;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Kepiting Sultra Berpotensi Diekspor

22 Dec 2023
Komoditas perikanan Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya daging kepiting, menunjukkan potensi besar di pasar ekspor. Hingga November 2023, nilai ekspor kepiting mencapai 3,5 juta dollar AS, mengungguli berbagai komoditas perikanan lain. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra Nur Adnan Hadi, Kamis (21/12/2023), menuturkan, sektor perikanan rutin menjadi komoditas yang diekspor dari wilayah ini. Selain ikan kakap, gurita, dan udang, salah satu komoditas yang mencatatkan tren meningkat signifikan adalah kepiting kaleng. (Yoga)

2024, Bulog Datangkan Beras Impor 2,5 Juta Ton

22 Dec 2023
JAKARTA,ID-Perum Bulog tahun depan akan mendatangkan sedikitnya 2,5 juta ton beras dari sejumlah negara, termasuk kemungkinan dari India dan China. Sebanyak 500 ribu  ton diantaranya adalah sisa kuota penugasan impor tahun ini. Beras impor masih dibutuhkan untuk menambah stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang diaptok mendekati 3 juta ton pada 2024. CPB yang melimpah itu diperlukan agar  pemerintah melalui Bulog leluasa melakukan intervensi pasar demi menghindari instabilitas harga saat menghadapi tahun politik. Menurut Direktur Utama  Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, situasi pangan, khususnya perberasan, menghadapi tiga tantangan  pada akhir 2023 dan 2024. Pertama, produksi beras  nasional menurun akibat produktivitas  yang merosot dan dampak El-Nino. (Yetede)

Pemprov DKI Jakarta Memulai Gerakan Pangan Murah

21 Dec 2023
Pemprov DKI Jakarta memulai gerakan pangan murah menjelang Natal dan Tahun Baru. Gerakan itu dimulai di kantor kelurahan dan rumah susun, Rabu (20/12/2023). Warga dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, minyak goreng, dan gula di bawah harga pasar. Gerakan pangan murah bersamaan dengan peninjauan harga kebutuhan pokok oleh Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, dan panen cabai bersama Kelompok Tani Pinggir Bumi, Rabu. Para petani memanen 10,2 ton cabai se-Jakarta. Heru mengatakan, ”Kami memulai pangan murah serentak agar kebutuhan warga Jakarta terjamin.” (Yoga)

RAYUAN PEMERINTAH GAET INDUSTRI HILIR

21 Dec 2023
Bisnis, JAKARTA-Pemerintah Indonesia merayu perusahaan asal Jepang untuk membangun industri hilir ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air untuk melengkapi kebijakan penghiliran yang terus dikencangkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, beroperasinya dua smelter katoda tembaga yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia dan PT  Amman Mineral Nusa Tenggara paada tahun depan menjadi  peluang emas yang  bisa dimanfaatkan  oeh pelaku industri yang terkait dengan  ekosistem kendaraan listrik. Dia pun mendorong sejumlah perusahaan asal Jepang untuk mendirikan pabrik kabel listrik dan baterai electric vehicle (EV) di Indonesia, sehingga bisa memanfaatkan  katoda tembaga yang dihasilkan oleh dua smelter baru. "Kami mengajak perusahaan Jepang untuk mendirikan pabrik kabel listrik dan baterai EV di Indonesia. Indonesia memiliki kebijakan penghiliran mineral, dan smelter (katoda) tembaga juga akan segera beroperasi," katanya. (Yetede)

