Lingkungan Hidup
( 5781 )Bulog Minta Salurkan Beras Aparat Negara Lagi
Perum Bulog meminta pemerintah memberikan dukungan kepada Bulog untuk menyalurkan beras cadangan pemerintah. Salah satunya dengan menyalurkan beras kepada aparatur sipil negara (ASN), juga anggota TNI dan Polri.
Rencana penyaluran beras ke aparat negara merupakan gagasan Presiden Joko Widodo. “Bulog masih sanggup menyerap beras tapi persoalannya di hilir,” katanya Budi Waseso, Senin (29/3).
Penyaluran beras kepada ASN, TNI dan Polri ini berupa tunjangan pembelian beras bagi para TNI, Polri dan ASN Jika saat ini tunjangan sebesar Rp 7.400 per kg, dinaikkan menjadi Rp 10.769 per kg. Dengan nilai ini Bulog bisa menyalurkan beras premium dengan nilai Rp 10.769 per kg kepada ASN, TNI dan Polri.
Tak hanya berdampak pada penyaluran beras Bulog yang meningkat, Buwas sebut penyaluran beras ke TNI, Polri dan ASN ini akan meningkatkan kemampuan penyerapan gabah/beras dalam negeri dari petani.
Harga Batubara Menguat, Produsen Wait and See
Harga batubara bergerak dalam tren positif di awal tahun 2021. Kondisi itu memunculkan harapan para produsen emas hitam tersebut dalam upaya menggenjot pertumbuhan bisnis di sepanjang tahun ini.
Pada Jumat (26/3) pekan lalu, harga batubara Newcastle untuk pengiriman juni tahun ini di Bursa ICE senilai USS 88,40 per ton. Harga itu sudah menguat 10,57% dibandingkan awal tahun di posisi USS 79,95 per ton.
Sejumlah emiten produsen batubara masih mencermati perkembangan pasar dalam rencana peningkatan produksi batubara pada tahun ini.
Saat ini persentase penjualan batubara GEMS masih didominasi pasar ekspor, yakni 65%, sementara pasar domestik 35%. Sepanjang Januari hingga September 2020, GEMS mampu memproduksi batubara sebanyak 23,9 juta ton.
Di sisi lain, volume penjualan GEMS mencapai 24,6 juta atau meningkat 19% dibandingkan Januari-September 2019 sebesar 20,8 juta ton. Sebanyak 62% penjualan GEMS menyasar pasar lokal dan sisanya ekspor. Untuk penjualan domestik meningkat 42% secara tahunan (yoy) dari 6,6 juta ton menjadi 9,4 juta ton. Sedangkan penjualan ke PLN naik 31% (yoy) dari 2,9 juta ton menjadi 3,8 juta ton.
Bulog Usulkan TNI - Polri dan ASN Beli Beras dari Bulog
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengusulkan TNI-Polri dan ASN mendapatkan penambahan tunjangan beras dari Kementerian Keuangan yang selanjutnya untuk dibelikan beras dari Bulog sebagai bentuk penyaluran stok beras.
Budi Waseso yang akrab disapa Buwas mengatakan bahwa Mekeu belum lama ini mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menaikkan tunjangan beras untuk TNI-Polri dan ASN yang tadinya di angka Rp7.400 menjadi Rp10.769 per kilogram. Budi yang juga akrab disapa Buwas berharap Menkeu bisa memberikan tambahan tunjangan beras untuk TNI-Polri dan ASN sebesar Rp2.000 per kg.
Hal itu dimaksudkan agar Bulog dapat menyalurkan stok beras yang diserap dari para petani di seluruh Indonesia. Buwas mengungkapkan permasalahan yang ada pada Bulog saat ini adalah tidak memiliki pangsa pasar untuk menyalurkan beras yang diserap dari para petani.
Bulog memiliki tugas menyerap gabah dan beras dari para petani di seluruh wilayah Indonesia sebagai upaya untuk menjaga harga gabah dan beras di tingkat petani agar tidak jatuh. Penyerapan tersebut dilakukan sepanjang tahun berjalan.
