Lingkungan Hidup
( 5820 )RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BIAYA : Upaya Serius Amankan Sumber Daya Mineral
Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Bambang Suswantono mengatakan proses pembahasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan mineral membutuhkan waktu lebih lama ketimbang badan usaha pertambangan batu bara. Bambang menjelaskan ada sejumlah hal yang harus diverifikasi langsung oleh Kementerian ESDM terhadap perusahaan pertambangan mineral, sebelum persetujuan RKAB dikeluarkan. Apalagi, saat ini pemerintah juga sedang memacu pembangunan smelter sebagai bagian dari upaya penghiliran terhadap sumber daya mineral. Alasan yang sama, kata dia, membuat pemerintah hingga kini belum bisa menyelesaikan kajian dan memberi persetujuan terhadap RKAB yang diajukan oleh PT Freeport Indonesia. RKAB sendiri menjadi penting bagi badan usaha pertambangan, karena menjadi acuan dalam melaksanakan operasionalnya di lapangan, mulai dari kegiatan eksplorasi, target produksi, hingga penjualan. Di sisi lain, Freeport Indonesia sebelumnya menyatakan bakal memangkas produksinya hingga 40% dari capaian pada tahun lalu dalam RKAB yang diajukan ke pemerintah. Hal itu dilakukan lantaran perusahaan sudah tidak bisa lagi melakukan ekspor konsentrat tembaga, sedangkan smelter yang dibangunnnya belum mencapai kapasitas maksimal.
Waspadai Defisit Beras pada Januari-Februari 2024
Indonesia akan mengalami defisit beras pada Januari-Februari 2024. Defisit
itu berpotensi menyebabkan harga beras naik kembali. Untuk itu, pemerintah perlu
mewaspadai dan mengantisipasinya pada saat Indonesia mengalami tiga kondisi
cuaca yang berbeda pada awal tahun ini. Hal itu mengemuka dalam Rapat
Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta,
Rabu (3/1/2024). dipimpin Mendagri Tito Karnavian. Plt Kepala BPS Amalia
Adininggar Widysanti, Rabu (3/1), mengatakan, inflasi beras dari waktu ke waktu
terus turun. Tingkat inflasi beras tertinggi terjadi pada September 2023, yakni
5,61 %.
Pada Desember 2023, tingkat inflasi beras itu turun menjadi 0,28 persen.
Hal itu mengindikasikan harga beras relatif terkendali berkat program
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan pemerintah pusat dan
daerah. Di sisi lain, kata Amalia, Indonesia memang masih meng- alami surplus
beras sebanyak 270.000 ton pada Januari-Desember 2023 meskipun terdampak La
Nina dan El Nino. Namun, yang perlu diwaspadai adalah Indonesia bakal mengalami
defisit beras pada Januari-Februari 2024. ”Defisit beras pada Januari 2024
diperkirakan 1,61 juta ton dan pada Februari 2024 mencapai 1,22 juta ton. Hal
ini perlu diantisipasi agar harga beras tetap terkendali atau tidak naik kembali,”
ujarnya. (Yoga)
Langkah DKI Menjaga Stok dan Distribusi Bahan Pokok Lancar
Barito Renewables Tuntaskan Akuisisi 51% Saham PLTB Sukabumi dan Lombok
Nilai Tukar Petani Maluku Utara Turun
Limbah Nikel Kini Kaya Manfaat di Desa Kawasi
Deretan rumah di kawasan
Ecovillage Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat
(24/11/2023) terlihat rapi dengan warna pastel nan teduh. Rumah di permukiman
itu ternyata bukan dibangun dari bahan material seperti batako atau batu bata merah.
Bangunan dan jalan di kompleks itu seluruhnya dibangun dari slag nikel atau sisa
produksi dari peleburan nikel yang menggunakan teknologi atau proses pirometalurgi.
Wujudnya berbentuk butiran kasar menyerupai pasir dengan massa jenis lebih besar
daripada pasir biasa. Kompleks perumahan Ecovillage Kawasi dibangun oleh Harita
Nickel, salah satu pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Obi. Kawasan
seluas 102 hektar itu diperuntukkan bagi warga Desa Kawasi yang akan direlokasi
dalam waktu dekat.
Ada 259 rumah di kompleks
Ecovillage Kawasi yang jika dilihat dari atas membentuk formasi angka delapan,
sebagian besar memanfaatkan limbah hasil produksi nikel. Bata yang digunakan
terbuat dari slag nikel. Slag nikel terlebih dahulu dicampur semen, bottom ash
(abu sisa hasil pembakaran batubara), mortar, dan sampah anorganik. Onny
Mulyono, Supervisor Project Tempat Pengolahan SampahTerpadu (TPST) Harita Nickel,
mengatakan,”Bata dari slag ini lebih kuat dari batako atau bata biasa karena
materialnya memang lebih bagus. Untuk bangunan jadi lebih kuat,” ujarnya.
Pembuatan bata dari slag nikel juga mengurangi sampah atau limbah dari hasil
produksi nikel. Sejumlah jalan menuju lokasi tambang dan smelter Harita Nickel
di Pulau Obi kini juga dibangun menggunakan slag nikel.
