;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Per 1 Juli, PNBP Minerba Mencapai Rp 64,48 Triliun

04 Jul 2022

Melambungnya harga batu bara  turut mengerek penerima negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), realisasi PNBP Mineral dan Baru Bara per 1 Juli 2022 telah mencapai Rp64,48 triliun. Capaian tersebut sekitar 152,19% dari target PNBP tahun ini sebanyak Rp42,37 triliun. Harga batu bara menjadi salah satu faktor menyusun target PNBP minerba. Pasalnya, sektor batu bara merupakan penyumbang penerimaan terbesar untuk sektor pertambangan. Pada periode Juli ini, Kementerian ESDM menetapkan HBA terbesar US$ 319 per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan HBA Juli terkoreksi US$ 4,91 per ton dari HBA bukan sebelumnya yang berada di posisi US$323,92 per ton. (Yetede)

SUBSIDI ENERGI, Hari Pertama Uji Coba, Warga Antusias Daftar

02 Jul 2022

Roy Suwarno (55), seorang pengendara, menyempatkan diri singgah di gerai informasi yang ada di salah satu sudut SPBU  Politeknik di bilangan Kairagi Dua, Manado untuk menanyakan mekanisme pendaftaran. Ia baru tahu bahwa pendaftaran pada Sistem Subsidi Tepat MyPertamina hanya untuk mencatat data pribadi pemilik, pengendara, dan data kendaraan. Data itu kemudian akan tersimpan dalam sebuah kode respons cepat (QR code) yang bisa ditempel di kaca depan mobil. Sekretaris Organda Sulut Terry Umboh menilai, penerapan pendaftaran ini bisa memberantas penimbun BBM. Kendati begitu, ia berharap pemilik dan pengemudi angkutan umum berpelat nomor polisi kuning dibebaskan dari kewajiban mendaftar karena sudah jelas-jelas berhak mendapatkan subsidi.

Reno (39), pengemudi angkutan kota (angkot) jurusan Caringin-Sadang Serang, Bandung, menunggu pengusaha angkotnya untuk mendaftarkan kendaraannya. Ia berharap, dengan adanya pendaftaran ini, pengemudi angkot bisa  dipastikan mendapatkan bahan bakar subsidi berjenis pertalite. Sementara itu, di Sumbar, uji coba pendaftaran pengguna BBM bersubsidi dilakukan di empat SPBU selama Juli 2022. Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya akan berupaya maksimal agar subsidi yang dialokasikan pemerintah untuk BBM dan LPG dalam APBN 2022 dapat lebih optimal pemanfaatannya bagi masyarakat yang membutuhkan dan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. (Yoga)


Kemenkop UKM Jajaki Pabrik Pengolah Sawit

02 Jul 2022

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menjajaki pendirian pabrik pengolahan sawit berbasis  koperasi sebagai alternatif memperbaiki kesejahteraan petani kelapa sawit. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (1/7) berharap upaya itu bisa menjaga suplai minyak goreng di masyarakat yang selama ini dinilai masih bermasalah. (Yoga)

Industri Terpukul Kenaikan Harga BBM

02 Jul 2022

Harga minyak mentah dunia yang terus naik membuat pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menaikkan harga jual. Pada awal Juli ini, sejumlah SPBU terpantau menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan kadar oktan (RON) 92. Jika semua SPBU menaikkan harga jual, tentu bakal memukul kalangan industri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S. Lukman mengatakan, penggunaan BBM dalam industri mamin terbagi dalam dua fungsi, yakni bahan bakar untuk keperluan produksi di pabrik dan bahan bakar untuk keperluan distribusi dan penjualan. Keduanya tentu tidak bisa terpisahkan dalam rantai pasok industri mamin dari hulu hingga hilir. Adhi pun mengakui, kenaikan harga BBM non-subsidi memberatkan para pelaku industri mamin.

