;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

MENOPANG KINERJA DAGANG

15 Aug 2022

Indonesia memiliki riwayat cemerlang untuk urusan kinerja dagang. Paling tidak hal itu tecermin dari surplus neraca perdagangan yang berlangsung selama 26 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Bahkan, neraca perdagangan Indonesia selama semester I/2022 yang mencapai US$24,89 miliar merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Kendati demikian, pada semester kedua tahun ini tantangan untuk menjaga kinerja dagang bakal makin berat lantaran adanya tren penurunan harga sejumlah komoditas ekspor serta risiko penurunan permintaan dari sejumlah negara. Jika dicermati, harga crude palm oil (CPO) dalam beberapa bulan belakangan turun jauh dari puncaknya yang sempat melampaui 7.000 ringgit per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2022, kontrak teraktif di Bursa Derivatif Malaysia, pada Jumat (12/8) ditutup menguat 3,7% secara harian ke 4.420 ringgit per ton. Harga bijih besi juga melandai setelah memuncak pada April 2022 di posisi US$162 per ton. Kontrak berjangka bijih besi pengiriman September bertengger di US$109,8 per ton di Bursa Singapura pada Jumat (12/8). Hanya harga batu bara yang menunjukkan tren stabil kendati sempat mengalami penurunan tipis. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia Juli 2022 surplus US$3,85 miliar. Menurutnya, harga komoditas yang tinggi tetap mendukung kinerja ekspor pada Juli 2022, kendati bakal melemah sejalan dengan aktivitas perdagangan global yang melambat.

SWASEMBADA BERAS : Produksi Pangan Nasional Bersiap Antisipasi Krisis

15 Aug 2022

Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan produksi pertanian nasional, menjamin kecukupan pangan dalam negeri, dan memberikan kontribusi pangan dunia di tengah ancaman krisis pangan yang melanda sejumlah negara. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Negara usai menerima Certificate of Acknowledgement dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras.“Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi, menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri dan sekaligus memberikan kontribusi bagi kecukupan pangan dunia,” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi, Minggu (14/8).Penyerahan penghargaan dari IRRI kepada Pemerintah Republik Indonesia yang digelar di Istana Negara Jakarta, kemarin. Jokowi menuturkan bahwa pemerintah telah membangun sejumlah infrastruktur di bidang pertanian, mulai dari bendungan, embung, hingga jaringan irigasi guna mendukung peningkatan hasil produksi pertanian nasional. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan IRRI telah memberikan pengakuan terhadap sistem pertanian dan pangan yang tangguh serta swasembada beras yang dicapai Indonesia pada 2019—2021.

Pilih Pembatasan atau BBM Subsidi Naik Harga

15 Aug 2022

Bersiaplah! Pemerintah dalam waktu dekat bakal menaikkan harga Pertalite. Ditengah kenaikan harga minyak di kisaran US$ 100 per barel, tanpa ada keputusan menaikkan harga Pertalite, keuangan negara bisa jebol untuk menahan tingginya harga minyak dunia. Pasalnya, Indonesian Crude Price (ICP) yang menjadi acuan harga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 hanya sebesar US$ 63 per barel. Lalu, nilai tukar rupiah yang meleset menjadi rata-rata Rp 14.800 dari asumsi di APBN Rp 14.350, serta volume Pertalite yang naik, seiring naiknya harga Pertamax memicu orang beralih ke Pertalite. Jika kondisi ini dibiarkan anggaran subsidi bisa jebol buat menutup harga pertalite. Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan dengan media pekan lalu menyebut, Presiden Joko Widodo terus minta menterinya menghitung kemampuan anggaran, termasuk jika harga harus naik. Bola kenaikan harga BBM di tangan Presiden. Kabar yang masuk ke KONTAN, pilihan saat ini adalah pembatasan atau kenaikan. Jika naik, kenaikan harga Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap lebih murah dari harga keekonomian di Rp 7.650.

Beban Produksi Mendorong Inflasi

15 Aug 2022

Inflasi di tingkat produsen tercatat sudah melampaui inflasi konsumen yang pada Juli 2022 mencapai 4,94 % secara tahunan. Beban biaya produksi yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga produk di pasaran dalam waktu dekat dan dapat semakin mendorong inflasi. Berdasarkan data BPS, indeks harga produsen (IHP) gabungan tiga sektor, yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, dan industri pengolahan pada triwulan II-2022 mencapai 165,80, naik dari IHP triwulan II-2021 yang sebesar 148,34. Artinya, inflasi di tingkat produsen pada triwulan II-2022 secara tahunan sudah mencapai 11,77 %, jauh melampui inflasi di konsumen yang pada Juli 2022 mencapai 4,94 persen.

