;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Celah Masalah Pembatasan Elpiji

21 Dec 2023
JAKARTA - Rencana pemerintah membatasi penjualan elpiji kemasan 3 kilogram hanya kepada masyarakat yang sudah terdaftar di Pertamina mulai awal tahun depan dinilai belum bisa menyelesaikan masalah penyaluran subsidi gas melon yang tidak tepat sasaran. Bahkan rencana itu dianggap menyisakan berbagai celah permasalahan dalam tataran eksekusi.  Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono mengatakan kendala pada pembatasan dengan model yang direncanakan pemerintah saat ini adalah perkara efektivitas. Musababnya, konsumen harus mendatangi agen resmi Pertamina untuk mendaftar. Padahal pangkalan tersebut jumlahnya terbatas dan kemungkinan besar jauh dari tempat tinggal konsumen. 

Kewajiban menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) untuk kebutuhan pencocokan data dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) juga berpotensi menghambat para calon pembeli yang tidak memiliki dokumen kependudukan resmi. "Dengan biaya yang kini lebih tinggi, hal ini akan mematahkan semangat kelompok miskin yang seharusnya paling berhak atas elpiji 3 kg bersubsidi," ujar Yusuf kepada Tempo, kemarin. Pemerintah sebelumnya mengumumkan bahwa pembelian elpiji 3 kg hanya dapat dilakukan oleh pengguna elpiji tertentu yang telah terdata mulai 1 Januari 2024. Pengguna yang belum terdata atau ingin memeriksa status pengguna wajib mendaftar atau memeriksa data diri di pangkalan resmi sebelum melakukan transaksi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan langkah tersebut merupakan upaya mentransformasi pendistribusian gas melon agar tepat sasaran. Kebijakan ini bertujuan agar besaran subsidi yang terus meningkat dapat dinikmati sepenuhnya oleh kelompok masyarakat tidak mampu. (Yetede)

Alarm Bencana Pangan di NTT

20 Dec 2023

Tingkat konsumsi beras masyarakat NTT tahun 2022 mencapai 117,189 kg per kapita per tahun, melampaui rata-rata nasional. Tingginya kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi produksi beras di NTT. Upaya swasembada melalui program lumbung pangan pun belum mampu mengurangi ketergantungan. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di NTT menyebutkan, produksi beras di daerah itu 430.948,5 ton pada tahun 2022, sedang kebutuhannya 642.367,53 ton. Dari tahun ke tahun, selalu dibutuhkan pasokan dari luar untuk menambal kekurangan tersebut. Ketika daerah pemasok mengalami gagal panen atau pengirimannya terlambat akibat cuaca buruk, masyarakat NTT kelabakan. Seperti awal tahun 2023, NTT mengalami krisis beras akibat kurangnya pasokan dari luar. Krisis beras menjadi salah satu peristiwa menonjol di NTT sepanjang tahun ini. Akibat kelangkaan itu, harga beras kualitas medium yang biasa Rp 13.000 per kg melonjak hingga Rp 18.000 per kg. Warga panik. Banyak rumah tangga, terutama kalangan menengah ke bawah, mengurangi jatah makan beras dari semula tiga kali sehari menjadi dua hingga satu kali.

Kenaikan harga beras terjadi ketika daya beli masyarakat NTT belum pulih. Pandemi Covid-19, badai Seroja, dan serangan virus demam babi Afrika memukul ekonomi masyarakat NTT. Krisis beras yang datang dengan mudah menumbangkan ketahanan mereka. Lewat Perum Bulog, operasi pasar digelar di sejumlah tempat. Dengan harga jual Rp 9.000 per kg atau separuh harga tertinggi di masyarakat, langkah ini sangat membantu. Namun, jatah pembeliannya tergolong sedikit, yakni 5 kg per keluarga. Di Kota Kupang, antrean memperebutkan jatah beras murah berlangsung di sejumlah titik. Di bawah terik matahari, mereka menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan kupon pembelian. Bahkan, ada yang sampai pingsan sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Krisis teratasi setelah kiriman beras bantuan dari pemerintah pusat tiba dan beras yang dipasok pedagang mulai masuk. ”Sebagian besar beras yang berada di pasar NTT berasal dari Jatim dan Sulsel,” ucap Melky Bano (56), pedagang beras di Kota Kupang, Senin (11/12).

