Lingkungan Hidup
( 5820 )Waspada Manipulasi Bansos Menjelang Pemilu
FORUM TJS INDUSTRI HULU MIGAS 2023 : SKK Migas Ajak Perusahaan Migas Kelola PPM Berbasis Keberlanjutan
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengajak para pelaku industri migas menyiapkan beragam program pengembangan masyarakat agar memberikan dampak positif yang lebih berkelanjutan. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Rikky Rahmat Firdaus mengatakan bahwa selama beroperasi di wilayah Sumbagut, SKK Migas telah menyelenggarakan sejumlah program pengembangan masyarakat (PPM) di lima provinsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah. Pengembangan UMKM menjadi salah satu materi PPM yang dilaksanakan di wilayah Sumbagut. Masyarakat difasilitasi pengembangan batik, kerajinan, hingga kuliner sesuai dengan potensinya.
Sebagai bagian dari upaya mengajak para pelaku industri migas agar semakin giat mengembangkan program PPM, SKK Migas menggelar Forum Tanggung Jawab Sosial (TJS)/Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Industri Hulu Migas 2023. Forum ini menjadi wadah semua elemen berbagai ide dan inovasi tentang implementasi program pengembangan masyarakat (PPM). Menurut Rikky, Forum TJS menjadi ajang refleksi pelaku usaha di industri migas, sekaligus sebagai wadah mengimplementasikan aspirasi dari stakeholder agar program PPM terus berjalan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rikky melanjutkan, ada tiga milestone penting yang belum ada di tempat lain dan hanya dilakukan oleh SKK Migas - KKKS Wilayah Sumbagut. Ketiganya mencakup Forum Stakeholder - Northern Sumatra Forum, Karya Buku Etnografi “Dinamika Masyarakat” yang telah terbit untuk referensi sosial investor/praktisi migas, dan Penghargaan PPM Award bagi Program Unggulan dan CDO Terbaik.SKK Migas juga menggelar Anugerah Program Pengembangan Masyakarat Terbaik dalam Forum Tanggung Jawab Sosial (TJS)/Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Industri Hulu Migas 2023.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yanin Kholison, mengatakan bahwa praktik yang baik dan tidak baik dari program TJS harus disaring. Program yang baik dapat menjadi inspirasi dan percontohan, sedangkan yang kurang baik musti diperbaiki.Dalam Forum TJS/PPM Industri Hulu Migas 2023, SKK Migas juga menggelar agenda Photo dan Reels Competition. Lomba ini diikuti oleh 241 pendaftar, dengan total 216 peserta yang berpartisipasi melalui 456 karya yang dikumpulkan.
Alarm Ekspor Nonmigas
Ekspor nonmigas Indonesia terus menunjukkan tren penurunan
sejak Oktober 2022. Perlambatan ekonomi dan permintaan global juga masih berpotensi
menekan kinerja ekspor. Nilai ekspor nonmigas pada Oktober 2023, menurut BPS,
adalah 20,78 miliar USD, naik 7,42 % dibandingkan September 2023, tetapi
turun11,36 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ekspor
nonmigas yang menyumbang 72,37 % total ekspor ini menyebabkan nilai ekspor Indonesia
per Oktober 2023 turun 10,43 % dibandingkan periode sama 2022, menjadi 22,15
miliar USD, kendati meningkat 6,76 % dibandingkan September 2023. Secara
kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2023, yakni 214,41 miliar
USD, juga turun 12,15 % dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022, dengan
ekspor nonmigas turun 12,74 %.
Penurunan nilai ekspor Indonesia yang lebih dipicu oleh penurunan
harga komoditas ketimbang volume ini tampaknya sejalan dengan fenomena
normalisasi harga komoditas global. Harga komoditas di pasar dunia sempat
melonjak ke rekor tertinggi pada 2022, terutama sebagai akibat disrupsi rantai pasok
global menyusul perang Rusia-Ukraina dan Covid-19. Berlanjutnya tekanan
terhadap ekspor masih harus terus kita waspadai, terutama dengan masih
tingginya ketidakpastian dan perlambatan ekonomi dunia karena bisa menekan pertumbuhan
ekonomi nasional. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,7 % di
triwulan II menjadi 4,94 % di triwulan III-2023 (terendah dalam dua tahun terakhir)
juga karena kontraksi ekspor, selain akibat melemahnya konsumsi rumah tangga. Melambatnya
pertumbuhan ekonomi global menyebabkan turunnya pula permintaan barang dan
jasa.
