;

Emas Kembali Berpendar Jika The Fed Tak Lagi Agresif

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 12 Jan 2023 Kontan (H)
Emas Kembali Berpendar Jika The Fed Tak Lagi Agresif

Harga emas kembali mengkilap di awal tahun ini. Namun, tren kenaikan harga emas belum akan berlangsung lama. Arah bunga bank sentral global hingga kondisi geopolitik akan menjadi penggerak harga emas sepanjang tahun ini. Rabu (11/01) harga emas di pasar spot sempat mencapai US$ 1.886,60 per ons troi. Ini level harga tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Tapi per 22.30 WIB, harga emas kembali turun ke US$ 1.871,15 per ons troi. Analis menilai tren naik harga emas bisa berlanjut dalam jangka pendek. Tapi, kenaikan akan terhenti usai rapat bank sentral Amerika Serikat awal Februari nanti. Alasannya, menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, The Fed akan kembali menaikkan Fed fund rate (FFR). Sepanjang tahun ini kenaikan mungkin sekitar 75-100 basis poin (bps). Kebijakan ini tidak menguntungkan bagi emas. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf juga sepakat, kenaikan bunga akan membuat investor meninggalkan emas. Ini karena emas bukan aset yang memberi imbal hasil layaknya US  treasury atau aset yang dikeluarkan oleh pemerintah. Proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih suram memaksa investor merotasi dana dan mencari aset aman seperti emas. Tapi kondisi ini bisa berubah jika The Fed agresif menaikkan bunga. Permintaan emas secara musiman pun masih besar, terutama saat perayaan Imlek dan Diwali. Karena itu, Alwi menilai, harga emas bisa terus naik tahun ini, dengan catatan tidak ada kenaikan bunga yang agresif.

Tags :
#Emas
Download Aplikasi Labirin :