Lingkungan Hidup
( 5781 )BPH Migas Badan Usaha Tambah Pasokan BBM Jalur Non-Tol
Defisit Beras Semakin Panjang
Belum Efektif Atasi Masalah Beras
Fase Paceklik Beras dan Gula
Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan
gula. Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan
produksi berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia
tengah membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah
penurunan produksi pada tahun ini. Fase
paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan terjadi berbarengan,
pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam (MT) I padi di sejumlah daerah
produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember 2023 akibat
dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil MT I mundur dari Maret-April
2024 menjadi April-Mei 2024. Meskipun tetap ada panen pada Januari-Maret 2024,
hasilnya masih belum berlimpah. Sementara musim giling tebu yang selesai pada November
2023 baru akan dimulai Mei 2024. Pada bulan tersebut, produksi gula belum
banyak sehingga masih mengandalkan sisa stok produksi gula 2023. Karena itu,
penambahan cadangan beras pemerintah (CBP) dan cadangan gula pemerintah (CGP)
sangat diperlukan tahun depan, mengingat produksi beras dan gula pada 2023
diperkirakan anjlok. Kementan memperkirakan produksi beras turun 650.000 ton
hingga 1,2 juta ton.
Asosiasi Gula Indonesia memproyeksikan produksi gula konsumsi turun 120.000 ton. Selain itu, harga beras dan gula masih cukup tinggi. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, per 22 Desember 2023, harga rata-rata nasional beras medium dan gula konsumsi masing-masing Rp 13.190 per kg dan Rp 17.260 per kg. Dalam setahun, harga beras naik 14,02 % dan gula 17,26 %. Khusus beras, pemerintah berencana memberikan bantuan beras 10 kg bagi setiap keluarga berpenghasilan rendah pada Januari-Juni 2024. Jumlah keluarga penerima manfaat bantuan beras itu bertambah dari 21,3 juta keluarga menjadi 22 juta keluarga. Untuk itu, pemerintah mengalokasikan kuota impor beras 3,5 juta ton pada 2023. Per pekan I Desember 2023, impor beras baru terealisasi 61,91 %. Belum semua kuota impor beras terealisasi, pemerintah telah menetapkan kuota impor beras 2024 sebanyak 2 juta ton guna menambah CBP yang awal tahun depan diperkirakan tinggal 1,2 juta ton. Selain itu, Presiden Jokowi meminta CBP pada tahun depan bisa mencapai 3 juta ton. Terkait CGP, pada tahun ini pemerintah telah meminta perusahaan swasta dan milik negara mengimpor 990.000 ton gula mentah dan 215.000 gula konsumsi. Per pekan I Desember 2023, impor gula mentah baru terealisasi 79,15 % dan gula konsumsi 57,82 %. (Yoga)
Aturan Baru Pembelian Elpiji ”Melon” Masih Butuh Sosialisasi
Kementerian ESDM memastikan mulai 1 Januari 2024 hanya pembeli
yang terdata atau menunjukkan KTP yang bisa membeli gas elpiji 3 kg. Di sisi
lain, sosialisasi masih perlu dilakukan agar program yang bertujuan supaya elpiji
bersubsidi tersalur secara tepat sasaran itu berjalan optimal. Pendataan
konsumen elpiji 3 kg telah dilakukan sejak 1 Maret 2023 dan akan berakhir 31 Desember
2023 sehingga nantinya hanya yang terdata atau menunjukkan KTP yang
dilayani. Menurut data Kementerian ESDM, per November 2023, sebanyak 27,8 juta
pengguna elpiji 3 kg telah bertransaksi melalui merchant app Pertamina di penyalur/pangkalan
resmi. Ketua Bidang Elpiji Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Wiraswasta
Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Heddy Shedian, dihubungi di Jakarta,
Selasa (26/12) mengatakan, uji coba pembelian elpiji 3 kg dengan menunjukkan
KTP telah dilakukan sejak Oktober 2023. Diakuinya, masih ada sebagian kecil
masyarakat yang enggan melakukannya (membeli dengan menunjukkan KTP). Namun,
edukasi dan pemahaman akan terus diberikan.
