;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Harga Emas Naik, Cerminan Kekhawatiran

04 Dec 2023

Tren kenaikan harga emas perhiasan dinilai merupakan respons kekhawatiran masyarakat atas ketidakpastian yang masih melanda. Naiknya harga emas juga tecermin dari terjadinya inflasi emas belakangan ini. BPS melaporkan, tingkat inflasi tahunan pada November 2023 tercatat sebesar 2,86 % dan secara bulanan sebesar 0,38 %. Emas perhiasan merupakan komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan sebesar 0,11 % dan terhadap inflasi bulanan sebesar 0,03 %. Andil komoditas emas perhiasan, baik terhadap inflasi tahunan maupun inflasi bulanan, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang masing-masing sebesar 0,10 % dan 0,01 %.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap prospek ekonomi ke depan. ”Kita perlu mengamati dan waspada karena kenaikan inflasi pada emas berkaitan dengan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi yang kurang baik sehingga pemilik modal atau masyarakat pada umumnya cenderung menyimpan uangnya dalam bentuk investasi emas,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (3/11). (Yoga)

Efek El-Nino Ancam Produksi SMAR

04 Dec 2023

Kinerja emiten saham pekebun kelapa sawit, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), bisa terdampak El-Nino. Namun demikian, manajemen SMAR berharap kinerja bisnis bisa membaik hingga tutup tahun 2023. Sebagai gambaran, penjualan bersih Sinar Mas Agro Resources & Technology turun 14,25% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 48,91 triliun per kuartal III-2023. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SMAR juga menyusut 85,44% yoy menjadi sebesar Rp 522,08 miliar. Manajemen Sinar Mas Agro Resources & Technology menyebutkan, penurunan kinerja keuangan SMAR dipengaruhi oleh harga rata-rata pasar minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Harga CPO untuk free on board (FOB) Belawan sudah terkoreksi 33% yoy menjadi US$ 922 per ton hingga akhir kuartal III-2023. Harga rata-rata CPO dinilai ke posisi normal usai melejit tinggi pada tahun lalu. Penurunan produksi produk kelapa sawit ini tidak lepas oleh curah hujan yang tinggi di Kalimantan pada awal tahun 2023. Ditambah lagi, emiten tersebut sedang mempersiapkan kegiatan penanaman kembali ( replanting ) pada sejumlah perkebunan uzur milik perusahaan. Secara keseluruhan, SMAR saat ini mengelola 136.402 Ha perkebunan sawit yang berada di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Investor Relations Sinar Mas Agro Resources & Technology Pinta S Chandra menyampaikan, terlepas hasil yang didapat oleh SMAR hingga akhir September 2023, pihaknya tetap memandang positif prospek industri sawit secara jangka panjang. Sayangnya, ia tidak bisa membeberkan proyeksi kinerja keuangan dan operasional Sinar Mas Agro Resources & Technology sampai akhir tahun nanti.

Kopi Gayo Punya Cerita

03 Dec 2023

Lubang-lubang untuk menanam kopi telah disiapkan di kaki bukit di Desa Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh. Doa mendaras dari mulut sejumlah warga dan tamu undangan yang ikut menanam bibit kopi siang itu, Sabtu (25/11). Dalam dekapan udara sejuk segar Gayo, tanaman kopi yang di kawasan itu diberi nama Siti Kewe ditanam dengan rasa hormat. Begitulah tradisi menanam kopi di kawasan Gayo yang diawali dengan ritual sederhana, Dua Ni Kupi. Ritual ini melambangkan doa dari orangtua kepada anaknya agar ia tumbuh besar dan kelak berguna bagi keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Di sini, Siti Kewe dianggap bukan sekadar tanaman, melainkan anak kesayangan.