Dari sisi fundamental, kinerja ekspor Indonesia selama ini menunjukkan
rapuhnya posisi kita karena masih sangat tingginya ketergantungan kita pada
ekspor komoditas sehingga rentan terhadap fluktuasi dan gejolak harga komoditas
global. Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi ekspor, hal yang
sudah lama kita sadari, tetapi belum sepenuhnya berhasil kita lakukan hingga
sekarang. Alarm lain yang perlu kita perhatikan adalah pertumbuhan ekonomi kita
yang semakin didominasi sektor jasa, sedangkan sektor industri pengolahan terus
menurun, sejalan dengan tren deindustrialisasi yang terjadi sejak 2002. (Yoga)
Tantangan Berat Industri Nikel
JAKARTA,ID-Industri nikel menghadapi tantangan berat pada 2023, seiring turunnya harga komoditas ini di pasar global hingga 35%, dipicu penurunan permintan dari industri baja tahan karat dan mobil listrik (electric vehicle/VE). Selain itu, pasokan nikel dari Indonesia terus bertambah, menyusul megaekspansi yang dilakukan para pemain asal China. Berdasarkan data tradingeconomics.com, harga nikel jebol dibawah sejak 2021. Dalam setahun terakhir, harga nikel merosot 29% menjadi US$ 17.160 per ton dari US$ 24.262 per ton. Adapun secara year on date (ytd) harga nikel anjlok 35% dari sebelumnya US$ 26.557 per ton. Dengan harga nikel di level US$ 18 ribu per ton sekitar sepertiga pemain nikel di Indonesia akan mencetak kas negatif. Kemudian, jika harga nikel melorot lagi menjadi US% 15 ribu per ton, sebanyak 40% pemain nikel di Indonesia akan masuk ke jurang kerugian. (Yetede)
Hilirisasi, 'Jalan Ninja' Menggenjot Kinerja Ekspor
ENERGI BARU TRANSISI ENERGI
Upaya pemerintah melaksanakan transisi energi mendapatkan tambahan tenaga setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Pascabertemu Presiden Joseph R. Biden, Indonesia dipastikan membawa pulang komitmen investasi miliaran dolar AS untuk salah satu aksi penanggulangan perubahan iklim tersebut.Kementerian Luar Negeri menyampaikan setidaknya ada enam dokumen kerja sama antarpemerintah (government-to-government/GtG) yang disepakati, termasuk kesepakatan pembentukan comprehensive strategic partnership, kerja sama di bidang kesehatan, ESDM, maritim, dan kebudayaan.Khusus untuk dunia bisnis, ada kesepakatan kerja sama dengan total nilai US$25,85 miliar guna mempercepat transisi energi melalui investasi pembangunan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), pengembangan kilang petrokimia, pengolahan nikel untuk baterai kendaraan listrik, serta pembangunan modul dan panel surya di Tanah Air.
Bahkan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga memastikan percepatan realisasi pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang sudah disepakati sejak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 di Bali. Kemitraan tersebut nantinya bakal memobilisasi pendanaan hingga US$20 miliar dari publik dan swasta.
Presiden Jokowi pun merasa senang dengan komitmen ExxonMobil mengembangkan fasilitas CCS dan kilang petrokimia di Indonesia. Saat bertemu dengan Chairman ExxonMobil Corporation Darren Woods, Jokowi berharap investasi tersebut bisa membantu Indonesia memenuhi target net zero emission.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan pemerintah akan memfasilitasi rencana investasi ExxonMobil di Indonesia, karena perusahaan asal Negeri Paman Sam itu juga ingin mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur hijau di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.Dalam pengembangan fasilitas CCS, ExxonMobil menggandeng PT Pertamina (Persero) agar bisa mengoptimalkan potensi di Laut Jawa dengan potensi penyimpanan CO2 hingga 3 giga ton. Jack P. Williams, Senior Vice President ExxonMobil Corporation berharap kerja sama yang dilakukan oleh pihaknya dan Pertamina bisa mengurangi emisi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan seluruh kawasan.Hal senada disampaikan Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall yang menyebut rencana kerja sama itu bakal meningkatkan pertumbuhan industri domestik, serta kapasitas penangkapan karbon di Asia Pasifi k.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, proyek tersebut berpeluang untuk menyimpan CO2 di wilayah strategis, dengan pengembangan CCS Hub di wilayah Jawa yang dekat dengan lokasi industri.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pentingnya kepastian kebijakan dan regulasi dalam proses realisasi investasi AS di Indonesia yang biasanya dilakukan untuk jangka panjang.
