Lingkungan Hidup
( 5820 )Harga Logam Industri Tertekan Permintaan
SERAPAN GAS BUMI : ‘SENJATA’ ANDALAN ATASI KELEBIHAN PASOKAN
Pembangunan fasilitas pengolahan gas bumi menjadi alternatif yang akan menjadi ‘senjata’ andalan pemerintah dalam menyiasati minimnya serapan komoditas tersebut, sehingga mengancam pengembangan sejumlah lapangan di Jawa Timur. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mengaku sedang menyiapkan jalan keluar untuk mengatasi minimnya serapan gas bumi yang diproduksi di wilayah Jawa Timur.Beberapa alternatif yang mencuat adalah pembangunan kilang mini gas alam cair (liquefi ed natural gas/LNG), gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG), hingga liquefi ed petroleum gas (LPG).“Alternatif pemanfaatan gas bisa dilaksanakan melalui pembangunan kilang mini LNG, penyaluran melalui CNG, dan mengoptimalkan pemanfaatan gas untuk LPG, sehingga bisa mengurangi impor. Hal tersebut yang sedang dievaluasi oleh SKK Migas,” kata Kurnia Chairi, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Selasa (9/1).Kurnia menjelaskan bahwa sejumlah alternatif menjadi pertimbangan seiring dengan upaya untuk mendorong tumbuhnya industri baru, seperti pabrik metanol yang bisa menyerap banyak gas bumi.Terlebih, saat ini pemerintah terus berupaya merampungkan pipa transmisi Cirebon—Semarang yang diproyeksikan mampu mengalirkan gas dari berbagai sumber di Jawa Timur ke pelanggan di Jawa Barat. Berdasarkan data SKK Migas per Oktober 2023, lifting gas dari sejumlah lapangan gas Jawa Timur berada rata-rata di level 747 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri berencana untuk memulai lelang desain engineering, procurement, and construction (EPC) pipa Cirebon—Semarang tahap II pada Maret 2024. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menargetkan awal konstruksi transmisi pipa ruas Batang—Kandanghaur Timur bisa dimulai pada Juni tahun ini. Laode berpendapat bahwa minat dari badan usaha untuk mengerjakan konstruksi tersebut bakal tinggi, menyusul proyek pipa Cirebon—Semarang tahap I (ruas Semarang—Batang) yang telah rampung akhir tahun lalu.
Rencananya, proyek itu bakal menelan investasi sekitar Rp3,34 triliun dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan skema kontrak tahun jamak periode 2024—2025.Potensi demand gas yang dialirkan melalui pipa Cirebon—Semarang tahap II, antara lain industri di Cirebon, Tegal, Pekalongan, Brebes, dan Pemalang, dengan volume sekitar 5,8—12 MMscfd.
Optimisme terhadap meningkatnya sektor yang bisa menyerap gas dari Jawa Timur juga ditunjukkan oleh PGAS. Perusahaan saat ini diketahui sedang dalam proses menuju kontrak jual beli gas dengan PT KCC Glass Indonesia dan PT Rumah Keramik Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang.“PGAS telah berproses menuju kontrak jual beli gas dengan KCC Glass Indonesia untuk volume kurang lebih 8 BBtud, dan Rumah Keramik Indonesia sekitar 4 BBtud melalui proyek distribusi Kawasan Industri Terpadu Batang Fase I,” kata Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Hutama, Selasa (9/1).
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina EP Cepu Endro Hartanto mengatakan bahwa pihaknya terpaksa harus menurunkan produksi dari lapangan Jambaran Tiung Biru lantaran keterbatasan kemampuan serap dari sejumlah pembeli terkontrak.“Saat ini, secara operasi Jambaran Tiung Biru sudah dapat menyalurkan 192 MMscfd, tetapi harus menurunkan kembali pasokannya, karena keterbatasan market,” katanya.Produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut saat ini diketahui berada pada kisaran 110 MMscfd. Akan tetapi, terdapat selisih yang cukup lebar dari kapasitas produksi maksimal yang berada di level 192 MMscfd.