Ritual Dua Ni Kupi masih ada yang melakukannya hingga sekarang, terutama para orang tua. ”Mereka percaya sekali kalau bibit yang didoakan bakal tumbuh subur,” ujar Hardiansyah, pendamping Program Peningkatan Kebudayaan Desa Paya Tumpi Baru. Hardiansyah selaku pegiat seni dan budaya Gayo mencoba menghidupkan lagi proses menanam Siti Kewe dengan ritual Dua Ni Kupi. Tujuannya, agar terjalin hubungan yang erat antara petani muda dan Siti Kewe. Ia memanfaatkan Festival Panen Kopi Gayo 2023 sebagai panggung besarnya. Tahun ini, Festival Panen Kopi Gayo yang diprakarsai oleh Komunitas Gayo Kultural Lab menjadi perhelatan ke-6. Dengan dukungan pembiayaan dari Kemendikbudristek, festival digelar ditiga desa, yakni Desa Kelitu, Bukit Sama, dan Paya Tumpi Baru. Berbagai seni tradisi pun dihadirkan.

Kopi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan orang Gayo. Dari kopilah, sebagian besar warga Gayo hidup. Tidak heran jika kopi begitu disayang. Tahun 2020, menurut data BPS Aceh, produksi kopi arabika Gayo di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues mencapai 65.793 ton biji kopi (green beans). Produksi ini 40 % dari total produksi kopi arabika nasional. Sebagian besar produksi kopi arabika Gayo diekspor ke luar negeri, terutama AS, Eropa, dan beberapa tahun belakangan ini China. Para pembeli dari negara-negara itu berani menyerap dan membeli mahal kopi arabika Gayo di atas standar harga internasional. Lewat Festival Panen Kopi Gayo, diharapkan tradisi budaya Gayo diperkenalkan lagi agar dikenal banyak orang. (Yoga)

Harga Pangan Masih Terus Meroket

02 Dec 2023

Harga kebutuhan pokok masih melanjutkan tren kenaikan. Sampai November 2023, komoditas pangan tetap menjadi penyumbang inflasi terbesar, baik secara bulanan maupun tahunan. Fenomena ini diperkirakan bakal berlangsung sampai tahun depan dan menggerus daya beli sebagian masyarakat. Berdasarkan catatan BPS, per November 2023, inflasi bulanan dan tahunan masih meningkat. Secara tahunan (year on year), tingkat inflasi mencapai 2,86 %, naik dari posisi Oktober 2023 sebesar 2,56 %. Sementara inflasi bulanan (month to month) tercatat sebesar 0,38 %, naik dari posisi Oktober 2023 sebesar 0,17 %. Tingkat inflasi bulanan per November 2023 ini lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya ataupun bulan yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud, Jumat (1/12) mengatakan, berdasar kelompok pengeluarannya, inflasi bulanan dan tahunan yang terbesar terjadi pada kelompok makanan-minuman dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi tahunan 6,71 % dan memberikan andil sebesar 1,72 % terhadap inflasi umum. Sementara secara bulanan, kelompok ini mengalami inflasi 1,23 % dengan andil sebesar 0,32 % terhadap inflasi umum. Komoditas utama yang menyebabkan inflasi pada November 2023 adalah cabai merah yang mengalami inflasi bulanan 42,83 % dengan andil 0,16 % terhadap inflasi umum; cabai rawit yang mengalami inflasi 43,27 % dengan andil 0,08 % terhadap inflasi umum; dan bawang merah yang inflasinya 11,49 % dengan andil 0,03 %. (Yoga)

