;

Target Produksi Migas Seret

Lingkungan Hidup Yoga 20 Jan 2023 Kompas
Target Produksi Migas Seret

Target produksi minyak dan gas siap jual, yang disebut lifting, seret sepanjang 2022. Hal itu berarti hilangnya kesempatan menikmati kenaikan harga migas dunia. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, di Jakarta, Rabu (18/1) menginformasikan seretnya lifting. Untuk minyak bumi, besaran lifting sepanjang 2022 sebesar 612.300 barel per hari atau 87,1 % target. Lifting juga seret untuk gas bumi sepanjang 2022, yakni 5.347 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,2 % target.Lifting gas bumi ini juga  di bawah capaian 2021 di 5.505 MMSCFD. Seretnya lifting migas bukan hal baru. Anggota Komisi VII DPR, Yulian Gunhar, pada 6 Desember 2022, menyampaikan informasi lifting yang seret tiga tahun terakhir. ”Pada 2020, lifting minyak 707.000 barel per hari. Pada 2021 mencapai 680.000 barel per hari, dan sampai September 2022 baru mencapai 610.100 barel per hari,” kata Gunhar. Tahun 2022, lifting  seret di tengah naiknya investasi migas.

Ini bisa dimaklumi karena ada  proses waktu sejak investasi diteken hingga produksi bisa dilakukan. Lifting seret, atau investasi  terlambat, juga sering terdengar puluhan tahun ini, terlihat dari penurunan produksi disebabkan force majeure (hal tak terduga) sebagai penyebab, yakni pada masa pandemi Covid-19. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada 18 Januari 2022 menyebutkan, pada 2021 kegiatan pengeboran sumur terhalang pandemi Covid-19, khususnya varian Omicron, yang menghalangi kegiatan di hulu migas. Pekerja tidak bisa bekerja penuh waktu ketika itu. Selebihnya ada alasan klasik, sumur menua, pipa-pipa korosif, hingga pengadaan alat-alat pengeboran yang tidak gampang. Juga ada masalah medan pengeboran yang berat, seperti kedalaman pengeboran berbiaya mahal, sehingga membutuhkan insentif. Ada masalah pembebasan lahan, pengembangan pemipaan untuk penyaluran, hingga masalah perundang-undangan. (Yoga)


Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :