Belum Efektif Atasi Masalah Beras
KEDATANGAN El Nino memberikan banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah. Perkara pangan pun menjadi kekhawatiran Presiden Joko Widodo. "Setelah kedatangan El Nino, produksi beras kita turun sedikit. Pada 2024 diperkirakan kita masih belum kembali ke keadaan normal,” kata Jokowi pada Jumat pekan lalu. Ia mengaku mewaspadai kenaikan harga pangan akibat belum normalnya produksi. Karena itu, Presiden menyatakan pemerintah telah mengamankan 2 juta ton cadangan beras dari Thailand dan sebelumnya 1 juta ton stok dari India. “Untuk mengamankan ketahanan pangan memang itu harus kita lakukan (mengimpor)."
Direktur Ketersediaan Badan Pangan Nasional Budi Waryanto menuturkan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian yang menyetujui impor 2 juta ton beras pada tahun depan guna mengantisipasi dampak El Nino. "Tinggal Perum Bulog menjalankan regulasi," ujar dia kepada Tempo, kemarin. Rencana impor 2 juta ton beras tersebut berembus sejak November lalu. Impor diperlukan untuk memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta program bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang dilaksanakan hingga Juni 2024. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023