Produksi Beras Turun akibat Iklim Ekstrem

01 Dec 2023

Anomali iklim berupa El Nino dan La Nina di Samudra Pasifik serta Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) dapat menurunkan produksi beras nasional. Akibatnya, serapan cadangan beras pemerintah atau CBP produksi dalam negeri menyusut. El Nino dan IOD positif memicu kekeringan berkepanjangan.  sebaliknya, La Nina dan IOD negatif cenderung meningkatkan curah hujan di Indonesia. Sawah yang mengalami kekeringan dan terendam banjir berisiko gagal panen. Pengadaan CBP ikut melorot karena produksi berkurang. Secara historis, data pengadaan CBP dalam negeri dari Perum Bulog yang diolah Kompas, selama sebulan hingga Kamis (30/11) menunjukkan penurunan serapan ketika anomali iklim terjadi. Saat IOD positif pada 2015, pengadaan CBP dari dalam negeri turun 16,3 % dibandingkan tahun sebelumnya dan berada pada posisi 1,96 juta ton. Jumlah impor beras oleh Bulog pada 2015 pun me- lonjak dua kali lipat menjadi 644.357 ton.

Pertengahan 2023, BMKG mengumumkan dampak El Nino dan IOD positif secara berbarengan. BPS memperkirakan, produksi beras turun 2,05 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 30,9 juta ton. Karena itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebutkan, angka CBP sebaiknya sebesar 3 juta ton untuk menstabilkan harga dan pasokan beras di pasar. Per 13 November 2023, pengadaan CBP dari dalam negeri sekitar 912.500 ton. ”Dalam kondisi darurat, yang penting barangnya (beras) ada dulu.  prioritas sumbernya dari dalam negeri. Apabila kurang dari kebutuhan, sumber pengadaan dari luar negeri dengan mekanisme impor secara terukur,” tuturnya di Jakarta, Senin (13/11). Kompas memproyeksikan, pengadaan CBP dalam negeri tanpa anomali iklim sebesar 1,08 juta ton pada 2030 dan 643.284 ton pada 2045. Ketika IOD positif terjadi, pengadaan CBP pada dua tahun tersebut masing- masing melorot menjadi 854.294 ton dan 447.832 ton. Jika IOD negatif terjadi, pengadaan CBP dapat berkurang menjadi 954.850 ton pada 2030 dan 535.177 ton (2045). Angka CBP itu diperoleh dari pemodelan proyeksi produksi beras dalam negeri per tahun. (Yoga)

Maraton Pangan

01 Dec 2023

Maraton gejolak dan pengendalian harga dan stok pangan tengah terjadi. Kondisi itu akan berlanjut hingga tahun depan. Slogan Bapanas, ”petani sejahtera, pedagang untung, dan masyarakat tersenyum”, akan terus diuji.  Per akhir November 2023, lima dari 11 komoditas pangan pokok yang ditetapkan sebagai cadangan pangan pemerintah harganya tinggi. Kelima komoditas itu adalah beras, cabai (merah dan rawit), bawang merah, gula pasir, dan telur ayam ras. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, harga rata-rata nasional beras medium tertinggi terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg. Meskipun mulai turun, harga komoditas itu masih stabil tinggi pada November 2023, rerata Rp 13.170 per kg. Harga itu masih di atas harga eceren tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900 per kg-Rp 11.800 per kg. Harga gula pasir yang naik berbarengan dengan beras masih meroket, tak kunjung turun. Per 30 November 2023, harga rata-rata nasionalnya tembus Rp 16.500 per kg. Harga gula pasir naik 13,7 % secara tahunan dan 12,12 % di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Saat harga beras masih stabil tinggi dan harga gula pasir terus menanjak, harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras naik. Harga cabai merah dan rawit naik sejak September 2023, sedang harga bawang merah dan telur ayam ras naik sejak Oktober 2023.