INDUSTRI HULU MIGAS : GETOL MEMBURU POTENSI DI ANDAMAN

21 Dec 2023

Kawasan Andaman memiliki pesona tersendiri bagi perusahaan minyak dan gas bumi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy. Baru saja menemukan potensi gas dengan jumlah besar Sumur Layaran-I, perusahaan langsung mengincar pengembangan di Layaran-2 dengan harapan mendapat hasil serupa. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa Mubadala Energy langsung menyusun rencana kegiatan eksplorasi lanjutan di prospek lain yang ada di South Andaman. Hal tersebut dilakukan perusahaan sembari menunggu hasil evaluasi post-drill Sumur Layaran-1 yang terletak di lepas pantai Aceh atau sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatra bagian utara. “langsung menyiapkan rencana tahun depan untuk melakukan pengeboran Sumur Layaran-2 dan prospek lainnya, seperti Parang-Parang dan Ramba,” kata Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf saat dihubungi, Rabu (20/12). Untuk sementara waktu, kata Nanang, menara bor atau rig yang digunakan untuk pengeboran Layaran-1 saat ini dipindah ke Andaman II agar bisa digunakan oleh harbor Energy yang sedang mengerjakan Sumur Halwa dan Gayo. Di Sumur Layaran-1, Mubadala Energy berhasil menemukan kolom gas yang luas dengan ketebalan lebih dari 230 meter di oligocene sandstone reservoir. Akuisisi data lengkap, termasuk wireline, coring, sampling, dan production test (DST) telah dilakukan. CEO Mubadala Energy Mansoor Mohammed Al Hamed mengatakan bahwa temuan potensi gas di Sumur Layaran-1 bakal membawa peluang komersial yang signifikan bagi perusahaan di tengah momentum transisi energi saat ini. “Hal ini bukan hanya merupakan perkembangan signifikan bagi Mubadala Energy, tetapi juga tonggak sejarah besar bagi ketahanan energi Indonesia,” katanya. 

Selain itu, penemuan baru yang terkonfirmasi itu juga merupakan keberhasilan kedua berturut-turut Mubadala Energi di Lapangan Andaman, setelah hasil menggembirakan di Timpan-1 yang ada di Andaman II. Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku masih menantikan studi pascapengeboran (post-drilling) Sumur Layaran-1 Blok South Andaman yang dilaporkan berhasil mengidentifikasi potensi gas mencapai 6 TCF. Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad menilai positif temuan potensi gas di Blok South Andaman yang dikerjakan oleh Mubadala Energy. Sementara itu, Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto berpendapat bahwa pemerintah mesti mempermudah dan memfasilitasi upaya eksplorasi lanjutan agar Mubadala Energy bisa membuktikan cadangan gas dari Blok South Andaman. Pri beralasan, potensi gas yang belakangan diumumkan oleh perusahaan masih harus melewati rangkaian kajian dan pengeboran sumur lanjutan untuk membuktikannya dan menghitung keekonomiannya. STJ Budi Santoso, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia, mengatakan bahwa temuan potensi gas di Sumur Layaran-1 membawa harapan baru untuk eksplorasi dan pengembangan gas di Tanah Air. “Sumur Timpan-1 dan Sumur Layaran-1 telah menjadi play-opener untuk play oligocene sandstone di daerah tersebut, terutama setelah Arun mengalami decline cukup besar, dan menjadi projek regasifikasi,” katanya. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa Mubadala Energy ingin mencoba melanjutkan eksplorasi Blok Andaman III yang dinilai tidak memuaskan oleh Repsol. “Mubadala Energy mau mencoba, karena memiliki konsep sendiri , kan sudah ditajak oleh Repsol, dan hasilnya tidak bagus, tapi menurut mereka konsepnya berbeda,” katanya beberapa waktu lalu. Repsol Andaman B.V sendiri mengembalikan kontrak pengelolaan Blok Andaman III kepada negara setelah tidak memperpanjang tambahan waktu eksplorasi yang berakhir pada Juni 2023 lalu. Selepas mundur dari Blok Andaman III, Repsol mengaku bakal berfokus untuk pengembangan lebih lanjut portofolio lain mereka di Blok Sakakemang, Banyuasin, Sumatra Selatan.

