Lingkungan Hidup
( 5781 )Ratusan Hektar Lahan di Pantura Jateng Puso
Banjir di pesisir pantai utara Jawa Tengah akhir tahun 2022 hingga awal 2023 turut merendam 16.972 hektar lahan pertanian. Sebagian lahan yang terendam itu puso. Kerugian yang ditanggung petani mencapai Rp 22 miliar. Dampak banjir itu, kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Supriyanto, Selasa (10/1) tidak mengganggu pasokan beras di Jateng. (Yoga)
POD Disetujui, Lapangan Hidayah Akan Beri Pemasukan Rp 31 Triliun ke Negara
JAKARTA, ID - Pemerintah telah menyetujui rencana pengembangan lapangan pertama atau plan of development I (POD I) Lapangan Hidayah yang merupakan bagian dari Wilayah Kerja North Madura II. Lapangan ini diperkirakan akan aktif berproduksi selama 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, lapangan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi penerimaan negara sebesar US$ 2,1 miliar atau setara dengan sekitar Rp 31 triliun. Dengan disetujuinya POD I Lapangan Hidayah, kegiatan pembangunan fasilitas produksi dapat segera dilakukan. Diharapkan lapangan ini akan mulai berproduksi (onstream) pada awal tahun 2027 dengan tingkat produksi saat itu pada kisaran 8.973 barrel oil per day (BOPD). Lapangan ini akan mencapai puncak produksi pada tahun 2033 dengan kisaran produksi 25.276 BOPD. “Kami berharap semua pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan sepenuhnya atas pengembangan Lapangan Hidayah sehingga kontribusi-kontribusi yang kami perkirakan tersebut dapat segera terwujud,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/1). (Yetede)
Saham Batu Bara Jadi Pemberat IHSG
JAKARTA, ID – Saham-saham batu bara kembali ambles pada perdagangan Senin (9/1/2023), seiring masih kuatnya sentimen negatif dari rencana Tiongkok merelaksasi impor batu bara asal Australia. Tak ayal lagi, saham batu bara menjadi pemberat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin. Berdasarkan data BEI, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang penurunan indeks terbesar, yakni 4,85 poin, setelah merosot 1,2%. Kemudian, saham PT Astra International Tbk (ASII), pengendali perusahaan kontraktor dan pertambangan batu bara PT United Tractors Tbk (UNTR), turun 1,8% dan menyumbangkan penurunan indeks 4,7 poin, lalu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) 3,68 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 3,39 poin, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 1,49 poin, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 1,45 poin. (Yetede)
Tersebab Sentimen Suku Bunga
JAKARTA-EMas diperkirakan masih menjadi primadona di bursa komoditas dalam negeri pada tahun ini. Pergerakan positif dari akhir tahun lalu diperkirakan berlanjut. Direktur Utama Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, menyatakan, menyatakan emas mulai mengalami tren positif menjelang akhir 2022. Salah satu faktornya adalah sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS. "Emas sensitif terhadap pergerakan kenaikan tingkat suku bunga acuan," katanya kepada Tempo, kemarin 9 Januari 2023. Pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) pada Desember lalu memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis point. Popularitas emas tampak dari data transaksi ICDX 2022. Hingga pekan pertama Desember 2022, total volume transaksinya mencapai 571.416 Lot settled. Jumlah ini lebih dari setengah total volume transaksi untuk produk multilateral yang diperdagangkan ICDX. (Yetede)
Ekonomi China Membaik, Harga Minyak Bisa Kembali Melaju
Harga minyak sedikit melaju pasca melemah selama sepekan lalu. Senin (9/1), harga minyak mentah jenis WTI untuk pengiriman Februari 2023 naik 3,47% menjadi US$ 76,33 per barel. Namun angka tersebut menurun dari akhir tahun 2022 yang ada di US$ 80,12.
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, harga minyak mentah memang cukup tertekan akhir-akhir ini. Penyebabnya, musim dingin yang lebih hangat serta harga gas alam yang turun tajam dalam sebulan terakhir. Sentimen tersebut menyeret harga minyak mentah.
Founder
Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono berpendapat, tren jangka pendek dan menengah harga minyak tahun ini akan diwarnai kekhawatiran pasokan dan permintaan yang tidak seimbang. Arab Saudi bakal memangkas harga karena permintaan minyak mentah dalam jangka pendek tampaknya tidak sebesar dari proyeksi permintaan yang lesu.
