Lingkungan Hidup
( 5820 )Akal Jitu ”Emak-emak” Hadapi Kenaikan Harga Pangan
Lonjakan harga pangan membuat ”emak-emak” kalang kabut.
Mereka harus mengeluarkan sejuta akal demi mengatur keuangan, mulai dari
berburu promo diskon, membatasi uang belanja, hingga menakar kebutuhan sambal. Riana
(34) tersenyum kecut saat berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jaksel, Selasa (26/12)
siang, uang Rp 100.000 di dompetnya belum cukup membeli semua daftar
kebutuhannya. Ia hanya membeli satu ayam potong, setengah kg telur ayam,
setengah kg bawang merah dan bawang putih, serta seperempat cabai. Beberapa sayuran
yang ia beli pun hanya setengah porsi biasanya. Sisa uangnya Rp 50.000 juga digunakan
membeli tempe dan bumbu masak lainnya. ”Uang belanja sayur, lauk, dan kebutuhan
dapur saya patok Rp 150.000 per minggu. Kalau tidak begitu, bisa lebih besar pasak
daripada tiang,” ucap Riana menganalogikan biaya hidup yang semakin membengkak.
Data infopangan.jakarta.go.id per Selasa (26/12) mencatat
kenaikan harga cabai rawit merah, cabai merah besar, hingga bawang merah di sejumlah
pasar. Harga cabai merah keriting, naik Rp 4.000 menjadi Rp 44.000 per kg dibandingkan
sehari sebelumnya. Harga beras medium mencapai Rp 13.000 per kg atau di atas
HET, Rp 10.900 per kg. Di tengah lonjakan harga pangan itu, Riana mengaku tak mudah
mengatur uang belanja. Hampir separuh gaji suaminya sudah terpakai untuk
membayar kontrakan, tagihan listrik, pulsa, dan internet. Ia harus
pintar-pintar mengatur agar kebutuhan bulanan keluarga tak lebih dariRp 2 juta,
agar dia masih bisa menabung minimal Rp 100.000 setiap bulan.
Ia tak hanya berbelanja ke pasar tradisional, tetapi juga
supermarket demi berburu diskon membeli minyak goreng, gula pasir, detergen,
tisu, dan makanan ringan. Riana juga mengejar hadiah jika membeli produk
tertentu. Tidak hanya konsumen, pedagang makanan pun harus berhemat. Solikhah
(35), pemilik warung makan Magelang di Pasar Kramat Jati, Jakarta, mengaku
kerepotan akibat ”pedasnya” harga cabai. ”Naiknya harga cabai 2 bulan lalu
membuat saya harus mengurangi porsi membuat sambal. Jika biasanya buat sam bal
pakai cabai 1 kg, sekarang hanya setengahnya,” katanya. Porsi sambal kepada
pembeli pun berkurang. ”Jika dahulu setiap porsi makan bisa 1-2 sendok makan
berisi sambal, saat ini paling hanya dua sendok teh. Kalau mau nambah, ya, harga
makanannya dinaikkan,” kata Solikhah. (Yoga)
Salah Arah Mengatasi Masalah Beras
Pemerintah hendaknya lebih serius lagi dalam memitigasi dampak El Nino yang mempengaruhi anjloknya produksi beras nasional. Musim kering akibat perubahan iklim tersebut menyebabkan mundurnya masa tanam padi yang berimbas bergesernya masa panen raya kali ini. Hal itu berpotensi membuat defisit beras pada 2024 lebih panjang. Sebagai dampak El Nino, musim tanam yang biasanya dimulai pada Oktober-November kini mundur ke Desember 2023, bahkan Januari mendatang. Akibatnya, masa panen ikut mundur dari seharusnya dimulai pada Februari bergeser menjadi Maret atau April 2024.
Konsekuensinya, defisit kebutuhan beras pun bisa menjadi lebih panjang daripada biasanya karena panen raya mundur dari Maret-April menjadi April-Mei atau bahkan Mei-Juni 2024. Kerangka Sampel Area amatan Badan Pusat Statistik pada November 2023 memproyeksikan produksi beras pada Januari dan Februari 2024 hanya sebesar 0,93 juta ton dan 1,32 juta ton. Dengan tingkat konsumsi masing-masing 2,54 juta ton dalam dua bulan tersebut, diprediksi Indonesia mengalami defisit beras 1,61 juta ton pada Januari 2024 dan 1,22 juta ton pada Februari 2024. Bila tidak ada mitigasi yang memadai, stok yang terus menipis itu akan membuat paceklik beras jadi lebih panjang. Harga beras akan terus melambung. Kondisi pangan saat ini akan makin sempoyongan. Ancaman inflasi pun mengintai. (Yetede)
Ford Kuasai 8,5% Saham Pabrik Baterai EV vale
Ford Motor Company resmi menjadi pemegang langsung 88.716 unit saham atau 8,5% saham PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Untuk menguasai porsi saham KNI sebesar itu, pabrikan mobil global tersebut menyetorkan modal senilai Rp 88,71 miliar. KNI merupakan perusahaan yang akan mengelola pabrik high preasure acid leach (HPAL) yang beroperasi di Blok Pomala Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pabrik tersebut digarap PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama Zhejiang Tbk Tiongkok untuk menghasilkan nikel berbentuk mixed hydroxide (MHP) berkapasitas 120 ribu ton per tahun.
