Lingkungan Hidup
( 5781 )Kisah Kedelai Negeri Messi dan Jokowi
Inilah kisah kedelai di negeri Lionel Messi dan Presiden Jokowi. Yang satu mendorong ekspor, satunya lagi bergantung impor. Yang satu mengeluarkan kebijakan soybean dollar, satunya lagi mengganti selisih harga pembelian kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe. Hampir setiap awal tahun harga kedelai dunia naik. Perang Rusia-Ukraina semakin melambungkan harga kedelai dunia ke titik tertinggi, tembus di level 17 USD per gantang pada Maret, April, dan Mei 2022. Meski trennya turun, harga kedelai masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari 2023 ini, harganya berada di kisaran 15 USD per gantang. Saat ini, mata uang negeri pemenang Piala Dunia 2022 itu tengah terdepresiasi. Tak hanya itu, tanaman kedelai terancam kekeringan akibat mundurnya musim hujan. Departemen Pertanian AS (USDA) menurunkan perkiraan produksi kedelai Argentina di Januari 2023 sebesar 4 juta ton menjadi 45,5 juta ton. Kementerian Ekonomi Argentina memperkirakan bakal kehilangan pendapatan dari kedelai sebesar 10 miliar USD. Banyak petani Argentina yang mengutamakan menyimpan kedelai untuk cadangan pangan. Padahal permintaan kedelai dari China tengah meningkat untuk memenuhi kebutuhan Imlek.
Di sisi lain, Argentina membutuhkan tambahan USD untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya, yakni peso. Oleh karena itu, negeri Lionel Messi ini mengeluarkan kebijakan “dollar kedelai” (soybean dollar). Para petani yang mau mengekspor kedelai akan diberi insentif nilai tukar eksklusif, yaitu 200 peso per USD. Saat kebijakan itu digulirkan pada September 2022, nilai tukar peso di level 165 peso per USD. Kebijakan itu terus dilanjutkan pada 28 November 2022-6 Januari 2023. Nilai tukar eksklusif dinaikkan menjadi 230 peso per USD. Hasilnya, per 3 Januari 2023, sebanyak 78,9 % hasil panen kedelai pada triwulan IV-2022 telah diekspo, lebih rendah dibandingkan periode sama 2021 di 80 %. Sama seperti Argentina, Indonesia tengah bergelut dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD dan menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. Per 20 Januari 2023, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.121 per USD. Untuk meredam depresiasi dan inflasi, pemerintah dan otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan bank sentral, menjaring devisa hasil ekspor yang disimpan eksportir di luar negeri, mengimpor beras dan kedelai masing-masing 500.000 ton dan 350.000 ton, hingga memberikan subsidi selisih harga kedelai impor. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, aturan bantuan penggantian selisih harga tanpa persyaratan tengah digodok. Meskipun begitu, Kemendag akan mengupayakan program itu bisa berlanjut tahun ini karena harga kedelai impor masih tinggi. Melalui program itu, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu-tempe bisa Rp 11.000 per kg-Rp 12.000 per kg ujarnya melalui siaran pers, Jumat (20/1) malam. (Yoga)
Tata Ulang Subsidi Elpiji 3 Kilogram
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Minggu (22/1) mengatakan, pihaknya meminta pemerintah menata ulang skema subsidi elpiji 3 kilogram menyusul dibatalkannya program konversi kompor elpiji ke kompor listrik. Penataan ulang itu menyangkut kevalidan data penerima subsidi elpiji. ”Selain itu, subsidi sebaiknya diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak, bukan pada subsidi harga,” ujarnya. (Yoga)
Beras Impor Mulai Masuk Pasar
JAKARTA-Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai menggelontorkan beras impor ke pasar pada pekan lalu. Ini adalah pertama kalinya beras impor yang didatangkan sejak akhir Desember 2022 itu di salurkan di pasar. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, beras impor baru bisa didistribusikan karena harus diaudit lebih dahulu agar jumlahnya sesuai. "Kalau sudah sesuai baru kami edarkan," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini, Jumat, 20 Januari 2023. Bulog mulai mengimpor beras dari berbagai negara pada Desember 2022 sebanyak 200 ribu ton. Pengiriman beras tahap pertama itu akhirnya selesai pada Jumat lalu, kemudian langsung digelontorkan dengan target 100 ribu ton ke pasar. Setelah tahap pertama, pada awal 2023, Bulog akan kembali mendatangkan 300 ribu ton beras. Saat ini, 15 ribu ton diantaranya diklaim telah tiba di Tanah Air. (Yetede)
Maju Mundur Tenggat Impor
