;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Dampak Batubara, Jalan Rusak BebaniNegara Rp 1,2 Triliun

25 Jan 2023

Negara dibebani anggaran Rp 1,2 triliun untuk membenahi ratusan kilometer jalan rusak di Jambi akibat dilintasi ribuan angkutan batubara dengan muatan berlebih. Beban biaya yang besar itu tak sebanding dengan penerimaan negara dari hasil tambang tersebut yang hanya Rp 500 miliar. ”Masalah pengangkutan batubara di Jambi sudah terlalu membebani keuangan negara,” ujar A Bakri, anggota Komisi V DPR dari daerah pemilihan Provinsi Jambi, Selasa (24/1). Hasil penghitungan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, terdapat 200 km jalan nasional yang rusak berat, sedang, ataupun ringan. Kementerian Perhubungan mendata ada 9.296 angkutan batubara memadati jalan umum di Jambi. Kondisi itu juga menimbulkan kemacetan parah sehingga mengganggu aktivitas warga.

”Untuk membenahi jalan-jalan yang rusak akibat batubara, anggaran yang harus dikeluarkan sangat  besar. Ini artinya negara sudah menyubsidi (investasi) batubara,” ucap Bakri. Jalan nasional tersebut semestinya hanya untuk kepentingan pengangkutan orang dan barang umum, bukan untuk komoditas khusus. ”Pengangkutan batubara seharusnya melewati jalan khusus yang dibangun sendiri oleh pengusaha tambangnya,” tuturnya. Menurut Bakri, masifnya angkutan batubara di jalan-jalan umum telah berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan warga. Rencana pembangunan jalan khusus batubara  yang dijadwalkan baru selesai tahun 2024, menurut dia, terlalu lama. Warga tidak mungkin dibiarkan terus menjadi korban Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk cepat menerapkan sistem ganjil-genap bagi angkutan batubara jika melintasi jalan umum untuk mengurai kemacetan. (Yoga)


Konsorsium Bakri Bangun Kawasan Industri Nikel US$ 9 M

25 Jan 2023

JAKARTA, ID - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membentuk konsorsium dengan China Envision dan raksasa komoditas global Glencore bernama Indo-pacific Net-zero Battery-materials Consortium (INBC) untuk membangun kawasan industri (KI) nikel terpadu di Sulawesi. Proyek ini menelan investasi US$ 9 miliar. Di kawasan itu, akan dibangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel untuk menghasilkan nikel kelas satu atau battery grade (BG), bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). BG adalah material (prekursor) penting katoda baterai EV bersama lithium, kobalt, mangan/aluminium. Selain itu, konsorsium Bakrie berniat membangun pabrik sel baterai dengan memanfaatkan prekursor katoda dari smelter yang ada. Itu artinya, ekosistem baterai EV akan hadir di kawasan itu. Seiring dengan itu, Bakrie berencana mengakuisisi tambang nikel di Sulawesi untuk memasok bijih nikel ke smelter di KI tersebut. (Yetede)

Mengantisipasi Kenaikan Harga Pangan

24 Jan 2023

Harga pangan dunia tahun 2023 diperkirakan masih tinggi. Negara-negara harus bersiap menjaga ketahanan pangan, terutama di dalam negerinya. Setidaknya ada empat faktor, menurut analisis IMF yang diterbitkan 9 Desember 2022, yang memengaruhi harga pangan. Penurunan panen dunia, kenaikan 1 % suku bunga Bank Sentral AS menurunkan harga pangan 13 % setelah 3 bulan; kenaikan harga pupuk; dan kenaikan harga minyak bumi. Faktor penting lain ialah iklim. La Nina yang membawa banyak hujan di kawasan sekitar Pasifik menunjukkan tanda mulai melemah. Bagi Indonesia dan negara yang langsung dipengaruhi sistem pemanasan air laut Samudra Pasifik, masa tiga tahun berkelimpahan air akan berakhir. Dunia harus mengantisipasi beberapa tahun ke depan periode iklim lebih kering dan dampaknya terhadap produksi pangan. Pandemi Covid-19 memengaruhi produksi dan distribusi pangan. Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan kejutan pada produksi dan distribusi gandum yang memengaruhi harga komoditas pangan lain.

