;

Ekonomi China Membaik, Harga Minyak Bisa Kembali Melaju

Ekonomi China Membaik, Harga Minyak Bisa Kembali Melaju

Harga minyak sedikit melaju pasca melemah selama sepekan lalu. Senin (9/1), harga minyak mentah jenis WTI untuk pengiriman Februari 2023 naik 3,47% menjadi US$ 76,33 per barel. Namun angka tersebut menurun dari akhir tahun 2022 yang ada di US$ 80,12. Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, harga minyak mentah memang cukup tertekan akhir-akhir ini. Penyebabnya, musim dingin yang lebih hangat serta harga gas alam yang turun tajam dalam sebulan terakhir. Sentimen tersebut menyeret harga minyak mentah. Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono berpendapat, tren jangka pendek dan menengah harga minyak tahun ini akan diwarnai kekhawatiran pasokan dan permintaan yang tidak seimbang. Arab Saudi bakal memangkas harga karena permintaan minyak mentah dalam jangka pendek tampaknya tidak sebesar dari proyeksi permintaan yang lesu. Namun, Wahyu melihat, jika resesi bisa diantisipasi The Fed dengan menurunkan suku bunga dan memberi stimulus, maka hal sebaliknya bisa terjadi. "Ini bisa menjadi pelicin bagi pertumbuhan ekonomi global, sehingga dapat memacu permintaan minyak, dan pada akhirnya harga minyak berpotensi rebound," kata Wahyu, Senin (9/1). Lukman menambahkan, pembukaan ekonomi di China yang dibayangi kekhawatiran kasus Covid-19 di China akan mempersulit harga minyak bergerak di atas US$ 80. "Apabila tidak ada pemangkasan produksi dari OPEC+ maka harga minyak di kuartal I-2023 di US$ 60-US$ 75," ucap dia.

Download Aplikasi Labirin :