;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Peran Pesawat N219 Nurtanio Menekan Disparitas Harga Pangan.

11 Oct 2024
N219 Nurtanio, pesawat buatan anak bangsa, telah mendunia. Pesawat itu telah menarik hati Kongo, Malaysia, dan China. Pusat Penerbangan TNI AD dan sejumlah perusahaan swasta nasional pun telah memesannya. Kini, Nurtanio tengah dinanti merampungkan salah satu misinya, yakni menekan disparitas harga pangan. N219 Nurtanio merupakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Namanya diambil dari salah satu tokoh
kedirgantaraan Indonesia, yakni Nurtanio Pringgoadisuryo. N219 merupakan pesawat multiguna generasi baru yang dirancang untuk mengangkut  19 penumpang dengan kapasitas muatan mencapai 2.313 kilogram. Pada 3 September 2024, Pemerintah Kongo melalui sebuah perusahaan multinasional resmi membeli lima pesawat
itu senilai total 66,2 juta dollar AS. Sebelumnya, pada Mei 2023, PTDI menandatangani nota kesepahaman dengan AIROD Sdn Bhd, Malaysia, untuk memasarkan dan menjual pesawat N219 Nurtanio.

Kemudian, pada November 2023, PTDI menyepakati kerja sama dengan Linkfield Technologies untuk penjualan 25 pesawat N219 Nurtanio dalam gelaran The Aero Asia 2023. Dari jumlah itu, lima pesawat akan dioperasikan sebuah perusahaan penerbangan di China dan 20 pesawat untuk perusahaan penyewaan pesawat di China.
Di dalam negeri, PTDI juga menandatangani kontrak pengembangan enam pesawat twin turboprop N219 Nurtanio dengan Kementerian Pertahanan RI. Pesawat itu akan dioperasikan Pusat Penerbangan TNI AD. Nurtanio tersebut dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan operasi militer modern. Terbaru, pada September 2024, PT Indo Aviasi Perkasa membeli dua pesawat N219. Pesawat itu akan digunakan untuk mengimplementasikan salah satu program transformasi ekonomi di Kepulauan Riau.

Tidak hanya itu, PTDI juga menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Provinsi Bali untuk mendukung transformasi ekonomi Kerthi Bali dengan PT Jamkrida Bali Mandara. Hal itu terkait upaya pengembangan ekosistem dirgantara dan pariwisata di Bali utara. Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menjelaskan, pengembangan ekosistem dirgantara di Bali utara akan dilakukan melalui pembangunan pusat kedirgantaraan. Hal itu mencakup pengembangan pusat pelatihan penerbangan serta pusat perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat terbang dengan memanfaatkan Bandara Letnan Kolonel Wisnu di Buleleng. ”Selain itu, akan dikembangkan pula penerbangan pariwisata dengan menjadikan
bandara tersebut sebagai hub penerbangan pariwisata yang menggunakan pesawat karya anak bangsa N219 Nurtanio dan N219 Amfibi,” ujarnya melalui siaran pers. (Yoga)

Saham Komoditas Tunjukkan Tren Kuat di Pasar

11 Oct 2024

Beberapa lembaga meramalkan bahwa harga komoditas seperti batu bara, CPO, nikel, dan emas akan tetap stabil pada level tinggi hingga akhir tahun. JP Morgan merekomendasikan pembelian saham sektor komoditas Indonesia, seperti PT United Tractors (UNTR), PT Merdeka Copper Gold (MDKA), dan PT Aneka Tambang (ANTM) yang berpotensi mendapat keuntungan dari harga komoditas yang stabil. Selain itu, PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga diperkirakan mengalami pertumbuhan setelah restrukturisasi besar-besaran.

Rizkia Darmawan dari Mirae Asset Sekuritas menyebutkan bahwa fenomena La Nina yang memengaruhi cuaca dapat mengganggu produksi batu bara dan CPO, sehingga meningkatkan harga. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas juga melihat dampak positif bagi emiten batu bara seperti ADRO, ITMG, dan PTBA karena gangguan suplai. Di sektor CPO, kebijakan B40 bisa menjadi dorongan tambahan, dengan saham LSIP dan ADRO sebagai pilihan utama bagi investor.

Nuklir Sebagai Solusi Transisi Energi Pengganti PLTU

11 Oct 2024

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berpotensi menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara di Indonesia, yang sedang berupaya ditekan penggunaannya. Pengembang Teknologi Nuklir Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Suparman, menyampaikan bahwa BRIN telah mengidentifikasi sejumlah lokasi PLTU yang akan dipensiunkan dini dan cocok untuk dibangun PLTN dengan syarat kapasitas reaktor sesuai. Menurut Suparman, meskipun belum ada negara yang mengonversi PLTU menjadi PLTN, penggantian boiler PLTU dengan reaktor nuklir adalah opsi yang mungkin, sehingga turbin dan generator PLTU yang ada tetap bisa digunakan.