Bulog Buka Kemungkinan Ekspor Beras ke Arab Saudi
Perusahaan Umum Bulog membuka kemungkinan untuk mengekspor beras ke Arab Saudi. Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan Arab Saudi pernah meminta Indonesia memasok beras dengan kontrak 100 ribu ton per bulan pada awal 2020 lalu, namun tidak berlanjut lantaran pandemi Covid-19.
Untuk dapat membuka keran ekspor beras, negara disebut-sebut harus lebih dulu mampu memenuhi cadangan bagi konsumsi dalam negeri dan meningkatkan produksi lahan petani. Di samping itu, negara harus meningkatkan kualitas berasnya sesuai dengan permintaan dari negara importir.
Buwas mengatakan Bulog akan menyiapkan pembangunan modern rice milling plant atau RMP atau pabrik penggiling di masing-masing wilayah agar kualitas beras lokal meningkat.
Selain menyiapkan teknologi RMP, kata Buwas, Bulog akan membangun gudang berbentuk selo di 13 titik di wilayah-wilayah sentra produksi beras. Gudang ini diklaim bisa menyimpan dan menjaga kualitas beras dalam waktu yang lama.
BPOM Berdayakan UMKM Pangan Olahan
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemberdayaan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pangan olahan melalui Program Program Orang Tua Angkat Pemberdayaan UMK Pangan Olahan.
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/3) mengatakan, program yang diluncurkan pada 25 Maret 2021 itu bertujuan meningkatkan pengetahuan bagi pelaku UMKM pangan olahan dan masyarakat terkait keamanan pangan.
Setelah peluncuran program tersebut, tambahnya, selanjutnya akan dilakukan seleksi UMKM Anak Angkat untuk diasuh oleh 10 industri pangan olahan yang telah berkomitmen menjadi Orang Tua Angkat bagi UMKM Pangan Olahan pada kesempatan pertama ini.
Dukungan yang dapat diberikan oleh industri sebagai Orang Tua Angkat, antara lain berupa hibah pendanaan, peralatan, atau peningkatan kapasitas bagi UMK yang menjadi anak angkat.
Pasar Domestik Kebagian 35 Persen- Volume Produksi Batu Bara Tetap Bertahan
Pergerakan harga batu bara yang positif di awal 2021 membuat sejumlah perusahaan batu bara memilih untuk menjaga target kinerja di tahun ini.
Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sara K Loebis mengatakan, volume produksi batu bara hingga Februari 2021 mencapai 17,2 juta ton atau turun tipis dari raihan 2020 yang mencapai 18,2 juta ton.
Sementara, untuk overburden mencapai 120,2 juta bem atau turun 13,27 persen year on year (yoy). Pada Februari 2020 overburden mencapai 138,6 juta bem.
Adapun penjualan batu bara hingga Februari 2021 mencapai 2,60 juta ton atau meningkat 38,55 persen yoy. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya penjualan batu bara mencapai 1,87 juta ton.
Dalam catatan tahun sebelumnya. UNTR membukukan volume produksi batu bara sebesar 114,6 juta ton, menurun 12,6 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 131,2 juta ton.
Salurkan 75.000 Ton Gula Impor
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI siap menyalurkan sebanyak 75.000 ton gula kristal putih (GKP) secara bertahap ke pasar. Stok itu merupakan penugasan impor kepada RNI oleh pemerintah.
Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, Senin (29/3), penugasan impor gula ini sejalan dengan peran RNI sebagai Koordinator BUMN Klaster Pangan dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional.
Arief mengatakan, gula yang diimpor RNI didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan. Pengiriman pertama sebanyak 6.000 ton sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada 28 Maret 2021.
Kedatangan berikutnya akan terjadi di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15.000 ton dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar 30.000 ton. Kemudian, akan datang lagi di Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 24.000 ton.
Jokowi Pastikan Tak Ada Impor Beras Sampai Juni
Cabai Rawit Setara Daging Sapi
Harga cabai rawit merah di daerah di pantura barat Jateng tembus Rp 120.000 per kilogram atau setara dengan harga daging sapi. Masyarakat diminta menanam sendiri cabai untuk mengurangi ketergantungan pada pasar.
