Lingkungan Hidup
( 5781 )Limbah Nikel Kini Kaya Manfaat di Desa Kawasi
Deretan rumah di kawasan
Ecovillage Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat
(24/11/2023) terlihat rapi dengan warna pastel nan teduh. Rumah di permukiman
itu ternyata bukan dibangun dari bahan material seperti batako atau batu bata merah.
Bangunan dan jalan di kompleks itu seluruhnya dibangun dari slag nikel atau sisa
produksi dari peleburan nikel yang menggunakan teknologi atau proses pirometalurgi.
Wujudnya berbentuk butiran kasar menyerupai pasir dengan massa jenis lebih besar
daripada pasir biasa. Kompleks perumahan Ecovillage Kawasi dibangun oleh Harita
Nickel, salah satu pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Obi. Kawasan
seluas 102 hektar itu diperuntukkan bagi warga Desa Kawasi yang akan direlokasi
dalam waktu dekat.
Ada 259 rumah di kompleks
Ecovillage Kawasi yang jika dilihat dari atas membentuk formasi angka delapan,
sebagian besar memanfaatkan limbah hasil produksi nikel. Bata yang digunakan
terbuat dari slag nikel. Slag nikel terlebih dahulu dicampur semen, bottom ash
(abu sisa hasil pembakaran batubara), mortar, dan sampah anorganik. Onny
Mulyono, Supervisor Project Tempat Pengolahan SampahTerpadu (TPST) Harita Nickel,
mengatakan,”Bata dari slag ini lebih kuat dari batako atau bata biasa karena
materialnya memang lebih bagus. Untuk bangunan jadi lebih kuat,” ujarnya.
Pembuatan bata dari slag nikel juga mengurangi sampah atau limbah dari hasil
produksi nikel. Sejumlah jalan menuju lokasi tambang dan smelter Harita Nickel
di Pulau Obi kini juga dibangun menggunakan slag nikel.
Gorong-gorong atau box
culvert di kawasan tambang juga dibuat dari slag nikel. Harita Nickel mampu memproduksi
sampai 1 juta bata slag nikel per bulan. Bahkan, belum lama ini mereka menerima
pesanan bata dari pemda setempat untuk membangun jalur pedestrian di Bacan. ”Kami
kirim setengah juta bata ke Bacan dengan
kapal. Di sana, bata dari slag nikel ini dipakai untuk membangun tempat
pelelangan ikan (TPI) dan jalur pedestrian,” tutur Onny. Bata slag nikel dijual
Rp 3.000 per biji, lebih murah daripada batako yang dihargai Rp 3.500 per biji.
Namun, kata Onny, sulit untuk memasarkan bata slag nikel ke luar daerah, bahkan
keluar pulau, karena mahalnya biaya pengiriman. (Yoga)
TARGET NET ZERO EMISSION : Pendanaan Hijau Pacu Transisi Energi
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, green loan tersebut membuat langkah perseroan dalam mengakselerasi transisi energi lebih leluasa. Pinjaman itu bakal digunakan perusahaan untuk mengembangkan energi hijau di Tanah Air. “Saat ini PLN memiliki berbagai langkah strategis untuk bisa mendorong Indonesia sebagai negara ‘hijau’,” katanya, Selasa (2/1). Untuk diketahui, PLN baru saja menandatangani perjanjian sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Selain itu, PLN juga mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral dari Sarana Multi Infrastruktur atau SMI. Adapun, fasilitas pembiayaan hijau ini dilakukan melalui skema konvensional dengan nilai Rp9 triliun, dan syariah Rp1 triliun. Kemudian, ada juga fasilitas pinjaman bilateral dengan skema konvensional senilai Rp1 triliun, dan syariah Rp1 triliun. Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjelaskan, PLN memang membutuhkan beragam kerja sama pembiayaan untuk bisa menjalankan proyek transisi energi. Apalagi, dana yang dibutuhkan untuk transisi energi tidak sedikit. Kepala Divisi Usaha Syariah SMI Arief Subekti mengatakan, PLN merupakan partner utama perusahaan sebagai country platform manager transisi energi di Indonesia. SMI pun memastikan siap menjalin kerja sama lain dengan PLN untuk mencapai target net zero emission.