Selain itu, Ketua Dewan Pakar Badan Kejuruan Teknik Nuklir Persatuan Insinyur Indonesia, Anhar Riza Antariksawan, menyatakan bahwa lokasi PLTN memerlukan 70 kriteria sesuai standar dari International Atomic Energy Agency (IAEA). Ia menegaskan bahwa Indonesia harus segera beralih ke nuklir mengingat Indonesia adalah satu-satunya negara dalam kelompok G20 dan G7 yang belum memiliki PLTN. Anhar menambahkan bahwa dengan pertimbangan lingkungan dan kedaulatan energi, nuklir menjadi pilihan yang sangat relevan di tengah kondisi global saat ini.

Peningkatan Penetrasi Pasar Vanili NTB Melalui Perkebunan

11 Oct 2024

Tanaman vanili menjadi produk unggulan ekspor dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini banyak diminati pasar global, terutama Amerika Serikat. Ekspor vanili dari NTB dilakukan oleh UD Rempah Organik Lombok dengan nilai ekspor mencapai Rp6 miliar. Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, menyatakan bahwa pengembangan vanili di NTB tidak lepas dari jasa perintis tanaman ini, Muhir. Gita menekankan pentingnya menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas vanili agar memenuhi standar organik bebas pestisida, sehingga pasar ekspor tetap terbuka dan tidak terhambat.

Gita juga berharap agar hasil produksi meningkat dari 6 ton ke 7-8 ton per tahun demi kesejahteraan masyarakat setempat. Kepala Balai Karantina NTB, Agus Mugianto, mendukung upaya peningkatan ekspor dengan memperkuat berbagai produk unggulan selain vanili, seperti kopi, untuk memacu perputaran ekonomi. Berry A. Harahap, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, menjelaskan bahwa pihaknya mendorong promosi perdagangan ekspor melalui program unggulan yang menghubungkan UMKM dengan calon pembeli global.

Lonjakan Harga Minyak Akibat Krisis di Timteng

10 Oct 2024

Eskalasi konflik di Timur Tengah membuat dunia kembali dihadapkan pada prospek lonjakan harga minyak mentah, yang bisa kembali menekan perekonomian global. Tak kunjung adanya tanda-tanda konflik akan meredabahkan kini kian meluas menuju konflik terbuka regional, yang disebut bisa memicu Perang Dunia III—membuat dunia kini mengantisipasi babak baru disrupsi pasar minyak global. Harga minyak patokan Brent menembus level 80 dollar AS per barel awal pekan ini. Itu menyusul gempuran balistik Iran terhadap Israel, 1 Oktober 2024, ini balasan terhadap serangan Israel yang menewaskan tokoh penting Hizbullah dan Iran serta pernyataan Presiden AS Joe Biden, soal kemungkinan Israel menyasar fasilitas minyak Iran, sebagai balasan. Pasar tak melihat adanya peluang solusi diplomatik, dan berspekulasi harga minyak mentah di pasar dunia bisa kembali menembus level 100 dollar AS per barel dalam waktu dekat, jika siklus aksi saling berbalas serangan tak bisa dihentikan. 

Dengan status Indonesia sebagai importir neto minyak serta konsumsi BBM bersubsidi di dalam negeri yang terus meningkat dan lifting yang terus menyusut, kita rentan terdampak. Kenaikan harga minyak dunia bisa memaksa pemerintah menaikkan harga atau mempercepat pembatasan BBM bersubsidi. Bagi perekonomian dunia, lonjakan harga minyak yang tajam dan berkepanjangan bisa menyeret kembali ke resesi. Sejauh ini, efek situasi geopolitik di Timteng terhadap harga minyak dunia memang masih terbatas. Kondisi di Timteng yang memanas dan menyeret semakin banyak negara terjadi sejak serangan Hamas ke Israel, 7 Oktober 2023. Namun, selama itu kita tak melihat adanya dampak ke harga minyak yang signifikan. Harga masih di bawah level 1-2 tahun terakhir. Bahkan, tren penurunan justru terjadi pada akhir Agustus. Penyebabnya, suplai produsen OPEC+, di manaRusia ada di dalamnya, tetap aman. Sementara permintaan minyak dunia melemah akibat lesunya perekonomian global. Ketergantungan global terhadap minyak mentah Timteng tidak sebesar sebelumnya, terutama dengan terus meningkatnya produksi minyak di AS, Brasil, dan bagian dunia lain.

