Lingkungan Hidup
( 5781 )Pertamina Jamin Ketersediaan BBM Selama Nataru
PENINGKATAN PRODUKSI MINYAK : BERBURU RAMUAN TEPAT UNTUK CHEMICAL EOR
PT Pertamina Hulu Rokan terus memburu formula dan bahan kimia yang tepat untuk digunakan dalam program chemical enhanced oil recovery di Lapangan Minas, Blok Rokan yang menjadi salah satu komitmen kerja pasti 5 tahun perusahaan saat mengambil alih wilayah kerja tersebut.n Hingga kini formula dan kandungan kimia yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan chemical enhanced oil recovery (EOR) masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh Pertamina Hulu Rokan sejak mengambil alih Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia pada 9 Agustus 2021. Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Wiko Migantoro mengatakan bahwa perusahaan masih mencari formula dan kandungan kimia yang sesuai dengan teknologi chemical EOR di Blok Rokan. Untuk memuluskan pelaksanaan chemical EOR di Blok Rokan, Wiko juga tetap membuka peluang untuk mengakuisisi formula kimia yang dimiliki Chevron, melalui anak usahanya Chevron Oronite. Selain itu, Pertamina aktif mengembangkan formula kimia yang mirip dengan buatan Chevron Oronite agar bisa segera melaksanakan chemical EOR di Lapangan Minas. Meski masih menghadapi tantangan dari bahan kimia yang akan digunakan, Pertamina Hulu Rokan tetap menargetkan chemical EOR bisa dilakukan pada akhir tahun depan. Artinya, rangkaian studi dan keputusan akhir investasi bisa dirampungkan pada awal 2024. Adapun, Deputi Eksplorasi, Pengebangan, dan Manajemen Wilayah Kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Benny Lubiantara mengatakan bahwa rencana pengembangan atau plan of development (PoD) chemical EOR tahap 1 untuk Lapangan Minas akan segera disetujui sebelum tahun berganti. Pelaksanaan chemical EOR dinilai menjadi upaya penting dalam industri hulu migas nasional, karena menjadi salah satu penopang utama long term plan untuk mendukung upaya pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari (bph), dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (Bscfd) pada 2030. Metode chemical EOR umumnya diaplikasikan untuk meningkatkan produksi hidrokarbon dari reservoir minyak apabila metode primary recovery dan secondary recovery tidak efisien lagi untuk menguras minyak. Dari sisi keekonomian, investasi yang dikeluarkan oleh KKKS harus sebanding dengan tambahan hasil produksi yang diperoleh dari lapangan tersebut. Apalagi, pelaksanaan EOR memiliki risiko yang tinggi jika diterapkan di lapangan migas yang sudah matang. Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan bahwa Pertamina Hulu Rokan berhasil menahan penurunan produksi minyak di level 167.000 barel minyak per hari (bopd). Sementara itu, produksi minyak dari Blok Cepu susut ke angka 140.000 bopd. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat total komitmen investasi dari optimasi pengembangan lapangan (OPL) Banyu Urip tembus US$203,5 juta. Adapun, komitmen investasi pengeboran lanjutan itu diperkirakan dapat mengerek tambahan cadangan minyak ExxonMobil Cepu Limited ke level 42,92 juta barel minyak (MMBO). “First oil kalau tidak salah, setelah melakukan pengeboran 2 bulan. Lalu, mulai produksi Agustus tahun depan,” ujarnya. Untuk diketahui, ExxonMobil Cepu Limited berada di urutan pertama ihwal torehan produksi minyak sepanjang semester pertama 2023. Berdasarkan catatan SKK Migas, perusahaan berhasil menghimpun produksi minyak sebesar 165.265 bopd sepanjang paruh pertama tahun ini.
Persetujuan Impor Gula dan Beras Bisa Diperpanjang
Pemerintah terus mendorong percepatan impor gula dan beras
serta berencana memperpanjang persetujuan impor kedua komoditas itu karena
harganya masih tinggi. Realisasi impor gula dan beras dinilai belum memadai
untuk menurunkan harga secara signifikan. Hal itu mengemuka dalam rapat
pengendalian inflasi daerah yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara
hibrida di Jakarta, Senin (11/12). Rapat rutin yang melibatkan pemangku
kepentingan terkait pangan tersebut dihadiri Deputi III Kepala Staf
Kepresidenan Bidang Perekonomian Edy Priyono. Berdasarkan data Panel Harga
Pangan Bapanas, harga rata-rata nasional gula konsumsi dan beras medium pada
pekan I Desember 2023 masing-masing Rp 17.200 per kg dan Rp 13.180 per kg.