Dengan begitu, kata dia, keseluruhan gas dari Jambaran Tiung Biru telah terkontrak atau sudah memiliki pembeli. Dia pun menegaskan bahwa Pertamina tidak dalam posisi untuk menawarkan gas tersebut kepada pembeli baru.
Adapun, Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menyarankan pemerintah untuk memastikan produksi dan kebutuhan gas sebelum membangun fasilitas pendukung untuk meningkatkan serapan gas bumi dari Jawa Timur.
LAPORAN DARI KOREA SELATAN : PIS GENCAR PERLUAS PASAR GLOBAL
PT Pertamina International Shipping, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang logistik dan pelayaran terintegrasi, gencar menyasar pasar global, di tengah tingginya tuntutan dunia terhadap transisi energi.
Komitmen tersebut diperkuat dengan rencana penguatan armada tanker jenis very large gas carrier (VLGC) sebanyak enam unit sepanjang tahun ini. Saat ini, PT Pertamina International Shipping (PIS) telah memiliki tiga unit VLGC, yang terdiri atas 1 unit VLGC yang dimiliki sejak Februari 2023 dan 2 unit VLGC yang baru saja dilepas perdana oleh Hyundai ke PIS di dok Hyundai Samho, Selasa (9/1). Kedua kapal VLGC tersebut diberi nama Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia. “Pelepasan perdana dua kapal VLGC ini menandai komitmen PIS yang kuat terhadap ketahanan energi dan sekaligus mengukuhkan posisi kami sebagai pemain di pasar global. Akan ada 4 kapal VLGC lagi sampai dengan akhir tahun,” ujar Direktur Utama PIS Yoki Firnandi di sela-sela acara Naming Ceremony of Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Komisaris PIS Iggi H. Achsien dan Lina Santi, serta Direktur Keuangan PIS Diah Kurniawati. Yoki mengungkapkan kedua kapal VLGC tersebut merupakan tanker liquid petroleum gas (LPG) terbesar di dunia, dengan luasan sekitar dua kali lapangan bola dan daya angkut sebesar 91.000 Cubic Meter (CBM) atau setara dengan 32.000 ton LPG. Adapun, harga masing-masing kapal tersebut sebesar US$110 juta.
Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kapal itu dapat dioperasikan dengan kecepatan yang lebih tinggi, tetapi hemat bahan bakar hingga 16%.“Permintaan terhadap pengangkutan gas dan amonia di pasar global terus meningkat. Ini peluang yang besar bagi kami,” tegas Yoki.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan tiga alasan dibalik keputusan strategis untuk membeli dua kapal VLGC Pertamina Gas Tulip dan VLGC Pertamina Gas Bergenia tersebut.Pertama, penambahan dua kapal baru untuk melayani pasar internasional itu merespons tingginya permintaan pasar yang diperkirakan bakal naik sejalan dengan pemulihan pascapandemi Covid-19.
Kedua, pembelian kapal dengan kemampuan untuk mengangkut LPG dan amonia juga memiliki tujuan tersendiri.
Ketiga, tuntutan globalisasi. Menurutnya, PIS telah menjadi market leader di Indonesia, dan sudah seharusnya didorong untuk menjadi pemain global.
Sebagai catatan, dua kapal VLGC yang baru dilepas kemarin merupakan bagian dari kerja sama kepemilikan antara PIS dan BGN International yang telah ditandatangani pada Oktober 2023 di sela-sela gelaran Abu Dhabi International Petroleum and Conference 2023 di Uni Emirat Arab.