Inflasi produsen tertinggi terdapat di sektor makanan dan minuman, yaitu industry pengolahan dan pengawetan daging, ikan, buah-buah, sayuran, serta minyak dan lemak, yakni 10,16 % secara tahunan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman, Minggu (14/8) mengatakan, saat ini beberapa produsen mulai menaikkan harga produk jadi di pasaran karena tak kuat menahan kenaikan biaya produksi yang terjadi sejak pandemi Covid-19. Contohnya, harga mi instan. ”Tak sampai tiga kali lipat, tetapi memang sudah naik. Produsen masih berupaya agar harganya tidak naik terlalu tinggi dengan cara menekan untung,” kata Adhi. Meski demikian, produsen tak bisa berlama-lama menahan harga. Terlebih bagi produsen skala kecil dan menengah (IKM). (Yoga)


Desa Sejahtera Astra Mulai Ekspor Produk

15 Aug 2022

Produk unggulan beberapa desa di Kabupaten Wakatobi, Bombana, dan Bone, Sulsel, senilai Rp 6,5 miliar diekspor untuk pertama kalinya ke sejumlah negara, yaitu Amerika, China, India, dan Pakistan. Barang yang diekspor berupa produk perikanan, rumput laut, dan minyak nilam. Ekspor perdana ditandai seremoni Ekspor Produk Desa 2022 di Makassar, Jumat (12/8). Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari Festival Kewirausahaan Astra 2022. (Yoga)

TATA KELOLA PERTALITE DAN SOLAR : Harga BBM Bersubsidi Ditahan

12 Aug 2022

Menteri Arifin mengatakan bahwa keputusan pemerintah untuk menahan harga BBM bersubsidi itu dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44% sepanjang paruh pertama 2022. “Pertalite ini sementara kita pertahankan, cuma ya langkah pertama ini kita harus bisa mengimbau masyarakat untuk hemat energi,” kata Arifin, Kamis (11/8). Selain itu, Arifin menyebut kementeriannya juga tengah mendorong percepatan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM yang sebelumnya ditarget rampung pada Agustus 2022 sebagai petunjuk teknis dari program pembatasan konsumsi BBM murah tersebut. Di sisi lain, Arifin menjelaskan bahwa pemerintah terus mengkaji situasi riil konsumsi BBM bersubsidi di tengah masyarakat sambil memperhitungkan potensi penambahan kuota anyar pada akhir tahun ini. Anggota Komisi BPH Migas Saleh Abdurrahman membeberkan realisasi konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar masing-masing sudah berada di atas 50% hingga 20 Juni 2022. Malahan konsumsi rata-rata BBM bersubsidi sudah melebihi kuota yang ditetapkan dengan rata-rata di atas 10% setiap harinya.


PENYEDIAAN ENERGI BERSIH : BELEID EBT TERGANJAL BISNIS FOSIL

12 Aug 2022

Pengesahan rancangan undang-undang energi baru dan terbarukan atau EBT terganjal oleh persoalan banyaknya elite politik yang memiliki usaha di sektor energi fosil. Padahal, beleid tersebut diharapkan bisa mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air. Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa molornya pembahasan rancangan undang-undang (UU) EBT disebabkan oleh kuatnya politik energi fosil. Rancangan undang-undang yang menjadi inisiatif parlemen itu sebelumnya ditarget rampung pada akhir 2021. Hanya saja, rancangan UU EBT baru diserahkan ke eksekutif pada 29 Juni 2022 lalu. Belakangan pemerintah memiliki tenggat hingga 27 Agustus 2022 untuk menyampaikan daftar inventarisasi masalah atau DIM atas rancangan UU itu. “Komisi VII akan segera menyusun UU energi baru energi terbarukan, tidak pernah sampai, mohon maaf, karena politik kita hari ini adalah politik fosil,” kata Sugeng dalam FGD Kemerdekaan Energi di Tengah Krisis Global, Kamis (11/8).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri tengah membahas 543 DIM rancangan UU EBT bersama dengan pemangku kepentingan terkait hingga dua pekan ke depan. Pembahasan DIM itu sebagai tindak lanjut dari rancangan UU EBT yang telah disampaikan parlemen kepada pemerintah pada 29 Juni 2022 lalu. “Masukan yang kami terima dari stakeholder DIM-nya sudah lumayan tebal, per tadi malam sudah 543 item yang nanti akan kita bahas bersama,” kata Direktur Jenderal EBT dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. Dia berharap UU EBT itu nantinya dapat mengakselerasi upaya peningkatan bauran energi bersih di dalam negeri. Selain itu, UU tersebut juga akan didorong untuk menciptakan pasar energi bersih di industri domestik.