Itu, antara lain, yangmenyebabkanapa punsituasi yang terjadi di Timteng sepuluh tahun lebih terakhir nyaris tak berpengaruh terhadap harga minyak mentah dunia. Namun, situasi mungkin berubah denganbabak baru konflikIran-Israel, yang cepat atau lambat bisa berdampak pada suplai dan produksi minyak Timteng yang selama ini menyumbang sepertiga pasokan global. Meski masih di bawah embargo Barat, Iran adalah produsen minyak kesembilan terbesar dunia dan menyumbang 4 persen produksi global tahun lalu. Bukan tak mungkin Iran akan melancarkan serangan ketarget-target lain, termasuk ladang minyak Arab Saudi atau menutup Selat Hormuz yang sangat vital bagi pengirimansepertiga dari 100 juta barel suplai minyak ke pasar global, jika Israel yang didukung AS sampai menyerang Iran. Perkembangan harga minyak juga akan dipengaruhi respons produsen minyak besar, khususnya OPEC+, terhadap situasi yang ada. (Yoga)

Permian-Trias "lima besar" Kepunahan Massal dalam Sejarah Bumi

10 Oct 2024
SEKITAR 252 juta tahun lalu, dunia tiba-tiba memanas. Selama periode geologis yang singkat, yaitu puluhan ribu tahun, 90 persen spesies punah. Bahkan serangga, yang jarang terkena dampak oleh peristiwa semacam itu, mengalami kehancuran besar. Kepunahan massal Permian-Trias, seperti yang diketahui, adalah yang terbesar dari "lima besar" kepunahan massal dalam sejarah bumi. Para ilmuwan pada umumnya menyalahkan kepunahan massal itu pada gas rumah kaca yang dilepaskan dari jaringan gunung berapi yang luas yang menutupi sebagian besar Siberia modern dengan lava. Namun penjelasan vulkanis tersebut tidak lengkap. Dalam studi baru kami, yang terbit dalam jurnal Science edisi 12 September 2024, kami menunjukkan bahwa pola cuaca El Niño yang sangat besar di lautan utama dunia menambah kekacauan iklim dan menyebabkan penyebaran kepunahan ke seluruh dunia.

Sangat mudah untuk memahami mengapa gunung berapi disalahkan. Permulaan kepunahan hampir sempurna bertepatan dengan dimulainya fase kedua vulkanisme di wilayah yang dikenal sebagai Perangkap Siberia. Hal ini menyebabkan hujan asam, lautan kehilangan oksigennya, dan yang paling penting, suhu mencapai batas toleransi hampir semua organisme. Itu merupakan episode pemanasan global terbesar dalam 500 juta tahun terakhir. Namun ada pertanyaan yang belum terjawab bagi para pendukung skenario kepunahan yang tampaknya sederhana ini: ketika daerah tropis menjadi terlalu panas, mengapa spesies tidak bermigrasi ke daerah lintang yang lebih dingin dan lebih tinggi (seperti yang terjadi saat ini)? Jika pemanasan terjadi secara tiba-tiba dan cepat, mengapa spesies di daratan punah puluhan ribu tahun sebelum spesies yang ada di laut? (Yetede)

Pemerintahan Jokowi Mendorong Prabowo Lanjutkan Bantuan Pangan

10 Oct 2024
PRESIDEN Joko Widodo mendorong presiden terpilih Prabowo Subianto melanjutkan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram. Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tersedia jika pemerintahan baru melanjutkan tongkat estafet. Program bantuan beras bergulir sejak 2023 dengan tujuan menekan harga. Nilai komoditas ini pernah melambung karena stoknya menipis. Banyak petani gagal panen dan harus menunda masa tanam karena kekeringan berkepanjangan pengaruh El Nino. Program ini kemudian berlanjut pada 2024. Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Batara Siagian, kebutuhan beras untuk bantuan pangan ini bisa dipenuhi dengan mudah.

Dengan catatan, tak ada anomali yang mengganggu produksi pada tahun depan. Batara memprediksi produksi gabah kering giling pada tahun depan bisa mencapai 56,05 juta ton atau setara dengan 32,29 juta ton beras. Angka itu lebih tinggi dibanding kebutuhan beras pada 2024 yang sebesar 31,2 juta ton. "Ini sudah menghitung kebutuhan beras untuk program bantuan pangan," tuturnya kepada Tempo, Rabu, 9 Oktober 2024
Program bantuan tersebut menyasar 22 juta keluarga penerima manfaat, yaitu mereka yang masuk kategori kelompok desil 1-3 dalam daftar Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Artinya, butuh 220 ribu ton beras untuk program tersebut setiap bulan atau setara dengan 1,9 juta ton hingga program ini berakhir. (Yetede)

Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut

10 Oct 2024
Harga komoditas global diprediksi masih akan berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Harga minyak, batubara, CPO, dan emas baru-baru ini mengalami penurunan. Menurut Lukman Leong, pengamat komoditas, reli harga komoditas sebelumnya bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih dapat berubah tergantung pada data ekonomi ke depan serta kebijakan stimulus dari pemerintah China. Faktor lain, seperti potensi gangguan produksi dan kondisi iklim yang ekstrem, juga mempengaruhi harga.

