Lingkungan Hidup
( 5820 )Target Produksi Migas Seret
Target produksi minyak dan gas siap jual, yang disebut lifting, seret sepanjang 2022. Hal itu berarti hilangnya kesempatan menikmati kenaikan harga migas dunia. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, di Jakarta, Rabu (18/1) menginformasikan seretnya lifting. Untuk minyak bumi, besaran lifting sepanjang 2022 sebesar 612.300 barel per hari atau 87,1 % target. Lifting juga seret untuk gas bumi sepanjang 2022, yakni 5.347 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,2 % target.Lifting gas bumi ini juga di bawah capaian 2021 di 5.505 MMSCFD. Seretnya lifting migas bukan hal baru. Anggota Komisi VII DPR, Yulian Gunhar, pada 6 Desember 2022, menyampaikan informasi lifting yang seret tiga tahun terakhir. ”Pada 2020, lifting minyak 707.000 barel per hari. Pada 2021 mencapai 680.000 barel per hari, dan sampai September 2022 baru mencapai 610.100 barel per hari,” kata Gunhar. Tahun 2022, lifting seret di tengah naiknya investasi migas.
Ini bisa dimaklumi karena ada proses waktu sejak investasi diteken hingga produksi bisa dilakukan. Lifting seret, atau investasi terlambat, juga sering terdengar puluhan tahun ini, terlihat dari penurunan produksi disebabkan force majeure (hal tak terduga) sebagai penyebab, yakni pada masa pandemi Covid-19. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada 18 Januari 2022 menyebutkan, pada 2021 kegiatan pengeboran sumur terhalang pandemi Covid-19, khususnya varian Omicron, yang menghalangi kegiatan di hulu migas. Pekerja tidak bisa bekerja penuh waktu ketika itu. Selebihnya ada alasan klasik, sumur menua, pipa-pipa korosif, hingga pengadaan alat-alat pengeboran yang tidak gampang. Juga ada masalah medan pengeboran yang berat, seperti kedalaman pengeboran berbiaya mahal, sehingga membutuhkan insentif. Ada masalah pembebasan lahan, pengembangan pemipaan untuk penyaluran, hingga masalah perundang-undangan. (Yoga)
Risiko Hulu Migas Mesti Terpetakan
Capaian produksi hulu minyak dan gas bumi pada 2022 yang belum sesuai harapan perlu direspons dengan sejumlah perbaikan, seperti terkait data dan perizinan. Berdasarkan laporan kinerja SKK Migas, realisasi produksi siap jual (lifting) tahun 2022 sebanyak 612.300 barel per hari atau 87,1 % target APBN 2022, lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2021 sebesar 660.300 barel per hari. Adapun realisasi salur gas bumi 2022 sebanyak 5.347 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,2 % target serta di bawah capaian 2021 sebesar 5.505 MMSCFD. Sementara itu, rasio pemulihan cadangan (reserve replacement ratio/RRR) pada 2022 mencapai 156 %, biaya produksi yang dipulihkan (cost recovery) sebesar 7,8 miliar USD, penerimaan negara 18,19 miliar USD, dan investasi 12,3 miliar USD. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, Kamis (19/1) mengatakan, secara alamiah, penurunan produksi wajar jika belum ditemukan sumur-sumur baru. Investasi 12,3 miliar USD pada 2022 masih didominasi kategori produksi sebanyak 8 miliar USD. Sementara eksplorasi 0,8 miliar USD, pengembangan 2,7 miliar USD, dan administrasi 0,87 miliar USD.
