Lingkungan Hidup
( 5820 )Penertiban Tambang Ilegal Setengah Hati
Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Aceh masih berjalan hingga kini. Pemda dan penegak hukum didorong agar penertiban aktivitas penambangan dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak berdampak pada kerusakan alam. Direktur Aliansi Peduli Lingkungan (APEL) Aceh, Syukur, Minggu (28/8) mengatakan, hasil pemantauan mereka di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, tambang emas ilegal masih beroperasi. Tambang itu berada dalam kawasan hutan lindung. ”Pelaku tambang ilegal sebagian orang luar Nagan Raya. Penindakan masih tebang pilih, seharusnya semua titik dihentikan,” kata Syukur.
”Tambang emas ilegal merusak alam, tetapi mengapa sampai sekarang tidak berhasil dihentikan? Ini menunjukkan upaya penindakan masih setengah hati,” ujar Syukur. Polisi berulang kali menangkap pelaku aktivitas tambang ilegal di Nagan Raya. Namun, aktivitas tambang di sana tidak juga surut. Syukur berharap penegakan hukum bukan hanya terhadap pelaku di lapangan. Para pemodal juga harus ditangkap. (Yoga)
Keputusan Menaikkan Harga BBM Bersubsidi Tinggal Menunggu Eksekusi
JAKARTA, ID – Pemerintah dikabarkan bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar pada 1 September 2022, masing-masing menjadi Rp 10.000 untuk Pertalite dan Rp 8.500 untuk Solar per liter. Saya mendapat info cukup valid bahwa kenaikan harga akan dilakukan pada 1 September. Bahkan sudah di meja Presiden, tinggal eksekusi. Tapi tentunya kepastian akhirnya ada pada Pak Jokowi,” kata Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi kepada Investor Daily, Minggu (28/8) malam. Menurut Fahmy, sinyal kenaikan harga sebenarnya sudah disampaikan jauh-jauh hari oleh sejumlah menteri. Ditambah lagi, pemerintah menyampaikan bahwa tanpa adanya kenaikan, akan ada tambahan subsidi hingga menjadi lebih dari Rp 600 triliun yang akan sangat memberatkan APBN. “Untuk subsidi, pemerintah sudah mengunci di angka Rp 502,4 triliun, tidak akan menambah lagi,” katanya. (Yetede)
Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Ditempuh lewat Jalur Cepat
Pembangunan pabrik minyak makan merah sebagai salah satu solusi meningkatkan pendapatan petani sawit bakal ditempuh melalui jalur cepat. Namun, perizinan pembangunan pabrik baru dipastikan membutuhkan dukungan pemda. Selain itu, kerja cepat antar kementerian/lembaga diperlukan agar produksinya bisa dimulai segera. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, seusai rapat koordinasi dengan BPOM mengenai rencana pembangunan pabrik minyak makan merah oleh koperasi petani kelapa sawit di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (26/8) menyatakan, Presiden Jokowi meminta prosesnya dipercepat agar pembangunan pabriknya bisa dimulai pada Oktober 2022.
Dengan demikian, pabrik di harapkan sudah berproduksi pada Januari 2023. ”Pada pembangunan ini terdapat pabrik CPO mini dan mesin yang memproduksi minyak makan merahnya,” kata Teten. Terkait dengan SNI produk minyak makan ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan dilibatkan. Adapun izin edarnya melibatkan BPOM. Menurut Teten, pembangunannya memakai ”jalur tol”. BPOM bergerak bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) terlibat dalam rencana detail engineering design (DED) agar pabrik sesuai standar. Sebab, desain pabrik akan sangat terkait dengan izin edarnya. ”Pabrik pertama akan dibangun di daerah Sumut,” ujar Teten.
