;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Produsen Batubara Kerek Produksi

03 May 2021

Sejumlah produsen batubara bersiap merespons langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menaikkan kuota produksi batubara pada tahun ini. Kebijakan pemerintah itu bertujuan menggenjot volume ekspor batubara di tengah tren menguatnya harga dan permintaan komoditas energi ini.

Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Sudin Sudirman mengatakan, GEMS sedang menunggu persetujuan Kementerian ESDM atas revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) yang telah diajukan.

Jika nanti proposal disetujui, GEMS akan mengirim tambahan produksi batubara ke target pasar existing seperti China, India dan negara di kawasan ASEAN. Namun Sudin enggan membeberkan berapa kuota produksi tambahan yang diajukan GEMS. "Kami belum bisa menyampaikan karena sedang proses revisi RKAB, tunggu persetujuan dulu, " ujar dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan produksi batubara tahun ini sebesar 550 juta ton. Kini, proyeksi itu naik menjadi 625 juta ton. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM No.255.K/30/MEM/2020 tentang

Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021. Adapun penambahan 75 juta ton dikhususkan untuk pasar ekspor.

PT Harum Energy Tbk (HRUM) juga berencana mengerek produksi batubara di sepanjang tahun ini. jika semula HRUM mematok pertumbuhan produksi sebesar 25% year-on-year (yoy), kini mereka mengejar pertumbuhan 30% dibandingkan realisasi produksi tahun lalu.

Kenaikan Harga Minyak Tak Dongkrak PPh Migas

29 Apr 2021

Penerimaan pajak di kuartal I-2021 minus 5,58% year on year (yoy). Salah satu penyebabnya kontraksi pada pajak penghasilan minyak dan gas bumi (PPh migas). Padahal harga minyak global tengah melesat kuartal l-2021.

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara alias APBN 2021 menunjukkan kalau realisasi penerimaan PPh migas sebesar Rp 7,91 triliun di periode Januari - Maret 2021. Angka tersebut kontraksi 23,49% year on year (yoy).

Penerimaan PPh migas tersebut baru setara 17,28% dari target akhir tahun sebesar Rp 45,77 triliun. Sementara itu, harga minyak global jenis brent misalnya hingga akhir kuartal l-2021 menguat 23,8% year to date (ytd). Bahkan naik 61% year on year (yoy). Adapun hingga akhir Maret harga minyak brent ditutup pada level US$ 63,54 per barel, jauh lebih tinggi dibandingkan harga akhir kuartal l-2021 di kisaran USS 24 per barel.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kondisi penerimaan PPh migas yang kontraksi. Tetapi, secara umum penerimaan total pajak kuartal l-2021 masih minus diakibatkan oleh pandemi virus korona. "Karena Maret 2020 itu baru ada Covid-19, sementara sepanjang kuartal l-2021 dan sekarang ini masih ada pandemi Covid-19," kata Sri Mulyani saat Konferensi Pers Realisasi APBN pada pekan lalu.

Petani Milenial, Agro Jabar Jadi Offtaker

28 Apr 2021

Satu bulan setelah kick off Petani Milenial, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mulai menjalankan Program Pembudidaya Ikan Milenial (PIM). Budi daya ikan perdana ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah dan Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar, Selasa (27/4/2021). Pada budi daya ikan perdana ini juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama kegiatan PIM antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Hermansyah dan Direktur utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar dan juga simbolis penyerahan mockup penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kegiatan PIM bertujuan mencetak Pembudidaya Ikan Milenial sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat: Menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat, Mengubah wajah perikanan menjadi segar, agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sain dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.

Direktur PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan model bisnis yang dirumuskan DKP Jabar adalah menggandeng pihaknyasebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan Pembudidaya Ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kemudian Penyediaan Opex: bibit, pakan, obat-obatan, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB,” katanya dalam keterangan resmi. Kurnia juga memastikan bahwa BUMD yang dia pimpin sudah melangkah lebih awal untuk menggenjot usaha di sektor pangan dari mulai melon, jahe hingga rencana peluncuran beras Juara pasca Lebaran mendatang. Dalam program PIM pihaknya akan berdiri di ujung sebagai offtaker.

(Oleh - HR1)

Pajak Tambang dan Komunikasi Masih Tumbuh

28 Apr 2021

Penerimaan pajak sektor pertambangan serta informasi dan komunikasi masing-masing tumbuh 9,29% yoy dan 8,68% yoy. Kedua sektor itu telah berada pada zona pertumbuhan positif, baik secara akumulatif maupun bulanan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pencapaian penerimaan pajak sektor pertambangan akibat melonjaknya penyerahan batu bara yang mulai terutang pajak pertambahan nilai (PPN) sejak November 2020.