Secara tahunan, harga gula naik 16,98 % dan beras medium 13,96 %. Rerata harga
gula konsumsi atau kristal putih itu di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat
konsumen Rp 16.000 per kg dan Rp 17.000 per kg. Demikian juga beras medium.
Meskipun sudah turun, harga beras medium cenderung tinggi
di atas harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen yang ditetapkan
pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Direktur
Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri
Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, semua persetujuan impor (PI) gula
mentah dan konsumsi untuk cadangan gula pemerintah telah diterbitkan. Volume
gula mentah dan konsumsi yang diizinkan impornya masing-masing 796.000 ton dan
215.800 ton. Akan tetapi, realisasi impor kedua komoditas tersebut masih
relatif belum optimal. Per pekan I Desember 2023, impor gula mentah baru
terealisasi 79,15 % (630.000 ton), sedangkan gula konsumsi 57,82 % (124.781
ton), lantaran importir kesulitan mengimpor gula yang harganya di pasar internasional
masih tinggi. Terkait impor beras, Kemendag telah menerbitkan semua PI sebanyak
3,8 juta ton, dimana 300.000 ton merupakan kuota impor beras carry over tahun lalu,
sebanyak 2,5 juta ton kuota impor pada awal tahun ini, dan 1,8 juta ton
tambahan kuota impor di tahun ini. Per pekan I Desember 2023 realisasinya baru
2,35 juta ton atau 61,91 %. (Yoga)
Realisasi Pemasukan Beras Impor Dipercepat
JAKARTA,ID-Percepatan pemasukan beras impor terus didorong guna meningkatkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog. Penambahan stok itu urgen demi menjaga ketersediaan beras pada triwulan I-2024, mengingat panen raya tahun depan kemungkinan besar mundur menjadi April dari Biasanya Februari-Maret. Berdasarkan data Menteri Perdagangan (Kemendag) dari persetujuan impor (PI) beras tahun ini 3,8 juta ton, realisasinya baru 61,91% atau setara 2.352.490 ton. Menurut Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan barang Penting Kemendag Bambang Wisnubroto, seluruh PI beras sebesar 3,8 juta ton sudah diterbitkan Kemendag. Rinciannya, carry over PI 2022 sebanyak 300 ribu ton, PI sejumlah 2 juta ton yang diterbitkan awal tahun yakni Maret 2023, dan PI tambahan 1,5 juta ton yang dirilis akhir tahun ini sekitar akhir Oktober. "Realisasi impornya pada Minggu pertama Desember 2023 baru 2.352.490 ton atau 61,91%. Memang kalau dibandingkan Minggu kelima November 2023, ada kenaikan, kala itu 57,78% atau 2.195.793 ton," ungkap dia. (Yetede)
Kenaikan Harga Cabai Mendominasi Kenaikan Harga Pangan di Jakarta
Kemilau Emas Masih Lanjut Tahun Depan
Harga emas makin cemerlang di tahun ini. Bahkan, harga emas sempat memecahkan rekor harga tertingginya sepanjang masa pada 4 Desember 2023, yaitu US$ 2.135,4 per ons troi.Sejumlah analis meyakini, penguatan harga emas mampu berlanjut tahun depan.
Investment Analyst
Stockbit Sekuritas Hendriko Gani bilang, konsensus meramal harga emas akan
bullish
pada 2024 dengan harga rata-rata naik 3,2%
year on year
(yoy) ke level US$ 1.986 per ons troi. Harga emas pun berpotensi meningkat ke atas level US$ 2.000 bila bank sentral Amerika Serikat (AS) melakukan pelonggaran moneter.
Maka, analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia Fahressi Fahalmesta mengerek asumsi harga emas 2023 jadi US$ 1.950 (dari sebelumnya US$ 1.600). Pada 2025 direvisi dari US$ 1.500 jadi US$ 1.850 per ons troi. Proyeksi kenaikan harga emas ini turut menguntungkan emiten tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Fahressi menaikkan estimasi harga jual rata-rata alias
average selling price
(ASP) emas ANTM untuk tahun ini sampai 2025 sebesar masing-masing 8,2%, 17% dan 22%.