Dalam rantai bisnis nikel, MHP diolah menjadi nikel dan kobalt sulfat yang merupakan material (perkursor) kutub positif atau katoda sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle) bersama lithium serta mangan/aluminium. Baterai jenis ini bernama lithium ion. "Sebagai akibat dari penerbitan dan pengambilan bagian saham baru tersebut, maka struktur permodalan dan kepemilikan saham KNI menjadi modal dasar KNI sebesar Rp 1 triliun terbagi atas 3,82 juta saham; dan modal yang ditempatkan dan disetor KNI sebesar Rp 1 triliun yang terbagi 1 juta saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1 juta," jelas Sekretaris Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk Filia Alanda. (Yetede)
OUTLOOK 2024 : KOREKSI LABA SEKTOR BATU BARA
Kinerja saham emiten batu bara pada 2024 dihantui penurunan laba karena harga komoditas yang cenderung ke bawah mengingat ketidakpastian pemulihan ekonomi China dan perlambatan pertumbuhan global. International Energy Agency (IEA) memprediksi konsumsi batu bara global tahun ini mencapai rekor 8,54 miliar ton. Namun, kemudian turun pada 2024 dan stabil hingga 2026. Diiringi dengan pertumbuhan pasokan yang stabil dari produsen utama seperti Australia dan Indonesia, harga batu bara pun diprediksi melandai. Dalam risetnya, analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan memperkirakan prospek permintaan batu bara termal yang lemah akan berlanjut pada tahun depan. Sementara itu, untuk batu bara kalori rendah dan menengah Indonesia (ICI4 dan ICI3) diramal akan rata-rata US$72 per ton dan US$55 per ton tahun depan, dibandingkan dengan US$84 per ton dan US$63 per ton pada 2023. Alhasil, BRI Danareksa Sekuritas merev Erindra pun mempertahankan peringkat ‘neutral’ pada sektor batu bara Indonesia berdasarkan valuasi yang tidak tinggi (1,7—6,7 FY24 EV/ EBITDA), yield dividen yang menarik (9,1—28,4%), dan kepemilikan yang rendah oleh dana domestik, meskipun pendapatan diprediksi masih turun pada 2024—2025. isi perkiraan pendapatan sejumlah perusahaan tambang batu bara pada 2024-2025 dengan dengan mempertimbangkan perkiraan harga batu bara dan ekspektasi operasional terbaru.
Sementara itu, emiten batu bara lainnya dari Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan kenaikan penjualan batu bara hingga November 2023. Pada saat yang sama, lini bisnis pertambangan emas UNTR justru mengalami penurunan. Berdasarkan dokumen resmi yang diterima Bisnis, unit usaha UNTR di bidang kontraktor pertambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatatkan peningkatan volume produksi batu bara sebesar 15,58% secara year-on-year (YoY) menjadi 121,6 juta ton per November 2023. Berdasarkan konsensus analis di Bloomberg, 21 dari 27 analis menyematkan rating ‘buy’ untuk UNTR, sedangkan 5 lainnya ‘hold’ dan sisanya merekomendasikan ‘sell’. Faktor lainnya adalah aksi korporasi M&A terbaru UNTR di bidang tambang nikel, yang memanfaatkan gelombang pasokan untuk kendaraan listrik (EV) yang berkembang pesat di Indonesia. Menurut J.P. Morgan, aksi itu dapat memberikan momentum penilaian ulang berlipat ganda dalam jangka menengah hingga panjang.
LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN : TPIA Kebut Bisnis EBT
Emiten bahan kimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) bakal terus menggenjot lini bisnis energi baru terbarukan (EBT), terutama dalam pemanfaatan listrik ramah lingkungan. Emiten besutan Prajogo Pangestu itu memiliki Krakatau Chandra Energy (KCE) yang berfokus pada pembangkit listrik gas combined cycle power plant (CCPP) sebesar 120 megawatt (MW). KCE diplot menjadi perusahaan penyedia energi baru terbarukan (EBT). Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group Edi Rivai mengatakan kebutuhan listrik industri akan semakin meningkat. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan industri petrokimia dan hilirisasi. Belum lama ini pun, TPIA menerima aliran investasi sebesar US$194 juta atau sekitar Rp3,03 triliun (kurs Jisdor Rp15.631 per dolar AS) dari Electric Generating Public Company Limited atau EGCO Group (EGCO), produsen energi independen asal Thailand. Menurutnya, kolaborasi ini penting bagi kedua perusahaan karena menggabungkan keahlian Chandra Asri Group di sektor kimia dan infrastruktur dengan kemahiran EGCO di bidang solusi ketenagalistrikan dan energi. Sementara itu, peneliti ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyebut pemerintah berperan dalam memenuhi kebutuhan listrik ramah lingkungan serta mendorong bauran EBT. Yusuf juga menyoroti niat pemerintah yang telah menetapkan target bauran EBT sebesar 23% pada 2025. “Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu terus mendorong pengembangan EBT, terutama untuk pembangkit listrik skala besar,” katanya.