”Kuncinya pada eksplorasi. (Di hulu migas) Menanam itu pada eksplorasi. Kalau tidak pernah menanam, maka tak pernah memanen. Sementara porsi yang digunakan untuk menanam kecil. Memang sudah ada peningkatan (naik dari 0,6 miliar USD pada 2021), seharusnya ditingkatkan lagi,” kata Komaidi. Upaya peningkatan investasi pada eksplorasi, imbuhnya, bisa dilakukan dengan meminimalkan risiko, seperti perbaikan data dan kemudahan perizinan oleh pemerintah. ”Perlu diusahakan agar risikonya lebih terpetakan sehingga (investor) yang menanam investasi lebih percaya diri,” lanjutnya. Staf pengajar dan Ketua Jurusan Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta, Topan Herianto, berpendapat, diperlukan sinkronisasi antara perencanaan dan operasi. Evaluasi komprehensif juga diperlukan. Ia pun menilai, kurangnya eksplorasi pada cekungan yang prospektif juga memberi pengaruh langsung. ”Pengendalian biaya, evaluasi keberhasilan, dan evaluasi kegagalan perlu terus dilakukan. Kegiatan eksplorasi juga harus masif agar cadangan tidak habis. Fleksibilitas bagi hasil antara gross split atau cost recovery mungkin menjadi peluang, tetapi penetapan revisi UU Migas saatini masih berlarut,” ujar Topan. (Yoga)
Subsidi Kedelai Belum Jelas
Harga kedelai dunia terus naik sejak awal tahun ini sehingga membuat harga kedelai impor di dalam negeri tetap tinggi. Pemerintah belum memutuskan kelanjutan program subsidi kedelai impor, baik besaran maupun mekanisme penyalurannya. Trading Economics mencatat, kedelai berjangka diperda- gangkan 15,23 USD per gantang pada Kamis (19/1). Dengan satu gantang setara 27,2 kg dan kurs Jisdor Rp 15.113 per USD, harga kedelai berjangka itu Rp 8.462 per kg. Harga tersebut naik 2,94 % secara bulanan dan 6,84 % secara tahunan. Tren kenaikan harga itu dipicu perkiraan penurunan produksi kedelai di AS, Argentina, dan Brasil serta peningkatan permintaan dari China. Hal itu juga disebabkan kekhawatiran pasar terhadap hambatan ekspor biji-bijian akibat perang Rusia-Ukraina. Di dalam negeri, harga rata-rata nasional kedelai impor berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan kebutuhan Pokok Kemendag, per 18 Januari 2023, sebesar Rp 15.200 per kg. Harga itu naik 0,66 % dari awal tahun. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Kamis, mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kelanjutan program penggantian selisih harga kedelai impor bagi produsen tempe/tahu.
Usulan itu akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kemenko Bidang Perekonomian. ”Dalam rakortas nanti, besaran dan mekanisme subsidi juga akan dibahas dan ditentukan. Kita lihat nanti kemungkinan yang lebih sederhana, tetapi tetap tertata dan terkelola dengan baik,” kata Arief ketika dihubungi dari Jakarta. Tahun lalu, pemerintah meyubsidi selisih harga kedelai impor Rp 1.000 per kg. Subsidi diberikan kepada produsen tempe/tahu anggota koperasi melalui Bulog. Pada tahun ini, Mendag Zulkifli Hasan usul agar subsidi diberikan langsung kepada importir. Untuk menstabilkan harga kedelai, pemerintah juga me- nugaskan Bulog mengimpor 350.000 ton kedelai. Dari jumlah itu, Bulog baru merealisasikan impor kedelai 56.000 ton dari AS melalui importir swasta. Kedelai impor itu akan dijual kepada produsen tempe/tahu Rp 12.000 per kg atau sesuai dengan harga acuan penjualan (HAP). Ketentuan soal harga itu diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional No 11/2022 tentang HAP di Tingkat Konsumen untuk Komoditas Kedelai, Bawang Merah, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Daging Sapi/Kerbau, dan Gula Konsumsi. Selain impor, Badan Pangan Nasional bersama Kementan dan pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. (Yoga)
