Tersebab Sentimen Suku Bunga
JAKARTA-EMas diperkirakan masih menjadi primadona di bursa komoditas dalam negeri pada tahun ini. Pergerakan positif dari akhir tahun lalu diperkirakan berlanjut. Direktur Utama Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, menyatakan, menyatakan emas mulai mengalami tren positif menjelang akhir 2022. Salah satu faktornya adalah sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS. "Emas sensitif terhadap pergerakan kenaikan tingkat suku bunga acuan," katanya kepada Tempo, kemarin 9 Januari 2023. Pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) pada Desember lalu memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis point. Popularitas emas tampak dari data transaksi ICDX 2022. Hingga pekan pertama Desember 2022, total volume transaksinya mencapai 571.416 Lot settled. Jumlah ini lebih dari setengah total volume transaksi untuk produk multilateral yang diperdagangkan ICDX. (Yetede)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Pasar Dalam Tekanan
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023