Krisis Global Hambat Pengurangan Emisi Karbon
Permintaan batu bara dari sejumlah negara di Eropa ke Indonesia meningkat di tengah isu pengurangan emisi karbon menuju nol emisi karbon (net zero emission) yang tetap menggema. Hal ini terutama dipicu oleh kenaikan harga energi dunia menyusul kegagalan pasar memenuhi kebutuhan yang meningkat karena pemulihan ekonomi global pasca pandemi dan diperparah oleh konflik Rusia-Ukraina yang pecah mulai akhir Februari lalu. Permintaan batu bara dari Indonesia yang meningkat diantaranya tergambar dari Indeks Unit Value Ekspor Bulanan Menurut Kode SITC 3 Digit (2018=100) dalam tiga bulan pertama 2022 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Januari 2022 Indonesia Unit Value Ekspor Bulanan batu bara ditumbuk atau tidak tetapi tidak diaglomerasi mencapai 162.28 Indeks kemudian naik menjadi 179.58 pada Februari 2022 dan 189.00 pada Maret 2022. "Masih awal, baru penjajakan. 'Kan Rusia baru nyetop (aliran gas sepenuhnya ke Eropa) Agustus. Itu masih baru penjajakan, ada Jerman, Spanyol, Italia, dan Belanda," kata Staf Khusus Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Meineral Irawandy Arif. (Yetede)
Tags :
#Batu BaraPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023