Lingkungan Hidup
( 5781 )TANCAP GAS HULU MIGAS
Langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan energi dan mengawali penghiliran migas demi transisi energi semakin nyata. Dimulainya operasi komersial (onstream) proyek strategis nasional (PSN) Tangguh Train 3 dan groundbreaking tiga proyek lain dari hulu migas dan turunannya menegaskan hal itu. Tangguh Train 3, yang akan menjadi penghasil gas bumi terbesar di Indonesia, diharapkan dapat berkontribusi signifikan untuk mendukung target nasional produksi gas 12 standar kaki kubik per hari pada 2030. Presiden Joko Widodo optimistis pengoperasian Train 3 dan pengembangan tiga proyek pengembangan Tangguh LNG akan mendukung daya tahan energi nasional. "Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan Tangguh LNG menjadi 11,4 juta ton per tahunnya dan berkontribusi signifikan untuk mendukung target produksi gas pada tahun 2030," katanya di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (24/11). Proyek hulu migas dengan nilai investasi sebesar US$4,83 miliar atau setara Rp72,45 triliun itu berkapasitas 3,8 million tons per annum (MTPA). Alhasil, proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat tersebut akan mampu meningkatkan produksi hingga 11,4 juta ton per tahun. Sementara itu, sederet proyek pada fase pengembangan selanjutnya dari Tangguh LNG juga mendukung upaya pemerintah untuk memenuhi pasokan gas nasional dan mencapai target emisi net zero emission pada 2060. Groundbreaking ketiga proyek itu yakni Ubadari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) atau UCC; proyek penghiliran Blue Ammonia; dan Asap Kido Merah juga dilakukan secara langsung oleh Presiden. Di samping untuk memperpanjang usia lapangan gas, proyek pengembangan itu akan memanfaatkan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau CCS untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Tangguh dan berpotensi menerima serta menyimpan CO2 pihak ketiga. UCC misalnya akan menjadi CCS Hub pertama di Indonesia dengan potensi kapasitas penyimpanan CO2 hingga 1,8 gigaton. Selain menghasilkan tambahan produksi gas, proyek ini akan menginjeksikan sekitar 30 juta ton CO2 sampai 2035 ke reservoir yang ada.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan sejumlah fasilitas migas baru tersebut akan menjamin ketahanan energi bangsa dan pencapaian program transisi energi menuju NZE pada 2060. “Proyek-proyek penghiliran tersebut merepresentasikan ketangguhan atau daya tahan industri hulu migas Indonesia dalam menjalankan tugasnya di tengah dinamika dan tantangan baik yang bersifat global maupun nasional”, ujar Arifin. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto berharap Tangguh Train 3 bisa beroperasi dengan kapasitas penuh di awal Desember sehingga semakin memperkuat neraca gas nasional dan mendukung kebutuhan domestik. Di sisi lain, tambah Dwi, proyek Lapangan Gas Asap Kido Merah akan memproduksi cadangan gas guna memenuhi kebutuhan industri nasional. “AKM akan produksi 369 MMscfd. Dari total itu, 115 MMscfd dipakai pabrik Pupuk Kaltim di Fakfak, sedangkan yang 254 MMscfd dipakai untuk menambah produksi LNG di Teluk Bintuni juga. Ada tambahan produksi gas sampai 2030,” pungkasnya. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan beroperasinya Train 3 dan groundbreaking tiga proyek pengembangan di Tangguh LNG menunjukkan sejumlah katalis positif bagi daya tahan energi nasional.