Gorong-gorong atau box
culvert di kawasan tambang juga dibuat dari slag nikel. Harita Nickel mampu memproduksi
sampai 1 juta bata slag nikel per bulan. Bahkan, belum lama ini mereka menerima
pesanan bata dari pemda setempat untuk membangun jalur pedestrian di Bacan. ”Kami
kirim setengah juta bata ke Bacan dengan
kapal. Di sana, bata dari slag nikel ini dipakai untuk membangun tempat
pelelangan ikan (TPI) dan jalur pedestrian,” tutur Onny. Bata slag nikel dijual
Rp 3.000 per biji, lebih murah daripada batako yang dihargai Rp 3.500 per biji.
Namun, kata Onny, sulit untuk memasarkan bata slag nikel ke luar daerah, bahkan
keluar pulau, karena mahalnya biaya pengiriman. (Yoga)
TARGET NET ZERO EMISSION : Pendanaan Hijau Pacu Transisi Energi
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, green loan tersebut membuat langkah perseroan dalam mengakselerasi transisi energi lebih leluasa. Pinjaman itu bakal digunakan perusahaan untuk mengembangkan energi hijau di Tanah Air. “Saat ini PLN memiliki berbagai langkah strategis untuk bisa mendorong Indonesia sebagai negara ‘hijau’,” katanya, Selasa (2/1). Untuk diketahui, PLN baru saja menandatangani perjanjian sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Selain itu, PLN juga mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral dari Sarana Multi Infrastruktur atau SMI. Adapun, fasilitas pembiayaan hijau ini dilakukan melalui skema konvensional dengan nilai Rp9 triliun, dan syariah Rp1 triliun. Kemudian, ada juga fasilitas pinjaman bilateral dengan skema konvensional senilai Rp1 triliun, dan syariah Rp1 triliun. Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjelaskan, PLN memang membutuhkan beragam kerja sama pembiayaan untuk bisa menjalankan proyek transisi energi. Apalagi, dana yang dibutuhkan untuk transisi energi tidak sedikit. Kepala Divisi Usaha Syariah SMI Arief Subekti mengatakan, PLN merupakan partner utama perusahaan sebagai country platform manager transisi energi di Indonesia. SMI pun memastikan siap menjalin kerja sama lain dengan PLN untuk mencapai target net zero emission.
Ibu Kota Nusantara, Cerita Si Pemilik Wisma dan Peladang dengan Rumah Cat Kusam
Proyek Ibu Kota Nusantara
atau IKN niscaya mengubah kehidupan warga lokal di sekitarnya. Minggu (31/12/2023)
siang, Jatmiko (50) memamerkan keramik hitam di penginapan atau wismanya seharg
Rp 1 juta per dua lempeng. Pria gempal asal Banjar Patroman, Jabar, itu punya dua
penginapan di sekitar lokasi Titik Nol IKN, di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku,
Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Sejak ada IKN, bisnisnya berkembang. Ia
mengaku pernah dapat Rp 90 juta dari katering dan sewa kamar. Kementerian PUPR
menyewa kamarnya setahun dengan nilai Rp 350 juta. Hidup Jatmiko berubah total.
Padahal, sebelumnya ia bekerja sebagai bendahara desa dengan gaji hanya Rp
300.000 per bulan. ”Sekarang mumpung masih bisa kita kebut (usaha), ya,
sekarang ini waktunya. Kalau nanti, pasti ada saingan,” katanya.
Sahbudin (54), warga
Kelurahan Sepaku. Harapannya di tahun 2024 masih sama dengan sebelumnya, yakni
memiliki sepetak tanah dan rumah untuk penerusnya. ”Ndak ada kami mau ganggu IKN.
Kayak apa kita mau stop,” ujarnya. Sahbudin keturunan Balik, etnis asli sekitar
proyek IKN. Ia tinggal di rumah panggung sederhana dari kayu dengan cat biru
kusam yang didirikan di atas lahan milik pamannya di tepi aliran Sungai Sepaku.
Bersama istrinya, Dalisah (45), ia punya delapan anak, tetapi dua meninggal.
Sahbudin dan keluarganya kehilangan tanah sejak tiga dasawarsa lalu.
Lahan seluas 20 hektar hilang
saat perusahaan kayu dan yang terakhir perusahaan hutan tanaman industri (HTI)
hadir. ”Sudah ditebang, ndak ada bukti sudah,” timpal Dalisah. Hanya berbekal
surat tanah garapan tanpa sertifikat, perjuangan Sahbudin merebut kembali tanah
hampir mustahil. Saat protes, dirinya dan warga langsung berhadapan dengan
aparat. ”Begitu caranya mereka dari dulu kalau perusahaan. Apalagi nanti IKN, negara
yang punya,” ujarnya. Sahbudin hampir pasrah, sambil berharap ia focus menggarap
lahan satu hektar miliknya yang ditanami kelapa sawit dan pisang. Sayang, sejak
ada IKN pisangnya ludes diserbu monyet. Kini, Sahbudin bekerja di gerbang
lokasi proyek sumber air baku di IKN., dekat dari rumah, tetapi gajinya hanya
Rp 80.000 per hari. (Yoga)
Pertamina Turunkan Harga Pertamax
Teka-teki Tersangka Smelter Maut Morowali
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023








