Prioritas Penyaluran Tentukan Efektivitas Operasi Pasar
Pemerintah menugaskan Perum Bulog menggelar operasi pasar beras sepanjang 2023 dengan total penyaluran minimal 1,2 juta ton. Agar kebijakan ini efektif mengendalikan harga beras, operasi perlu memprioritaskan penyaluran ke kelompok masyarakat rentan miskin serta daerah dengan inflasi tinggi. Penugasan itu tertera dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) No 1/KS.02.02/K/I/2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras di Tingkat Konsumen Tahun 2023,yang berlaku sejak 4 Januari hingga 31 Desember 2023. Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras dalam keputusan itu merupakan amanat dari sejumlah regulasi tentang pangan, salah satunya Peraturan Badan Pangan Nasional No 15 Tahun 2022 tentang Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras, Jagung, dan Kedelai di Tingkat Konsumen, dimana batas gejolak harga beras sebesar 5 %. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, keputusan mengenai petunjuk pelaksanaan tersebut menjadi landasan Perum Bulog melaksanakan operasi pasar cadangan beras pemerintah. ”Pelaksanaan SPHP beras akan dilakukan di seluruh Indonesia disesuaikan dengan kondisi pasar. Pelaksanaannya juga memperhatikan harga penjualan harus sesuai dengan harga eceran yang telah ditetapkan sampai ke tingkat konsumen,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (9/1).
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah, menilai, operasi pasar sepanjang 2022 belum efektif karena rata-rata nasional harga beras naik secara konstan. Sepanjang 2022 rata-rata nasional harga beras naik hingga Rp 1.000 per kilogram. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata nasional harga beras medium di pasar tradisional per Senin (9/1) mencapai Rp 12.500-Rp 12.700 per kg, lebih tinggi dibandingkan dengan Januari 2022 yang berkisar Rp 11.500-Rp 11.700 per kg. ”Operasi pasar dapat memberikan efek psikologis bagi (pelaku) pasar beras karena menunjukkan kehadiran pemerintah (dalam mengendalikan harga dan pasokan),” katanya saat dihubungi, Senin (9/1). Agar operasi pasar efektif, ujarnya, pemerintah dan Bulog perlu menyiapkan strategi agar penyaluran beras diprioritaskan pada kelompok masyarakat yang rentan miskin. Kelompok ini tidak termasuk dalam penerima bantuan sosial dari pemerintah, tetapi sensitif terhadap kenaikan harga pangan. Selain itu, pemerintah dan Bulog dapat bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah agar memprioritaskan operasi ke daerah yang inflasinya tinggi. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023