JAKARTA-Realisasi impor beras Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diwarnai maju-mundur tenggat izin dari Kementerian Perdagangan Zulkifli Hasan belakangan memberi kelonggaran bagi Bulog untuk mengimpor beras hingga pertengahan Februari 2023, dari tenggat sebelumnya akhir Januari 2023. "Bulog mengatakan 16 Februari terakhir (impor beras), ya, sudah enggak apa-apa," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, Kamis pekan lalu. Zulkifli sudah beberapa kali mengubah batas waktu impor beras. Mulanya, ia menetapkan keran impor beras akan dibuka hingga akhir Maret 2023, namun kemudian, pada Januari lalu, Zulkifli memajukan tenggat impor hingga akhir Januari lantaran masa panen raya akan dimulai pada Februari mendatang. Ia berujar, pada masa panen raya akan dimulai pada Februari mendatang. (Yetede)
Getah Gaharu Jadi Buruan Warga di Kalteng
Pasar hasil hutan bukan kayu di Kalimantan Tengah bergeliat. Kini, getah pohon gaharu (Aquilaria malaccensis) diburu karena bernilai puluhan juta. Maret Bantap (24), warga Desa Kubung, Kecamatan Delang, Lamandau, menjual 2 kilogram getah gaharu senilai Rp 86 juta hasil berburu di hutan selama satu minggu. ”Mencari di hutan, kami hanya ambil getahnya. Pohonnya tidak ditebang,” ujarnya, Minggu (22/1). (Yoga)
Target Produksi Migas Seret
Target produksi minyak dan gas siap jual, yang disebut lifting, seret sepanjang 2022. Hal itu berarti hilangnya kesempatan menikmati kenaikan harga migas dunia. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, di Jakarta, Rabu (18/1) menginformasikan seretnya lifting. Untuk minyak bumi, besaran lifting sepanjang 2022 sebesar 612.300 barel per hari atau 87,1 % target. Lifting juga seret untuk gas bumi sepanjang 2022, yakni 5.347 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,2 % target.Lifting gas bumi ini juga di bawah capaian 2021 di 5.505 MMSCFD. Seretnya lifting migas bukan hal baru. Anggota Komisi VII DPR, Yulian Gunhar, pada 6 Desember 2022, menyampaikan informasi lifting yang seret tiga tahun terakhir. ”Pada 2020, lifting minyak 707.000 barel per hari. Pada 2021 mencapai 680.000 barel per hari, dan sampai September 2022 baru mencapai 610.100 barel per hari,” kata Gunhar. Tahun 2022, lifting seret di tengah naiknya investasi migas.
Ini bisa dimaklumi karena ada proses waktu sejak investasi diteken hingga produksi bisa dilakukan. Lifting seret, atau investasi terlambat, juga sering terdengar puluhan tahun ini, terlihat dari penurunan produksi disebabkan force majeure (hal tak terduga) sebagai penyebab, yakni pada masa pandemi Covid-19. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada 18 Januari 2022 menyebutkan, pada 2021 kegiatan pengeboran sumur terhalang pandemi Covid-19, khususnya varian Omicron, yang menghalangi kegiatan di hulu migas. Pekerja tidak bisa bekerja penuh waktu ketika itu. Selebihnya ada alasan klasik, sumur menua, pipa-pipa korosif, hingga pengadaan alat-alat pengeboran yang tidak gampang. Juga ada masalah medan pengeboran yang berat, seperti kedalaman pengeboran berbiaya mahal, sehingga membutuhkan insentif. Ada masalah pembebasan lahan, pengembangan pemipaan untuk penyaluran, hingga masalah perundang-undangan. (Yoga)
Risiko Hulu Migas Mesti Terpetakan
Capaian produksi hulu minyak dan gas bumi pada 2022 yang belum sesuai harapan perlu direspons dengan sejumlah perbaikan, seperti terkait data dan perizinan. Berdasarkan laporan kinerja SKK Migas, realisasi produksi siap jual (lifting) tahun 2022 sebanyak 612.300 barel per hari atau 87,1 % target APBN 2022, lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2021 sebesar 660.300 barel per hari. Adapun realisasi salur gas bumi 2022 sebanyak 5.347 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,2 % target serta di bawah capaian 2021 sebesar 5.505 MMSCFD. Sementara itu, rasio pemulihan cadangan (reserve replacement ratio/RRR) pada 2022 mencapai 156 %, biaya produksi yang dipulihkan (cost recovery) sebesar 7,8 miliar USD, penerimaan negara 18,19 miliar USD, dan investasi 12,3 miliar USD. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, Kamis (19/1) mengatakan, secara alamiah, penurunan produksi wajar jika belum ditemukan sumur-sumur baru. Investasi 12,3 miliar USD pada 2022 masih didominasi kategori produksi sebanyak 8 miliar USD. Sementara eksplorasi 0,8 miliar USD, pengembangan 2,7 miliar USD, dan administrasi 0,87 miliar USD.
