Lingkungan Hidup
( 5820 )Harga Pangan Masih Tinggi
Harga kebutuhan pokok yang naik sejak beberapa bulan lalu
masih melanjutkan tren kenaikan. Beberapa harga komoditas tak kunjung turun, di
antaranya cabai, bawang, dan beras. Tingginya harga komoditas tersebut membuat
daya beli masyarakat menurun. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Selasa (26/12)
harga eceran cabai rawit merah berkisar Rp 75.000-Rp 80.000 per kg, jauh lebih
tinggi dibandingkan harga normal pada hari-hari biasa yang berkisar Rp
40.000-Rp 50.000 per kg. ”Sudah sebulan lebih harga cabai naik. Sampai sekarang
belum turun. Harga dari pemasoknya juga masih tinggi,” kata Wahyudin (33),
penjual cabai di Pasar Induk Kramat Jati. Di Pasar Kramat Jati, harga cabai
rawit merah Rp 90.000 per kg. Meski lebih mahal dibandingkan dengan di pasar
induk, harga itu lebih baik daripada beberapa hari sebelumnya. Wiwin (42),
pedagang, mengatakan, tiga hari lalu harga cabai rawit merah Rp 100.000 per
kg.
”Kemarin-kemarin harganya sampai Rp 150.000 per kg. Ini sudah
mulai turun meskipun masih tinggi. Pas Tahun Baru belum tahu, mungkin nanti
bisa naik lagi,” kata Wiwin. Harga bawang merah dan bawang putih juga naik. Di
Pasar Induk Kramat Jati, harga bawang
merah Rp 40.000 per kg dan harga bawang putih Rp 33.000-Rp 35.000 per kg, naik hingga
rata-rata Rp 5.000 per kg dibandingkan sebelum Natal. Di Pasar Kramat Jati,
harga bawang merah dan bawang putih sama-sama Rp 40.000 per kg atau naik Rp 5.000
per kg. ”Biasanya orang beli sekilo, sekarang paling seperempat atau setengah
kilo,” kata Anik (50), salah satu pedagang di Pasar Kramat Jati. Di tempat itu,
harga beras juga masih tinggi. Harga beras pandan wangi Rp 16.000 per kg, IR42
Rp 14.500 per kg, dan Bulog Rp 13.000 per kg. Harga itu masih jauh dari HET
zona I untuk beras medium, yakni Rp 10.900.
Kenaikan harga juga terjadi sejak September lalu. ”Ini bukan
naik lagi namanya, tapi enggak terkendali. Harga beras kalau naik enggak pernah
turun lagi,” kata Udin (51), pedagang beras di Pasar Kramat Jati.Tingginya
harga bahan pokok membuat sejumlah warga
membatasi jumlah pembelian. Riana (34),
warga Kebayoran Lama, misalnya, hanya membeli cabai merah seperempat kg. Ia
mengaku mengurangi membuat menu sambal karena harga cabai masih ”pedas”. Menurut
dia, tak mudah mengatur uang belanja di tengah lonjakan harga bahan pokok. Ia
harus pintar-pintar mengatur uang belanja agar pengeluaran tidak membengkak. ”Saya
belanja sayur dan lauk yang harganya terjangkau, yang penting cukup untuk
sekeluarga,” ucapnya. (Yoga)
Inovasi untuk Desa
Acara Kick Andy pada 3 Desember 2023 menampilkan dua orang
istimewa, Lasiyo Syaefudin dan Edy Purwoko. Keduanya penduduk yang sangat berarti
bagi warga desa mereka. Mbah Lasiyo, pria lulusan SMP, dijuluki profesor
pisang. Kegiatannya yang mengembangkan berbagai varietas pisang secara organik
telah memberi inspirasi bagi banyak petan ilain untuk menanam pisang hasil
karyanya. Bahkan, sejak belasan tahun lalu, warga Desa Sidomulyo, Kabupaten
Bantul, DI Yogyakarta, ini telah dikenal di kalangan petani di wilayahnya
sebagai peracik pestisida nabati dan mikroorganisme pengurai kompos. Sebagai
pendukung pertanian organik, Mbah Lasiyo memiliki bermacam formula pestisida
nabati untuk serangan hama yang spesifik. Mbah Lasiyo meningkatkan produktivitas
lahan pisang tanpa merusak lingkungan. Edy Purwoko, Warga Desa Bulurejo,
Kabupaten Banyuwangi, Jatim, menemukan cara budidaya buah naga yang mampu meningkatkan
produksinya hingga dua kali lipat. Dengan menandai masa panen dan masa paceklik
buah naga, Edy menyimpulkan bahwa sinar matahari menjadi faktor utama dua
kondisi tersebut. Edy melakukan uji coba dengan menyinari kebun buah naga
miliknya menggunakan lampu LED dan berhasil. Kini tak hanya kebun miliknya yang
menggunakan lampu listrik,tetapi juga kebun-kebun milik petani lain, menjadikan
buah naga tak lagi mengenal musim, sehingga produktivitas per tahun kebun buah
naga meningkat menjadi dua kali lipat.