Mengawal Penyerapan Gas Bumi
Gas bumi sebagai komoditas energi yang diyakini menjembatani transisi energi bersih memiliki peran sentral di Indonesia. Jumlah cadangan gas yang sedemikian besar merupakan tumpuan keberhasilan Indonesia untuk menyediakan energi hijau bagi masyarakat dan dunia. Keberlimpahan sumber daya alam ini tentu saja menguntungkan Indonesia. Kebutuhan gas nasional berlimpah bahkan di beberapa wilayah di Tanah Air mengalami surplus gas hingga 10 tahun mendatang. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia 2023—2032, kebutuhan gas nasional sangat cukup hingga 2032. Kebutuhan gas ini dapatkan dari sejumlah proyek gas dan pasokan gas potensial. Dalam beberapa tahun mendatang, beberapa kargo liquified natural gas (LNG) dari Blok Tangguh, Blok Masela, dan Bontang direncanakan untuk mendukung transisi energi nasional. Guna mendorong optimalisasi gas bumi, pemerintah menerapkan sejumlah mekanisme penting a.l. mendorong produksi di sejumlah lapangan kerja minyak dan gas (migas), mengembangkan lapangan konvensional dan nonkonvensional, sekaligus peningkatan produksi melalui workover dan enhanced gas recovery (EGR). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), 68% produksi gas diserap oleh pasar domestik. Pemerintah tidak ketinggalan mengembangkan infrastruktur gas di seluruh wilayah Indonesia. Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun tengah berburu calon pembeli gas alam cair yang belum terkontrak untuk jangka waktu hingga 10 tahun ke depan guna. Langkah ini ditempuh untuk memastikan keseimbangan neraca gas nasional. Pemerintah meyakini bahwa seluruh LNG yang belum terkontrak dapat terserap di dalam negeri, seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) dalam waktu dekat. Berdasarkan data SKK Migas, produksi LNG pada 2030 diproyeksikan berada di level 432,6 kargo. Sementara itu, kontrak LNG domestik dan ekspor tidak banyak bergeser, masing-masing di level 62 kargo dan 66 kargo.
EMITEN BATU BARA : Produksi SMMT Menyusut
Emiten tambang batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) mencetak produksi batu bara sebesar 1,95 juta ton hingga 9 bulan 2023.Direktur Utama Golden Eagle Energy Budi Susanto mengatakan SMMT mencetak volume produksi hingga 1,95 juta ton, atau turun 20% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,44 juta ton.SMMT mencetak volume penjualan yang turun menjadi sebesar 1,96 juta ton sampai kuartal III/2023. Volume penjualan ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,25 juta ton.Sementara itu, untuk proyeksi harga batu bara, Direktur SMMT Denny Kusmayadi menuturkan SMMT melihat memang terjadi penurunan harga batu bara pada 2023 dibanding 2022 dan 2021. Meski demikian, SMMT memperkirakan di akhir tahun ini akan terjadi peningkatan harga batu bara.
Dia memerinci, harga batu bara pada sisa 2023 masih akan berada di atas US$60 per ton. Sementara itu, pada 2024, SMMT memperkirakan harga batu bara melandai dengan menyentuh level US$59,2 per ton, dan turun kembali ke level US$40 per ton sampai kuartal III/2024.
Pada perkembangan lain, SMMT merombak susunan direksi dan komisaris setelah diakuisisi oleh PT Geo Energy Investama. Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), pemegang saham SMMT menyetujui pengangkatan Ng See Young sebagai Komisaris Utama, Yanto Melati sebagai Komisaris, dan Komisaris Independen Richard Ong.Selain itu, Budi Susanto menjabat sebagai Direktur Utama SMMT menggantikan Roza Permana Putra. SMMT juga mengangkat dua direksi lainnya, yakni Yuliana, dan Denny Kusmayadi.
Kopi Bintang Lima dari Tangan Kaki Lima
Empat gerobak kopi diparkir di sisi jalan kompleks
perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di dalam boks gerobak itu
tersusun minuman kopi robusta racikan barista. Sungguh-sungguh ibarat di mal
atau kedai kopi langganan penikmat kopi kalangan menengah ke atas. Senin (13/11)
siang itu, suhu udara melampaui 32 derajat celsius. Sejak pagi, penjual kopi
yang kebanyakan anak muda menunggu kehadiran pembeli. Ada pelanggan setia dan
ada yang kebetulan melintas. Benny (23), pedagang kopi dari salah satu merek
berjejaring, menuturkan, kurang dari tiga jam, ia berhasil menjual 100 gelas
kopi. Harga per gelas Rp 8.000 untuk kopi susu biasa atau dicampur es. Mayoritas
pembeli adalah pegawai kantoran setempat. Ada juga tamu dari luar daerah yang
hendak mengikuti acara di sekitar tempat itu.