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi mengalami peningkatan kinerja terutama di bulan Maret didorong adanya transaksi penjualan dan penyewaan kembali atau sales and lease back atas menara telekomunikasi salah satu Wajib Pajak (WP) operator seluler. la pun optimistis sektor informasi dan komunikasi masih bisa tumbuh di era pandemi, seiring masih dibutuhkannya layanan teknologi informasi di masa pandemi.

Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai setoran pajak sektor pertambangan akan kembali meningkat di kuartal II-2021, mengingat harga komoditas andalan dalam negeri sedang melonjak, seperti batu bara dan nikel.


Airlangga: RI Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

27 Apr 2021

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia merupakan produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari, lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. "Indonesia menjadi negara produsen biodiesel terbesar di dunia dengan kapasitas 137 ribu barel minyak per hari. Sedangkan Amerika Serikat dengan 112 ribu barel, Brazil 99 ribu barel, dan Jerman 62 ribu barel minyak per hari," kata Menko dalam diskusi daring Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan di Jakarta, Senin (26/4).

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang terdiri atas campuran senyawa methyl ester dari rantai panjang asam lemak yang diperuntukkan sebagai ba han bakar alternatif mesin diesel. Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama bio diesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia.


(Oleh - HR1)

Komoditas Pangan, Asa Bulog Merajut Bisnis Komersial

27 Apr 2021

Penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa menciptakan pasar pangan dengan volume fantastis. Pasar besar inilah yang potensial dimanfaatkan Bulog.

“Kirain beras Bulog kualitasnya rendah. Ternyata kualitasnya oke banget. Terima kasih ya,” ulas seorang konsumen bernama Boyke sekitar 5 bulan lalu, di laman toko daring Perum Bulog di sebuah lokapasar ternama.

Dia menjadi satu dari 270 orang yang memberi ulasan lima bintang untuk beras kemasan 5 kilogram (kg) bermerek Beras Kita, yang dipasarkan perusahaan secara online.

Ulasan positif ini bukan satu-satunya. Komentar-komentar itu pun seperti angin segar di tengah kabar miring yang kerap menerpa beras Bulog.

Lama ditugasi sebagai pemasok beras khusus untuk kelompok menengah ke bawah, perusahaan pelat merah yang telah berdiri lebih dari 5 dekade itu pelan-pelan mengupayakan perubahan wajah. Untuk bisnis komersial, menanggalkan stigma bukanlah perkara mudah.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menjelaskan fasilitas MRMP bakal menjadi cikal-bakal pembentukan pasar beras di dalam negeri dengan Bulog sebagai salah satu pemain utama. Fasilitas tersebut diyakini akan memutus persoalan ketergantungan petani terhadap tengkulak karena Bulog bakal menyerap secara langsung dalam bentuk gabah.

“Kami akan bangun fasilitas di wilayah pusat produksi dan membeli gabah hasil petani. Kami akan tampung dalam mesin pengering dan penyimpanan sehingga tidak mudah rusak,” ungkapnya, dalam sebuah diskusi daring.

Seluruh fasilitas tersebut berlokasi di titik-titik pusat produksi di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Lokasi pembangunan mencakup Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi, Sragen, Kendal, Grobogan, Subang, Karawang, Cirebon, Bandar Lampung, Sumbawa, dan Luwu Utara.

Saat ini, ketentuan HET beras masih mengacu Permendag Nomor 57/2017, yang dibagi menjadi tujuh wilayah. HET beras untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan adalah Rp9.450/kg untuk medium dan Rp12.800/kg untuk premium. Sementara itu, HET beras wilayah Sumatra kecuali Lampung dan Sumatra Selatan adalah Rp9.950/kg untuk medium dan Rp12.800/kg untuk premium.

Pengembangan MRMP untuk mendorong produksi beras berkualitas ini pun se­jalan dengan rencana Bulog untuk mem­per­luas porsi penjualan beras komersial.

Budi menyampaikan sejauh ini, sebagian besar beras yang dikelola Bulog berstatus cadangan beras pemerintah (CBP) yang penggunaannya harus sesuai penugasan sebagaimana diamanatkan peraturan. Sebagai contoh, dari 448.251 ton beras yang diserap Bulog per 21 April 2021, hanya sekitar 30% atau 134.475 ton yang bersifat komersial.

(Oleh - HR1)

Menko Airlangga: Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

27 Apr 2021

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan Indonesia merupakan negara produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. Ketua Umum Golkar ini mengatakan bahwa keberhasilan ini telah menempatkan posisi Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam pasar biodiesel dunia.

Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama biodiesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia. Ilmuwan mencampurkan minyak sawit sebanyak 30 persen ke dalam minyak solar, sehingga menghasilkan produk bernama B30 yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Setiap tahun angka produksi biodiesel terus mengalami pertumbuhan yang positif. Jumlah produksi biodiesel pada 2016 tercatat mencapai 3 juta kiloliter, lalu meningkat 300 persen menjadi 8,5 juta kiloliter pada 2020.