Tak hanya perorangan, cerita tentang peran teknologi dalam
membangun desa juga saya temukan dari kiprah PT Agrikencana Perkasa. Perusahaan
yang bergerak di bidang bioteknologi dan agroindustri ini adalah produsen
berbagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk, pakan ternak, probiotik, dan
pestisida. Semuanya organik. Beberapa petani yang menggunakan produknya mengaku
hasil pertanian meningkat tajam. Salah seorang petani bercerita bahwa produksi
padi organik hasil sawahnya 13 ton per hektar per musim tanam. Begitu pula
singkong yang dapat menghasilkan jauh di atas produktivitas rata-rata. Satu
pohon dapat menghasilkan 10 kg, bahkan ada yang sampai 26 kg. Keunikan
perusahaan ini adalah upayanya dalam menggunakan bahan-bahan yang awalnya hanya
limbah. Dalam produksi pakan ternak, misalnya, mereka menggunakan limbah daun
jati kering dalam campurannya. Minyak sacha inchi dalam ramuan pakan ayam
menghasilkan telur yang tinggi kandungan omega-3. Ketiga kisah ini adalah
contoh penerapan teknologi dalam produksi pertanian di desa. Dalam ilmu
ekonomi, teknologi berperan dalam meningkatkan kinerja input lain dan meningkatkan
kemampuan produksi dengan penggunaan tenaga kerja dan modal yang sama. (Yoga)
Berkah Natal Jutaan Dollar Mariah Carey
Seperti halnya umat Kristiani yang menantikan Natal, begitu
juga dengan penyanyi pop Mariah Carey. Bukan hanya merayakan hari raya
keagamaan, Carey juga menikmati berkah dalam arti harfiah, yakni pundi-pundi
yang menebal dari royalty atas lagu-lagu tematis Natal-nya. Padahal, rekaman
itu dirilis hampir tiga dekade lalu. Inilah contoh pendapatan pasif yang selalu
menguntungkan setiap tahun. Saban menjelang dan sesudah Natal, suara Mariah
Carey mendadak meramaikan hampir setiap sudut pusat perbelanjaan, restoran, dan
tempat publik lainnya. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di berbagai belahan
negara lain. Lagu-lagu seperti ”All I Want for Christmas is You” dan ”Christmas
(Baby Please Come Home)” yang dinyanyikan penyanyi asal AS itu rutin diputar di
mana-mana. Dua lagu itu adalah bagian dari 10 lagu yang tergabung dalam album
Mariah Carey, Merry Christmas, yang dirilis tahun 1994 lalu. Nyaris genap tiga dekade
berselang, lagu-lagu di album itu tetap relevan dan seakan menjadi soundtrack
Natal.
Sampai 24 Desember 2023, lagu ”All I Want for Christmas is
You” sudah diputar 1,72 miliar kali di aplikasi pemutar musik Spotify oleh
pendengar di ratusan negara. Lagu ini termasuk 200 lagu yang telah
menembus 1 miliar kali diputar. Padahal, ada jutaan lagu yang terunggah di
Spotify. Dikabarkan oleh situs Billboard, lagu ini telah dikonsumsi 2,18 miliar
kali di AS sajaa, dalam bentuk pengunduhan lagu, pemutaran audio di aplikasi
musik, dan pemutaran video di Youtube. Kombinasi dari aktivitas ekonomi ini
menciptakan nilai 1,8 juta dollar AS (Rp 27,84 miliar) di AS saja untuk Carey
dan perusahaan rekamannya, Sony Music. Pendapatan ini belum termasuk keuntungan
dari penggunaan lagu untuk acara televisi ataupun sebagai soundtrack dari
berbagai acara bertema Natal. Ini pun belum termasuk pendapatan dari hak cipta
saat ada penyanyi lain yang ingin membuat aransemen ulang lagu tersebut. Padahal,
ada 125 penyanyi yang telah membuat ulang lagi ini. Salah satunya duet Mariah
Carey dengan Justin Bieber saat menyanyikan ulang lagu ini pada 2011 lalu.
