Permintaan Minyak Bumi Tinggi, Energi Hijau Ditumbuhkan
Permintaan minyak bumi yang diproyeksi masih tinggi dalam 10 tahun ke depan membuat PT Pertamina Hulu Energi terus memperkuat sektor tersebut. Namun, lini energi baru dan terbarukan juga dikembangkan untuk mengantisipasi perkembangan tren konsumsi energi dunia. Hal itu diungkap Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Rachmat Hidajat saat menjadi pembicara dalam acara Pertamina Goes to Campus, yang dihadiri 800 mahasiswa di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (5/9). Rachmat menyampaikan, setidaknya dalam 10 tahun ke depan minyak bumi masih memegang peranan penting dalam sektor energi dunia. ”Konsumsi minyak dunia saat ini masih di atas 100 juta barel per hari. Itu angka yang luar biasa,” katanya.
Terkait harga, Rachmat menyebut, banyak ketidakpastian yang memengaruhinya sehingga berpotensi naik dan turun. Namun, proyeksi terbaiknya, harga akan tetap seperti sekarang di level 80 USD per barel. PHE sebagai produsen minyak dan gas bumi nasional berupaya terus meningkatkan kinerja produksi dan investasi. Hal ini juga bagian dari upaya memperkuat ke tahanan energi nasional. Meski masih berfokus di migas, lanjutnya, pihaknya juga membangun lini energi baru dan terbarukan (EBT) atau energi hijau, salah satunya bioethanol, untuk mengantisipasi perkembangan konsumsi energi masyarakat. ”Pertamina melakukan pertumbuhan ganda, yakni memaksimalkan bisnis yang ada dan membangun sektor rendah karbon,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023