Lingkungan Hidup
( 5820 )Lumbung Pangan Nasional
Pemerintah Mendorong Investasi Energi Bersih dan Orientasi Ekspor
Jalan ke Lima Desa yang Terdampak Banjir Bandang Mulai di Buka
Vale Indonesia Buka Opsi Jual B2B
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membuka opsi untuk menjual nikel hijau (green nickel) secara business-to-businesss (B2B), alih-alih memperdagangkannya di pasar terbuka (open market). Mekanisme B2B dinilai lebih memberikan nilai tambah (added value) untuk saat ini. Chief of Sustainability & Corp Vale Indonesia Bernardus Irmanto memproyeksikan, arah bisnis nikel kemungkinan akan bergerak menuju green nickel. Kendati, transaksi volume perdagangan nikel ramah lingkungan tersebut di platform Metals-hub sekarang masih belum liquid. "Tapi arahnya akan kesana." kata pria yang akrab disapa Anto ini menjawab pertanyaan Investor Daily. metals-hub merupakan solusi hasil kerja sama antara Metals-hub dan London Metal Exchange (LME), platform perdagangan industri logam dunia, serta para pelaku pasar lain untuk memfasilitasi transisi menuju ekonomi hijau. Head of Market Development LME Robin Marten dalam pengumuman resminya, menyampaikan bahwa pasar nikel hijau belum cukup liquid untuk mendukung perdagangan aktif dalam kontrak berjangka. Alasannya, masih terdapat perdebatan mengenai definisi 'hijau' itu sendiri. Saat ini, standar 'hijau' yang berlaku pada industri nikel meliputi dekarbonisasi minimal 20 metrik ton Co2, kemudian pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, penghormatan terhadap hak-hak pekerja, manajemen air, serta integrasi bisnis yang lebih luas dan transparan. (Yetede)
Mempercepat Langkah Menuju Energi Bersih
Pertemuan Pemimpin Asia Zero Emission Community (AZEC) ke-2 di Vientiane, Laos, menyoroti komitmen negara-negara Asia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan mendorong dekarbonisasi, terutama melalui kolaborasi lintas batas di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia, yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memainkan peran penting dalam memajukan inisiatif Joint Crediting Mechanism Jepang, yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Para pemimpin AZEC menyetujui “tiga terobosan” yang menargetkan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan ketahanan energi, serta meluncurkan rencana aksi untuk dekade mendatang. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah diversifikasi energi, peningkatan efisiensi energi, dan penggunaan teknologi energi terbarukan seperti sel surya perovskit, panas bumi, hidrogen, dan Carbon Capture, Utilisation, and Storage (CCUS). Indonesia, dengan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dan konversi minyak kelapa menjadi bahan bakar pesawat, juga akan mendapatkan keuntungan langsung.
Dalam konteks pendanaan, Australia mengumumkan dukungan senilai 2 miliar Dolar Australia untuk AZEC, sementara AZEC terus mengupayakan pembiayaan transisi energi. Indonesia berencana memperkuat pasar karbonnya untuk menarik investasi, mempromosikan integritas tinggi dalam perdagangan karbon, dan berkontribusi pada ketahanan energi regional.
Saham Sektor Energi Masih Berpotensi Tumbuh
Revisi Kebijakan Gas Murah: Menyusun Ulang Sektor Industri
Otoritas Energi Nasional telah mengubah regulasi terkait pengguna dan harga gas bumi tertentu (HGBT) berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Agus Chayono Adi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan bahwa perubahan ini mencakup pencabutan status sembilan perusahaan industri yang tidak lagi memenuhi kriteria sebagai pengguna gas bumi tertentu, serta penambahan empat perusahaan baru yang akan diakui sebagai pengguna.
Pemerintah masih menetapkan tujuh sektor industri yang membutuhkan stimulus harga gas, termasuk industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Perubahan regulasi ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 255.K/MG.01/MEM.M/2024, yang merupakan revisi dari keputusan sebelumnya. Agus menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk memastikan distribusi gas bumi lebih tepat sasaran, sesuai dengan evaluasi dan kebutuhan yang terus berubah di sektor industri.
Minyak Sawit Berkontribusi pada Kenaikan Neraca Dagang
Mafia BBM di NTT Diminta untuk Diselidiki Mabes Polri
Pemerintah Masih Melakukan Kajian Terkait Kebijakan Pembatasan BBM
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