Ibu Kota Nusantara, Cerita Si Pemilik Wisma dan Peladang dengan Rumah Cat Kusam
Proyek Ibu Kota Nusantara
atau IKN niscaya mengubah kehidupan warga lokal di sekitarnya. Minggu (31/12/2023)
siang, Jatmiko (50) memamerkan keramik hitam di penginapan atau wismanya seharg
Rp 1 juta per dua lempeng. Pria gempal asal Banjar Patroman, Jabar, itu punya dua
penginapan di sekitar lokasi Titik Nol IKN, di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku,
Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Sejak ada IKN, bisnisnya berkembang. Ia
mengaku pernah dapat Rp 90 juta dari katering dan sewa kamar. Kementerian PUPR
menyewa kamarnya setahun dengan nilai Rp 350 juta. Hidup Jatmiko berubah total.
Padahal, sebelumnya ia bekerja sebagai bendahara desa dengan gaji hanya Rp
300.000 per bulan. ”Sekarang mumpung masih bisa kita kebut (usaha), ya,
sekarang ini waktunya. Kalau nanti, pasti ada saingan,” katanya.
Sahbudin (54), warga
Kelurahan Sepaku. Harapannya di tahun 2024 masih sama dengan sebelumnya, yakni
memiliki sepetak tanah dan rumah untuk penerusnya. ”Ndak ada kami mau ganggu IKN.
Kayak apa kita mau stop,” ujarnya. Sahbudin keturunan Balik, etnis asli sekitar
proyek IKN. Ia tinggal di rumah panggung sederhana dari kayu dengan cat biru
kusam yang didirikan di atas lahan milik pamannya di tepi aliran Sungai Sepaku.
Bersama istrinya, Dalisah (45), ia punya delapan anak, tetapi dua meninggal.
Sahbudin dan keluarganya kehilangan tanah sejak tiga dasawarsa lalu.
Lahan seluas 20 hektar hilang
saat perusahaan kayu dan yang terakhir perusahaan hutan tanaman industri (HTI)
hadir. ”Sudah ditebang, ndak ada bukti sudah,” timpal Dalisah. Hanya berbekal
surat tanah garapan tanpa sertifikat, perjuangan Sahbudin merebut kembali tanah
hampir mustahil. Saat protes, dirinya dan warga langsung berhadapan dengan
aparat. ”Begitu caranya mereka dari dulu kalau perusahaan. Apalagi nanti IKN, negara
yang punya,” ujarnya. Sahbudin hampir pasrah, sambil berharap ia focus menggarap
lahan satu hektar miliknya yang ditanami kelapa sawit dan pisang. Sayang, sejak
ada IKN pisangnya ludes diserbu monyet. Kini, Sahbudin bekerja di gerbang
lokasi proyek sumber air baku di IKN., dekat dari rumah, tetapi gajinya hanya
Rp 80.000 per hari. (Yoga)
Pertamina Turunkan Harga Pertamax
Teka-teki Tersangka Smelter Maut Morowali
Harga Jual Menjadi Sandungan PTBA
Performa PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terbebani harga batubara yang jeblok di tahun 2023. Harga batubara yang lebih rendah ke depan masih menjadi penghalang bagi PTBA di tahun-tahun mendatang.
Pada periode Januari September 2023, kinerja pendapatan dan laba bersih PTBA kompak merosot. Emiten pelat merah ini melaporkan pendapatan sebesar Rp 27,7 triliun atau turun sekitar 10,84% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Laba bersih PTBA juga melorot sekitar 62% yoy menjadi Rp 3,8 triliun.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo mengamati, penurunan kinerja PTBA dari sisi pos pendapatan hingga laba bersih memang sudah terjadi sejak kuartal IV-2022. Ini seiring dengan penurunan harga batubara sekitar 64% dari rekor tertinggi tahun lalu di kisaran US$ 400 per ton menjadi US$ 136,95 per ton per 29 Desember 2023.