Celah Masalah Pembatasan Elpiji

21 Dec 2023
JAKARTA - Rencana pemerintah membatasi penjualan elpiji kemasan 3 kilogram hanya kepada masyarakat yang sudah terdaftar di Pertamina mulai awal tahun depan dinilai belum bisa menyelesaikan masalah penyaluran subsidi gas melon yang tidak tepat sasaran. Bahkan rencana itu dianggap menyisakan berbagai celah permasalahan dalam tataran eksekusi.  Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono mengatakan kendala pada pembatasan dengan model yang direncanakan pemerintah saat ini adalah perkara efektivitas. Musababnya, konsumen harus mendatangi agen resmi Pertamina untuk mendaftar. Padahal pangkalan tersebut jumlahnya terbatas dan kemungkinan besar jauh dari tempat tinggal konsumen. 

Kewajiban menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) untuk kebutuhan pencocokan data dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) juga berpotensi menghambat para calon pembeli yang tidak memiliki dokumen kependudukan resmi. "Dengan biaya yang kini lebih tinggi, hal ini akan mematahkan semangat kelompok miskin yang seharusnya paling berhak atas elpiji 3 kg bersubsidi," ujar Yusuf kepada Tempo, kemarin. Pemerintah sebelumnya mengumumkan bahwa pembelian elpiji 3 kg hanya dapat dilakukan oleh pengguna elpiji tertentu yang telah terdata mulai 1 Januari 2024. Pengguna yang belum terdata atau ingin memeriksa status pengguna wajib mendaftar atau memeriksa data diri di pangkalan resmi sebelum melakukan transaksi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan langkah tersebut merupakan upaya mentransformasi pendistribusian gas melon agar tepat sasaran. Kebijakan ini bertujuan agar besaran subsidi yang terus meningkat dapat dinikmati sepenuhnya oleh kelompok masyarakat tidak mampu. (Yetede)

Alarm Bencana Pangan di NTT

20 Dec 2023

Tingkat konsumsi beras masyarakat NTT tahun 2022 mencapai 117,189 kg per kapita per tahun, melampaui rata-rata nasional. Tingginya kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi produksi beras di NTT. Upaya swasembada melalui program lumbung pangan pun belum mampu mengurangi ketergantungan. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di NTT menyebutkan, produksi beras di daerah itu 430.948,5 ton pada tahun 2022, sedang kebutuhannya 642.367,53 ton. Dari tahun ke tahun, selalu dibutuhkan pasokan dari luar untuk menambal kekurangan tersebut. Ketika daerah pemasok mengalami gagal panen atau pengirimannya terlambat akibat cuaca buruk, masyarakat NTT kelabakan. Seperti awal tahun 2023, NTT mengalami krisis beras akibat kurangnya pasokan dari luar. Krisis beras menjadi salah satu peristiwa menonjol di NTT sepanjang tahun ini. Akibat kelangkaan itu, harga beras kualitas medium yang biasa Rp 13.000 per kg melonjak hingga Rp 18.000 per kg. Warga panik. Banyak rumah tangga, terutama kalangan menengah ke bawah, mengurangi jatah makan beras dari semula tiga kali sehari menjadi dua hingga satu kali.

Kenaikan harga beras terjadi ketika daya beli masyarakat NTT belum pulih. Pandemi Covid-19, badai Seroja, dan serangan virus demam babi Afrika memukul ekonomi masyarakat NTT. Krisis beras yang datang dengan mudah menumbangkan ketahanan mereka. Lewat Perum Bulog, operasi pasar digelar di sejumlah tempat. Dengan harga jual Rp 9.000 per kg atau separuh harga tertinggi di masyarakat, langkah ini sangat membantu. Namun, jatah pembeliannya tergolong sedikit, yakni 5 kg per keluarga. Di Kota Kupang, antrean memperebutkan jatah beras murah berlangsung di sejumlah titik. Di bawah terik matahari, mereka menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan kupon pembelian. Bahkan, ada yang sampai pingsan sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Krisis teratasi setelah kiriman beras bantuan dari pemerintah pusat tiba dan beras yang dipasok pedagang mulai masuk. ”Sebagian besar beras yang berada di pasar NTT berasal dari Jatim dan Sulsel,” ucap Melky Bano (56), pedagang beras di Kota Kupang, Senin (11/12).