Namun, Wahyu melihat, jika resesi bisa diantisipasi The Fed dengan menurunkan suku bunga dan memberi stimulus, maka hal sebaliknya bisa terjadi. "Ini bisa menjadi pelicin bagi pertumbuhan ekonomi global, sehingga dapat memacu permintaan minyak, dan pada akhirnya harga minyak berpotensi rebound," kata Wahyu, Senin (9/1).
Lukman menambahkan, pembukaan ekonomi di China yang dibayangi kekhawatiran kasus Covid-19 di China akan mempersulit harga minyak bergerak di atas US$ 80. "Apabila tidak ada pemangkasan produksi dari OPEC+ maka harga minyak di kuartal I-2023 di US$ 60-US$ 75," ucap dia.
Prioritas Penyaluran Tentukan Efektivitas Operasi Pasar
Pemerintah menugaskan Perum Bulog menggelar operasi pasar beras sepanjang 2023 dengan total penyaluran minimal 1,2 juta ton. Agar kebijakan ini efektif mengendalikan harga beras, operasi perlu memprioritaskan penyaluran ke kelompok masyarakat rentan miskin serta daerah dengan inflasi tinggi. Penugasan itu tertera dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) No 1/KS.02.02/K/I/2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras di Tingkat Konsumen Tahun 2023,yang berlaku sejak 4 Januari hingga 31 Desember 2023. Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras dalam keputusan itu merupakan amanat dari sejumlah regulasi tentang pangan, salah satunya Peraturan Badan Pangan Nasional No 15 Tahun 2022 tentang Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras, Jagung, dan Kedelai di Tingkat Konsumen, dimana batas gejolak harga beras sebesar 5 %. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, keputusan mengenai petunjuk pelaksanaan tersebut menjadi landasan Perum Bulog melaksanakan operasi pasar cadangan beras pemerintah. ”Pelaksanaan SPHP beras akan dilakukan di seluruh Indonesia disesuaikan dengan kondisi pasar. Pelaksanaannya juga memperhatikan harga penjualan harus sesuai dengan harga eceran yang telah ditetapkan sampai ke tingkat konsumen,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (9/1).
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah, menilai, operasi pasar sepanjang 2022 belum efektif karena rata-rata nasional harga beras naik secara konstan. Sepanjang 2022 rata-rata nasional harga beras naik hingga Rp 1.000 per kilogram. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata nasional harga beras medium di pasar tradisional per Senin (9/1) mencapai Rp 12.500-Rp 12.700 per kg, lebih tinggi dibandingkan dengan Januari 2022 yang berkisar Rp 11.500-Rp 11.700 per kg. ”Operasi pasar dapat memberikan efek psikologis bagi (pelaku) pasar beras karena menunjukkan kehadiran pemerintah (dalam mengendalikan harga dan pasokan),” katanya saat dihubungi, Senin (9/1). Agar operasi pasar efektif, ujarnya, pemerintah dan Bulog perlu menyiapkan strategi agar penyaluran beras diprioritaskan pada kelompok masyarakat yang rentan miskin. Kelompok ini tidak termasuk dalam penerima bantuan sosial dari pemerintah, tetapi sensitif terhadap kenaikan harga pangan. Selain itu, pemerintah dan Bulog dapat bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah agar memprioritaskan operasi ke daerah yang inflasinya tinggi. (Yoga)
China Bidik Proyek Energi di Afghanistan
Pemerintah Taliban memberi lampu hijau kepada perusahaan minyak China untuk mengelola minyak di cekungan Amu Darya, Afghanistan. Kontrak kerja sama ditandatangani pada Kamis (5/1). Menurut kantor berita Bakhtar News Agency, Minggu (8/1), Wakil PM Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar menyatakan, beberapa proyek sejenis telah disetujui Komisi Ekonomi. (Yoga)
Harga Pangan Dunia Terus Naik
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengeluarkan indeks pangan dunia.Perkiraannya, harga pangan global pada 2023 masih terus meningkat, setidaknya untuk setengah tahun pertama. Krisis energi dan hambatan rantai pasok menjadi penyebab paling berpengaruh. Laporan dirilis FAO secara daring di kantor utama di Roma, Italia, Jumat (6/1). FAO membagi pangan menjadi lima kategori, yaitu daging, susu beserta produk turunannya, gandum beserta biji-bijian, minyak goreng, dan gula. FAO mencatat harga pangan dunia tahun 2022 naik 14,3 % dibandingkan tahun 2021. FAO menjelaskan, di pertengahan tahun 2022 kenaikan harga drastis akibat pengaruh perang Rusia dengan Ukraina yang menyebabkan krisis energi di Eropa dan krisis pangan di negara-negara Afrika serta sejumlah negara di Asia. Apalagi, keran ekspor gandum, pupuk, dan minyak biji bunga matahari dari Rusia dan Ukraina sempat terhenti karena jalur Laut Hitam ditutup.