”Kuncinya pada eksplorasi. (Di hulu migas) Menanam itu pada eksplorasi. Kalau tidak pernah menanam, maka tak pernah memanen. Sementara porsi yang digunakan untuk menanam kecil. Memang sudah ada peningkatan (naik dari 0,6 miliar USD pada 2021), seharusnya ditingkatkan lagi,” kata Komaidi. Upaya peningkatan investasi pada eksplorasi, imbuhnya, bisa dilakukan dengan meminimalkan risiko, seperti perbaikan data dan kemudahan perizinan oleh pemerintah. ”Perlu diusahakan agar risikonya lebih terpetakan sehingga (investor) yang menanam investasi lebih percaya diri,” lanjutnya. Staf pengajar dan Ketua Jurusan Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta, Topan Herianto, berpendapat, diperlukan sinkronisasi antara perencanaan dan operasi. Evaluasi komprehensif juga diperlukan. Ia pun menilai, kurangnya eksplorasi pada cekungan yang prospektif juga memberi pengaruh langsung. ”Pengendalian biaya, evaluasi keberhasilan, dan evaluasi kegagalan perlu terus dilakukan. Kegiatan eksplorasi juga harus masif agar cadangan tidak habis. Fleksibilitas bagi hasil antara gross split atau cost recovery mungkin menjadi peluang, tetapi penetapan revisi UU Migas saatini masih berlarut,” ujar Topan. (Yoga)
Subsidi Kedelai Belum Jelas
Harga kedelai dunia terus naik sejak awal tahun ini sehingga membuat harga kedelai impor di dalam negeri tetap tinggi. Pemerintah belum memutuskan kelanjutan program subsidi kedelai impor, baik besaran maupun mekanisme penyalurannya. Trading Economics mencatat, kedelai berjangka diperda- gangkan 15,23 USD per gantang pada Kamis (19/1). Dengan satu gantang setara 27,2 kg dan kurs Jisdor Rp 15.113 per USD, harga kedelai berjangka itu Rp 8.462 per kg. Harga tersebut naik 2,94 % secara bulanan dan 6,84 % secara tahunan. Tren kenaikan harga itu dipicu perkiraan penurunan produksi kedelai di AS, Argentina, dan Brasil serta peningkatan permintaan dari China. Hal itu juga disebabkan kekhawatiran pasar terhadap hambatan ekspor biji-bijian akibat perang Rusia-Ukraina. Di dalam negeri, harga rata-rata nasional kedelai impor berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan kebutuhan Pokok Kemendag, per 18 Januari 2023, sebesar Rp 15.200 per kg. Harga itu naik 0,66 % dari awal tahun. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Kamis, mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kelanjutan program penggantian selisih harga kedelai impor bagi produsen tempe/tahu.
Usulan itu akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kemenko Bidang Perekonomian. ”Dalam rakortas nanti, besaran dan mekanisme subsidi juga akan dibahas dan ditentukan. Kita lihat nanti kemungkinan yang lebih sederhana, tetapi tetap tertata dan terkelola dengan baik,” kata Arief ketika dihubungi dari Jakarta. Tahun lalu, pemerintah meyubsidi selisih harga kedelai impor Rp 1.000 per kg. Subsidi diberikan kepada produsen tempe/tahu anggota koperasi melalui Bulog. Pada tahun ini, Mendag Zulkifli Hasan usul agar subsidi diberikan langsung kepada importir. Untuk menstabilkan harga kedelai, pemerintah juga me- nugaskan Bulog mengimpor 350.000 ton kedelai. Dari jumlah itu, Bulog baru merealisasikan impor kedelai 56.000 ton dari AS melalui importir swasta. Kedelai impor itu akan dijual kepada produsen tempe/tahu Rp 12.000 per kg atau sesuai dengan harga acuan penjualan (HAP). Ketentuan soal harga itu diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional No 11/2022 tentang HAP di Tingkat Konsumen untuk Komoditas Kedelai, Bawang Merah, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Daging Sapi/Kerbau, dan Gula Konsumsi. Selain impor, Badan Pangan Nasional bersama Kementan dan pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. (Yoga)
Sungai Surut, Harga Kebutuhan Pokok Naik
Surutnya Sungai Mahakam di bagian hulu menaikkan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalitim. Harga beras 25 kilogram mencapai Rp 800.000 dan isi ulang elpiji 12 kilogram Rp 500.000. Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun, Kamis (19/1) mengatakan, barang-barang menjadi mahal karena distribusi sulit akibat sungai yang surut. Pembangunan jalan mendesak dilakukan. (Yoga)
PHR Temukan Cadangan Minyak Ribuan Barel
JAKARTA, ID - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memulai kegiatan pengeboran dengan hasil sangat memuaskan di awal tahun 2023. Dalam dua minggu pertama ini, PHR berhasil menemukan potensi kandungan minyak dan memproduksi ribuan barel cadangan minyak baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Dari 592 target sumur di 2023, terdapat empat sumur andalan yang tengah menjadi perhatian karena memiliki cadangan minyak cukup besar yaitu di Lapangan Minas, Petani, Benar, dan Bekasap yang menghasilkan antara 1.000 sampai dengan 1.400 barel per hari. Sumur-sumur ini otomatis menjadi prioritas dalam kegiatan pengeboran karena berada di atas rata-rata target awal ratusan barel per sumur. Keempat sumur yang menjadi ‘primadona’ di awal tahun ini berada di sekitar lapangan yang telah ada sebelumnya (existing). Namun berkat kejelian dan survei yang agresif, PHR berhasil menemukan potensi minyak pada lapisan-lapisan yang sebelumnya belum teridentifikasi. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









