Konsumsi Minyak Melonjak
Harga gas dan listrik global mencapai level tertinggi. Ini terutama terjadi di Eropa. Situasi ini menyebabkan berbagai negara beralih dari gas ke minyak bumi untuk pembangkit sehingga konsumsi minyak global diperkirakan naik. Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanan Agustus 2022 menyebutkan, harga gas di wilayah Uni Eropa (UE) melonjak paling tinggi. Laporan yang diumumkan Kamis (11/8) menyinggung fakta UE harus membayar 215 euro untuk membangkitkan setiap megawatt listrik. Harga saat ini lebih tinggi 120 % dibandingkan tiga bulan lalu. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengakui warga tercekik kenaikan harga energi. Karena itu, Berlin menyiapkan paket bantuan kepada warga.
Sebaliknya, IEA memastikan harga minyak menunjukkan tren penurunan. Harga acuan minyak terpangkas 30 USD per barel dibandingkan Juni 2022. Pada Kamis, harga minyak Brent pada 97 USD per barel dan Texas WTI pada 92 USD per barel. Oleh karena itu, IEA mengubah taksiran konsumsi minyak global menjadi 99,7 juta barel per hari sepanjang 2022. Sebelumnya, IEA menaksir 96,6 juta barel per hari. IEA menaksir konsumsi minyak akan kembali melewati 101,8 juta barel per hari pada 2023. Jumlah itu melebihi konsumsi harian sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia secara luas mulai awal 2020. (Yoga)
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023