Kenaikan harga sejumlah pangan pokok itu akan terjadi akibat sejumlah faktor, yaitu kenaikan biaya produksi dan faktor iklim yang menyebabkan produksi berkurang. Maraton harga sejumlah pangan pokok tahun ini akan berlanjut hingga tahun depan yang disebabkan empat faktor musiman, Pertama, periode Natal dan Tahun Baru. Merujuk hasil survei Kemendag terhadap pelaku usaha ritel, permintaan barang kebutuhan pokok pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 diperkirakan naik rata-rata 8,8-22,6 %. Kedua, pemilu. Pemilu pada 2024 yang akan berlangsung pada Februari akan mendongkrak permintaan dan berujung pada kenaikan harga dan inflasi. Saat Pemilu 2019 yang berlangsung pada April, misalnya, tingkat inflasi bulan tersebut 0,44 % secara bulanan dan 2,83 % secara tahunan. Inflasi  terjadi karena kenaikan harga kelompok pengeluaran bahan makanan, yakni sebesar 1,45 %. Ketiga, pola musiman kenaikan harga beras. Keempat, periode Ramadhan dan Lebaran. Ramadhan dan Lebaran pada tahun ini akan berlangsung pada Maret dan April. Memasuki Ramadhan hingga H+7 Lebaran, harga sejumlah pangan pokok biasanya naik sehingga berimbas pada kenaikan inflasi. Keempat faktor musiman itu akan terjadi secara berurutan mulai Januari hingga Agustus 2024. Jika El Nino kembali muncul pada semester II-2024, kejadian kenaikan harga pangan pada semester II-2023 bisa terulang. (Yoga)

Harga Pangan di Surabaya Masih Tinggi

01 Dec 2023
Memasuki Desember 2023, harga bahan pangan dan kebutuhan pokok di Surabaya, Jawa Timur, masih tinggi. Di sejumlah pasar, Kamis (30/11/2023), harga bahan pangan yang menanjak seperti beras premium, gula pasir, dan minyak goreng. Rerata harga beras Rp 15.000 per kg, gula Rp 16.000 per kg, dan minyak goreng Rp 16.000 per liter. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, diperlukan adanya pengendalian kenaikan harga terbatas pada komoditas tertentu, terutama beras. (Yoga)

