Berkah Natal Jutaan Dollar Mariah Carey
Seperti halnya umat Kristiani yang menantikan Natal, begitu
juga dengan penyanyi pop Mariah Carey. Bukan hanya merayakan hari raya
keagamaan, Carey juga menikmati berkah dalam arti harfiah, yakni pundi-pundi
yang menebal dari royalty atas lagu-lagu tematis Natal-nya. Padahal, rekaman
itu dirilis hampir tiga dekade lalu. Inilah contoh pendapatan pasif yang selalu
menguntungkan setiap tahun. Saban menjelang dan sesudah Natal, suara Mariah
Carey mendadak meramaikan hampir setiap sudut pusat perbelanjaan, restoran, dan
tempat publik lainnya. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di berbagai belahan
negara lain. Lagu-lagu seperti ”All I Want for Christmas is You” dan ”Christmas
(Baby Please Come Home)” yang dinyanyikan penyanyi asal AS itu rutin diputar di
mana-mana. Dua lagu itu adalah bagian dari 10 lagu yang tergabung dalam album
Mariah Carey, Merry Christmas, yang dirilis tahun 1994 lalu. Nyaris genap tiga dekade
berselang, lagu-lagu di album itu tetap relevan dan seakan menjadi soundtrack
Natal.
Sampai 24 Desember 2023, lagu ”All I Want for Christmas is
You” sudah diputar 1,72 miliar kali di aplikasi pemutar musik Spotify oleh
pendengar di ratusan negara. Lagu ini termasuk 200 lagu yang telah
menembus 1 miliar kali diputar. Padahal, ada jutaan lagu yang terunggah di
Spotify. Dikabarkan oleh situs Billboard, lagu ini telah dikonsumsi 2,18 miliar
kali di AS sajaa, dalam bentuk pengunduhan lagu, pemutaran audio di aplikasi
musik, dan pemutaran video di Youtube. Kombinasi dari aktivitas ekonomi ini
menciptakan nilai 1,8 juta dollar AS (Rp 27,84 miliar) di AS saja untuk Carey
dan perusahaan rekamannya, Sony Music. Pendapatan ini belum termasuk keuntungan
dari penggunaan lagu untuk acara televisi ataupun sebagai soundtrack dari
berbagai acara bertema Natal. Ini pun belum termasuk pendapatan dari hak cipta
saat ada penyanyi lain yang ingin membuat aransemen ulang lagu tersebut. Padahal,
ada 125 penyanyi yang telah membuat ulang lagi ini. Salah satunya duet Mariah
Carey dengan Justin Bieber saat menyanyikan ulang lagu ini pada 2011 lalu.
Mengutip The Economist, berkat berbagai prestasi tersebut,
Mariah Carey dikabarkan meraup 2,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 34,46 miliar
setiap tahun. The New York Post bahkan memperkirakan Carey mendapatkan 3 juta
dollar AS atau sekitar Rp 46,4 miliar setiap tahun. Ia masih mendapatkan pendapatan
lain dari royalti album lain, honor menjadi bintang iklan, ataupun konser.
Semua ini membawa Carey yang pada 2023 dikabarkan memiliki total kekayaan 350 juta
dollar AS atau sekitar Rp 5,41 triliun. Keputusan membuat album tematis Natal
pada 1994 lalu itu adalah keputusan yang sangat tepat. Mengutip Pew Research pada
2020, jumlah penganut Kristiani di seluruh dunia 2,38 miliar orang atau 30 %
penduduk dunia yang lebih kurang 8 miliar orang. Dari perspektif ekonomi, kita
bisa belajar dari Carey bagaimana jeli melihat potensi pasar yang pasti
(captive market) dari hari Natal yang rutin dirayakan sepertiga penduduk bumi
setiap tahun. Mengolah potensi pasar itu menjadi pendapatan pasif setiap tahun.
(Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023