Padahal praktik pertanian lahan kering terbukti membuat masyarakat mandiri secara pangan. Pada Agustus 2023, Kompas menemukan keberhasilan praktik itu ketika datang ke komunitas masyarakat adat suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Mereka nyaris tidak kekurangan makanan. Sepanjang tahun, mereka mengonsumsi padi dari ladang tadah hujan, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan berbagai jenis pangan lokal. Berbagai tanaman pangan itu ditanam secara tumpang sari di dalam lahan tadah hujan. Raja Boti, Usif Nama Benu, menyebutkan, makanan mereka tersedia hingga musim panen berikutnya. Ketika banyak daerah di NTT mengalami rawan pangan, masyarakat suku Boti masih berkecukupan. Sepanjang sejarah komunitas itu ada, belum pernah terjadi kelaparan. Usif juga secara tegas menolak bantuan beras pemerintah seperti dalam program beras miskin atau raskin, agar bantuan itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan, ujarnya dalam bahasa daerah Dawan. (Yoga)

IKHTIAR MERANGSANG SELERA PANGAN LOKAL NTT

20 Dec 2023

Martha Seran (50) menuang adonan tepung putak secara merata ke atas tembikar yang sedang dipanggang di atas tungku dengan bahan bakar kayu. Adonan itu seukuran telapak tangan. Dalam tiga menit, kue putak sudah bisa disantap. Membuat kue putak hampir sama seperti membuat kue dadar gulung. Di bagian tengah, putak bisa ditaburi gula pasir atau kacang hijau, tergantung selera pembeli. Harganya, 4 potong Rp 5.000. Di sudut Pasar Motamasin, Betun, Kabupaten Malaka, NTT, pada Sabtu (9/12) itu, sepuluh perempuan paruh baya mengolah kue putak. Mereka dikerubuti pembeli yang sebagian makan di tempat. Rupanya kue putak disukai banyak kalangan, termasuk milenial, generasi Z, hingga anak SDr. ”Apalagi makan masih panas-panas. Enak sekali,” ujar Stefan Bere (16), siswa salah satu SMA di Betun. Tepung putak diambil dari batang pohon gewang, sejenis pohon sagu yang banyak tumbuh di Kepulauan Maluku dan Papua. Di NTT, putak merupakan salah satu makanan lokal yang perlahan mulai ditinggalkan. Sangat jarang putak ditemukan di meja makan. Di banyak tempat, putak dijadikan makanan untuk ternak babi atau sapi.

Pengolahan kue putak di sudut Pasar Motamasin yang digelar sehari dalam seminggu itu mengingatkan kembali akan keberagaman pangan lokal di daerah itu. ”Putak ini yang ada lebih dulu, baru datang beras,” ucap Martha. Serbuan beras secara besar-besaran ke NTT terjadi di era Orde Baru. Kehadiran program penanaman padi dengan berbagai varietas menggusur pangan lokal yang sudah ada sebelumnya. Padi dihadirkan tanpa mem-pertimbangkan kondisi alam dan iklim setempat. Padi mem-butuhkan banyak air, sedang NTT minim ketersediaan sumber air. Sekitar 141 km selatan Betun, tepatnya DesaTaiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, generasi muda diperkenalkan pada keberagaman pangan lokal setempat. Gerakan konsumsi pangan lokal itu terpusat di komunitas Lakoat Kujawas yang dipimpin Decky Senda (36), anak muda dari desa itu. Saat didatangi pada Agustus 2023, sedang berlangsung pemberian makanan tambahan bagi anak-anak. Menunya bubur dengan bahan meliputi sorgum, labu, ubi jalar, dan ayam kampung. Semua bahan diambil dari lingkungan sekitar.

Jauh di seberang Pulau Timor, di Desa Pajinian, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Maria Loreta mengembangkan tanaman sorgum selama lebih kurang 10 tahun terakhir. Ia mengoleksi banyak benih lokal tak sebatas sorgum. Dalam usahanya menghidupkan kembali pangan lokal, perempuan asal suku Dayak itu bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk gereja Katolik setempat. Di kebun milik Loreta, pada Agustus 2023, sedang digelar pelatihan bagi anak muda untuk berwirausaha. Mereka diarahkan membuka usaha kuliner berbasis pangan lokal yang ada di daerah asal peserta, yakni Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Salah satu sesi yang dijalani adalah setiap perwakilan dari desa-desa mengolah pangan lokal, kemudian mempresentasikan kepada peserta lain. Total ada 38 anak muda yang berasal dari enam desa. Mereka lalu bersantap bersama. Menurut Loreta, ajakan terhadap generasi muda agar mengonsumsi pangan lokal dilakukan dengan menyodorkan formula yang dapat merangsang selera mereka. ”Seperti ubi rebus, tidak semua anak tertarik, tetapi kalau dibikin keripik atau diolah ke bentuk lain serta tambahan rasa, mungkin banyak yang suka,” ujarnya. (Yoga)