Kuota Pertalite 2024 Sebesar 31,7 Juta Kiloliter
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan
kuota pertalite pada 2024 sebesar 1,7 juta kiloliter atau lebih rendah dari
2023 yang sebesar 32,5 juta kiloliter. Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam
konferensi pers penutupan Posko Natal dan Tahun Baru 2023-2024 Sektor Energi
dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Senin (8/1/2024), mengatakan, pada 2023
realisasi pertalite atau jenis bahan bakar minyak khusus penugasan ialah 30
juta kiloliter atau 92,24 persen dari kuota. (Yoga)
Menggenggam Pasir, Menaklukkan Dunia
Hidup manusia modern kian bergantung pada cip. Berkat cip,
ponsel di tangan kita dapat memperlihatkan rute mencapai alamat tujuan dengan
presisi tinggi melalui aplikasi penunjuk arah. Berkat cip pula, ilmuwan dapat
memetakan gen secara cepat, tak perlu memakan waktu bertahun-tahun seperti
beberapa dekade lalu. The Economist (23 Januari 2021) menyebutkan, tiap tahun
dunia menghasilkan 1 triliun cip. Setiap orang kini dikelilingi oleh banyak
cip. Ponsel memiliki cip, televise cerdas (smart television) memiliki cip,
laptop mengandung cip, mobil memiliki cip, dan sebagainya. Mobil listrik mengandung
3.000 cip.
Materi utama cip ialah silikon (Si), unsur yang ditemukan di
pasir. Wujud pasir silikon di alam selalu terpadu dengan oksigen, berupa
silikon dioksida (SiO2). Cip merupakan bagian dari perkembangan teknologi transistor,
komponen elektronik yang berperan seperti sakelar: bersifat mengantarkan
listrik atau tidak berdasarkan sinyal listrik yang diberikan padanya. Cip
memungkinkan teknologi kecerdasan buatan berkembang luas. Industri komputasi
awan (cloud computing) global yang bernilai ratusan miliar USD per tahun
bergantung pada cip. Berkat komputasi awan, berbagai perusahaan tak perlu
membangun server pengolah data dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan sendiri,
tetapi cukup menyewa dari penyedia komputasi awan.
Hadirnya kecerdasan buatan generatif (AI generative) membuat kebutuhan cip meningkat karena pemakaian teknologi AI meluas. Dalam riset penggunaan kecerdasan buatan generatif di puluhan fungsi pekerjaan di berbagai bidang (perbankan hingga farmasi), AI generatif memberikan tambahan nilai ekonomi 2,6 triliun USD-4,4 triliun USD per tahun. Berkat kecerdasan buatan generatif, dampak teknologi kecerdasan meningkat 15-40 % (McKinsey & Company, Juni 2023). Cip yang unsur utamanya adalah pasir silika telah mejadi senjata penting dalam persaingan geopolitik. Kuasailah pasir, dan dunia pun akan takluk. (Yoga)
Ketahanan Energi Kita
Lifting minyak kita belum mampu mencapai target. Indonesia masih
harus mengimpor minyak. Ketahanan energi Indonesia menjadi taruhannya. Data
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas) menunjukkan, lifting minyak bumi hingga 31 Desember 2023 adalah 612.000
barel per hari, kurang dari target APBN 2023 di 660.000 barel per hari. Angka
ini juga jauh dari target pada tahun 2030 sebesar 1 juta barel per hari
(Kompas.id, 5/1/2024). Pemerintah mengakui tak mudah untuk memenuhi target lifting.
Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat lalu, menyebutnya sangat menantang. Meski
demikian, pemerintah melihat ada harapan baru setelah ditemukan dua sumber gas
skala besar, di laut lepas Kaltim (Geng North) yang memiliki potensi 5 triliun
kaki kubik (TCF) dan di sumur eksplorasi Layaran-1, South Andaman, lepas pantai
Sumatera bagian utara, berpotensi 6 TCF.
Energi penting dalam mendukung pembangunan guna
meningkatkan kesejahteraan rakyat. Isu ketahanan energi (energy
security) selalu mendapat perhatian serius dari negara mana pun. Penemuan dua
sumber gas skala besar menggembirakan karena jika dikelola dengan baik, akan
menambah ketahanan energi Indonesia. Ketahanan energi bertumpu pada empat
dimensi: ketersediaan (availability), keterjangkauan (affordability), kemampuan
mengakses (accesibility), dan ramah lingkungan (acceptability). Pertanyaan
berikutnya, apakah harganya terjangkau oleh konsumen atau biayanya realistis bagi
investor? Belum lagi isu terkait akses infrastruktur jaringan energi. Aspek
terakhir,acceptability, yakni apakah sumber energi anyar ini selaras dengan
upaya global mengurangi emisi karbon?