Menurut rencana, pembangunan pabrik itu akan melibatkan lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, UMKM (LPDB-KUMKM). Pembangunan fisiknya akan menggandeng Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Investasinya diperkirakan Rp 23 miliar untuk memproduksi minyak makan merah sekitar 10 ton per hari dengan pasokan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang berasal dari lahan 1.000 hektar. (Yoga)
Kenaikan Harga Telur Imbas Harga Tinggi Jagung Internasional
JAKARTA, ID – Kenaikan harga telur yang terjadi selama hampir sepekan ini, salah satunya, disebabkan oleh tingginya harga jagung internasional. Pasalnya, jagung merupakan bahan utama pakan ternak. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi menerangkan, kebutuhan jagung untuk pakan ternak masih membutuhkan impor karena pasokan domestik belum mencukupi kebutuhan ini. Sayangnya impor jagung pakan ternak masih restriktif karena hanya terbuka untuk BUMN dengan API-U. Berdasarkan data Food Monitor yang dihimpun CIPS dari United States Department of Agriculture (USDA), rata-rata produksi jagung Indonesia 2015-2020 hanya mencapai 11,5 juta ton. Sementara tingkat konsumsi tahunannya diperkirakan melebihi 12 juta ton. Selisih antara produksi domestik dan kebutuhan ini dipenuhi dengan impor. “Ketersediaan dan harga sebuah komoditas tidak hanya bergantung pada kuantitas produksi. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi ketersediaan dan harga jagung antara lain produksi jagung yang tidak stabil sepanjang tahun,” ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (26/8). (Yetede)
Pemerintah Tetapkan Distribusi BBM Bersubsidi Harus Sesuai Qouta
JAKARTA, ID – Pemerintah menetapkan bahwa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun, sesuai kuota yang telah ditetapkan. Mengingat hingga saat ini realisasi penyalurannya telah capai 80%, pilihannya adalah penyesuaian harga atau kebijakan pembatasan distribusi. Tanpa ada upaya konkret maka kuota tidak akan cukup hingga akhir tahun,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Jakarta, Jumat (26/8). Arifin mengatakan, kuota BBM yang terserap sudah mencapai 80 persen. Tercatat realisasi penyaluran Solar subsidi hingga akhir Juli mencapai 9,9 juta kilo liter (KL) dengan volume yang ditetapkan tahun ini sebanyak 14,9 juta KL. Sedangkan penyerapan Pertalite hingga akhir Juli mencapai 16,8 juta KL dengan kuota yang ditetapkan 23 juta KL. Arifin mengungkapkan pihaknya sudah mengusulkan penambahan kuota BBM sebesar 6 juta KL untuk Pertalite dan 2 juta KL untuk Solar. (Yetede)
Meroket Hingga Akhir Tahun
Tingkat inflasi pangan diproyeksikan terus meroket hingga akhir tahun. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, mengungkapkan bahwa inflasi pangan pada penutup 2022 bisa menembus level 10-11% secara tahunan (yar on year) Proyeksi ini meningkat jauh di atas realisasi inflasi pangan 2021 yang hanya 3,2%. Adapun inflasi pangan per Juli 2022 sudah mencapai 11,5%. "Untuk komoditas pangan yang sudah masuk katagori barang bergejolak diperkirakan inflasi mulai melambat seiring dengan musim panen pada Agustus-September, tapi berpeluang meningkat kembali menjelang akhir tahun." ujar Josua kemarin. Josua mencontohkan, harga cabai akhir tahun berpotensi naik dipengaruhi oleh dampak musim hujan yang menyebabkan cabai mudah busuk dan mengganggu suplai secara umum. "Pemerintah perlu melakukan intervensi dari segi distribusi untuk memastikan harga tetap stabil," ujarnya. (Yetede)
Membendung Lonjakan Harga Pangan
Jakarta- Upaya pengendalian harga bahan pangan menjadi fokus pemerintah hingga akhir tahun ini. Tren kenaikan sejumlah harga pangan diprediksi masih berlanjut. Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai adalah telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah. Badan Pangan Nasional berusaha mengantisipasi ancaman melambungnya harga komoditas pangan yang diakibatkan oleh faktor cuaca, yaitu ancaman La Nina, serta tren musiman peningkatan permintaan menjelang akhir tahun. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, harga acuan pangan pokok ke depan akan diregulasi oleh Badan Pangan. Proses pengkajian harga pangan dilakukan bersama oleh Badan Pangan Nasional dan Kementerian Perdagangan, setalah meminta masukan peternak dan petani selaku produsen utama. "Langkah selanjutnya akan kami optimalkan adalah operasi pasar bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan," kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi. (Yetede)
Mengejar Nilai Tambah dengan Minyak Merah
Permintaan Presiden Jokowi saat meninjau proses penelitian minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Sumut, Kamis (7/7), amat jelas. Presiden meminta secara khusus agar koperasi di sejumlah daerah membangun pabrik minyak makan merah. Selain sebagai alternative pencegahan tengkes dan gizi buruk, upaya hilirisasi itu diharapkan mendongkrak nilai tambah sekaligus kesejahteraan petani kelapa sawit. Minyak makan merah merupakan produk turunan kelapa sawit. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk menggoreng layaknya minyak goreng atau dikonsumsi langsung sebagai minyak makan. Kandungan beta karoten, vitamin A, fitonutrien, dan asam lemaknya dinilai strategis mengatasi stunting. Selain itu, bisa dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik dan farmasi.
