Lingkungan Hidup
( 5781 )ENERGI BARU TRANSISI ENERGI
Upaya pemerintah melaksanakan transisi energi mendapatkan tambahan tenaga setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Pascabertemu Presiden Joseph R. Biden, Indonesia dipastikan membawa pulang komitmen investasi miliaran dolar AS untuk salah satu aksi penanggulangan perubahan iklim tersebut.Kementerian Luar Negeri menyampaikan setidaknya ada enam dokumen kerja sama antarpemerintah (government-to-government/GtG) yang disepakati, termasuk kesepakatan pembentukan comprehensive strategic partnership, kerja sama di bidang kesehatan, ESDM, maritim, dan kebudayaan.Khusus untuk dunia bisnis, ada kesepakatan kerja sama dengan total nilai US$25,85 miliar guna mempercepat transisi energi melalui investasi pembangunan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), pengembangan kilang petrokimia, pengolahan nikel untuk baterai kendaraan listrik, serta pembangunan modul dan panel surya di Tanah Air.
Bahkan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga memastikan percepatan realisasi pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang sudah disepakati sejak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 di Bali. Kemitraan tersebut nantinya bakal memobilisasi pendanaan hingga US$20 miliar dari publik dan swasta.
Presiden Jokowi pun merasa senang dengan komitmen ExxonMobil mengembangkan fasilitas CCS dan kilang petrokimia di Indonesia. Saat bertemu dengan Chairman ExxonMobil Corporation Darren Woods, Jokowi berharap investasi tersebut bisa membantu Indonesia memenuhi target net zero emission.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan pemerintah akan memfasilitasi rencana investasi ExxonMobil di Indonesia, karena perusahaan asal Negeri Paman Sam itu juga ingin mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur hijau di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.Dalam pengembangan fasilitas CCS, ExxonMobil menggandeng PT Pertamina (Persero) agar bisa mengoptimalkan potensi di Laut Jawa dengan potensi penyimpanan CO2 hingga 3 giga ton. Jack P. Williams, Senior Vice President ExxonMobil Corporation berharap kerja sama yang dilakukan oleh pihaknya dan Pertamina bisa mengurangi emisi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan seluruh kawasan.Hal senada disampaikan Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall yang menyebut rencana kerja sama itu bakal meningkatkan pertumbuhan industri domestik, serta kapasitas penangkapan karbon di Asia Pasifi k.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, proyek tersebut berpeluang untuk menyimpan CO2 di wilayah strategis, dengan pengembangan CCS Hub di wilayah Jawa yang dekat dengan lokasi industri.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pentingnya kepastian kebijakan dan regulasi dalam proses realisasi investasi AS di Indonesia yang biasanya dilakukan untuk jangka panjang.
Mengawal Penyerapan Gas Bumi
Gas bumi sebagai komoditas energi yang diyakini menjembatani transisi energi bersih memiliki peran sentral di Indonesia. Jumlah cadangan gas yang sedemikian besar merupakan tumpuan keberhasilan Indonesia untuk menyediakan energi hijau bagi masyarakat dan dunia. Keberlimpahan sumber daya alam ini tentu saja menguntungkan Indonesia. Kebutuhan gas nasional berlimpah bahkan di beberapa wilayah di Tanah Air mengalami surplus gas hingga 10 tahun mendatang. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia 2023—2032, kebutuhan gas nasional sangat cukup hingga 2032. Kebutuhan gas ini dapatkan dari sejumlah proyek gas dan pasokan gas potensial. Dalam beberapa tahun mendatang, beberapa kargo liquified natural gas (LNG) dari Blok Tangguh, Blok Masela, dan Bontang direncanakan untuk mendukung transisi energi nasional. Guna mendorong optimalisasi gas bumi, pemerintah menerapkan sejumlah mekanisme penting a.l. mendorong produksi di sejumlah lapangan kerja minyak dan gas (migas), mengembangkan lapangan konvensional dan nonkonvensional, sekaligus peningkatan produksi melalui workover dan enhanced gas recovery (EGR). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), 68% produksi gas diserap oleh pasar domestik. Pemerintah tidak ketinggalan mengembangkan infrastruktur gas di seluruh wilayah Indonesia. Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun tengah berburu calon pembeli gas alam cair yang belum terkontrak untuk jangka waktu hingga 10 tahun ke depan guna. Langkah ini ditempuh untuk memastikan keseimbangan neraca gas nasional. Pemerintah meyakini bahwa seluruh LNG yang belum terkontrak dapat terserap di dalam negeri, seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) dalam waktu dekat. Berdasarkan data SKK Migas, produksi LNG pada 2030 diproyeksikan berada di level 432,6 kargo. Sementara itu, kontrak LNG domestik dan ekspor tidak banyak bergeser, masing-masing di level 62 kargo dan 66 kargo.