Penurunan harga batubara terjadi di tengah berakhirnya krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta suplai yang kembali meningkat, jelas Praska, Senin (1/1).
PTBA dinilai masih menarik lantaran dividen
yield
jumbo di sepanjang 2023. Hal itu menyusul performa apik PTBA selama tahun 2022 karena diuntungkan oleh tingginya harga batubara kala itu.
Praska memperkirakan, proyeksi harga rata-rata batubara sepanjang 2024 kemungkinan masih relatif melandai di kisaran US$ 100 per ton - US$ 160 per ton. Faktor yang mempengaruhi pergerakan batubara akan cenderung dipengaruhi oleh sentimen ekonomi negara importir batubara terbesar, salah satunya Tiongkok.
Praska berharap, katalis penopang bagi PTBA datang dari potensi permintaan permintaan batubara domestik untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan mengatakan, pertumbuhan organik batubara PTBA akan terus berlanjut. Fase ekspansi batubara PTBA akan didukung oleh pertumbuhan kapasitas kereta api menjadi 52 juta ton pada 2024 dan menjadi 72 juta ton pada 2026.
Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario dalam riset 4 Desember 2023 menyebutkan, pendirian Badan Layanan Umum (BLU) ataupun Mitra Instansi Pengelola (MIP) diharapkan dapat mendongkrak kinerja PTBA dikala harga batubara yang lesu. Pendirian BLU untuk mengurus pungutan iuran di industri batubara yang diperkirakan terealisasi pada Januari 2024.
EKSPANSI USAHA : Kapasitas Jumbo PLTS Terapung TOBA
PT TBS Energy Utama Tbk. (TOBA) menggandeng mitra untuk membangun megaproyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung ber-kapasitas 46 megawattpeak (MWp).Hal tersebut terungkap dalam perjanjian kerja sama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam, PT Batam Sarana Surya, dan TBS Energy Utama yang diteken pada 29 Desember 2023.Dalam kerja sama itu, para pihak bakal membangun PLTS terapung di Waduk Duriangkang dan Waduk Trembesi. SPV Business Development BS Energy Utama Dimas Adi Wibowo mengatakan perusahaan membangun PLTS tera-pung berkapasitas 46 MWp di Waduk Tembesi.
“Kerja sama ini merupakan komitmen dalam transisi menuju green energy. Batam merupakan salah satu kota yang menjadi prioritas pihaknya dalam mengembang-kan energi baru terbarukan dengan penggunaan energi ramah lingkungan,” katanya dalam keteragan resminya, Minggu (31/12).Sementara itu, Direktur Batam Sarana Surya Vivi Simampo mengatakan bahwa perusahaan akan memulai pengerjaan proyek sesuai dengan target yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama.
Di sisi lain, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darussalam menjelaskan bahwa wilayah ini memang tengah dipersiapkan untuk menjadi hub pengembangan EBT.
“Kami harapkan PLTS ini segera terealisasi. PT Batam Sarana Surya dan PT TBS Energi Utama Tbk. bisa ber-sinergi dalam membangun Batam. Ini otomatis akan meningkatkan daya saing Batam,” jelasnya.