Boikot negara Barat pada Rusia menaikkan harga energi, termasuk gas yang memengaruhi harga pupuk. Rusia adalah produsen pupuk kalium terbesar dunia. Konsekuensi berikut, tindakan beberapa negara mengonversi pangan menjadi bahan bakar nabati untuk mengurangi tekanan kenaikan harga energi. Saat ini pengusaha tahu dan tempe kita resah karena harga kedelai naik 2,94 % secara bulanan dan 6,84 % secara tahunan di pasar internasional. Kenaikan harga ini ditransfer ke dalam negeri dengan kenaikan lebih besar. Kita juga perlu mewaspadai kenaikan harga internasional yang bisa memakan waktu satu tahun untuk dirasakan di pasar konsumen akhir. Untuk menjaga ketahanan pangan, pilihannya adalah memproduksi sendiri atau mengimpor atau gabungan keduanya. Untuk memproduksi sendiri, yang diperlukan adalah kemauan politik karena faktor lain tersedia. Kita memiliki benih yang baik, teknologi dan lahan tersedia, serta yang terpenting adalah pasar. Pasar kita besar sebagai penghela produksi pangan. Apalagi kebutuhan kedelai kita sebagian besar dipenuhi melalui impor. (Yoga)


Ekspor Batu Bara : Keyakinan Tinggi Emas Hitam Indonesia

24 Jan 2023

Rencana China yang ingin membuka kembali keran impor batu bara dari Australia di tengah upaya penerapan wajib pasok domestik untuk komoditas itu di Negeri Kanguru tidak akan meredam ‘panasnya’ ekspor emas hitam asal Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan target ekspor batu bara tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan tingginya permintaan di pasar global.Apalagi, perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung membuat sejumlah negara Eropa kembali meningkatkan konsumsi batu bara agar bisa menjamin pemenuhan kebutuhan energi.Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan ekspor batu bara mencapai 517,7 juta ton. Jumlah tersebut naik sekitar 4,11% dari target tahun lalu yang dipatok 497,25 juta ton.Peningkatan target ekspor itu juga sejalan dengan naiknya target produksi batu bara pada tahun ini yang menjadi 694,5 juta ton, serta target wajib pasok domestik (domestic market obligation/DMO) sebanyak 176,8 juta ton. Kepercayaan diri tersebut juga muncul karena dilatarbelakangi oleh meningkatkan permintaan batu bara dari sejumlah negara yang menjadi pasar nontradisional bagi Indonesia, seperti negara-negara di kawasan Eropa.Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF). Ketua IMEF Singgih Widagdo mengatakan bahwa permintaan batu bara asal Tanah Air masih akan tetap tinggi pada tahun ini. Saat ini, produksi batu bara Australia sekitar 590 juta ton per tahun, dengan penggunaan untuk pasar domestik 129 juta ton. Adapun, alokasi ekspor steam coal Australia di pasar dunia sekitar 196 juta ton.Pemerintah Negara Bagian di Australia, seperti New South Wales yang menjadi produsen batu bara terbesar kedua di Negeri Kanguru berencana menerapkan skema baru perdagangan batu bara, di mana penambang lokal perlu menyisihkan 7%—10% untuk cadangan dalam negeri.

Pertamina Kembangkan Ekosistem Baterai EV

24 Jan 2023

JAKARTA, ID – PT Pertamina terus turut berperan secara signifikan dalam mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Didukung oleh ketersediaan infrastruktur, Pertamina juga ikut mengoptimalkan sumber daya di dalam negeri, salah satunya nikel. Kami yakin dengan cadangan nikel di Indonesia, kami bisa memproduksi baterai dan meningkatkan penetrasi EV,” Nicke Widyawati di Paviliun Indonesia, World Economic Forum, di Davos, akhir pekan lalu. Menurutnya, Pertamina memiliki infrastruktur yang bisa dioptimalkan untuk penetrasi EV serta memiliki data segmentasi karakteristik, mobilitas, dan kemampuan membeli. Selain itu, Pertamina juga memiliki lebih dari 7.400 SPBU, 6.100 Pertashop, dan 63.000 outlet LPG. Pertamina juga siap berkolaborasi dengan pihak lain dari berbagai negara untuk mengembangkan baterai EV dan mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki. (Yetede)

Kisah Kedelai Negeri Messi dan Jokowi

23 Jan 2023

Inilah kisah kedelai di negeri Lionel Messi dan Presiden Jokowi. Yang satu mendorong ekspor, satunya lagi bergantung impor. Yang satu mengeluarkan kebijakan soybean dollar, satunya lagi mengganti selisih harga pembelian kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe. Hampir setiap awal tahun harga kedelai dunia naik. Perang Rusia-Ukraina semakin melambungkan harga kedelai dunia ke titik tertinggi, tembus di level 17 USD per gantang pada Maret, April, dan Mei 2022. Meski trennya turun, harga kedelai masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari 2023 ini, harganya berada di kisaran 15 USD per gantang. Saat ini, mata uang negeri pemenang Piala Dunia 2022 itu tengah terdepresiasi. Tak hanya itu, tanaman kedelai terancam kekeringan akibat mundurnya musim hujan. Departemen Pertanian AS (USDA) menurunkan perkiraan produksi kedelai Argentina di Januari 2023 sebesar 4 juta ton menjadi 45,5 juta ton. Kementerian Ekonomi Argentina memperkirakan bakal kehilangan pendapatan dari kedelai sebesar 10 miliar USD. Banyak petani Argentina yang mengutamakan menyimpan kedelai untuk cadangan pangan. Padahal permintaan kedelai dari China tengah meningkat untuk memenuhi kebutuhan Imlek.