Padahal praktik pertanian lahan kering terbukti membuat masyarakat mandiri secara pangan. Pada Agustus 2023, Kompas menemukan keberhasilan praktik itu ketika datang ke komunitas masyarakat adat suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Mereka nyaris tidak kekurangan makanan. Sepanjang tahun, mereka mengonsumsi padi dari ladang tadah hujan, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan berbagai jenis pangan lokal. Berbagai tanaman pangan itu ditanam secara tumpang sari di dalam lahan tadah hujan. Raja Boti, Usif Nama Benu, menyebutkan, makanan mereka tersedia hingga musim panen berikutnya. Ketika banyak daerah di NTT mengalami rawan pangan, masyarakat suku Boti masih berkecukupan. Sepanjang sejarah komunitas itu ada, belum pernah terjadi kelaparan. Usif juga secara tegas menolak bantuan beras pemerintah seperti dalam program beras miskin atau raskin, agar bantuan itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan, ujarnya dalam bahasa daerah Dawan. (Yoga)

IKHTIAR MERANGSANG SELERA PANGAN LOKAL NTT

20 Dec 2023

Martha Seran (50) menuang adonan tepung putak secara merata ke atas tembikar yang sedang dipanggang di atas tungku dengan bahan bakar kayu. Adonan itu seukuran telapak tangan. Dalam tiga menit, kue putak sudah bisa disantap. Membuat kue putak hampir sama seperti membuat kue dadar gulung. Di bagian tengah, putak bisa ditaburi gula pasir atau kacang hijau, tergantung selera pembeli. Harganya, 4 potong Rp 5.000. Di sudut Pasar Motamasin, Betun, Kabupaten Malaka, NTT, pada Sabtu (9/12) itu, sepuluh perempuan paruh baya mengolah kue putak. Mereka dikerubuti pembeli yang sebagian makan di tempat. Rupanya kue putak disukai banyak kalangan, termasuk milenial, generasi Z, hingga anak SDr. ”Apalagi makan masih panas-panas. Enak sekali,” ujar Stefan Bere (16), siswa salah satu SMA di Betun. Tepung putak diambil dari batang pohon gewang, sejenis pohon sagu yang banyak tumbuh di Kepulauan Maluku dan Papua. Di NTT, putak merupakan salah satu makanan lokal yang perlahan mulai ditinggalkan. Sangat jarang putak ditemukan di meja makan. Di banyak tempat, putak dijadikan makanan untuk ternak babi atau sapi.

Pengolahan kue putak di sudut Pasar Motamasin yang digelar sehari dalam seminggu itu mengingatkan kembali akan keberagaman pangan lokal di daerah itu. ”Putak ini yang ada lebih dulu, baru datang beras,” ucap Martha. Serbuan beras secara besar-besaran ke NTT terjadi di era Orde Baru. Kehadiran program penanaman padi dengan berbagai varietas menggusur pangan lokal yang sudah ada sebelumnya. Padi dihadirkan tanpa mem-pertimbangkan kondisi alam dan iklim setempat. Padi mem-butuhkan banyak air, sedang NTT minim ketersediaan sumber air. Sekitar 141 km selatan Betun, tepatnya DesaTaiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, generasi muda diperkenalkan pada keberagaman pangan lokal setempat. Gerakan konsumsi pangan lokal itu terpusat di komunitas Lakoat Kujawas yang dipimpin Decky Senda (36), anak muda dari desa itu. Saat didatangi pada Agustus 2023, sedang berlangsung pemberian makanan tambahan bagi anak-anak. Menunya bubur dengan bahan meliputi sorgum, labu, ubi jalar, dan ayam kampung. Semua bahan diambil dari lingkungan sekitar.