PBB dan Turki berusaha melobi dan menjembatani permasalahan ini sehingga menjelang akhir tahun 2022 ekspor gandum dan pupuk kembali berjalan. Berkat terbukanya keran ekspor ini, harga minyak goreng, gandum, dan beberapa jenis daging menurun. Namun, harga gula dan susu beserta produk turunannya naik. ”Di tengah inflasi ini, sungguh penting kesadaran setiap negara untuk memastikan ketahanan pangan global. Kita harus saling membantu memenuhi kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok,” kata Ekonom Utama FAO Maximo Torero, dikutip The Wall Street Journal. (Yoga)
Produksi CPO 2023 Diperkirakan Turun
Produksi CPO dan minyak inti sawit atau PKO pada 2023 diperkirakan turun. Hal itu merupakan imbas kenaikan harga pupuk yang mencapai dua kali lipat sejak tahun lalu dan peremajaan tanaman sawit. Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono, Kamis (5/1) mengatakan, produksi CPO dan PKO pada 2023 diperkirakan sekitar 49 juta ton. Volume produksi itu lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi CPO tiga tahun terakhir sebanyak 52 juta ton. ”Penurunan produksi itu tidak hanya lantaran siklus tahunan, tetapi juga karena kenaikan harga pupuk nonsubsidi hingga dua kali lipat harga di awal tahun 2022. Kenaikan harga pupuk itu merupakan dampak perang Rusia-Ukraina dan depresiasi nilai tukar rupiah,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta. Menurut Eddy, produsen dan importir pupuk mulai membatasi pembelian bahan baku pupuk dan pupuk. Mereka tidak berani menstok bahan baku pupuk atau pupuk terlalu banyak karena takut rugi mengingat nilai tukar rupiah masih bergejolak. Pembelian pupuk bersubsidi secara langsung mulai sulit dilakukan karena harus memesan terlebih dahulu dari jauh hari.
Mekanisme tersebut tidak terlalu menyulitkan pengusaha sawit besar. Akan tetapi, bagi sebagian besar petani sawit swadaya, mekanisme ini menjadi hambatan lantaran keterbatasan modal. Oleh karena itu, Gapki beharap pemerintah turut menjaga ketersediaan pupuk nonsubsidi. Sekjen SPKS Mansuetus Darto menuturkan, petani mulai menggunakan pupuk seadanya karena harganya jauh lebih murah, tanpa tahu kualitasnya seperti apa. Jika hal itu terus terjadi pada tahun ini, produksi tandan buah segar (TBS) akan berkurang sehingga berpengaruh pada penurunan produksi CPO dan PKO. Selain itu, penurunan produksi pada tahun ini juga dipengaruhi peremajaan tanaman kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit baru yang ditanam secara masif sejak dua tahun lalu masih belum berproduksi. ”Yang paling penting bagi petani saat ini adalah ketercukupan pupuk nonsubsidi yang harganya terjangkau. Pemerintah sebenarnya bisa menyubsidi pupuk tersebut dengan dana pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Subsidi itu khusus diberikan kepada petani skala kecil dan harus terkontrol penyalurannya,” tuturnya. (Yoga)
Blok Migas Aceh Dikelola Conrad Asia Energy
Dua blok minyak dan gas bumi yang terletak di lepas pantai bagian barat Aceh, dengan total potensi gas 13,4 triliun kaki kubik, resmi dikelola Conrad Asia Energy Ltd. CEO Conrad Asia Energy Ltd Miltos Xynogalas saat penandatanganan kontrak kerja sama, Kamis (5/1) di Jakarta, mengatakan, pihaknya antusias dengan penandatanganan kontrak tersebut karena menambah portofolio mereka. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