EMITEN BATU BARA : Produksi SMMT Menyusut
Emiten tambang batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) mencetak produksi batu bara sebesar 1,95 juta ton hingga 9 bulan 2023.Direktur Utama Golden Eagle Energy Budi Susanto mengatakan SMMT mencetak volume produksi hingga 1,95 juta ton, atau turun 20% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,44 juta ton.SMMT mencetak volume penjualan yang turun menjadi sebesar 1,96 juta ton sampai kuartal III/2023. Volume penjualan ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,25 juta ton.Sementara itu, untuk proyeksi harga batu bara, Direktur SMMT Denny Kusmayadi menuturkan SMMT melihat memang terjadi penurunan harga batu bara pada 2023 dibanding 2022 dan 2021. Meski demikian, SMMT memperkirakan di akhir tahun ini akan terjadi peningkatan harga batu bara.
Dia memerinci, harga batu bara pada sisa 2023 masih akan berada di atas US$60 per ton. Sementara itu, pada 2024, SMMT memperkirakan harga batu bara melandai dengan menyentuh level US$59,2 per ton, dan turun kembali ke level US$40 per ton sampai kuartal III/2024.
Pada perkembangan lain, SMMT merombak susunan direksi dan komisaris setelah diakuisisi oleh PT Geo Energy Investama. Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), pemegang saham SMMT menyetujui pengangkatan Ng See Young sebagai Komisaris Utama, Yanto Melati sebagai Komisaris, dan Komisaris Independen Richard Ong.Selain itu, Budi Susanto menjabat sebagai Direktur Utama SMMT menggantikan Roza Permana Putra. SMMT juga mengangkat dua direksi lainnya, yakni Yuliana, dan Denny Kusmayadi.
Kopi Bintang Lima dari Tangan Kaki Lima
Empat gerobak kopi diparkir di sisi jalan kompleks
perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di dalam boks gerobak itu
tersusun minuman kopi robusta racikan barista. Sungguh-sungguh ibarat di mal
atau kedai kopi langganan penikmat kopi kalangan menengah ke atas. Senin (13/11)
siang itu, suhu udara melampaui 32 derajat celsius. Sejak pagi, penjual kopi
yang kebanyakan anak muda menunggu kehadiran pembeli. Ada pelanggan setia dan
ada yang kebetulan melintas. Benny (23), pedagang kopi dari salah satu merek
berjejaring, menuturkan, kurang dari tiga jam, ia berhasil menjual 100 gelas
kopi. Harga per gelas Rp 8.000 untuk kopi susu biasa atau dicampur es. Mayoritas
pembeli adalah pegawai kantoran setempat. Ada juga tamu dari luar daerah yang
hendak mengikuti acara di sekitar tempat itu.
“Ada pejabat, seperti anggota DPR, yang mau ke situ,” kata
Benny menunjuk gedung berwarna merah putih, kantor KPK itu hanya berjarak beberapa
ratus meter dari tempat berjualannya. Benny pun bergurau, pejabat yang hendak
ke kantor KPK memang butuh kopi agar lebih fokus ketika menjawab pertanyaan
dari penyidik. Menurut Benny, tren menjual kopi premium di jalanan mulai ramai
satu tahun belakangan. Metode tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran
untuk mendekati pelanggan. Produsen minuman memilih keluar dari mal atau kedai
kopi yang selama ini dirasakan eksklusif bagi kalangan menengah ke atas. ”Kita
berusaha mendekati pelanggan. Pelanggan tidak perlu susah-susah menembus
kemacetan hanya untuk menikmati kopi di mal atau kedai. Pelanggan tidak lagi
bayar parkir. Harga kopi di sini juga jauh lebih murah dibandingkan di mal atau
kedai kopi premium,” kata Benny.
Deni Hardimansyah (39), salah satu karyawan swasta yang bekerja
di kawasan Kuningan, Jaksel, memilih kopi keliling premium sejak dua bulan yang
lalu. Dalam sehari, ia bisa meminum kopi sebanyak dua sampai tiga gelas. Ia
memilih kopi keliling premium lantaran kemasannya lebih mudah dibawa ke mana saja,
seperti saat menongkrong ataupun ke kantor. Kemasannya yang menggunakan gelas
plastik bertutup itu berbeda dengan kopi keliling biasa yang hanya menggunakan
gelas plastik tanpa tutupan. Deni tidak mempersoalkan lingkungan tempat ia
membeli kopi keliling premium. Ia tidak meminum kopinya di lokasi, tetapi
menikmatinya di tempat yang nyaman. Dari sisi rasa, menurut Deni, kopi keliling
premium tidak kalah dengan kopi yang dijual di gerai dengan harga yang lebih mahal.