Mengawal Target Lifting Migas
Di tengah kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas, para pemangku kepentingan di sektor energi dan sumber daya mineral tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah khususnya dari sisi hulu minyak dan gas bumi. Produksi minyak mentah nasional yang tengah terjun bebas berdampak serius terhadap capaian lifting sepanjang tahun. Lebih lanjut, situasi ini membuat otoritas hulu minyak dan gas (migas) nasional khawatir capaian target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 bakal terganggu. Selama ini, muncul tiga masalah besar yang membuat kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tertatih-tatih untuk meningkatkan produksi minyak mentah ini. Pertama, titik awal produksi yang rendah. Kedua, unplanned shutdown di sejumlah lapangan minyak yang menjadi andalan lifting nasional, dan ketiga, mundurnya penyelesaian proyek sumber energi fosil ini. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), proyeksi lifting migas pada akhir tahun ini akan berada di kisaran 607.500 barel per hari (bopd) untuk minyak, dan 5.400 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas. Adapun, target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2023 dipatok di level 600.000 bopd, sedangkan gas bumi sebesar 6.160 MMscfd. Kegiatan eksplorasi migas disadari sangat penting untuk mendapatkan tambahan cadangan dari hasil penemuan di lapangan baru yang masih segar. Pemerintah sangat gencar mendorong KKKS untuk mencari cadangan migas baru dan menerapkan teknologi enhance oil recovery (EOR) untuk lapangan tua. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah turut memberikan kemudahan berupa insentif yang dituangkan dalam beleid tentang kontrak bagi hasil kotor (gross split) jika menggunakan teknologi tinggi tersebut. Melalui EOR akan meningkatkan jumlah minyak mentah dari ladang migas mencapai 30% hingga 60%, lebih tinggi dibandingkan dengan pemanfaatan primary and secondary recovery.
Komoditas Dunia Menuju Harga Fundamental
Komoditas dunia dan ekspor unggulan Indonesia, seperti CPO,
batubara, dan nikel, tengah berproses menuju pembentukan harga fundamentalnya.
Tren harga sejumlah komoditas itu diperkirakan akan tetap turun, tetapi tidak
akan serendah harga sebelum pandemi Covid-19. Kenaikan harga terjadi sejak pemulihan
ekonomi pascapandemi Covid-19. Vice President for Industry and Regional
Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani mengatakan, saat ini,
normalisasi harga komoditas dunia tengah terjadi. Normalisasi yang terjadi
sejak awal 2023 itu diperkirakan berlangsung hingga 2025. ”Kendati masih
bergejolak, tren harga komoditas akan terus turun meskipun tidak akan lebih
rendah dari harga pada 2019,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (24/11).
Menurut Dendi, tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan harga CPO
pada 2024 dan 2025 sekitar 761,8 USD per ton dan 771,7 USD per ton. Harga
perkiraan pada 2024 dan 2025 itu lebih rendah dibandingkan perkiraan harga pada
2023, yakni 869,4 USD per ton. Namun, harga tersebut masih lebih tinggi
dibandingkan rata-rata harga pada 2019, yakni 524,5 USD per ton. ”Kami melihat
ada beberapa faktor risiko ke depan yang bisa menekan harga CPO. Di sisi lain,
ada juga faktor lain yang tidak akan membuat harga CPO turun drastis,” katanya.
Risiko tersebut adalah pelemahan ekonomi dan tingginya tingkat suku bunga
global yang bisa menciptakan sentimen negatif di pasar CPO. (Yoga)
Memuliakan Kopi Gayo lewat Kebudayaan
Festival Panen Kopi Gayo yang keenam digelar di Desa Paya
Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh. Festival ini menjadi sarana
untuk memuliakan kopi melalui kebudayaan. Festival Kopi Gayo tahun ini digelar
pada 25-26 November 2023. Festival diisi berbagai acara pertunjukan kesenian, baik
tradisional maupun modern. Pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan seperti
didong, canang, dan tari saman pegayon. Sementara untuk pertunjukan seni modern
ada Jazz Panen Kopi yang menampilkan sejumlah musisi dari Takengon, Medan, dan
Yogyakarta. ”Pada hari terakhir (Minggu) kami juga akan mengumumkan pemenang
kompetisi seni tradisional didong setelah para finalis tampil dulu sehari
sebelumnya. Juga ada penampilan seni tradisional campuran Jawa Deli, Ketoprak
Door Cipta Rukun Rahayu. Kelompok ini sudah ada sejak 20 tahun lalu dan
menggunakan bahasa daerah campuran Jawa dan Gayo,” ujar penggagas acara
festival, Hardiansyah Ay, Jumat (24/11).
