;

Menadah Untung dari Anak Usaha

Menadah Untung dari Anak Usaha
Prospek PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dinilai tetap positif di tengah terjadinya gejolak harga energi. Anak  usaha, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang sukses menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sentimen positif. Perbaikan kinerja bisnis petrokimia juga akan mendorong kinerja. BREN merupakan anak perusahaan BRPT dengan kepemilikan 66,67% saham yang fokus pada sektor panas bumi. BREN saat ini mengoperasikan tiga wilayah kerja panas bumi (Salak, Wayang Windu, dan Darajat) dengan total kapasitas uap dan listrik 885 megawatt (MW). Ini mencapai 38% dari kapasitas panas bumi Indonesia dan menjadikan BREN sebagai operator panas bumi terbesar di Indonesia dan terbesar keempat di dunia. "TPIA sebagai pasar pemimpin dalam industri petrokimia Indonesia, serta pemulihan ekonomi global, khususnya Tiongkok, akan jadi beberapa faktor yang diperkirakan akan mendukung bisnis BRPT di bisnis petrokimia," ujar analis Samuel Sekuritas, Yosua Zisokhi dalam riset September 2023. Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu), Cheril Tanuwijaya mengatakan,  prospek BRPT salah satunya didorong upaya peningkatan kapasitas produksi di masa depan dengan membuat pabrik caustic soda dan ethylene dichloride. "Apalagi ada IPO BREN juga yang terbukti sukses," ujarnya, Kamis (9/11). Lalu, melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA) telah meneken Letter of Intent (LoI) bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Kerjasama ini untuk pengembangan industri hulu aluminium dan percepatan ekosistem kendaraan listrik domestik. Analis JP Morgan, Arnanto Januri melihat, pergerakan BRPT mengungguli IHSG sebesar 64% sepanjang Agustus-September 2023, terutama didorong IPO BREN. Namun BRPT telah berkinerja buruk di bawah IHSG sebesar 15% sejak IPO BREN pada tanggal 9 Oktober, meski saham BREN telah meningkat lebih besar 4,5 kali sejak IPO.
Download Aplikasi Labirin :