Bansos & Stabilisasi Harga Beras

01 Dec 2023

Efektivitas Bansos dalam Stabilisasi Harga Beras Dengan dalih menstabilkan harga beras dan me­­ngendalikan inflasi, bantuan sosial (bansos) beras terus digenjot. Tidak tanggung-tanggung, setelah periode pertama pada Maret—Mei 2023, bansos yang kembali dikucurkan sejak September 2023 lalu bakal diperpanjang hingga Maret 2024. Artinya, tahun 2023 ini bansos dikucurkan selama 7 bulan. Sedangkan tahun depan, untuk sementara, 3 bulan. Pertanyaannya, efektifkah bansos beras dalam menstabilkan harga beras, termasuk mengendalikan laju inflasi? Bansos menyasar 21,35 juta keluarga. Mereka menerima 10 kilogram beras per bulan. Saat dikucurkan pada Maret—Mei, penyalurannya molor sampai Juni 2023. Saat itu bansos beras cukup efektif menahan kenaikan harga beras. Hal itu tecermin dari rata-rata perubahan harga beras Maret—Juni 2023 yang rendah: 0,44%. Bandingkan dengan rerata- perubahan harga beras 4 bulan sebelum bansos (November 2022—Februari 2023) yang sebesar 1,67%. Selama 4 bulan penyaluran harga beras tertahan Rp12.864—Rp12.942/kg. Bahkan, harga beras sempat turun: dari Rp12.915/kg di April ke Rp12.889/kg di Mei. Efektivitas juga tampak pada pengendalian inflasi. Pada Maret—April beras masih menyumbang inflasi dengan andil masing-masing 0,02%. Akan tetapi pada Mei—Juni beras tidak jadi penyumbang inflasi. Bagaimana ini bisa dijelaskan? Dengan bansos beras 10 kg per bulan, keluarga penerima bantuan terlindungi dari gejolak harga beras di pasar. Cakupan sasaran yang relatif besar, 21,35 juta keluarga, bansos beras memengaruhi keseimbangan harga beras di pasar dari sisi permintaan (demand side) dan sisi penawaran (supply side). Dari sisi penawaran ditandai dengan berkurangnya permintaan keluarga penerima bantuan terhadap beras yang dijual di pasar. Ini membuat tekanan permintaan beras di pasar berkurang, sehingga gejolak atau kenaikan harga beras lebih terkendali. Efektivitas bansos dalam menstabilkan harga beras dan mengendalikan inflasi menurun pada penyaluran periode kedua. Karena tidak ada bansos beras, Juli—Agustus harga beras naik. Pada September 2023, kenaikan harga beras tetap tak tertahan meskipun pada bulan itu ada penyaluran bansos beras. Demikian pula pada Oktober: harga beras kembali naik, bahkan menyentuh Rp14.244/kg atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya (Rp13.882/kg). Dalam 2 bulan itu, rerata perubahan harga beras sebesar 4,16%. Warga miskin jadi kian miskin. Mereka yang hanya beberapa jengkal di atas garis kemiskinan terancam jadi orang miskin baru. Ini karena porsi belanja beras warga miskin amat besar. Pada September—Oktober 2023, beras menjadi penyumbang inflasi terbesar untuk kategori harga pangan (volatile foods). Pada September, inflasi beras mencapai 0,19% secara bulanan dan 2,28% secara tahunan. Andil beras terhadap inflasi bulanan dan tahunan masing-masing 0,18% dan 0,55%. Hal ini mengerek andil beras pada inflasi: 5,61% secara bulanan dan 18,44% secara tahunan. Ini andil inflasi beras tertinggi sejak 2014. Di Oktober 2023, inflasi beras mencapai 1,72% dengan andil sebesar 0,06%. Secara akumulatif, selama 2023 beras menyumbang andil inflasi terbesar: 0,49%. Secara teoritis, efektivitas bansos beras akan tetap terjaga apabila volume beras dilipatgandakan. Misal, menjadi dua kali lipat atau 20 kg/bulan/keluarga. Dengan cara itu akan ada suntikan beras 427.000 ton atau 17% dari konsumsi bulanan. Masalahnya, kalau ini dilakukan, cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog bakal terkuras kian deras. Padahal, stok CBP terus menipis bukan hanya digunakan buat bansos beras, tetapi juga untuk operasi pasar bernama stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Ikhtiar Tekan Harga Pangan

01 Dec 2023
JAKARTA — Harga beberapa komoditas pangan, seperti cabai dan gula, naik menjelang Natal dan tahun baru. Pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan dan kian melambungnya harga pangan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan harga gula melambung akibat impor yang belum maksimal. "Realisasinya baru sekitar 58 persen," katanya saat mengecek harga sejumlah bahan pokok di Pasar Senen, kemarin.

Realisasi impor gula kristal putih saat ini mencapai 126.941 ton atau 58,82 persen dari target. Sedangkan impor gula kristal mentah baru mencapai 170 ribu ton atau sekitar 22,61 persen. Padahal gula impor diharapkan bisa menambah pasokan di pasar sehingga menurunkan harga. Minimnya impor gula terjadi lantaran beberapa perusahaan yang mempunyai izin untuk impor gula masih belum merealisasinya. Harga gula internasional yang masih tinggi membuat perusahaan menahan impor. Mereka khawatir gula yang dibeli dari luar negeri tidak bisa dijual di dalam negeri sesuai dengan harga acuan penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah. (Yetede)

Tiga Daerah Lakukan Gerakan Tanam untuk Mengatasi Inflasi

30 Nov 2023
DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sepakat melakukan gerakan tanam sebagai upaya mengatasi inflasi jelang Natal dan Tahun Baru. Hal itu disepakati setelah rapat tim pengendalian inflasi daerah di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/11/2023). Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, gerakan tanam itu sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri. Hal tersebut khususnya mengatasi kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah. Ketiga provinsi akan bekerja sama dari hulu ke hilir untuk memastikan ketersediaan beras,  telur ayam, gula pasir, minyak goreng, cabai, daging sapi, daging ayam, dan ikan. (Yoga)