Dalam rangkaian ketiga Festival Panen Kopi Gayo 2023,
peserta diajak mengikuti sejumlah aktivitas di perkebunan kopi, seperti
berkunjung ke kebun kopi, mengikuti ritual penanaman bibit kopi, Doa Ni Kupi,
dan pemaparan sekaligus demonstrasi pengolahan kopi. ”Jadi, di lokasi akan
dipertunjukkan kegiatan mulai dari memanen kopi, menyangrai, menggiling, sampai
mencicipi (cupping) kopi,” tambah Hardiansyah. Festival Panen Kopi Gayo mengambil
momen panen raya kopi di perkebunan-perkebunan rakyat di AcehTengah. Acara ini
diharapkan dapat menjadi ajang pemasaran kopi, seni, dan budaya. Kadis
Pariwisata Aceh Tengah Zulkarnain mengatakan, jika dirata-rata, kini dalam sehari
Aceh Tengah dikunjungi 3.000 orang. ”Umumnya wisatawan lokal, tetapi ada juga dari
luar Provinsi Aceh,” kata Zulkarnain. Pada 2022, Aceh Tengah dikunjungi 158.280
orang. ”Wisatawan mancanegara masih minim. Kami akan tingkatkan lagi
promosinya,” katanya. (Yoga)
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Indonesia Ajak Australia Amankan Rantai Pasok EV
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic terkait dengan pembentukan mekanisme kerja sama bilateral untuk memajukan kolaborasi kendaraan listrik. Erick Thohir mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki sumber daya mineral yang melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Kedua negara diketahui memiliki potensi untuk mengembangkan nikel dan litium sebagai mineral utama dalam baterai electric vehicle (EV). “Indonesia telah mengembangkan industri penghiliran nikel menuju ekosistem kendaraan listrik dalam 5 tahun terakhir. Telah ada 3 pabrik di Indonesia yang beroperasi untuk memproduksi mixed hydroxide precipitate, bahan dasar prekursor baterai,” katanya, Kamis (23/11). Sementara itu, Australia memiliki 24% cadangan litium dunia, dan menyumbang 43% dari ekstraksi litium global pada 2022.
BISNIS INDONESIA BUSINESS CHALLENGES 2024 : PELUANG TERBUKA TRANSISI ENERGI
Perubahan perilaku masyarakat global untuk lebih banyak mengonsumsi produk yang menggunakan sumber daya yang berkelanjutan menjadi momentum bagi Indonesia untuk memacu transisi energi lebih kencang.n Pertumbuhan permintaan terhadap produk yang menggunakan sumber daya berkelanjutan, termasuk energi bersih perlu diantisipasi agar Indonesia mendapatkan manfaat yang optimal dalam transisi energi. Terlebih, Indonesia diberkahi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang beragam dengan jumlah yang cukup besar. Azis Armand, Vice President Director & CEO PT Indika Energy Tbk. (INDY), mengatakan peralihan permintaan dari produk konvensional ke yang lebih hijau merupakan sebuah keniscayaan. Untuk itu, transisi energi harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang optimal. “Mungkin tidak tahun depan, tetapi arahnya akan ada perubahan permintaan . Ini hanya masalah waktu saja, sehingga transisi energi ini hari kita manage dengan baik,” katanya dalam Bisnis Indonesia Business Challenge 2024, Kamis (23/11). Dia memaparkan bahwa lonjakan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas energi fosil hanya bersifat sementara, dan akan kembali ke level yang wajar. Hal itu terbukti dari pergerakan harga batu bara yang mulai merosot menuju long term price sebesar US$70—US$90 per metrik ton. Kepercayaan terhadap transisi energi tersebut juga yang membuat INDY mantap melakukan transformasi bisnisnya dari semula bertumpu pada batu bara menjadi lebih hijau sejak 2018. “Kami memulai dan menguatkan investasi kami di sektor green business, seperti EBT dan ekonomi hijau, serta melakukan divestasi beberapa bisnis yang terkait dengan batu bara,” ucapnya. Targetnya, 2 tahun ke depan porsi pendapatan INDY dari energi fosil dan bisnis hijaunya bisa seimbang. “Memang masih menantang, tetapi kami akan bekerja untuk mencapai target itu,” ucapnya. Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Cirata pun menegaskan pentingnya pemanfaatan seluruh potensi EBT di pelosok negeri. “Saya ingin nantinya seluruh potensi EBT yang ada di seluruh Indonesia bisa dimanfaatkan, dan saya yakin pasti bisa, karena sekarang teknologinya sudah ada.” Di sisi lain, energi fosil juga diyakini bakal tetap memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi di dunia beberapa tahun ke depan. Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (Indef), mengatakan permintaan energi fosil di pasar global bakal tetap tinggi, meski sejumlah negara telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan transisi energi. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi umumnya memerlukan dukungan dari pasokan energi yang memadai. Apalagi, sektor-sektor ekonomi utama yang berkontribusi terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) global memiliki karakteristik padat energi. “Berdasarkan data, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% akan memerlukan pertumbuhan penyediaan energi 1,5%—2%.”