”Ada sedikit keengganan masyarakat menunjukkan KTP karena
khawatir, mengingat KTP adalah identitas bersifat privasi, (dikaitkan) dengan
kondisi tahun politik saat ini. Namun, konsumen tetap diberikan edukasi dan
sosialisasi atas program ini agar memahami bahwa barang bersubsidi (harus)
tepat sasaran,” ujar Heddy. Sosialisasi
akan terus diberikan hingga sepenuhnya diterapkan mulai Januari 2024. Menurut
Heddy, sosialisasi tersebut akan dibantu berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota
agar pelaksanaannya optimal. Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (22/12),
menuturkan, penerapan kebijakan tersebut disertai dengan sistem pendataan
konsumen. Dengan demikian, diharapkan celah-celah yang membuat penyaluran
elpiji ”melon” dapat ditutup sehingga hanya warga yang berhak yang dapat
membeli elpiji bersubsidi itu. (Yoga)
Harga Pangan Masih Tinggi
Harga kebutuhan pokok yang naik sejak beberapa bulan lalu
masih melanjutkan tren kenaikan. Beberapa harga komoditas tak kunjung turun, di
antaranya cabai, bawang, dan beras. Tingginya harga komoditas tersebut membuat
daya beli masyarakat menurun. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Selasa (26/12)
harga eceran cabai rawit merah berkisar Rp 75.000-Rp 80.000 per kg, jauh lebih
tinggi dibandingkan harga normal pada hari-hari biasa yang berkisar Rp
40.000-Rp 50.000 per kg. ”Sudah sebulan lebih harga cabai naik. Sampai sekarang
belum turun. Harga dari pemasoknya juga masih tinggi,” kata Wahyudin (33),
penjual cabai di Pasar Induk Kramat Jati. Di Pasar Kramat Jati, harga cabai
rawit merah Rp 90.000 per kg. Meski lebih mahal dibandingkan dengan di pasar
induk, harga itu lebih baik daripada beberapa hari sebelumnya. Wiwin (42),
pedagang, mengatakan, tiga hari lalu harga cabai rawit merah Rp 100.000 per
kg.
”Kemarin-kemarin harganya sampai Rp 150.000 per kg. Ini sudah
mulai turun meskipun masih tinggi. Pas Tahun Baru belum tahu, mungkin nanti
bisa naik lagi,” kata Wiwin. Harga bawang merah dan bawang putih juga naik. Di
Pasar Induk Kramat Jati, harga bawang
merah Rp 40.000 per kg dan harga bawang putih Rp 33.000-Rp 35.000 per kg, naik hingga
rata-rata Rp 5.000 per kg dibandingkan sebelum Natal. Di Pasar Kramat Jati,
harga bawang merah dan bawang putih sama-sama Rp 40.000 per kg atau naik Rp 5.000
per kg. ”Biasanya orang beli sekilo, sekarang paling seperempat atau setengah
kilo,” kata Anik (50), salah satu pedagang di Pasar Kramat Jati. Di tempat itu,
harga beras juga masih tinggi. Harga beras pandan wangi Rp 16.000 per kg, IR42
Rp 14.500 per kg, dan Bulog Rp 13.000 per kg. Harga itu masih jauh dari HET
zona I untuk beras medium, yakni Rp 10.900.