Emiten lain yang diuntungkan menurut Hendriko adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Sebagai salah satu penambang emas, ARCI berpotensi mengalami kenaikan ASP, seiring dengan kenaikan harga emas dunia.
Sedangkan analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi bilang investor bisa mencermati saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Emiten ini cukup menarik untuk dilirik sebagai saham alternatif pilihan yang memiliki hubungan dengan emas.
Kodok dari Sumsel Diminati Pasar Eropa
”Kalau dalam bentuk hidup, banyak aspek yang harus dipenuhi, seperti kesehatan atau penyakitnya,” kata Sahat. Pengendali Hama Penyakit Ikan Ahli Muda, Balai Karantina Ikan Palembang, Mardian menuturkan, kodok yang diekspor itu berasal dari genus Fejervarya yang banyak hidup di sawah dan lahan rawa, antara lain di kawasan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, di seputaran Ogan Komering Ilir, dan Palembang. Ekspor produk olahan kodok itu sudah dilakukan Sumsel sejak 1980-an dan hampir setiap bulan. Negara tujuan ekspor sebagian besar di Eropa, seperti Perancis, Belgia, dan Denmark. Karena kodok berasal dari tangkapan alam, volume ekspor produk olahan kodok bergantung pada musim. Musim kemarau panjang tahun ini, volume ekspor pun turun. Pada 2022, ada 26 pengiriman ke Perancis, Belgia, dan Denmark sebesar 446,412 kg senilai Rp 55,66 miliar. Per 8 Desember 2023, turun menjadi 245,646 kg senilai Rp 53,235 miliar dari 25 pengiriman ke Perancis dan Belgia. (Yoga)
Mengawal Pasokan Batu Bara Domestik
Posisi Indonesia yang berada di jalur cincin api tak ubahnya seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, seluruh negeri dituntut senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Di sisi lain, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan cadangan energi, khususnya batu bara yang luar biasa. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), 3,2% cadangan batu bara dunia dimiliki oleh Indonesia. Tingginya cadangan batu bara tersebut tentu saja sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan energi domestik maupun luar negeri. Berdasarkan tren, produksi ‘emas hitam’ Indonesia terus meningkat. Masih berdasarkan sumber data yang sama, produksi batu bara pada 2022 mencapai 687 juta ton.
Upaya menjaga stabilitas produksi batu bara menjadi penting seperti halnya menjaga koordinasi antara sektor pertambangan dan perindustrian. Pertambangan merupakan proses hulu, yaitu pengambilan sumber daya alam berupa mineral dan batu bara (Minerba) di dalam perut bumi. Proses tersebut kemudian dilanjutkan industri sebagai proses penghiliran yang diwujudkan dalam bentuk pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
Peningkatkan kebutuhan batu bara di dalam negeri ini seakan menjadi angin segar bagi sektor energi, termasuk subsektor industri pertambangan batu bara. Di tengah fluktuasi harga batu bara, manajemen perusahaan tambang mesti bersiasat untuk memperkuat daya saing perusahaan agar mampu untuk terus bertahan.
Pascapandemi Covid-19, sektor hulu tambang batu bara terus mengawal sekaligus mengandalkan pasar di dalam negeri. Menyeimbangkan serapan batu antara pasokan ke mancanegara dan nasional menjadi resep mujarab sektor pertambangan nasional untuk terus bertahan di tengah situasi yang sedemikian menantang.
CADANGAN MINERAL NASIONAL : Grasberg Masih Potensial
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, cadangan Freeport Indonesia saat ini memang terus menipis dan hanya cukup sampai dengan 2041. Namun, sebenarnya tambang bawah tanah yang digarap perusahaan masih menyimpan potensi sumber daya bijih yang cukup besar bila dilakukan eksplorasi lanjutan. “Grasberg iya , tapi yang di bawah itu lebih banyak . Grasberg itu ada beberapa lapisan, dan cukup 100 tahun lagi,” katanya, Jumat (8/12). Secara terpisah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan, percepatan kepastian perpanjangan kontrak Freeport Indonesia menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi emas dan tembaga dari tambang Grasberg.
2024, Bisnis Batu Bara Masih Moncer
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









