Harga Pangan Masih Terus Meroket
Harga kebutuhan pokok masih melanjutkan tren kenaikan.
Sampai November 2023, komoditas pangan tetap menjadi penyumbang inflasi
terbesar, baik secara bulanan maupun tahunan. Fenomena ini diperkirakan bakal
berlangsung sampai tahun depan dan menggerus daya beli sebagian masyarakat.
Berdasarkan catatan BPS, per November 2023, inflasi bulanan dan tahunan masih
meningkat. Secara tahunan (year on year), tingkat inflasi mencapai 2,86 %, naik
dari posisi Oktober 2023 sebesar 2,56 %. Sementara inflasi bulanan (month to
month) tercatat sebesar 0,38 %, naik dari posisi Oktober 2023 sebesar 0,17 %.
Tingkat inflasi bulanan per November 2023 ini lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya
ataupun bulan yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud,
Jumat (1/12) mengatakan, berdasar kelompok pengeluarannya, inflasi bulanan dan
tahunan yang terbesar terjadi pada kelompok makanan-minuman dan tembakau. Kelompok
ini mengalami inflasi tahunan 6,71 % dan memberikan andil sebesar 1,72 %
terhadap inflasi umum. Sementara secara bulanan, kelompok ini mengalami inflasi
1,23 % dengan andil sebesar 0,32 % terhadap inflasi umum. Komoditas utama yang
menyebabkan inflasi pada November 2023 adalah cabai merah yang mengalami
inflasi bulanan 42,83 % dengan andil 0,16 % terhadap inflasi umum; cabai rawit
yang mengalami inflasi 43,27 % dengan andil 0,08 % terhadap inflasi umum; dan
bawang merah yang inflasinya 11,49 % dengan andil 0,03 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023