Begitu mudahnya penikmat kopi merasakan kopi bintang lima dari tangan para
pedagang kaki lima. (Yoga)
HATI-HATI KENDALIKAN HARGA PANGAN
Harga sejumlah pangan dan pakan di dalam negeri tidak aman
dan harus segera dikendalikan. Namun, pengendalian harga itu harus benar-benar berhati-hati
dan terukur agar tidak merugikan produsen ataupun konsumen. Dalam Rapat
Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta,
Senin (13/11) Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian, Edy
Priyono menyatakan hal itu. Berdasarkan data Kantor Staf Presiden, per 10
November 2023 terdapat satu komoditas yang kenaikan harganya perlu diwaspadai,
yakni telur ayam. Harga komoditas itu Rp 28.800 per kg atau 6,67 % di atas
harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp
27.000 per kg.
Selain itu, terdapat tujuh komoditas pangan dan pakan yang
harganya tidak aman., yaitu jagung pakan, beras medium, cabai merah, cabai rawit,
bawang putih, bawang merah, dan gula pasir. Harga jagung pakan, tembus Rp 7.140
per kg atau 42,8 % di atas HAP Rp 5.000 per kg. Begitu juga beras medium yang
harganya Rp 14.700 per kg atau 28,95 % dari rata-rata HET di tingkat konsumen
Rp 11.400 per kg. Edy menjelaskan, kenaikan harga telur ayam memang sudah di
atas HAP, namun masih dalam kategori ”waspada” bukan ”tidak aman” lantaran
mempertimbangkan kondisi peternak ayam petelur rakyat yang memasok 70 %
kebutuhan telur nasional. Saat ini mereka tengah menikmati kenaikan harga telur
setelah beberapa kali harga komoditas itu rendah dan terimbas kenaikan harga
pakan. Hal serupa, berlaku untuk jagung pakan dan beras.
Saat ini harga kedua komoditas itu memang melambung tinggi.
Namun, ada aspirasi dari petani padi dan jagung yang meminta agar harga gabah
dan jagung tidak ditekan terlalu rendah. Kondisi tersebut memang cukup dilematis.
Di satu sisi, petani dan peternak tengah menikmati kenaikan harga. Di sisi
lain, kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut jangan sampai membebani
konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. ”Oleh karena itu, pengendalian
harga sejumlah komoditas itu harus berhati-hati. Dibutuhkan kebijaksanaan
tertentu agar petani dan peternak menikmati keuntungan yang lebih dari
biasanya. Namun, jika harganya melambung terlau tinggi, mau tidak mau harus segera
diturunkan, tetapi jangan sampai terlalu rendah,” kata Edy. (Yoga)
Capai Rekor, Batubara Indonesia Kuasai Dunia
Laju ekspor batubara Indonesia menjulang. Ini nampak dari data Kpler, perusahaan data dan analisis global. Kpler menempatkan Indonesia sebagai penguasa ekspor komoditas emas hitam di dunia.
Merujuk analisis data logistik pengapalan, Kpler melaporkan, volume ekspor batubara Indonesia tembus 413 juta ton per Oktober 2023. Volume ekspor itu mengalami lonjakan 11,5% dari periode sama tahun sebelumnya atau
year on year
(yoy) yang sebesar 371,08 juta metrik ton.
engan volume ekspor terbesar di dunia, Indonesia kini menguasai 50% pasar ekspor batubara dunia.
Menurut Kpler, ada tiga negara utama yang menjadi negara tujuan ekspor batubara Indonesia. Yakni, China sebesar 183 juta ton, India 82 juta ton dan Filipina 30 juta ton.
Data yang dirilis Kpler ini cukup mengejutkan di tengah tren penurunan harga batubara di pasar ekspor. Ditambah lagi, data yang mereka rilis terpaut jauh dari data ekspor versi Kementerian ESDM.
Merujuk data Minerba One Data Indonesia (MODI) ESDM, ekspor batubara Indonesia sampai Oktober 2023 hanya 323,12 juta ton. Artinya, ada selisih 89,88 juta ton dari data yang dilansir Kpler.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi berpendapat, selisih data ekspor antara Pemerintah RI dengan Kpler mengindikasikan adanya praktik ekspor ilegal batubara Indonesia ke sejumlah negara tujuan ekspor.