Ketersediaan Bapok Cukup untuk Natal dan Tahun Baru

20 Dec 2023
JAKARTA,ID-Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah menjamin ketersediaan barang pokok (bapok). Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak memborong sembako.  Menteri Perdagangan (Mendang) Zulkifli Hasan menerangkan, stok bapok seperti telor, minyak, dan cabai melimpah dan harganya terjangkau. Dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak khawatir menghadapi Nataru dan meminta  tidak belanja secara berlebihan. Masyarakat enggak perlu borong sembako, karena barangnya banyak. (Belanja) biasa saja," ucap Mendag seperti dikutip  dari Antara. Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, harga daging ayam yang sebelumnya mencapai Rp35 ribu sampai Rp 38 ribu per kilo, hari ini sudah turun menjadi Rp32 ribu per kg. Sementara harga telur sebesar Rp 26 ribu per kg, sedangkan harga cabai tidak lagi mencapai Rp100 ribu per kg. (Yetede)

Nasib Batu Bara di Tengah Transisi Energi

20 Dec 2023
JAKARTA — Sejumlah produk tambang masih bisa bersinar di tengah tren transisi energi. Permintaan terhadap batu bara, timah, dan emas, khususnya, diramal tetap tinggi pada 2024 hingga beberapa tahun kemudian. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia Hendra Sinadia mencatat grafik produksi batu bara dalam 10 tahun terakhir tak pernah landai. Bahkan jumlah permintaan terus bertambah. Tren ini masih akan berlanjut, paling tidak dalam lima tahun ke depan, meski upaya peralihan ke energi yang lebih bersih tengah digalakkan beragam negara. Butuh waktu untuk bisa merasakan dampak transisi tersebut. 

Tantangannya justru terletak pada pembiayaan. Hendra mengatakan tren transisi energi membuat lembaga keuangan menahan diri membiayai ekspansi perusahaan batu bara. "Dalam 10 tahun terakhir, pendanaan ke sektor batu bara menurun," kata Hendra kepada Tempo, Selasa, 19 Desember 2023. Pengusaha akhirnya semakin sulit mencari dana. Sedangkan ongkos produksi terus naik. Artinya, cuan makin tipis.

Hendra mengatakan biaya produksi ini, salah satunya, digunakan untuk bahan bakar minyak yang berkontribusi 25-35 persen terhadap total biaya operasi. Ongkos untuk menambang di lapangan yang tua pun semakin besar lantaran butuh alat tambahan. Belum lagi biaya lain seperti upah pekerja hingga dampak depresiasi nilai tukar rupiah. Yang juga menambah beban, menurut Hendra, adalah biaya dari regulasi seperti royalti, yang naik dua kali lipat, hingga setoran dana hasil ekspor. (Yetede)

Pengurasan Minyak di Rokan Disetujui

19 Dec 2023

Sepanjang Desember 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyetujui dua rencana pengembangan proyek pengurasan minyak tingkat lanjut atau Enhanced oil recovery (EOR) di Wilayah Kerja Rokan, Riau. Investasi proyek peningkatan produksi migas tersebut capai Rp 5,18 triliun. Persetujuan diberikan pada pengembangan lapangan (POD) chemical EOR di Lapangan Minas tahap 1 (Area-A) yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan investasi Rp 1,48 triliun dan POD steamflood EOR di Lapangan Rantaubais tahap 1, juga di Rokan senilai Rp 3,7 triliun. EOR ialah metode perolehan minyak bumi tahap lanjut dengan cara menginjeksikan material atau fluida khusus ke reservoir, salah satunya dengan injeksi kimia. Metode itu diperlukan di tengah laju penurunan produksi minyak bumi secara alamiah karena lapangan migas di Indonesia sudah mature (tua).