Jauh di seberang Pulau Timor, di Desa Pajinian, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Maria Loreta mengembangkan tanaman sorgum selama lebih kurang 10 tahun terakhir. Ia mengoleksi banyak benih lokal tak sebatas sorgum. Dalam usahanya menghidupkan kembali pangan lokal, perempuan asal suku Dayak itu bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk gereja Katolik setempat. Di kebun milik Loreta, pada Agustus 2023, sedang digelar pelatihan bagi anak muda untuk berwirausaha. Mereka diarahkan membuka usaha kuliner berbasis pangan lokal yang ada di daerah asal peserta, yakni Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Salah satu sesi yang dijalani adalah setiap perwakilan dari desa-desa mengolah pangan lokal, kemudian mempresentasikan kepada peserta lain. Total ada 38 anak muda yang berasal dari enam desa. Mereka lalu bersantap bersama. Menurut Loreta, ajakan terhadap generasi muda agar mengonsumsi pangan lokal dilakukan dengan menyodorkan formula yang dapat merangsang selera mereka. ”Seperti ubi rebus, tidak semua anak tertarik, tetapi kalau dibikin keripik atau diolah ke bentuk lain serta tambahan rasa, mungkin banyak yang suka,” ujarnya. (Yoga)

Ketersediaan Bapok Cukup untuk Natal dan Tahun Baru

20 Dec 2023
JAKARTA,ID-Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah menjamin ketersediaan barang pokok (bapok). Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak memborong sembako.  Menteri Perdagangan (Mendang) Zulkifli Hasan menerangkan, stok bapok seperti telor, minyak, dan cabai melimpah dan harganya terjangkau. Dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak khawatir menghadapi Nataru dan meminta  tidak belanja secara berlebihan. Masyarakat enggak perlu borong sembako, karena barangnya banyak. (Belanja) biasa saja," ucap Mendag seperti dikutip  dari Antara. Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, harga daging ayam yang sebelumnya mencapai Rp35 ribu sampai Rp 38 ribu per kilo, hari ini sudah turun menjadi Rp32 ribu per kg. Sementara harga telur sebesar Rp 26 ribu per kg, sedangkan harga cabai tidak lagi mencapai Rp100 ribu per kg. (Yetede)

Nasib Batu Bara di Tengah Transisi Energi

20 Dec 2023
JAKARTA — Sejumlah produk tambang masih bisa bersinar di tengah tren transisi energi. Permintaan terhadap batu bara, timah, dan emas, khususnya, diramal tetap tinggi pada 2024 hingga beberapa tahun kemudian. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia Hendra Sinadia mencatat grafik produksi batu bara dalam 10 tahun terakhir tak pernah landai. Bahkan jumlah permintaan terus bertambah. Tren ini masih akan berlanjut, paling tidak dalam lima tahun ke depan, meski upaya peralihan ke energi yang lebih bersih tengah digalakkan beragam negara. Butuh waktu untuk bisa merasakan dampak transisi tersebut. 

Tantangannya justru terletak pada pembiayaan. Hendra mengatakan tren transisi energi membuat lembaga keuangan menahan diri membiayai ekspansi perusahaan batu bara. "Dalam 10 tahun terakhir, pendanaan ke sektor batu bara menurun," kata Hendra kepada Tempo, Selasa, 19 Desember 2023. Pengusaha akhirnya semakin sulit mencari dana. Sedangkan ongkos produksi terus naik. Artinya, cuan makin tipis.

Hendra mengatakan biaya produksi ini, salah satunya, digunakan untuk bahan bakar minyak yang berkontribusi 25-35 persen terhadap total biaya operasi. Ongkos untuk menambang di lapangan yang tua pun semakin besar lantaran butuh alat tambahan. Belum lagi biaya lain seperti upah pekerja hingga dampak depresiasi nilai tukar rupiah. Yang juga menambah beban, menurut Hendra, adalah biaya dari regulasi seperti royalti, yang naik dua kali lipat, hingga setoran dana hasil ekspor. (Yetede)