Menurut Fahmy, peluang itu sangat mungkin terjadi karena sudah menjadi praktik yang kerap ditemukan di industri pertambangan Indonesia. Baru-baru ini, misalnya, ramai kasus tentang dugaan ekspor ilegal bijih nikel.
Bahkan, dugaan ekspor ilegal batubara sendiri sudah kerap mengemuka. Menurut Fahmy, salah satu pemicunya tak lain adalah selisih harga batubara di pasar global dengan pasar dalam negeri yang terpaut jauh.
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto juga mempertanyakan adanya perbedaan data ini. "Ini menjadi indikasi awal untuk ditelusuri, jangan-jangan ekspor ilegal di luar RKAB," tegas Mulyanto ke KONTAN, Selasa (14/11).
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengakui, permintaan ekspor batubara memang meningkat, khususnya dari China dan India. Namun, ia mengaku tak memahami adanya selisih data cukup jauh antara Kpler dan pemerintah.
Saat dikonfirmasi, Dirjen Bea dan Cukai, Kementrian Keuangan Askolani menegaskan, perbedaan data itu tak bisa diperbandingkan.
PENAMBAHAN CADANGAN MINERAL : AKSI BERBURU EMAS DI PERUT BUMI PERTIWI
Potensi sumber daya emas Indonesia memang masih melimpah. Sejumlah eksplorasi di berbagai daerah menunjukkan hasil yang cukup positif. Tak ayal, para penambang terus aktif melakukan aksi berburu emas di berbagai wilayah.
Terbaru, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah kerjanya.Sepanjang tiga tahun terakhir, NHM berhasil meningkatkan jumlah cadangan emas mencapai 1,4 juta Oz emas, sedangkan jumlah sumber daya emas mencapai 2,3 juta Oz. Estimasi nilai dari sumber daya dan cadangan itu mencapai lebih dari US$4,1 miliar.Perseroan memandang bahwa keberhasilan ini tak lepas dari alokasi modal kerja dan biaya eksplorasi selama 3 tahun terakhir dari pemegang saham pengendali NHM, yakni PT Indotan Halmahera Bangkit (IHB), yang mengakuisisi kepemilikan saham NHM pada awal 2020. Kesuksesan eksplorasi itu diproyeksi memperpanjang umur tambang NHM selama lebih dari 10 tahun ke depan. Langkah ini sekaligus makin mengukuhkan NHM sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan emas nasional.
“Kami sangat bangga dengan keberhasilan kegiatan eksplorasi ini. Pencapaian ini adalah bukti komitmen NHM dan pemegang saham untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan,” kata Wakil Direktur Utama NHM Amiruddin Hasyim, dalam keterangan resminya, Selasa (14/11).Dia memandang bahwa dengan keberhasilan eksplorasi tersebut, maka kinerja operasional, produksi, dan keuangan perusahaan ke depan dapat secara bertahap terus membaik dan meningkat.
Selain itu, dia menjelaskan bahwa pencapaian NHM dalam menambah cadangan emas ini tidak hanya mencerminkan keahlian teknis dan manajerial perusahaan, tetapi juga menegaskan komitmen NHM dalam menjaga praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perusahaan, imbuhnya, terus memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan, serta berusaha untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat setempat melalui program-program berkelanjutan.
Executive Chairman Sihayo Gold Limited Colin Moorhead mengungkapkan bahwa selama kuartal yang berakhir September 2023, pihaknya terus berupaya melakukan konsolidasi dan melanjutkan hasil yang kuat dari pengeboran di bawah lubang awal yang ditetapkan saat ini di Sihayo.
Oleh karena itu, imbuhnya, guna mengantisipasi hasil positif dari kedua skenario tersebut, perencanaan pengeboran tambahan, dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk menjadikan skenario tersebut memenuhi standar pra studi kelayakan.
Sihayo Gold juga telah mencapai kesepakatan dengan pemegang saham terbesarnya, Provident Minerals Pte Ltd dan/atau anak perusahaannya, untuk pinjaman modal kerja sebesar US$3,9 juta untuk durasi hingga 12 bulan.
Chief Executive Officer Asiamet Resources Darryn McClelland mengungkapkan bahwa pakar teknis yang ditunjuk telah menyelesaikan tinjauan teknis mereka terhadap pemutakhiran Studi Kelayakan tembaga Beruang Kanan Main (BKM).
Masih Hasilkan Polusi, Penggunaan Scrubber pada PLTU Dipertanyakan
Medco Energi Raih Pinjaman Jumbo Rp 7,5 Triliun
Pertamina Jalin Sinergi Terkait Injeksi Karbon
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