Mengutip The Economist, berkat berbagai prestasi tersebut,
Mariah Carey dikabarkan meraup 2,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 34,46 miliar
setiap tahun. The New York Post bahkan memperkirakan Carey mendapatkan 3 juta
dollar AS atau sekitar Rp 46,4 miliar setiap tahun. Ia masih mendapatkan pendapatan
lain dari royalti album lain, honor menjadi bintang iklan, ataupun konser.
Semua ini membawa Carey yang pada 2023 dikabarkan memiliki total kekayaan 350 juta
dollar AS atau sekitar Rp 5,41 triliun. Keputusan membuat album tematis Natal
pada 1994 lalu itu adalah keputusan yang sangat tepat. Mengutip Pew Research pada
2020, jumlah penganut Kristiani di seluruh dunia 2,38 miliar orang atau 30 %
penduduk dunia yang lebih kurang 8 miliar orang. Dari perspektif ekonomi, kita
bisa belajar dari Carey bagaimana jeli melihat potensi pasar yang pasti
(captive market) dari hari Natal yang rutin dirayakan sepertiga penduduk bumi
setiap tahun. Mengolah potensi pasar itu menjadi pendapatan pasif setiap tahun.
(Yoga)
Temuan Cadangan Migas Jumbo di Akhir Tahun
Kemenperin Turunkan Skandal Daihatsu
Lalai Keselamatan Berujung Kecelakaan
TRANSISI ENERGI : JURUS PAMUNGKAS AMANKAN EBT
Lambatnya peningkatan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional membuat pemerintah mengerahkan segala upaya untuk memastikan target 23% pada 2025 bisa tercapai. Sejumlah aral mulai ditangkal dengan harapan bisa melipatgandakan capaian pada tahun ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menjanjikan perbaikan regulasi untuk memasifkan kembali investasi di sektor energi baru terbarukan atau EBT yang menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya menggapai net zero emission pada 2060. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui bahwa porsi EBT dalam bauran energi saat ini masih jauh dari harapan. Padahal, beragam upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menggeliatkan iklim investasi energi bersih di dalam negeri. Pembenahan regulasi menjadi ‘kartu truf’ yang akan dikeluarkan pemerintah untuk memacu kembali pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih, sehingga mampu memperbesar porsi EBT dalam bauran energi nasional.
Tidak hanya itu, pemerintah juga bakal mendorong peningkatan permintaan listrik dari industri di dalam negeri. Dalam beberapa kesempatan, pemerintah sempat menyampaikan bakal mengandalkan sejumlah smelter untuk memacu demand tenaga listrik berbasis EBT di dalam negeri. Hal itu juga sejalan dengan strategi pemerintah saat ini yang terus memacu penghiliran di Tanah Air. Pemerintah juga sebelumnya sempat pesimistis terhadap pencapaian target porsi EBT sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada 2025, karena sebagian besar commercial operation date (COD) pembangkit listrik berbasis energi bersih diperkirakan baru bisa dieksekusi 1 tahun setelahnya, yakni selepas 2026. Itu pun secara bertahap. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, realisasi bauran EBT sepanjang paruh pertama 2023 baru mencapai 12,5% atau jauh dari target yang ditetapkan tahun ini di level 17,9%. Capaian paruh pertama tahun ini tidak banyak bergeser dari torehan sepanjang 2022 dan 2021, masing-masing di level 12,3% dan 12,2%. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa saat ini permintaan listrik sudah mulai menunjukan tren peningkatan. Dengan demikian, lelang-lelang pembangkit PLN bakal diarahkan untuk blok yang lebih besar di atas 1 GW tersebut. “Kami ingin bidding tidak dalam skala kecil 50 MW atau 100 MW, tapi kami ingin blok bidding 1 GW atau 2 GW, sehingga skalanya untuk percepatan mengejar 24 GW EBT bisa terjadi dalam 10 tahun ke depan,” jelasnya. Misalnya saja PLTS Terapung Cirata yang dikerjakan oleh sub-holding PLN Nusantara Power dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar. Proyek itu diresmikan akhir Oktober 2023 lalu dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun.