KETAHANAN PANGAN : PEREBUTAN BERAS KIAN MEMANAS
Ketahanan pangan Indonesia diproyeksikan makin sensitif pada masa mendatang, menyusul penurunan produksi beras dan maraknya restriksi dari negara eksportir. Komoditas beras bakal menjadi buruan banyak negara yang berstatus importir pangan. Saking pentingnya beras, sejumlah negara mulai menerapkan restriksi ekspor terhadap komoditas pangan strategis itu. Kesimpulan itu diungkap oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad dalam acara Bisnis Indonesia Business Chalengges (BIBC) 2024 di Jakarta, Kamis (23/11). Menurutnya, sensitivitas komoditas pangan menemukan bentuknya setelah terjadi perubahan iklim yang cepat dengan munculnya fenomena El Nino dan El Nina. Dia juga memprediksi negara yang tidak memiliki ketahanan pangan cukup baik akan kesulitan mengendalikan inflasi. Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menyatakan ada kemungkinan India memperpanjangan larangan ekspor berasnya sampai dengan 2024. Namun, dia meyakini masih ada negara alternatif lainnya yang bisa diandalkan untuk memenuhi penugasan impor beras tahun ini dan 2024. Oleh karena itu, sikap India yang berencana memperpanjang restriksi ekspor berasnya bukan menjadi tantangan. “Negara lain yang menghasilkan itu kan bisa menjadi sumber, tidak bergantung pada India, kan masih ada beberapa negara lainnya,” kata Iqbal kepada Bisnis. Pemerintah telah memberikan kuota impor kepada Bulog sepanjang 2023 sebanyak 3,5 juta ton. Sebanyak 2 juta ton di antaranya telah dieksekusi pengadaan oleh Bulog dan ditargetkan rampung pada November ini. Sementara itu, sisa kuota impor beras 1,5 juta ton di akhir tahun ternyata hanya bisa dipenuhi kontraknya sebanyak 1 juta ton oleh Bulog. Artinya, ada sisa kuota 500.000 ton impor beras tahun ini yang gagal dipenuhi. Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 November 2023 mencatat nilai impor beras Indonesia pada Oktober 2023 sebesar US$196,7 juta dengan negara asal Thailand, Vietnam dan Myanmar. Dalam acara Asean-India Millets Festival 2023, Rabu (22/11), Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal menyatakan bahwa sikap India menutup keran ekspor beras non-basmati telah menjadi kekhawatiran bagi sejumlah negara yang menggantungkan pasokannya dari Negara Para Dewa itu. Sementara itu, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengatakan langkah India mengenalkan milet sebagai sumber alternatif pangan ke secara global perlu menjadi contoh bagi Indonesia.
Presiden: Kuota Bantuan Beras Masih Dibuka
DANA KOMPENSASI BATU BARA : Pemerintah Kecualikan Coking Coal
Pemerintah tidak akan memungut dana kompensasi domestic market obligation dari batu bara jenis coking coal atau kokas yang memiliki kalori tinggi melalui skema mitra instansi pemerintah.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, batu bara jenis coking coal yang dikenal sebagai batu bara metalurgi untuk sumber karbon dalam industri besi dan baja akan dikecualikan dari kewajiban pungut salur. “Batu bara coking coal dikecualikan terhadap kewajiban pungut salur oleh MIP [mitra instansi pemerintah],” katanya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/11).
Dengan begitu, pemerintah masih perlu melakukan pengaturan lebih lanjut mengenai kewajiban denda dan kompensasi terhadap DMO.Dia menjelaskan, aturan skema pungut salur batu bara lewat format MIP saat ini telah masuk tahap fi nalisasi. Uji coba skema tersebut pun ditargetkan dapat dilaksanakan pada Desember 2023.
Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).Dalam pelaksanaan skema pungut salur dana kompensasi batu bara ini, seluruh pemegang izin usaha pertambangan (IUP)/IUP khusus (IUPK)/perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) harus membayar dana kompensasi ke pengelola.
Harga Beras Tinggi, TPID Cirebon Beri Subsidi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