BPH Migas Badan Usaha Tambah Pasokan BBM Jalur Non-Tol
Defisit Beras Semakin Panjang
Belum Efektif Atasi Masalah Beras
Fase Paceklik Beras dan Gula
Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan
gula. Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan
produksi berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia
tengah membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah
penurunan produksi pada tahun ini. Fase
paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan terjadi berbarengan,
pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam (MT) I padi di sejumlah daerah
produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember 2023 akibat
dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil MT I mundur dari Maret-April
2024 menjadi April-Mei 2024. Meskipun tetap ada panen pada Januari-Maret 2024,
hasilnya masih belum berlimpah. Sementara musim giling tebu yang selesai pada November
2023 baru akan dimulai Mei 2024. Pada bulan tersebut, produksi gula belum
banyak sehingga masih mengandalkan sisa stok produksi gula 2023. Karena itu,
penambahan cadangan beras pemerintah (CBP) dan cadangan gula pemerintah (CGP)
sangat diperlukan tahun depan, mengingat produksi beras dan gula pada 2023
diperkirakan anjlok. Kementan memperkirakan produksi beras turun 650.000 ton
hingga 1,2 juta ton.
Asosiasi Gula Indonesia memproyeksikan produksi gula konsumsi turun 120.000 ton. Selain itu, harga beras dan gula masih cukup tinggi. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, per 22 Desember 2023, harga rata-rata nasional beras medium dan gula konsumsi masing-masing Rp 13.190 per kg dan Rp 17.260 per kg. Dalam setahun, harga beras naik 14,02 % dan gula 17,26 %. Khusus beras, pemerintah berencana memberikan bantuan beras 10 kg bagi setiap keluarga berpenghasilan rendah pada Januari-Juni 2024. Jumlah keluarga penerima manfaat bantuan beras itu bertambah dari 21,3 juta keluarga menjadi 22 juta keluarga. Untuk itu, pemerintah mengalokasikan kuota impor beras 3,5 juta ton pada 2023. Per pekan I Desember 2023, impor beras baru terealisasi 61,91 %. Belum semua kuota impor beras terealisasi, pemerintah telah menetapkan kuota impor beras 2024 sebanyak 2 juta ton guna menambah CBP yang awal tahun depan diperkirakan tinggal 1,2 juta ton. Selain itu, Presiden Jokowi meminta CBP pada tahun depan bisa mencapai 3 juta ton. Terkait CGP, pada tahun ini pemerintah telah meminta perusahaan swasta dan milik negara mengimpor 990.000 ton gula mentah dan 215.000 gula konsumsi. Per pekan I Desember 2023, impor gula mentah baru terealisasi 79,15 % dan gula konsumsi 57,82 %. (Yoga)
Aturan Baru Pembelian Elpiji ”Melon” Masih Butuh Sosialisasi
Kementerian ESDM memastikan mulai 1 Januari 2024 hanya pembeli
yang terdata atau menunjukkan KTP yang bisa membeli gas elpiji 3 kg. Di sisi
lain, sosialisasi masih perlu dilakukan agar program yang bertujuan supaya elpiji
bersubsidi tersalur secara tepat sasaran itu berjalan optimal. Pendataan
konsumen elpiji 3 kg telah dilakukan sejak 1 Maret 2023 dan akan berakhir 31 Desember
2023 sehingga nantinya hanya yang terdata atau menunjukkan KTP yang
dilayani. Menurut data Kementerian ESDM, per November 2023, sebanyak 27,8 juta
pengguna elpiji 3 kg telah bertransaksi melalui merchant app Pertamina di penyalur/pangkalan
resmi. Ketua Bidang Elpiji Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Wiraswasta
Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Heddy Shedian, dihubungi di Jakarta,
Selasa (26/12) mengatakan, uji coba pembelian elpiji 3 kg dengan menunjukkan
KTP telah dilakukan sejak Oktober 2023. Diakuinya, masih ada sebagian kecil
masyarakat yang enggan melakukannya (membeli dengan menunjukkan KTP). Namun,
edukasi dan pemahaman akan terus diberikan.
”Ada sedikit keengganan masyarakat menunjukkan KTP karena
khawatir, mengingat KTP adalah identitas bersifat privasi, (dikaitkan) dengan
kondisi tahun politik saat ini. Namun, konsumen tetap diberikan edukasi dan
sosialisasi atas program ini agar memahami bahwa barang bersubsidi (harus)
tepat sasaran,” ujar Heddy. Sosialisasi
akan terus diberikan hingga sepenuhnya diterapkan mulai Januari 2024. Menurut
Heddy, sosialisasi tersebut akan dibantu berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota
agar pelaksanaannya optimal. Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (22/12),
menuturkan, penerapan kebijakan tersebut disertai dengan sistem pendataan
konsumen. Dengan demikian, diharapkan celah-celah yang membuat penyaluran
elpiji ”melon” dapat ditutup sehingga hanya warga yang berhak yang dapat
membeli elpiji bersubsidi itu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