Sementara itu, PLN memastikan bakal berupaya merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai dengan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Gregorius Adi Trianto, EVP Komunikasi Korporat & TJSL PLN, mengatakan bahwa PLN tetap membutuhkan dukungan pihak lain untuk bisa merealisasikan RUPTL yang mayoritas menggunakan energi bersih. Secara terpisah, Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) mengidentifikasi melesetnya target bauran pembangkit EBT pada 2025 disebabkan oleh mundurnya tenggat operasi komersial yang terdapat dalam rencana penyediaan listrik PLN. Analis Energi IEEFA Putra Adhiguna mengatakan bahwa beberapa persoalan ihwal kendala pendanaan, perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), dan teknis di lapangan menyebabkan rencana kapasitas terpasang pembangkit terbarukan mundur. Setali tiga uang, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa berpendapat bahwa aturan terkait dengan kebijakan komposisi TKDN masih menjadi kendala utama di tengah upaya untuk meningkatkan produksi panel surya di dalam negeri.
JELAJAH EV 2023 : MENGGAPAI PENGHILIRAN SECARA BERKELANJUTAN
Keberlanjutan menjadi prinsip penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi melalui optimalisasi peran nikel di Tanah Air. Pemerintah pun menekankan pentingnya melaksanakan prinsip pertambangan yang berkelanjutan agar produk olahan nikel nasional bisa melenggang ke pasar global. PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang juga dikenal sebagai Harita Nickel mencoba menerapkan prinsip berkelanjutan tersebut melalui sejumlah upaya pada kegiatan operasionalnya di Pulau Obi Maluku Utara. Salah satu langkah yang dilakukan Harita Nickel adalah dengan pemanfaatan teknologi penangkap panas dan sistem pengolahan yang bisa digunakan kembali dalam proses manufaktur agar bisa lebih esien dalam pemanfaatan energi.Head of Technical Support Harita Nickel Rico Windy Albert mengatakan bahwa beberapa smelter yang dioperasikan perusahaan telah menggunakan teknologi yang lebih esien dalam pemanfaatan energi.Dia mencontohkan smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) yang dioperasikan oleh salah satu entitas usahanya, yakni PT Halmahera Jaya Feronikel yang memanfaatkan panas dari peleburan bijih nikel di tungku pembakaran elektrik bakal ditangkap dan dimanfaatkan untuk proses kalsinasi di rotary kiln.
Secara terpisah, Environmental Superintendent Harita Nickel Indra Maizar menjelaskan bahwa perusahaan memang memiliki sistem pengelolaan air khusus untuk kepentingan aktivitas produksi nikel. Menurutnya, Harita Nickel memiliki dua kolam khusus yang berfungsi untuk menampung air hujan dan air bekas aktivitas produksi dari smelter.Air hujan yang telah ditampung pada kolam tersebut dalam prosesnya akan dipompa ke fasilitas smelter perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi. Sementara itu, air yang sudah digunakan untuk proses produksi nikel akan dialirkan kembali pada kolam yang berbeda untuk ditampung. Prinsip pertambangan yang berkelanjutan memang telah menjadi komitmen Harita Nickel dalam memanfaatkan nikel secara terintegrasi di Pulau Obi. Hal itu juga yang mendasari perusahaan untuk selalu patuh terhadap prinsip pertambangan ramah lingkungan atau green mining yang diatur oleh pemerintah.Direktur Operasional NCKL Younsel Evand Roos mengatakan bahwa salah satu kunci utama dalam melakukan bisnis berkesinambungan adalah menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan regulasi-regulasi yang berlaku. Salah satu contoh batasan yang diatur oleh pemerintah dalam aspek lingkungan, kata Younsel, adalah terkait dengan baku mutu air limbah pengolahan nikel. Dia berkata, perusahaan pun telah memiliki sistem pengelolaan air (water management) untuk mengelola air hasil aktivitas industri nikel sebelum dilepas ke lautan.
Selain itu, Harita Nickel juga gencar melaksanakan reklamasi pada lahan-lahan eks tambang yang telah selesai diproses. Dia menjelaskan bahwa perusahaan menutup kembali lubang-lubang bekas tambang dengan menggunakan lapisan tanah top soil yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman beragam tumbuhan.Selain itu, Harita Nickel juga terus menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasi dan bisnisnya. Bahkan, perusahaan telah memiliki sertikasi ISO 14001 terkait dengan sistem manajemen lingkungan, serta ISO 45001 untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Kementerian Perindustrian menilai bahwa praktik yang mengusung ESG menjadi penting dalam upaya mewujudkan pembangunan industri nasional yang berdaya saing global. Langkah tersebut juga sebagai salah satu faktor kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). “Dengan mengembangkan kinerja pembangunan berkelanjutan dan memperluas kebijakan ESG, daya tarik sektor industri bagi para investor bisa ditingkatkan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Septian Hario Seto, Deputi Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan bahwa produsen besar nikel di Indonesia akan didorong untuk mendapatkan sertikasi dari entitas global, seperti the Initiative for Responsible Mining Assurance agar bisa memastikan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pertambangannya.