Kebakaran Smelter di Morowali Terindikasi Pidana
PERIODE PENTING PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL
Warsa 2023 menjadi salah satu periode penting bagi PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha milik negara atau BUMN holding energi. Beragam pijakan penting dilalui perseroan hingga mampu menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam Fortune Global 500 pada tahun ini. Mengawali tahun dengan mendistribusikan B35 atau biodiesel dengan kandungan bahan bakar nabati 35% pada awal Februari. Berbagai strategi pun dilaksanakan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan mandatori tersebut.Kala itu, Pertamina melalui sub-holding commercial & trading PT Pertamina Patra Niaga langsung memperpendek jalur distribusi biodiesel dari produsen bahan bakar nabati (BBN) yang tadinya 112 terminal menjadi hanya 17 terminal se-Indonesia. Hal itu dilakukan agar pendistribusiannya menjadi lebih efisien.Selain itu, perusahaan juga menyiapkan kilang penampungan tambahan berkisar 50.000 kiloliter guna menampung bahan FAME sebagai campuran tambahan dalam memproduksi B35.Optimalisasi pemanfaatan BBN untuk mendukung transisi energi yang dilaksanakan pemerintah juga dilakukan Pertamina dengan menyajikan Pertamax Green 95 di Jakarta dan Surabaya, sejak Juli 2023. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, Pertamax Green 95 juga memiliki kualitas yang lebih baik dengan research octane number (RON) 95. Di sektor penerbangan, tahun ini Pertamina juga menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. untuk menggunakan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau Bioavtur dalam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang menuju Bandara Adi Sumarmo di Surakarta, dan kembali ke Jakarta.Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Alfian Nasution mengatakan bahwa Pertamina memiliki komitmen untuk mendukung tercapainya target net zero emissionyang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dengan mengembangkan roadmap aset dekarbonisasi dan pembangunan green business, termasuk SAF untuk sektor aviasi.“Penerbangan khusus ini akan menjadi tonggak sejarah di industri aviasi yang berkelanjutan. Masyarakat juga akan merasakan pengalaman baru, merasakan pemanfaatan energi terbarukan dan berkontribusi secara langsung pada penurunan emisi,” katanya.
Upaya mengakselerasi transisi energi juga dilakukan Pertamina melalui subholding Power New and Renewable Energy atau Pertamina NRE yang berhasil meningkatkan kapasitas terpasang dari energi hijau, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 48 megawattpeak (MWp).Kapasitas terpasang listrik bersih tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 28,6 MWp. Perusahaan memprediksi penggunaan PLTS di internal perseroan, seperti yang dilakukan di Pertamina Hulu Rokan bisa menyentuh angka 500 MW secara bertahap.Dari panas bumi, perseroan melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. telah memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 672 MW. Targetnya, dalam 2 tahun angka tersebut bakal menyentuh 1 gigawatt (GW).
Sementara itu di hulu migas, Pertamina melalui Pertamina Hulu Energi Masela menggandeng Petronas Masela Sdn. Bhd. mengambil alih 35% kepemilikan Shell Upstream Overseas Services Limited di Blok Masela.Pengambilalihan participating interest tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengakselerasi pengelolaan wilayah kerja kaya gas yang sempat lama tertunda tersebut.
Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan, Pertamina Hulu Rokan berhasil menahan penurunan produksi minyak di level 167.000 barel setara minyak per hari (bopd), sedangkan produksi minyak dari Blok Cepu susut ke level 140.000 bopd. “[Juara 1] Rokan, Cepu sudah turun. [Produksi] Rokan sekitar 167.000 bopd, sedangkan Cepu kan 140.000 bopd,” katanya saat ditemui barubaru ini.
Pertamina Hulu Energi juga berperan dalam pengembangan teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS) di Indonesia melalui injeksi perdana CO2 di Lapangan Jatibarang di Jawa Barat, dan Lapangan Sukowati di Jawa Timur.Keandalan kinerja hulu perusahaan juga disertai dengan moncernya sektor midstream. Refinery Development Masterplan Program (RDMP) yang dijalankan oleh subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional berhasil mencatatkan progress positif.
