;

Kilau Batu Bara hingga Kuartal Kedua

Kilau Batu Bara hingga Kuartal Kedua

JAKARTA - Tren kenaikan harga jual batu bara sejka awal tahun ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga kuartal kedua 2021. Kondisi tersebut mebuka peluang bagi persahaan batu bara untuk menambah produksi. Tren kenaikan itu tampak dari harga batu bara acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tiap bulannya. Nilai HBA dihitung dari rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index, Newcastle Export Index, Globalcoal Newscastle Index, dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, hendra Sinadia, berujar kenaikan harga di berbagai indeks dunia disebabkan oleh rendahnya produksi pada kuartal pertama. Di dalam negeri, proses produksi terhambat musim hujan. Beberapa tambang terendam banjir sehingga kesulitan beroperasi. Ekspor batu bara Australia juga tesendat lantaran jalur kereta api untuk mengirim komoditas ini terendam banjir. Hendra mengatakan, tak sedikit perusahaan batu bara yang memanfaatkan momentum kenaikan harga batu bara untuk mengajukan tambahan produksi. "Ada beberapa perusahaan yang akan mengajukan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB),' katanya. 

Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk, Febriati Nadira, mengatakan perusahaan tidak dapat mengontrol harga batu bara. Menurut dia, Adaro memilih berfokus pada upaya peningkatan keunggulan operasional bisnis inti, efisiensi dan produktivitas operasi, menjaga kas, dan mempertahankan posisi keuangan. Tahun ini, Adaro menargetkan produksi batu bara sebanyak 52-54 juta ton. 

(Oleh - HR1) 

Download Aplikasi Labirin :