“Ada pejabat, seperti anggota DPR, yang mau ke situ,” kata
Benny menunjuk gedung berwarna merah putih, kantor KPK itu hanya berjarak beberapa
ratus meter dari tempat berjualannya. Benny pun bergurau, pejabat yang hendak
ke kantor KPK memang butuh kopi agar lebih fokus ketika menjawab pertanyaan
dari penyidik. Menurut Benny, tren menjual kopi premium di jalanan mulai ramai
satu tahun belakangan. Metode tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran
untuk mendekati pelanggan. Produsen minuman memilih keluar dari mal atau kedai
kopi yang selama ini dirasakan eksklusif bagi kalangan menengah ke atas. ”Kita
berusaha mendekati pelanggan. Pelanggan tidak perlu susah-susah menembus
kemacetan hanya untuk menikmati kopi di mal atau kedai. Pelanggan tidak lagi
bayar parkir. Harga kopi di sini juga jauh lebih murah dibandingkan di mal atau
kedai kopi premium,” kata Benny.
Deni Hardimansyah (39), salah satu karyawan swasta yang bekerja
di kawasan Kuningan, Jaksel, memilih kopi keliling premium sejak dua bulan yang
lalu. Dalam sehari, ia bisa meminum kopi sebanyak dua sampai tiga gelas. Ia
memilih kopi keliling premium lantaran kemasannya lebih mudah dibawa ke mana saja,
seperti saat menongkrong ataupun ke kantor. Kemasannya yang menggunakan gelas
plastik bertutup itu berbeda dengan kopi keliling biasa yang hanya menggunakan
gelas plastik tanpa tutupan. Deni tidak mempersoalkan lingkungan tempat ia
membeli kopi keliling premium. Ia tidak meminum kopinya di lokasi, tetapi
menikmatinya di tempat yang nyaman. Dari sisi rasa, menurut Deni, kopi keliling
premium tidak kalah dengan kopi yang dijual di gerai dengan harga yang lebih mahal.
Begitu mudahnya penikmat kopi merasakan kopi bintang lima dari tangan para
pedagang kaki lima. (Yoga)
HATI-HATI KENDALIKAN HARGA PANGAN
Harga sejumlah pangan dan pakan di dalam negeri tidak aman
dan harus segera dikendalikan. Namun, pengendalian harga itu harus benar-benar berhati-hati
dan terukur agar tidak merugikan produsen ataupun konsumen. Dalam Rapat
Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta,
Senin (13/11) Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian, Edy
Priyono menyatakan hal itu. Berdasarkan data Kantor Staf Presiden, per 10
November 2023 terdapat satu komoditas yang kenaikan harganya perlu diwaspadai,
yakni telur ayam. Harga komoditas itu Rp 28.800 per kg atau 6,67 % di atas
harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp
27.000 per kg.
Selain itu, terdapat tujuh komoditas pangan dan pakan yang
harganya tidak aman., yaitu jagung pakan, beras medium, cabai merah, cabai rawit,
bawang putih, bawang merah, dan gula pasir. Harga jagung pakan, tembus Rp 7.140
per kg atau 42,8 % di atas HAP Rp 5.000 per kg. Begitu juga beras medium yang
harganya Rp 14.700 per kg atau 28,95 % dari rata-rata HET di tingkat konsumen
Rp 11.400 per kg. Edy menjelaskan, kenaikan harga telur ayam memang sudah di
atas HAP, namun masih dalam kategori ”waspada” bukan ”tidak aman” lantaran
mempertimbangkan kondisi peternak ayam petelur rakyat yang memasok 70 %
kebutuhan telur nasional. Saat ini mereka tengah menikmati kenaikan harga telur
setelah beberapa kali harga komoditas itu rendah dan terimbas kenaikan harga
pakan. Hal serupa, berlaku untuk jagung pakan dan beras.
Saat ini harga kedua komoditas itu memang melambung tinggi.
Namun, ada aspirasi dari petani padi dan jagung yang meminta agar harga gabah
dan jagung tidak ditekan terlalu rendah. Kondisi tersebut memang cukup dilematis.
Di satu sisi, petani dan peternak tengah menikmati kenaikan harga. Di sisi
lain, kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut jangan sampai membebani
konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. ”Oleh karena itu, pengendalian
harga sejumlah komoditas itu harus berhati-hati. Dibutuhkan kebijaksanaan
tertentu agar petani dan peternak menikmati keuntungan yang lebih dari
biasanya. Namun, jika harganya melambung terlau tinggi, mau tidak mau harus segera
diturunkan, tetapi jangan sampai terlalu rendah,” kata Edy. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