Harita Nickel pun menargetkan mampu mengirimkan produk nikel sulfat ke pasar global sebanyak 240.000 ton dalam setahun, sesuai dengan kapasitas produksi pabrik.“Ke depan, perusahaan akan berusaha mengirimkan kurang lebih sebanyak empat kapal untuk memenuhi target permintaan produksi nikel sulfat tersebut,” kata Direktur Utama Harita Nickel Roy A. Arfandy.
Di sisi lain, stok persediaan nikel jenis saprolite milik NCKL saat ini ada sekitar 3,8 juta metrik ton. Jumlah tersebut digunakan untuk memasok dua entitas anak perusahaan yang mengolah bijih saprolite menjadi feronikel, yaitu PT Halmahera Jaya Feronikel dan PT Megah Surya Pertiwi.
Selain itu, perusahaan juga bersiap untuk masuk ke IUP yang dimiliki entitas anak lainnya, yaitu PT Jikodolong Megah Pertiwi. Dia menuturkan bahwa pihaknya sedang menunggu perizinan dari pemerintah untuk dapat mengeksekusi IUP yang dimiliki oleh perusahaan.
”Kerja Rodi” Lahan Pangan
Sektor pertanian pangan Indonesia sedang tidak baik-baik
saja. Permasalahan dan tantangan yang muncul tak hanya mencakup aktor utama, kebijakan,
dan produksi pangan. Tanah sebagai wadah hidup tanaman pangan juga terus dipaksa
”kerja rodi” demi mengejar peningkatan produksi. Sepanjang 2023, La Nina dan El
Nino menampakkan kerapuhan sektor pertanian pangan nasional, terutama pada
sumber pangan utama masyarakat, yakni beras. Berdasarkan hasil penghitungan kerangka
sampel area, BPS memperkirakan produksi beras nasional pada 2023 turun 650.000
ton, berbeda dengan Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) yang
memproyeksikan produksi beras anjlok 1,5 juta ton. Situasi itu memicu kenaikan harga
gabah dan beras. Panel harga Bapanas mencatat, harga rata-rata nasional beras medium
tertinggi terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg, naik 16,24 %
secara tahunan dan 17,49 % di atas HET beras medium di tingkat konsumen di zona
I.
Untuk menstabilkan stok dan harga beras, pemerintah semula
mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton, yang kemudian ditambah
1,5 juta ton menjadi 3,5 juta ton. Pada 2024, pemerintah sudah berancang-ancang
akan mengimpor lagi beras sebanyak 2 juta ton. Wajah rapuh sektor pertanian tak
berhenti di situ. Petani yang merupakan aktor utama penyedia pangan masyarakat
juga semakin menua dan mengalami guremisasi.”Hal ini perlu menjadi perhatian
bersama. Pekerja di sektor pertanian yang semakin menua membutuhkan regenerasi
petani yang berkelanjutan. Bertambahnya petani gurem juga dapat menurunkan
kesejahteraan petani,” kata PLT Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin
(4/12). Kini, pola tanam padi (musim tanam/MTI)-padi(MT II)-palawija (MT III)
mulai banyak ditinggalkan daerah-daerah sentra penghasil beras.
Padahal, pola tanam itu bertujuan untuk mengendalikan hama dan
penyakit serta menjaga kesuburan tanah. Kini, pola tanam itu berubah menjadi
padi-padi-padi. Bahkan, pola tanam itu didukung dengan penyediaan sumur-sUmur
bor berbasis listrik di areal persawahan, seperti di Sragen, Jateng (Kompas,
19/9). Sawah yang dipaksa ”kerja rodi” menghasilkan gabah sepanjang tahun itu
dapat menyebabkan kesuburan tanah berkurang. Apalagi jika tidak diikuti dengan
pola pemupukan yang seimbang, hal itu akan mempercepat berkurangnya ”kesehatan”
tanah. Sebagian besar sawah di Jawa bahan organiknya di bawah 1 persen. ”Lahan
dengan bahan organik di bawah 1 persen merupakan lahan sakit. Kalaupun
ditingkatkan produktivitasnya, hasilnya tetap tidak akan maksimal. Untuk itu,
upaya-upaya mengembalikan kesuburan lahan pertanian juga sangat penting
dilakukan,” katanya. (Yoga)
Warga Kendari Sulit Mendapatkan Pertalite
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









