereka mencari ke jalan ladang yang biasa mereka lalui dan menemukan timbunan di jalan,” ujarnya. Murniati diduga tertimbun material longsor itu. (Yoga)
Tags :
#BencanaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023