Kisah Kedelai Negeri Messi dan Jokowi
Inilah kisah kedelai di negeri Lionel Messi dan Presiden Jokowi. Yang satu mendorong ekspor, satunya lagi bergantung impor. Yang satu mengeluarkan kebijakan soybean dollar, satunya lagi mengganti selisih harga pembelian kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe. Hampir setiap awal tahun harga kedelai dunia naik. Perang Rusia-Ukraina semakin melambungkan harga kedelai dunia ke titik tertinggi, tembus di level 17 USD per gantang pada Maret, April, dan Mei 2022. Meski trennya turun, harga kedelai masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari 2023 ini, harganya berada di kisaran 15 USD per gantang. Saat ini, mata uang negeri pemenang Piala Dunia 2022 itu tengah terdepresiasi. Tak hanya itu, tanaman kedelai terancam kekeringan akibat mundurnya musim hujan. Departemen Pertanian AS (USDA) menurunkan perkiraan produksi kedelai Argentina di Januari 2023 sebesar 4 juta ton menjadi 45,5 juta ton. Kementerian Ekonomi Argentina memperkirakan bakal kehilangan pendapatan dari kedelai sebesar 10 miliar USD. Banyak petani Argentina yang mengutamakan menyimpan kedelai untuk cadangan pangan. Padahal permintaan kedelai dari China tengah meningkat untuk memenuhi kebutuhan Imlek.
Di sisi lain, Argentina membutuhkan tambahan USD untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya, yakni peso. Oleh karena itu, negeri Lionel Messi ini mengeluarkan kebijakan “dollar kedelai” (soybean dollar). Para petani yang mau mengekspor kedelai akan diberi insentif nilai tukar eksklusif, yaitu 200 peso per USD. Saat kebijakan itu digulirkan pada September 2022, nilai tukar peso di level 165 peso per USD. Kebijakan itu terus dilanjutkan pada 28 November 2022-6 Januari 2023. Nilai tukar eksklusif dinaikkan menjadi 230 peso per USD. Hasilnya, per 3 Januari 2023, sebanyak 78,9 % hasil panen kedelai pada triwulan IV-2022 telah diekspo, lebih rendah dibandingkan periode sama 2021 di 80 %. Sama seperti Argentina, Indonesia tengah bergelut dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD dan menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. Per 20 Januari 2023, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.121 per USD. Untuk meredam depresiasi dan inflasi, pemerintah dan otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan bank sentral, menjaring devisa hasil ekspor yang disimpan eksportir di luar negeri, mengimpor beras dan kedelai masing-masing 500.000 ton dan 350.000 ton, hingga memberikan subsidi selisih harga kedelai impor. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, aturan bantuan penggantian selisih harga tanpa persyaratan tengah digodok. Meskipun begitu, Kemendag akan mengupayakan program itu bisa berlanjut tahun ini karena harga kedelai impor masih tinggi. Melalui program itu, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu-tempe bisa Rp 11.000 per kg-Rp 12.000 per kg ujarnya melalui siaran pers, Jumat (20/1) malam. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023