Kenaikan harga juga terjadi sejak September lalu. ”Ini bukan
naik lagi namanya, tapi enggak terkendali. Harga beras kalau naik enggak pernah
turun lagi,” kata Udin (51), pedagang beras di Pasar Kramat Jati.Tingginya
harga bahan pokok membuat sejumlah warga
membatasi jumlah pembelian. Riana (34),
warga Kebayoran Lama, misalnya, hanya membeli cabai merah seperempat kg. Ia
mengaku mengurangi membuat menu sambal karena harga cabai masih ”pedas”. Menurut
dia, tak mudah mengatur uang belanja di tengah lonjakan harga bahan pokok. Ia
harus pintar-pintar mengatur uang belanja agar pengeluaran tidak membengkak. ”Saya
belanja sayur dan lauk yang harganya terjangkau, yang penting cukup untuk
sekeluarga,” ucapnya. (Yoga)
Inovasi untuk Desa
Acara Kick Andy pada 3 Desember 2023 menampilkan dua orang
istimewa, Lasiyo Syaefudin dan Edy Purwoko. Keduanya penduduk yang sangat berarti
bagi warga desa mereka. Mbah Lasiyo, pria lulusan SMP, dijuluki profesor
pisang. Kegiatannya yang mengembangkan berbagai varietas pisang secara organik
telah memberi inspirasi bagi banyak petan ilain untuk menanam pisang hasil
karyanya. Bahkan, sejak belasan tahun lalu, warga Desa Sidomulyo, Kabupaten
Bantul, DI Yogyakarta, ini telah dikenal di kalangan petani di wilayahnya
sebagai peracik pestisida nabati dan mikroorganisme pengurai kompos. Sebagai
pendukung pertanian organik, Mbah Lasiyo memiliki bermacam formula pestisida
nabati untuk serangan hama yang spesifik. Mbah Lasiyo meningkatkan produktivitas
lahan pisang tanpa merusak lingkungan. Edy Purwoko, Warga Desa Bulurejo,
Kabupaten Banyuwangi, Jatim, menemukan cara budidaya buah naga yang mampu meningkatkan
produksinya hingga dua kali lipat. Dengan menandai masa panen dan masa paceklik
buah naga, Edy menyimpulkan bahwa sinar matahari menjadi faktor utama dua
kondisi tersebut. Edy melakukan uji coba dengan menyinari kebun buah naga
miliknya menggunakan lampu LED dan berhasil. Kini tak hanya kebun miliknya yang
menggunakan lampu listrik,tetapi juga kebun-kebun milik petani lain, menjadikan
buah naga tak lagi mengenal musim, sehingga produktivitas per tahun kebun buah
naga meningkat menjadi dua kali lipat.
Tak hanya perorangan, cerita tentang peran teknologi dalam
membangun desa juga saya temukan dari kiprah PT Agrikencana Perkasa. Perusahaan
yang bergerak di bidang bioteknologi dan agroindustri ini adalah produsen
berbagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk, pakan ternak, probiotik, dan
pestisida. Semuanya organik. Beberapa petani yang menggunakan produknya mengaku
hasil pertanian meningkat tajam. Salah seorang petani bercerita bahwa produksi
padi organik hasil sawahnya 13 ton per hektar per musim tanam. Begitu pula
singkong yang dapat menghasilkan jauh di atas produktivitas rata-rata. Satu
pohon dapat menghasilkan 10 kg, bahkan ada yang sampai 26 kg. Keunikan
perusahaan ini adalah upayanya dalam menggunakan bahan-bahan yang awalnya hanya
limbah. Dalam produksi pakan ternak, misalnya, mereka menggunakan limbah daun
jati kering dalam campurannya. Minyak sacha inchi dalam ramuan pakan ayam
menghasilkan telur yang tinggi kandungan omega-3. Ketiga kisah ini adalah
contoh penerapan teknologi dalam produksi pertanian di desa. Dalam ilmu
ekonomi, teknologi berperan dalam meningkatkan kinerja input lain dan meningkatkan
kemampuan produksi dengan penggunaan tenaga kerja dan modal yang sama. (Yoga)
Berkah Natal Jutaan Dollar Mariah Carey
Seperti halnya umat Kristiani yang menantikan Natal, begitu
juga dengan penyanyi pop Mariah Carey. Bukan hanya merayakan hari raya
keagamaan, Carey juga menikmati berkah dalam arti harfiah, yakni pundi-pundi
yang menebal dari royalty atas lagu-lagu tematis Natal-nya. Padahal, rekaman
itu dirilis hampir tiga dekade lalu. Inilah contoh pendapatan pasif yang selalu
menguntungkan setiap tahun. Saban menjelang dan sesudah Natal, suara Mariah
Carey mendadak meramaikan hampir setiap sudut pusat perbelanjaan, restoran, dan
tempat publik lainnya. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di berbagai belahan
negara lain. Lagu-lagu seperti ”All I Want for Christmas is You” dan ”Christmas
(Baby Please Come Home)” yang dinyanyikan penyanyi asal AS itu rutin diputar di
mana-mana. Dua lagu itu adalah bagian dari 10 lagu yang tergabung dalam album
Mariah Carey, Merry Christmas, yang dirilis tahun 1994 lalu. Nyaris genap tiga dekade
berselang, lagu-lagu di album itu tetap relevan dan seakan menjadi soundtrack
Natal.