Kopi Semendo ala ”Budak Mudo”

12 Aug 2022

Secangkir kopi Semendo berkelas premium tercipta dari tangan kreatif generasi muda di Palembang, Sumsel. Dibalut hasrat kuat dan pemikiran terbuka, mereka membenahi tata niaga kopi. Barista sekaligus pemilik Anestic Coffee Palembang, Rangga Munggaran (35), cekatan membuat segelas kopi latte, Rabu (10/8). Minuman itu terdiri dari espresso hasil olahan 16 gram bubuk kopi perpaduan kopi arabika Semendo  dengan komposisi 60 % dan kopi robusta Pagar Alam 40 %. ”Untuk mendapatkan rasa yang diinginkan, perlu eksperimen berkali-kali,” ujar pemuda yang juga Ketua Barista Street League Palembang itu.

Hasrat mengutak-atik resep dengan bahan baku kopi dari Sumsel, terutama kopi Semendo, dilakukan untuk semakin mengenalkan kopi Semendo kepada masyarakat Palembang. Kopi Semendo mulai dikenal sejak 2017 saat beberapa pegiat kopi mengikutkannya di sejumlah kontes kopi dan hasilnya cukup memuaskan. Kopi berasal dari tiga kecamatan di Kabupaten Muara Enim, 270 kilometer dari Palembang, yakni Kecamatan Semende Darat Laut, Semende Darat Tengah, dan Semende Darat Ulu.

Robusta Semendo mendapat sertifikat indikasi geografis dari Ditjen Merek dan Kekayaan Intelektual Kemkumham tahun 2015. Cita rasa kopi Semendo tidaklah berbeda dengan kopi Gayo dari Aceh. ”Ketika menyeruput kopi Semendo, akan terasa aroma rempah yang kuat perpaduan antara pala, kayu manis, dan citrus,” ujar Rangga. Cita rasa itu terus dikenalkan ratusan anak muda barista di Palembang agar identitas kopi Semendo semakin dikenal. Karena itu, edukasi komprehensif kepada para barista sangat dibutuhkan agar keunggulan kopi Semendo dan kopi asal Sumsel lainnya bisa tersampaikan dengan baik kepada penikmat kopi. (Yoga)


Konsumsi Minyak Melonjak

12 Aug 2022

Harga gas dan listrik global mencapai level tertinggi. Ini terutama terjadi di Eropa. Situasi ini menyebabkan berbagai negara beralih dari gas ke minyak bumi untuk pembangkit sehingga konsumsi minyak global diperkirakan naik. Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanan Agustus 2022 menyebutkan, harga gas di wilayah Uni Eropa (UE) melonjak paling tinggi. Laporan yang diumumkan  Kamis (11/8) menyinggung fakta UE harus membayar 215 euro untuk membangkitkan setiap megawatt listrik. Harga saat ini lebih tinggi 120 % dibandingkan tiga bulan lalu. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengakui warga tercekik kenaikan harga energi. Karena itu, Berlin menyiapkan paket bantuan kepada warga.

Sebaliknya, IEA memastikan harga minyak menunjukkan tren penurunan. Harga acuan minyak terpangkas 30 USD per barel dibandingkan Juni 2022. Pada Kamis, harga minyak Brent pada 97 USD per barel dan Texas WTI pada 92 USD per barel. Oleh karena itu, IEA mengubah taksiran konsumsi minyak global menjadi 99,7 juta barel per hari sepanjang 2022. Sebelumnya, IEA menaksir 96,6 juta barel per hari. IEA menaksir konsumsi minyak akan kembali melewati 101,8 juta barel per hari pada 2023. Jumlah itu melebihi konsumsi harian sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia secara luas mulai awal 2020. (Yoga)


Perlu Dana Pemda Tekan Inflasi Pangan

11 Aug 2022

Inflasi kini jadi momok pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah kenaikan harga bahan pangan. Untuk itu Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tengah berupaya menekan inflasi pangan domestik. Sebab inflasi pangan Juli 2022 sampai berada di level 10,32% secara tahunan. Inflasi tersebut merupakan inflasi pangan tertinggi selama tahun 2022. Gubernur BI Perry Warjiyo, saat kick off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (10/8) berharap inflasi pangan bisa ditekan di level 6% bahkan hingga 5% pada tahun ini.