Lukman menilai bahwa harga minyak sangat bergantung pada eskalasi konflik Timur Tengah, yang dapat mendorongnya naik ke US$ 100 per barel jika ada gangguan pada fasilitas minyak. Untuk harga CPO, prospek penguatan masih terbuka menuju MYR 4.600 per ton, tetapi persaingan antara Indonesia dan Malaysia bisa menahan lonjakan harga. Sementara itu, batubara diprediksi akan stabil di kisaran US$ 150 per ton dengan adanya risiko cuaca La Nina di Australia, dan harga emas berpotensi mencapai US$ 2.800 per ons troi jika situasi geopolitik memanas.

Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menambahkan bahwa prospek komoditas minyak dan gas masih positif, didukung oleh musim dingin dan ketegangan geopolitik. Namun, untuk emas, minat pasar bisa menurun karena tingginya biaya margin. Sutopo memperkirakan harga akhir tahun untuk minyak di US$ 75, batubara di US$ 153, CPO di MYR 4.500, dan emas di US$ 2.700 per ons troi.

Indonesia Mendorong Anggota Asean Mempercepat Transformasi Energi yang Ramah Lingkungan

10 Oct 2024

Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean mempercepat transformasi energi yang ramah lingkungan, karena pesatnya investasi hijau dalam satu tahun terakhir.  Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo Pasifik 2024 (AIPF) di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Wapres menyampaikan pentingnya  mempercepat peralihan menuju  ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai  tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

"Asean perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan," kata Ma'ruf Amin. Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan mengalami peningkatan  satu tahun belakangan. Investasi hijau di Asean tercatat mencapai US$ 6,3 miliar, atau meningkat 20% pada 2023. Untuk itu, Wapres menilai kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah strategi bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi  lebih dari 60% terhadap PDB dunia yang menjadi pusat perdagangan hampir setengah abad dari total perdagangan internasional. (Yetede)

Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam dan Plapis Dinding Konstruksi Jalan di China dan Indonesia

09 Oct 2024
Pada 13 Desember 2023, Xinhua, salah satu kantor berita di China, mengupas upaya Pemerintah China memulihkan vegetasi areal pertambangan dan padang rumput di Desa Gaerma, Kota Tangke, Ruoergai, Provinsi
Sichuan. Area perbukitan berpasir dan berbatu itu disulap menjadi padang rumput dengan selimut atau jaring sabut kelapa. Dalam waktu sekitar 6 bulan, 8 Maret-23 Agustus 2023, areal tersebut sudah ditumbuhi rumput. Proses perubahan kawasan pasir berbatu itu menjadi padang rumput itu terbingkai dalam foto cerita. Hal itu mulai dari kawasan yang gersang, pemasangan selimut sabut kelapa dan tunas rumput, hingga terciptanya
kembali vegetasi rumput. 

Xinhua menyebutkan, selimut berbahan sabut kelapa memiliki struktur kompak dan ketahanan korosi yang kuat. Selimut itu secara efektif dapat menghambat erosi tanah sekaligus memiliki efek perlindungan lereng yang sangat baik. Selain itu, selimut sabut kelapa juga dapat terurai secara hayati menjadi pupuk organik setelah ”menyelesaikan misinya”. Upaya itu merupakan salah satu perwujudan program Perlindungan dan Restorasi Padang Rumput yang digulirkan Pemerintah China pada 30 Maret 2021. Melalui program itu, China ingin mewujudkan peradaban ekologis Tiga Sungai dalam rangka penyelamatan vegetasi padang rumput
di dataran tinggi hulu Sungai Kuning, Lancang, dan Yangtze. Padang rumput merupakan bagian penting dari ekosistem, pengisian ulang air tanah, serta sumber hidup para peternak dan penggembala.

Oleh karena itu, program Perlindungan dan Restorasi Padang Rumput itu bakal digulirkan hingga tahun 2035
dengan target tutupan vegetasi padang rumput minimal 60 persen. Serupa tetapi tak sama, Indonesia pernah mencoba memanfaatkan selimut sabut kelapa untuk mencegah erosi dan tanah longsor, serta membuat tanggul pantai. Pada 2015, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap memasang jaring pengaman longsor berbahan baku sabut kelapa di Desa Pengadegan, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.
Pada 2017, sejumlah dosen Program Studi Oseanografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung merintis pembuatan tembok laut berbahan sabut kelapa di pesisir Desa Karang jaladri, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Proyek percontohan tanggul laut berbahan itu direalisasikan pada
2018. Tanggul laut sepanjang 20 meter dipadukan dengan material ramah lingkungan lain, seperti karung goni dan jaring bekas nelayan. (Yoga)