Hingga akhir Oktober 2023, Pertamina sebagai BUMN juga tercatat telah berkontribusi sebanyak Rp255,51 triliun terhadap penerimaan negara, terdiri atas pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta signature bonus.“Sepanjang 2023, Pertamina melakukan berbagai inovasi bisnis, meningkatkan produksi migas di dalam negeri dan luar negeri, sebagai upaya kami untuk menambah produksi migas bagi Indonesia, menumbuhkan ekosistem energi transisi, serta mengembangkan partnership dengan berbagai mitra bisnis yang kredibel,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
HARGA EMAS : PELUANG SETELAH PECAH REKOR
Lonjakan harga emas yang baru saja memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa masih mungkin berlanjut. Sempat redup dan melandai setelah pandemi, emas akhirnya berkilau. Sepanjang 2023, komoditas yang sudah eksis sejak 4.000 tahun sebelum Masehi ini kembali jadi salah satu aset hedgingpaling semriwing.Yang paling gres, harga emas di pasar spot menyentuh level US$2.077,49 per troy ouncepada penutupan perdagangan Rabu (27/12). Level ini menjadi rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang baru.Catatan ini juga sekaligus menjadi kali kedua emas membukukan all-time high di tahun ini. Catatan serupa sempat terjadi pada 1 Desember 2023, ketika harga emas di pasar spot mencapai US$2.072,22 per troyounce, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang terekam di tengah pandemi, Agustus 2020. Bila diukur dari titik di awal tahun (year-to-date/ytd), banderol emas spot telah merefl eksikan tren penguatan 13,89% dari posisi US$1.824,02 per troy ounce. Sebagai konteks, per Rabu (27/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengukur kinerja seluruh saham di Indonesia dalam tren menguat 5,77% saja ytd. Sementara indeks LQ45 dan IDX30, masing-masing, dalam tren tumbuh 5,77% dan 3,36% ytd.Di sisi lain, indeks Dow Jones dan S&P 500 mengalami penguatan masing-masing 13,6% dan 24,53% ytd.Menariknya, pengamat dan pakar melihat titik puncak belum tercapai. Tidak sedikit yang percaya bahwa reli rekor harga emas akan kembali terulang dalam waktu dekat, dengan ekspektasi besar pada awal 2024. “Tak ada bukti yang lebih jelas dari ini, betapa emas sebagai instrumen lindung nilai makin diakui seiring peningkatan investor di seluruh dunia yang beralih ke aset ini di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik,” terang CEO LBMA Ruth Crowell dalam pernyataannya.
Skenario yang lebih mungkin adalah antara soft landingperekonomian (ditandai pertumbuhan ekonomi yang lebih landai), atau hard landingyang rawan mengakibatkan resesi.Dengan kemungkinan 45%—65% terjadi soft landingdan 25%—55% hard landing, LBMA pun meyakini harga emas bisa “secara signifi kan meningkat” pada tahun depan.
Di sisi lain John Hathaway, Manajer Portofolio Senior di Sport Asset Management USA, menyatakan bahwa semua skenario masih mungkin. Namun, dia punya dasar yang lebih konkret yang meyakini harga emas masih akan dalam tren tinggi untuk jangka pendek.Dilansir dari Euronews, Hathaway melihat ada indikasi terhadap komitmen The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunganya yang tinggi dalam waktu lama. Hal tersebut bisa memicu deflasi kredit lebih luas dan mempertinggi kemungkinan resesi. Efek domino yang muncul terhadap sektor perbankan dan pasar tenaga kerja pun membuat aset hedging seperti emas cenderung makin diminati.
Sebagaimana pengingat, The Fed masih memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 5,25%—5,5% pada FOMC Desember 2023.Sedangkan data PDB AS meningkat sebesar 4,9% secara tahunan pada kuartal terakhir, direvisi turun dari angka yang dilaporkan sebelumnya sebesar 5,2%.
Di dalam negeri, menurut analis komoditas Lukman Leong, Bank Indonesia (BI) hanya akan menurunkan suku bunga apabila tekanan dari dolar AS mereda.
Menurut versi Lukman, katalis lain yang mendorong harga emas yaitu dari permintaan fi sik bank sentral China. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan perang juga merupakan insentif bagi harga komoditas tersebut.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023