PEKALONGAN, KOMPAS — Dua pekan jelang Ramadhan, harga cabai rawit merah di sejumlah daerah di kawasan pesisir pantura barat Jawa Tengah melambung tinggi, setara dengan harga daging sapi. Masyarakat diminta menanam cabai di rumah untuk mencukupi kebutuhannya masing-masing.
Sejak sepuluh hari terakhir, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisonal di Kota Tegal dan Kota Pekalongan tembus Rp 120.000 per kilogram dari harga sebelumnya, Rp 110.000 per kilogram. Harga tersebut setara dengan harga sekilo daging sapi.
Di Pasar Induk Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, misalnya, harga cabai rawit merah bahkan pernah mencapai Rp 123.000 per kilogram. Hal itu terjadi pada dua pekan lalu.
Aminah (41), pedagang cabai di Pasar Induk Banyurip, menuturkan, peningkatan harga cabai rawit merah terjadi sejak dari tingkat petani. ”Dari tingkat petani sudah mahal, Rp 115.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 80.000 per kilogram. Katanya, stok cabai rawit merah di mereka memang sedikit karena banyak yang gagal panen akibat curah hujan tinggi,” kata Aminah, Minggu (28/3/2021).
Berdasarkan data Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi Jawa Tengah, harga cabai rawit merah di wilayah pantura barat pada tiga bulan pertama 2021 stabil naik. Pada Januari, rata-rata harga cabai rawit merah di wilayah tersebut sebesar Rp 60.000 per kilogram.Integrasi untuk Menyangga Hulu-Hilir Perikanan
Integrasi BUMN Perikanan, yakni Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara (Persero), diharapkan memperkuat usaha hulu-hilir perikanan dan sistem logistik ikan nasional. Selama ini, distribusi ikan dari sentra produksi ke industri pengolahan dan pasar masih timpang.
Rencana pemerintah menggabungkan Perindo dan Perinus tertuang dalam surat arahan pemegang saham atau pemilik modal tentang pembentukan induk BUMN Industri Pangan Nomor S-1131/MBU/12/2020. Perum Perindo bakal menjadi induk BUMN Perikanan.
penggabungan Perindo dengan Perinus diharapkan memperkuat sektor penangkapan, pengolahan, dan distribusi ikan di Tanah Air. Selain itu, menjadi penyangga hasil tangkapan nelayan.
Persoalan utama perikanan pada serapan dan distribusi ikan. Produksi ikan diwarnai kesenjangan distribusi ikan antardaerah. Peran BUMN Perikanan perlu didorong menjadi operator sistem logistik ikan nasional yang dapat menyerap, mengolah, dan memasarkan hasil perikanan secara optimal sehingga menopang kinerja ekspor perikanan.
Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti, diperlukan upaya hulu-hilir untuk mendorong daya saing ekspor hasil perikanan. Upaya itu antara lain pemetaan peluang pasar, peningkatan produksi hilir, dan produk bernilai tambah. Peningkatan daya saing mesti ditopang logistik ikan nasional.
Harapannya, Perindo dapat lebih agresif mengubah paradigma sehingga tidak hanya menerima penugasan pemerintah, tetapi juga mengejar keuntungan untuk kinerja perusahaan.
Semua penugasan sejak Perindo berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9/2013 dapat tetap melekat kendati telah berubah menjadi persero. Penguatan bisnis BUMN akan menghasilkan lini bisnis yang terintegrasi secara horizontal sehingga tidak ada lagi persaingan memperebutkan pasar yang sama.
Perindo menargetkan serapan produksi ikan tahun ini sebanyak 12.917 ton atau meningkat 151,51 persen dari 2020 yang sebanyak 5.143 ton. Peningkatan serapan, antara lain, melalui perluasan lahan dan kemitraan. Pada 2021, Perindo membidik 1.750 mitra perikanan budidaya atau bertambah dari 2020 yang sebanyak 551 mitra.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









