Harga Pangan Dunia Terus Naik
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengeluarkan indeks pangan dunia.Perkiraannya, harga pangan global pada 2023 masih terus meningkat, setidaknya untuk setengah tahun pertama. Krisis energi dan hambatan rantai pasok menjadi penyebab paling berpengaruh. Laporan dirilis FAO secara daring di kantor utama di Roma, Italia, Jumat (6/1). FAO membagi pangan menjadi lima kategori, yaitu daging, susu beserta produk turunannya, gandum beserta biji-bijian, minyak goreng, dan gula. FAO mencatat harga pangan dunia tahun 2022 naik 14,3 % dibandingkan tahun 2021. FAO menjelaskan, di pertengahan tahun 2022 kenaikan harga drastis akibat pengaruh perang Rusia dengan Ukraina yang menyebabkan krisis energi di Eropa dan krisis pangan di negara-negara Afrika serta sejumlah negara di Asia. Apalagi, keran ekspor gandum, pupuk, dan minyak biji bunga matahari dari Rusia dan Ukraina sempat terhenti karena jalur Laut Hitam ditutup.
PBB dan Turki berusaha melobi dan menjembatani permasalahan ini sehingga menjelang akhir tahun 2022 ekspor gandum dan pupuk kembali berjalan. Berkat terbukanya keran ekspor ini, harga minyak goreng, gandum, dan beberapa jenis daging menurun. Namun, harga gula dan susu beserta produk turunannya naik. ”Di tengah inflasi ini, sungguh penting kesadaran setiap negara untuk memastikan ketahanan pangan global. Kita harus saling membantu memenuhi kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok,” kata Ekonom Utama FAO Maximo Torero, dikutip The Wall Street Journal. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023