Sungai Surut, Harga Kebutuhan Pokok Naik
Surutnya Sungai Mahakam di bagian hulu menaikkan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalitim. Harga beras 25 kilogram mencapai Rp 800.000 dan isi ulang elpiji 12 kilogram Rp 500.000. Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun, Kamis (19/1) mengatakan, barang-barang menjadi mahal karena distribusi sulit akibat sungai yang surut. Pembangunan jalan mendesak dilakukan. (Yoga)
PHR Temukan Cadangan Minyak Ribuan Barel
JAKARTA, ID - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memulai kegiatan pengeboran dengan hasil sangat memuaskan di awal tahun 2023. Dalam dua minggu pertama ini, PHR berhasil menemukan potensi kandungan minyak dan memproduksi ribuan barel cadangan minyak baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Dari 592 target sumur di 2023, terdapat empat sumur andalan yang tengah menjadi perhatian karena memiliki cadangan minyak cukup besar yaitu di Lapangan Minas, Petani, Benar, dan Bekasap yang menghasilkan antara 1.000 sampai dengan 1.400 barel per hari. Sumur-sumur ini otomatis menjadi prioritas dalam kegiatan pengeboran karena berada di atas rata-rata target awal ratusan barel per sumur. Keempat sumur yang menjadi ‘primadona’ di awal tahun ini berada di sekitar lapangan yang telah ada sebelumnya (existing). Namun berkat kejelian dan survei yang agresif, PHR berhasil menemukan potensi minyak pada lapisan-lapisan yang sebelumnya belum teridentifikasi. (Yetede)
MEMOLES INDUSTRI HULU MIGAS
Pandemi Covid-19 dan gonjang-ganjing perekonomian global rupanya tidak menutup geliat industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia. Salah satu buktinya adalah penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sepanjang tahun lalu yang mencapai US$18,19 miliar atau 183% dari target US$ 9,95 miliar.Pada tahun ini pun setoran sektor hulu migas diharapkan mencapai US$ 15,88 miliar. Kendati demikian, sejumlah kalangan mewanti-wanti agar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan antisipasi seiring kian masifnya transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Apalagi, kontribusi sektor hulu migas ke penerimaan negara dinilai masih penting.Lembaga tersebut juga diharapkan terus mengawal progres dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), lantaran selama ini realisasi investasi yang dilakukan oleh pelaku usaha kerap lebih rendah ketimbang komitmen yang disampaikan.Galagat itu dapat dilihat dari realisasi investasi hulu migas yang tak tembus taget. Sepanjang 2022, realisasi investasi hulu migas hanya US$12,3 miliar, lebih rendah dari target US$ 13,2 miliar.
SKK Migas mematok target investasi hulu migas tahun ini mencapai US$15,5 miliar. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, target realisasi investasi hulu migas pada tahun ini naik sekitar 26%, di atas rata-rata komitmen investasi di sektor tersebut pada tingkat global yang sebesar 6,5%.
Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara menyampaikan, aktivitas eksplorasi kini terus meningkat setelah sempat jeblok pada 2020 karena imbas pandemi Covid-19.Optimisme realisasi investasi juga berimplikasi pada kenaikan target lifting migas yang dipatok 660.000 barel per hari untuk minyak, dan 6.160 MMSCFD untuk gas bumi. Kesemuanya pun lebih tinggi dari raihan pada tahun lalu.
Gairah Kontraktor Migas di 2023
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan peningkatan nilai investasi hulu migas pada 2023. Realisasi produksi migas pada 2022 yang melesat dari target tidak menyurutkan optimisme tersebut. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan bahwa investasi US$ 15,5 miliar pada 2023. "Kami melihat rencana kerja KKKS (Kontraktor kontrak kerja) meningkat tajam," ujar Dwi, kemarin, 18 Januari 2023. Salah satu indikatornya adalah kenaikan aktivitas pengeboran pada 2022 yang sebanyak 991 sumur pengembangan. Jumlah bertambah dari aktivitas pengeboran pada 2022 yang sebanyak 760 sumur. Selain itu, menurut Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, bakal ada pengeboran sumur ekplorasi sebanyak 57 sumur pada 2023. (Yetede)
Investasi Migas Indonesia 2022 Lebih Tinggi dari Rerata Global
JAKARTA, ID - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan investasi migas di Indonesia pada 2022 mencapai US$ 12,3 miliar atau naik 13% dibandingkan 2021. Nilai investasi ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan investasi global yang hanya sebesar 5%. Pada tahun ini target investasi di sektor hulu migas naik dibandingkan 2022 kemarin yakni sebesar US$ 15,5 miliar. Kepala SKK Migas Dwi Soejipto mengatakan capaian Investasi 2022 juga telah melampaui investasi hulu migas sebelum pandemi Covid-19 di tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 11,7 miliar. Realisasi investasi hulu migas pada 2022 merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sejak 2016 menunjukkan upaya meningkatkan iklim investasi sektor hulu migas telah menunjukkan kemajuan dan peningkatan daya saing yang signifikan. Hal ini tentu tidak bisa lepas dari dukungan yang diberikan oleh Pemerintah, baik dalam bentuk insentif maupun kemudahan-kemudahan lainnya. (Yetede)
INDUSTRI HULU MIGAS : MENINGKATKAN NILAI TAMBAH GAS BUMI
Melimpahnya cadangan gas bumi di Tanah Air membuka peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan tambahan manfaat dari komoditas tersebut melalui peningkatan nilai tambah di sektor petrokimia. Gas bumi dinilai sebagai sumber daya yang strategis untuk mendorong pengembangan industri petrokimia di dalam negeri. Terlebih, saat ini sebagian besar produk petrokimia yang digunakan di dalam negeri masih berasal dari impor. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, mengatakan gas bumi memiliki dua peran di industri petrokimia, yakni sebagai bahan baku dan sumber energi. “Peluang untuk dapat mendorong pengembangan industri petrokimia Indonesia masih cukup besar. Dengan kapasitas produksi petrokimia Indonesia yang saat ini sekitar 7,1 juta ton per tahun, sekitar 70% kebutuhan petrokimia untuk domestik masih harus dipenuhi dari impor,” katanya, Selasa (17/1). Lemigas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat gas bumi sebenarnya bisa diolah lebih lanjut sebagai bahan baku produk petrokimia, seperti olefin rendah, dan bahan pelumas dasar sintetik. Saat ini, Indonesia tercatat 43,6 triliun kaki kubik (TCF) cadangan terbukti gas, dengan realisasi penyaluran sebesar 5.734 BBTUD. Dari jumlah penyaluran tersebut, 66% di antaranya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Angka Kemiskinan Naik, Imbas Kenaikan Harga BBM
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2022 mencapai 26,36 juta jiwa, meningkat 0,2 juta jiwa dibandingkan situasi Maret 2022. Kenaikan inflasi seiring kenaikan harga BBM dinilai memicu penambahan jumlah penduduk miskin. Guna mengerem angka kemiskinan, pemerintah dinilai perlu memastikan inflasi terkendali dan bantuan sosial tersalur tepat sasaran. Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya menyelesaikan prioritas nasional, termasuk penurunan kemiskinan ekstrem. Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin (16/1) menyebutkan, dengan penambahan 0,2 juta jiwa, jumlah penduduk miskin mencapai 9,57 % total penduduk pada September 2022, meningkat dari Maret 2022 di 9,54 %.
Selain inflasi akibat kenaikan harga BBM, sejumlah hal terjadi pada triwulan III-2022, yaitu penurunan upah harian buruh tani dan PHK yang terjadi sepanjang September 2022. Selain itu, angkatan kerja yang terdampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya terserap di pasar kerja. Upaya meredam dampak inflasi pada masyarakat sebenarnya telah dilakukan pemerintah untuk mengiringi keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni melalui program bantuan langsung tunai hingga subsidi upah. Namun, dampak kenaikan harga barang kebutuhan tak terhindarkan, termasuk bahan pangan Ekonom Center of Reformon Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, saat dihubungi, Senin, berpendapat, program penciptaan lapangan kerja juga penting. Tidak hanya menyuapi masyarakat dengan bantuan, tetapi bagaimana mendorong masyarakat mandiri dan berdikari secara ekonomi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