MyPertamina Efektif Cegah Penyimpanan Subsidi BBM

01 Jul 2022

Aplikasi MyPertamina akan efektif cegah penyimpangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban subsidi dalam APBN. MyPertamina harus segera diimplementasikan karena kuota solar bersubsidi dan Pertalite tahun ini bakal habis pada September atau Oktober  mendatang jika tidak ada langkah-langkah antisipasi. Di sisi lain, PT Pertamina (persero) harus mendapat dukungan  dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) berupa verifikasi, dan penyelarasan data, sehingga data MyPertamina sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik pemerintah. Kecuali itu, pemerintah harus seegera  mereivisi Peraturan Presiden  No.191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Pertamina akan menggunakan platform MyPertamina  agar penjualan BBM bersubsidi tepat sasaran. Untuk itu, PT Pertamina Patra Niaga, anak Perusahaan Pertamina , mulai 1 Juli ini melakukan pendataan terhadap pengguna BBM jenis solar bersubsidi dan Pertalite melalui laman subsiditepat.mypertamina.id. (Yetede)

OPEC+ Pertahankan Produksi Harian

01 Jul 2022

Para produsen minyak mentah yang tergabung ke dalam Organisasi Negara-negara Produsen Minyak Plus atau OPEC+ yang dipimpin Arab Saudi serta Rusia pada Kamis (30/6) sepakat untuk mempertahankan produksi minyak harian. Kekhawatiran akan terhambatnya pasokan minyak mentah dunia saat ini diperburuk dengan perang di Ukraina. yang berkecamuk sejak Rusia menginvasi negara tetangganya itu pada 24 Februari 2022. Langkah OPEC+ tersebut sudah diperkirakan  banyak analis. Sehingga pertemuan itu disebut hanya menegaskan saja. "Saya perkirakan tidak ada kejutan karena  bahwa OPEC+ tidak dapat memenuhi target-targetnya saat ini maupun yang lalu-lalu," ujar Jeffey Halley, analis OANDA kepada AFP. OPEC+ akhirnya pada awal Juni 2022 sepakat untuk menambah produksinya sebanyak 648.000 bph pada Juli 2022. Naik dari 432.000 bph pada bulan-bulan sebelumnya. (Yetede)

Pengaturan Pertalite Cegah Subsidi Jebol

01 Jul 2022

Pendaftaran data pengguna BBM jenis pertalite, yang dijual Rp 7.650 per liter, untuk menertibkan subsidi agar tepat sasaran. Apabila tidak diatur, konsumsi pertalite berpotensi mencapai 28 juta kiloliter tahun ini, melampaui kuota yang sebanyak 23 juta kiloliter. Pendataan dikhususkan bagi kendaraan roda empat atau lebih. Pengguna dapat mendaftarkan kendaraannya di situs subsiditepat.mypertamina.id mulai 1 Juli 2022. Pendaftar akan diminta memasukkan sejumlah data, seperti nama, nomor telepon, KTP, nomor polisi dan kapasitas mesin (cc) kendaraan, serta foto kendaraan. Setelah mendaftar, pengguna akan mendapat kode QR yang melekat pada kendaraan, bukan orang.

Tak harus di ponsel, kode QR juga dapat dicetak. Semua kendaraan dapat didaftarkan. Akan tetapi, transaksi dengan pemindaian kode QR tersebut masih akan diuji coba di Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Agam, Tanah Datar (Sumbar); Banjarmasin (Kalsel); Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Ciamis (Jabar); Manado (Sulut); dan Yogyakarta (DIY). Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting (30/6) mengatakan, pendataan itu sebagai upaya memastikan agar alokasi subsidi tepat sasaran. Pasalnya, saat ini BBM subsidi, yakni pertalite dan biosolar, masih banyak dikonsumsi oleh golongan menengah ke atas atau yang tak berhak mendapat subsidi. (Yoga)


