Kopi Semendo ala ”Budak Mudo”
Secangkir kopi Semendo berkelas premium tercipta dari tangan kreatif generasi muda di Palembang, Sumsel. Dibalut hasrat kuat dan pemikiran terbuka, mereka membenahi tata niaga kopi. Barista sekaligus pemilik Anestic Coffee Palembang, Rangga Munggaran (35), cekatan membuat segelas kopi latte, Rabu (10/8). Minuman itu terdiri dari espresso hasil olahan 16 gram bubuk kopi perpaduan kopi arabika Semendo dengan komposisi 60 % dan kopi robusta Pagar Alam 40 %. ”Untuk mendapatkan rasa yang diinginkan, perlu eksperimen berkali-kali,” ujar pemuda yang juga Ketua Barista Street League Palembang itu.
Hasrat mengutak-atik resep dengan bahan baku kopi dari Sumsel, terutama kopi Semendo, dilakukan untuk semakin mengenalkan kopi Semendo kepada masyarakat Palembang. Kopi Semendo mulai dikenal sejak 2017 saat beberapa pegiat kopi mengikutkannya di sejumlah kontes kopi dan hasilnya cukup memuaskan. Kopi berasal dari tiga kecamatan di Kabupaten Muara Enim, 270 kilometer dari Palembang, yakni Kecamatan Semende Darat Laut, Semende Darat Tengah, dan Semende Darat Ulu.
Robusta Semendo mendapat sertifikat indikasi geografis dari Ditjen Merek dan Kekayaan Intelektual Kemkumham tahun 2015. Cita rasa kopi Semendo tidaklah berbeda dengan kopi Gayo dari Aceh. ”Ketika menyeruput kopi Semendo, akan terasa aroma rempah yang kuat perpaduan antara pala, kayu manis, dan citrus,” ujar Rangga. Cita rasa itu terus dikenalkan ratusan anak muda barista di Palembang agar identitas kopi Semendo semakin dikenal. Karena itu, edukasi komprehensif kepada para barista sangat dibutuhkan agar keunggulan kopi Semendo dan kopi asal Sumsel lainnya bisa tersampaikan dengan baik kepada penikmat kopi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023