Alangkah baiknya jika Indonesia dapat memberdayakan penggunaan
energi terbarukan. Kita kaya akan jenis energi ini. Sinar matahari melimpah,
selain panas bumi, angin, dan air. Sayangnya, energi baru dan terbarukan masih berkontribusi
12,3 persen, jauh dari target 23 % yang rencananya dicapai pada 2025. Meski
memerlukan investasi tak sedikit, peningkatan energi terbarukan dapat
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan pada impor minyak. Energi
terbarukan juga selaras dengan upaya menekan misi gas rumah kaca. Kerja keras
yang telah dilakukan untuk menambah pemanfaatan energi terbarukan harus dapat
ditingkatkan lagi. (Yoga)
2027, Interkoneksi Pipa Transmisi Jawa-Sumatera
Emas Jadi Instrumen Investasi Menarik di 2024
Komoditas emas menjadi alternatif instrumen investasi yang
prospektif pada tahun 2024 lantaran dinilai lebih stabil. Hal ini dilihat dari
karakteristik emas yang nilainya cenderung stabil di tengah perkembangan
kondisi perekonomian global. Praktisi pasar modal dan pengajar Magister Ekonomi
Terapan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Yohanis Hans Kwee, mengatakan,
emas menjadi salah satu instrument investasi yang menarik pada 2024. Hal ini
tidak lepas dari pengaruh kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan
telah mengakhiri kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dan berpeluang
menurunkannya pada medio 2024. ”Emas menjadi sesuatu yang menarik karena
instrumen ini tidak memiliki yield atau return (imbal hasil), tetapi dari
capital gain. Dengan demikian, saat suku bunga turun, emas jadi menarik. Ke
depan, tren indeks dollar AS juga cenderung melemah dibandingkan dengan tahun
lalu yang membuat emas akan dihargai dalam dollar AS lebih murah sehingga
permintaannya pun meningkat,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat
(5/1/2024).
“Pemilu 2024 tak hanya diselenggarakan oleh Indonesia, tetapi
banyak negara juga yang mengadakan pemilu sehingga membuat para investor akan
wait and see. Maka, emas dapat menjadi pilihan saat ketidak pastian tersebut meningkat,
terutama menjelang tahun pemilu dan di tengah konflik geopolitik,” ujarnya. BPS
menyebut, perkembangan harga emas sepanjang 2023 di pasar internasional
terlihat berada di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Per November
2023, harga emas menyentuh 1.984 dollar AS per troy oz atau meningkat 15 %
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Senior Investment Information Mirae
Asset Nafan Aji Gusta berpendapat, kenaikan harga emas secara global didukung pernyataan
The Fed yang memutuskan untuk bersikap melunak dalam kebijakan moneternya atau
tidak menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Kenaikan harga emas di tingkat
domestik juga menunjukkan daya beli masyarakat yang meningkat. (Yoga)
Sulit Genjot Minyak, Gas Jadi Harapan
Di tengah sulitnya memenuhi target perolehan produksi siap
jual atau lifting minyak bumi, sumber-sumber gas raksasa ditemukan di
Indonesia. Pemerintah berupaya mengoptimalkan gas bumi dengan memacu infrastruktur
pipanisasi gas. Selain pipa Cirebon-Semarang yang sudah tuntas separuh, pipa
transmisi gas di Sumatera pun disiapkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta,
Jumat (5/1/2024) mengakui upaya mengejar target capaian minyak bumi menantang,
di sisi lain, temuan sumber gas skala besar membawa harapan untuk memenuhi
kebutuhan energi di masa depan. Apalagi, gas dianggap sebagai energi penjembatan
dalam transisi energi. ”Kalau minyak memang agak berat ya, tetapi kita harus
mensyukuri ada discovery (temuan) baru. Ada di Geng North (oleh) Eni, sebesar 5
TCF lebih plus kondensat. Lalu di Timpan ngebor lagi dan besar. Terbaru, di
Layaran, ada 6 TCF lebih,” ujar Arifin.