Pada perhelatan ”Indonesia Retail Summit 2022”, Senin (15/8) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, proses uji coba pengembangan minyak makan merah sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada Januari 2023. Guna menyiapkan pasar minyak merah sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memberikan pendampingan, dan konsultasi, sejumlah lembaga menjalin kerja sama. Kemitraan itu melibatkan PPKS, Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Koperasi Produsen Sawit, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia. (Yoga)
Kebijakan BBM Jangan Beratkan Pertamina
JAKARTA, ID – Kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jangan sampai memberatkan PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang ditugasi pemerintah untuk menjalankan pelayanan publik (public service obligation/PSO). Jika keuangan Pertamina tergerus, produksi dan distribusi BBM akan terganggu, bahkan bisa terjadi kelangkaan BBM di seantero negeri. Jika itu terjadi, inflasi akan membubung tinggi yang berujung pada gejolak sosial dan instabilitas keamanan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Eri Purnomohadi kepada Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Kamis (25/8). “Bantuan sosialnya diminta untuk diperdalam, anggarannya dari mana, programnya seperti apa,” ujar Airlangga usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/8). “Kalau ada yang mengatakan jangan cabut subsidi, kami tidak mencabut subsidi, duitnya sudah Rp 502 triliun habis. Pertanyaannya ini mau nambah atau nggak. Kalau mau nambah dari mana?!” tandas Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPD pada Kamis (25/8).
Harga BBM Naik Inflasi Bisa Sentuh 9%
JAKARTA, ID – Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memproyeksikan inflasi 2022 bisa berkisar 7-9%, jika pemerintah menaikkan harga Pertalite menjadi Rp 10 ribu per liter dari saat ini Rp 7.650 per liter. Sementara itu, jika harga Pertalite tak naik, inflasi 2022 diprediksi berkisar 5-6% secara tahunan, dibandingkan realisasi 2021 sebesar 1,87%. Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menyampaikan, tingginya inflasi akan menjadi biaya bagi perekonomian yang dapat menurunkan tingkat konsumsi, menaikkan tingkat kemiskinan, bahkan paling buruk menyebabkan stagflasi di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. “Menahan harga Pertalite pada posisi saat ini memang akan meningkatkan besaran subsidi dalam APBN dan menyebabkan pembengkakan defisit. Namun, defisit tersebut masih berada dalam kisaran yang lebih rendah dari target pemerintah,” kata dia, Kamis (25/8). “Jika mempertimbangkan risiko ekonomi dan risiko fiskal tahun 2022, kebijakan mempertahankan harga Pertalite membawa risiko terhadap fiskal yang lebih kecil dibandingkan dengan risiko terhadap perekonomian. Fiskal masih sanggup menjadi shock absorber dari tekanan global terhadap perekonomian domestik. Namun, untuk langkah ke depan, diperlukan upaya serius pengendalian penggunaan BBM subsidi,” kata Faisal. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