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, persetujuan dua proyek EOR dengan jenis berbeda (chemical dan steamflood) itu bagian dari upaya agar EOR segera terealisasi. Sebelumnya, kedua proyek itu telah teridentifikasi potensinya untuk proyek EOR. ”Kami berkomitmen untuk menyelesaikan secara tuntas. Begitu memasuki tahun 2024, (maka) menjadi tahun eksekusi untuk implementasi proyek-proyek EOR yang sudah ditunggu oleh banyak pihak,” kata Benny, Senin (18/12). Dengan persetujuan POD itu, Minas akan menjadi lapangan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Chemical EOR (CEOR) pada skala komersial, dengan menggunakan bahan kimia injeksi alkalisurfaktan-polimer (ASP). Perkiraan cadangan minyak tambahan dari pengembangan CEOR tahap 1 di Lapangan Minas itu mencapai 2,24 juta barel. Puncak produksi minyak proyek ini diperkirakan 1.566 barel per hari. Lapangan Minas teridentifikasi memiliki tambahan cadangan minyak mencapai 500 juta barel. (Yoga)

Solusi Jangka Panjang Kenaikan Harga Cabai

19 Dec 2023
Pemerintah tidak dapat mengatasi kenaikan harga komoditas cabai dalam jangka pendek yang kini rata-rata mencapai Rp 69.688 per kilogram untuk cabai merah dan Rp 89.604 per kg untuk rawit. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian Edy Priyono, Senin (18/12/2023), mengatakan, pemerintah saat ini sedang fokus pada jangka menengah-panjang, seperti mengatur pola tanam dan optimalkan budidaya cabai. (Yoga)

Ekspor Nonmigas Jabar di Bawah 5 Persen

19 Dec 2023
Nilai ekspor nonmigas Jawa Barat dalam kurun Januari-Oktober 2023 mencapai 30,45 miliar dollar AS, atau kurang dari 5 persen dari total ekspor. Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jabar Abdul Sobur, Senin (18/12/2023), menyatakan, Jabar memiliki potensi industri hijau yang cukup besar. ”Jika dimaksimalkan, kontribusi idealnya bisa 60 persen. Jabar memiliki lahan luas dan pelaku usaha yang kreatif sehingga punya potensi besar di sektor industri hijau,” katanya. (Yoga)

Jelang Nataru Harga Terkendali

19 Dec 2023
JAKARTA,ID-Menjelang Liburan Natal 2023 dan tahun Baru 20244 (Nataru), pemerintah belum sepenuhnya mampu menahan kenaikan harga komoditas pangan pokok strategis. Dari 20 komoditas pangan pokok strategis yang terpampang di data panel Badan Pangan Nasional (Bapanas), dalam rentang akhir November hingga Senin (18/12/2023), 12 komoditas masih mengalami kenaikan turun, dan satu komoditas tetap. Sebanyak 12 komoditas pokok pangan strategis yang mengalami kenaikan harga ditingkat pedagang eceran tersebut adalah beras premium, beras medium, bawang merah, bawang putih bonggol, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi murni, gula konsumsi, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan sederhana, tepung terigu kemasan (noncurah), dan garam halus beryodium. (Yetede)

Dibayangi Tingginya Inflasi Pangan

19 Dec 2023
JAKARTA – Menjelang tutup tahun, harga sejumlah komoditas pangan pokok terus meningkat. Kenaikan ini terekam pada grafik yang terpampang dalam laman panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kenaikan harga beberapa komoditas yang mencolok antara lain gula pasir, cabai merah, cabai rawit merah, dan bawang merah. Sementara itu, beras medium dan premium relatif stabil di tingkat harga yang cukup tinggi.

Kenaikan harga pangan ini sudah terjadi sejak beberapa bulan belakangan. Harga kian memuncak lantaran tingginya permintaan menjelang periode Natal dan tahun baru dalam dua pekan terakhir. "Gula dan cabai kenaikan harganya mencolok. Sekarang yang sedang merangkak naik bawang merah, ayam, tomat, sayur-sayuran, dan daging. Harus dijaga pasokannya karena akan ada permintaan tinggi pada 21-24 Desember nanti," ujar Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri kepada Tempo, kemarin.

Komoditas pangan selama ini terus menyumbang laju inflasi di Indonesia. Pada November lalu, misalnya, inflasi tahunan sebesar 2,86 persen mayoritas disumbang oleh aneka bahan pangan. Beras memberi andil inflasi sebesar 0,58 persen; cabai merah 0,19 persen; cabai rawit 0,1 persen; daging ayam ras 0,09 persen; dan bawang putih 0,07 persen. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada November 2023 mencapai 6,71 persen dan berandil 1,72 persen terhadap inflasi umum. (Yetede)