Temuan-temuan itu bisa mendukung target perolehan gas bumi
sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030. Namun, menurut Arifin,
infrastruktur perlu benar-benar disiapkan. Sebab, percuma jika suplai gas
melimpah, tetapi tidak bisa dtransmisikan. Oleh karena itu, selain meneruskan proyek
transmisi gas Cirebon-Semarang, yang saat ini sudah mengaliri gas ke Kawasan
Industri Kendal (bagian dari tahap I), pembangunan pipa gas Sei Mangkei (Sumut)-Dumai
(Riau) juga dipacu. ”(Sei Mangkei-Dumai) tahun ini mulai dan 2027 harus sudah
selesai. Jadi, (ketersediaan gas), selain untuk bikin pupuk dan petrokimia di
Lhokseumawe (Aceh), kita tarik juga ke bawah. Juga harus memikirkan membangun
(kilang) LNG (gas alam cair) lagi di sana. Jadi, yang penting gas ini ada dan
cukup untuk transisi energi,” lanjut Arifin. (Yoga)
"Montase” Perdagangan
Sektor perdagangan tengah merepresentasikan satu wajah dua
muka. Di dalam negeri, harga barang dan jasa serba naik. Di luar negeri,
kemitraan dagang antar negara semakin mengotak dan restriksi dagang kian marak.
Kondisi itu bak montase atau gambar dengan makna baru yang terbentuk dari
potongan beberapa gambar yang ditempel dalam satu wadah. ”Montase” perdagangan
itu menjadi ”menu” penutup pada 2023 sekaligus ”menu” utama pada 2024. Kenaikan
harga pangan terutama terjadi akibat kenaikan biaya produksi, perubahan iklim,
dan dampak kenaikan harga bahan baku impor. Beras medium, misalnya, harga
rata-rata nasional tertingginya terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg.
Harga tersebut naik 16,24 % secara tahunan, disebabkan penurunan produksi
akibat La Nina dan El Nino serta kenaikan biaya produksi padi. Biaya produksi
padi meningkat akibat kenaikan harga pupuk, benih, BBM, sewa tanah, dan tenaga kerja.
Gula pasir juga senasib. Produksi gula nasional turun akibat dampak
El Nino. Hal itu menyebabkan harga gula naik sejak Juli 2023. Harga rata-rata nasional
gula konsumsi hingga pekan ketiga Desember 2023 Rp 17.260 per kg, naik 17,26 %
secara tahunan. Harga gula dunia naik dibarengi depresiasi nilai tukar rupiah.
Hal itu membuat perusahaan swasta dan milik negara diminta mengimpor 1 juta ton
gula untuk cadangan gula pemerintah. Pemerintah perlu menyiapkan cadangan
pangan yang harganya mudah bergejolak seturut pola musiman itu. Peran dan
kehadiran Bapanas yang diperkuat Perum Bulog dan ID Food yang mendapat mandat
menyiapkan 11 komoditas cadangan pangan pemerintah perlu diperkuat, dibarengi peningkatan
produksi pangan yang dapat dibudidayakan di dalam negeri untuk mengurangi
impor.
Kinerja ekspor Indonesia mulai turun seiring penurunan harga
komoditas ekspor unggulan, seperti minyak sawit, batubara, besi dan baja, serta
nikel. Untungnya penurunan kinerja ekspor terjadi pada nilai ekspor, bukan
volume. Berdasar data BPS, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November
2023 mencapai 221,96 miliar USD atau turun 12,47 % secara tahunan. Tapi volume
ekspor nonmigas naik 6,92 % menjadi 612,42 juta ton. Positifnya, kinerja ekspor
Indonesia ke depan semakin ditopang hilirisasi yang mencakup industri besi dan
baja, gasifikasi batubara, bauksit, tembaga, pupuk, gula dan bioetanol, serta integrase
nikel, baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik. Program hilirisasi itu
turut menopang pertumbuhan investasi. Kementerian Investasi mencatat, nilai
realisasi investasi untuk hilirisasi pada Januari-September 2023 sebesar Rp 266
triliun. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