Target Lifting Minyak Bumi Kian Menantang

27 Apr 2021

Sampai akhir Maret 2021, realisasi produksi siap jual atau lifting minyak sebanyak 676.200 barel per hari atau masih lebih rendah dari target APBN yang sebanyak 705.000 barel per hari. Pandemi Covid-19 pada 2020 menyebabkan investasi hulu minyak dan gas bumi merosot dan jumlah pengeboran sumur berkurang. Kondisi ini membuat target produksi 1 juta barel per hari di 2030 kian menantang.


Demikian pula lifting gas bumi yang pada triwulan I-2021 terealisasi sebanyak 5.539 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dalam APBN, target lifting gas bumi adalah 5.638 MMSCFD. Namun, lifting gas bumi saat ini masih lebih tinggi dari realisasi pada 2020 yang sebanyak 5.462 MMSCFD.

SKK Migas mencatat, Blok Cepu di Jawa Timur yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd adalah penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia saat ini, yaitu 213.000 barel per hari. Berikutnya adalah Blok Rokan di Riau yang menghasilkan 165.000 barel per hari. Masa operasi Blok Rokan oleh PT Chevron Pasific Indonesia akan berakhir pada Agustus mendatang dan pengelolaan berikutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero).

Dari sisi investasi, SKK Migas menargetkan realisasi tahun ini 12,4 miliar dollar AS atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 10,5 miliar dollar AS. Hingga triwulan I-2021, realisasi investasi hulu migas adalah 2,4 miliar dollar AS. Adapun penerimaan negara hingga periode yang sama sebanyak 3,29 miliar dollar AS atau 45 persen dari target 7,28 miliar dollar AS.

Ngawi Suplai Beras ke Jakarta

26 Apr 2021

Pemprov DKI Jakarta menjalin kerjasama dengan Pemkab Ngawi. Pemprov DKI Jakarta akan menyerap hasil panen padi dari kelompok tani Kabupaten Ngawi untuk suplai beras warga ibu kota di DKI Jakarta. 

Jakarta punya ketergantungan yang tinggi pada produk pertanian dari luar Jakarta. Bagaimana tidak, lahan hijau di Jakarta hanya tersisa 8 persen. Sebanyak 92 persen lahannya sudah berubah jadi gedung dan jalan. Agar masyarakat ibu kota bisa mendapatkan kepastian dalam hal pasokan beras untuk pemenuhan kebutuhan pangan, maka Pemprov DKI dan juga melalui PT Food Station Tjipinang Jaya menggelar kesepakatan bersama ini.

Sehingga menghasilkan kerjasama yang saling menguntungkan, dimana masyarakat DKI Jakarta tersuplai berasnya dan kelompok tani Ngawi bisa menemukan pasar untuk hasil panen padinya. Jatim ini surplus berasnya 3,5 juta ton. Itu gabungan hasil produksi seluruh gapoktan di Jatim. Jadi menemukan market agar beras dan padi Jatim ini bisa terserap itu menjadi penting.


Kebakaran Lahan Kalteng Meluas

26 Apr 2021

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah kembali marak, yang dalam seminggu terakhir terjadi tiga kasus yang diduga disengaja. Hingga kini, setidaknya 227,49 hektar lahan terbakar.

Tiga kebakaran itu terdapat di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Sukamara. Meski dapat dipadamkan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi warga Kalteng.

Data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng menunjukkan, pada Januari 2021 hingga Minggu (25/4/2021) terdapat 437 titik panas di 14 kabupaten dan kota. Selain itu, terdapat 99 kejadian kebakaran lahan dengan luas mencapai 227,49 hektar. Ukuran ini hampir seluas kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kotawaringin Barat menjadi wilayah dengan luas kebakaran paling besar, hingga mencapai 77,15 hektar. Salah satunya terdapat di Kilometer 15 Jalan Pangkalan Bun ke Kotawaringin Lama, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Wilayah ini terbakar hebat pada Maret lalu.

Selain Kotawaringin Barat, Kota Palangkaraya kini menjadi perhatian karena dalam seminggu terakhir terdapat setidaknya dua kebakaran dengan luas terbakar 39,23 hektar. Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Kalteng Kibue mengungkapkan, kebakaran yang terjadi diduga karena disengaja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya Emi Abriyani menyatakan, kebakaran di Palangkaraya disebabkan warga sengaja ingin membuka lahan. ”Di lokasi kebakaran terdapat bekas tebasan rumput dan lahan sudah dibersihkan dengan cairan kimia yang membuat tanaman cepat mati atau kering. Kalau sudah di-roundup (cairan kimia), tinggal lempar saja, api- nya pasti terbakar,” ujarnya.