Sampai 24 Desember 2023, lagu ”All I Want for Christmas is
You” sudah diputar 1,72 miliar kali di aplikasi pemutar musik Spotify oleh
pendengar di ratusan negara. Lagu ini termasuk 200 lagu yang telah
menembus 1 miliar kali diputar. Padahal, ada jutaan lagu yang terunggah di
Spotify. Dikabarkan oleh situs Billboard, lagu ini telah dikonsumsi 2,18 miliar
kali di AS sajaa, dalam bentuk pengunduhan lagu, pemutaran audio di aplikasi
musik, dan pemutaran video di Youtube. Kombinasi dari aktivitas ekonomi ini
menciptakan nilai 1,8 juta dollar AS (Rp 27,84 miliar) di AS saja untuk Carey
dan perusahaan rekamannya, Sony Music. Pendapatan ini belum termasuk keuntungan
dari penggunaan lagu untuk acara televisi ataupun sebagai soundtrack dari
berbagai acara bertema Natal. Ini pun belum termasuk pendapatan dari hak cipta
saat ada penyanyi lain yang ingin membuat aransemen ulang lagu tersebut. Padahal,
ada 125 penyanyi yang telah membuat ulang lagi ini. Salah satunya duet Mariah
Carey dengan Justin Bieber saat menyanyikan ulang lagu ini pada 2011 lalu.
Mengutip The Economist, berkat berbagai prestasi tersebut,
Mariah Carey dikabarkan meraup 2,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 34,46 miliar
setiap tahun. The New York Post bahkan memperkirakan Carey mendapatkan 3 juta
dollar AS atau sekitar Rp 46,4 miliar setiap tahun. Ia masih mendapatkan pendapatan
lain dari royalti album lain, honor menjadi bintang iklan, ataupun konser.
Semua ini membawa Carey yang pada 2023 dikabarkan memiliki total kekayaan 350 juta
dollar AS atau sekitar Rp 5,41 triliun. Keputusan membuat album tematis Natal
pada 1994 lalu itu adalah keputusan yang sangat tepat. Mengutip Pew Research pada
2020, jumlah penganut Kristiani di seluruh dunia 2,38 miliar orang atau 30 %
penduduk dunia yang lebih kurang 8 miliar orang. Dari perspektif ekonomi, kita
bisa belajar dari Carey bagaimana jeli melihat potensi pasar yang pasti
(captive market) dari hari Natal yang rutin dirayakan sepertiga penduduk bumi
setiap tahun. Mengolah potensi pasar itu menjadi pendapatan pasif setiap tahun.
(Yoga)
Temuan Cadangan Migas Jumbo di Akhir Tahun
Kemenperin Turunkan Skandal Daihatsu
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