Di sisi lain, Argentina membutuhkan tambahan USD untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya, yakni peso. Oleh karena itu, negeri Lionel Messi ini mengeluarkan kebijakan “dollar kedelai” (soybean dollar). Para petani yang mau mengekspor kedelai akan diberi insentif nilai tukar eksklusif, yaitu 200 peso per USD. Saat kebijakan itu digulirkan pada September 2022, nilai tukar peso di level 165 peso per USD. Kebijakan itu terus dilanjutkan pada 28 November 2022-6 Januari 2023. Nilai tukar eksklusif dinaikkan menjadi 230 peso per USD. Hasilnya, per 3 Januari 2023, sebanyak 78,9 % hasil panen kedelai pada triwulan IV-2022 telah diekspo, lebih rendah dibandingkan periode sama 2021 di 80 %. Sama seperti Argentina, Indonesia tengah bergelut dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD dan menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. Per 20 Januari 2023, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.121 per USD. Untuk meredam depresiasi dan inflasi, pemerintah dan otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan bank sentral, menjaring devisa hasil ekspor yang disimpan eksportir di luar negeri, mengimpor beras dan kedelai masing-masing 500.000 ton dan 350.000 ton, hingga memberikan subsidi selisih harga kedelai impor. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, aturan bantuan penggantian selisih harga tanpa persyaratan tengah digodok. Meskipun begitu, Kemendag akan mengupayakan program itu bisa berlanjut tahun ini karena harga kedelai impor masih tinggi. Melalui program itu, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu-tempe bisa Rp 11.000 per kg-Rp 12.000 per kg  ujarnya melalui siaran pers, Jumat (20/1) malam. (Yoga)


Tata Ulang Subsidi Elpiji 3 Kilogram

23 Jan 2023

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Minggu (22/1) mengatakan, pihaknya meminta pemerintah menata ulang skema subsidi elpiji 3 kilogram menyusul dibatalkannya program konversi kompor elpiji ke kompor listrik. Penataan ulang itu menyangkut kevalidan data penerima subsidi elpiji. ”Selain itu, subsidi sebaiknya diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak, bukan pada subsidi harga,” ujarnya. (Yoga)

Beras Impor Mulai Masuk Pasar

23 Jan 2023

JAKARTA-Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai menggelontorkan beras impor ke pasar pada pekan lalu. Ini adalah pertama kalinya beras impor yang didatangkan sejak akhir Desember 2022 itu di salurkan di pasar. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan,  beras impor baru bisa didistribusikan karena harus diaudit lebih dahulu agar jumlahnya sesuai. "Kalau sudah sesuai baru kami edarkan," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini, Jumat, 20 Januari 2023. Bulog mulai mengimpor beras dari berbagai negara pada Desember 2022 sebanyak 200 ribu ton. Pengiriman beras tahap pertama  itu akhirnya selesai  pada Jumat lalu, kemudian langsung digelontorkan  dengan target 100 ribu ton ke pasar. Setelah tahap pertama, pada awal 2023, Bulog akan kembali mendatangkan 300 ribu ton beras. Saat ini, 15 ribu ton diantaranya diklaim telah tiba di Tanah Air. (Yetede)

Maju Mundur Tenggat Impor

23 Jan 2023

JAKARTA-Realisasi impor beras Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diwarnai maju-mundur tenggat izin dari Kementerian Perdagangan Zulkifli Hasan belakangan memberi kelonggaran bagi Bulog untuk mengimpor beras hingga pertengahan Februari 2023, dari tenggat sebelumnya akhir Januari 2023. "Bulog mengatakan 16 Februari terakhir (impor beras), ya, sudah enggak apa-apa," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, Kamis pekan lalu. Zulkifli sudah beberapa kali mengubah batas waktu impor beras. Mulanya, ia menetapkan keran impor beras akan dibuka hingga akhir Maret 2023, namun kemudian, pada Januari lalu, Zulkifli memajukan tenggat impor hingga akhir Januari lantaran masa panen raya akan dimulai pada Februari mendatang. Ia berujar, pada masa panen raya akan dimulai pada Februari mendatang. (Yetede)

Getah Gaharu Jadi Buruan Warga di Kalteng

23 Jan 2023

Pasar hasil hutan bukan kayu di Kalimantan Tengah bergeliat. Kini, getah pohon gaharu (Aquilaria malaccensis) diburu karena bernilai puluhan juta. Maret Bantap (24), warga Desa Kubung, Kecamatan Delang, Lamandau, menjual 2 kilogram getah gaharu senilai Rp 86 juta hasil berburu di hutan selama satu minggu. ”Mencari di hutan, kami hanya ambil getahnya. Pohonnya tidak ditebang,” ujarnya, Minggu (22/1). (Yoga)