Krisis Global Hambat Pengurangan Emisi Karbon

30 Jun 2022

Permintaan batu bara dari sejumlah negara di Eropa ke Indonesia meningkat di tengah isu pengurangan emisi karbon menuju nol emisi karbon (net zero emission) yang tetap menggema. Hal ini terutama dipicu oleh kenaikan harga energi dunia menyusul kegagalan pasar  memenuhi kebutuhan yang meningkat karena pemulihan ekonomi global pasca pandemi dan diperparah oleh konflik Rusia-Ukraina yang pecah mulai akhir Februari lalu. Permintaan batu bara dari Indonesia yang meningkat  diantaranya tergambar dari Indeks  Unit Value Ekspor Bulanan Menurut Kode SITC 3 Digit (2018=100) dalam tiga bulan pertama  2022 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Januari 2022 Indonesia Unit Value Ekspor Bulanan batu bara ditumbuk atau tidak tetapi tidak diaglomerasi mencapai 162.28 Indeks kemudian naik menjadi 179.58 pada Februari 2022 dan 189.00 pada Maret 2022. "Masih awal, baru penjajakan. 'Kan Rusia baru nyetop (aliran gas sepenuhnya ke Eropa) Agustus. Itu masih baru penjajakan, ada Jerman, Spanyol, Italia, dan Belanda," kata Staf Khusus Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Meineral Irawandy Arif. (Yetede)

Indonesia Siap Jadi Pendamai Ukraina-Rusia

30 Jun 2022

Indonesia menawarkan diri menjadi pembawa pesan damai antara Ukraina dan Rusia yang sedang berperang. Indonesia juga berusaha mendorong agar hambatan ekspor aneka komoditas kedua negara itu bisa segera diatasi. Dengan demikian, aneka komoditas itu bisa masuk pasar internasional. Tawaran tersebut disampaikan Presiden Jokowi kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Rabu (29/6) dalam pertemuan di Istana Mariinsky, Kyiv, Ukraina. Zelenskyy menerima Jokowi dalam pertemuan bilateral pada pukul 15.15-16.10 waktu setempat. ”Saya menawarkan diri  membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera,” ujarnya.

Selepas dari Kyiv, Jokowi akan bertolak menuju Moskwa, Rusia. Di sana, Presiden Rusia Vladimir Putin akan menerima Jokowi di Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia. Pertemuan di Kremlin dijadwalkan pada Kamis (30/6) ini. Seusai pertemuan dengan Zelenskyy dan sebelum meninggalkan Kyiv, Presiden Jokowi bersama Menlu Retno LP Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima Kompas. Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan, yang terpenting dalam kunjungannya ke Ukraina dan Rusia adalah mengupayakan titik temu di antara kepentingan kedua negara sehingga perang bisa berakhir. Persoalan pangan yang sangat genting dinilai dapat menjadi titik temu tersebut. (Yoga)


Pengaturan Konsumen Pertalite lewat Perpres

30 Jun 2022

Pengaturan konsumen BBM jenis pertalite akan diatur lewat revisi Perpres No 141 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Pertalite oleh pemerintah diputuskan sebagai BBM bersubsidi untuk menggantikan premium yang dihapus dari pasaran. Agar subsidi pertalite yang dijual Rp 7.650 per liter tepat sasaran, pendataan konsumen dilakukan lewat laman MyPertamina sebagai bagian dari upaya pencocokan data. Pendataan konsumen dimulai per 1 Juli 2022 mendatang dan baru akan diuji cobakan di 11 kota, yakni Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Agam, Tanah Datar (Sumbar), Banjarmasin (Kalsel), Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Ciamis (Jabar), Manado (Sulut), serta Yogyakarta (DI Yogyakarta).

Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, dalam webinar ”Generating Stakeholders Support for Achieving Effectiveness of Fuel and LPG Subsidies”, Rabu (29/6) mengatakan, uji coba per 1 Juli itu bukanlah dimulainya pembatasan, melainkan pembukaan untuk registrasi. Mengenai kriteria kendaraan pengguna, Pertamina masih menunggu Revisi Perpres No 191/2014. Ega menuturkan, segmentasi yang tertuang dalam perpres yang berlaku saat ini sangat lebar. Sementara jika dilihat dari draf revisi perpres, segmentasi sudah terdapat pembatasan. (Yoga)