Lingkungan Hidup
( 5820 )Ekspor Terpukul Harga Komoditas
Melonjak 613% Impor Beras RI Tembus 3 Juta Ton di 2023
Menempa ”Perisai” Krisis Pangan di Tahun Politik
Gejolak stok dan harga pangan kerap menjadi ”peluru” politik
untuk menumbangkan lawan. Menjelang pesta demokrasi 2024, ”peluru” itu kian
tajam. Pemerintah, yang selalu menjadi sasaran tembak, menempa perisai krisis
pangan. Hingga pekan kedua Januari 2024, harga sejumlah pangan pokok masih
tinggi, terutama beras dan gula pasir atau konsumsi. Berdasarkan Panel Harga
Pangan Bapanas, per Sabtu (13/1) harga rata-rata nasional beras medium dan gula
pasir masing-masing Rp 13.290 per kg dan Rp 17.330 per kg. Harga beras medium
masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp
10.900-Rp 11.800 per kg. Begitu juga gula pasir, harganya di atas harga acuan
penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah berdasarkan wilayah,
yakni Rp 16.000-Rp 17.000 per kg.
Harga kedua komoditas pangan pokok itu masih tinggi lantaran
penurunan produksi akibat El Nino. Selain itu, keduanya tengah berada pada fase
paceklik. Panen raya padi diperkirakan baru terjadi pada April-Mei 2024,
sedangkan musim giling tebu baru akan mulai pada Mei 2024. emerintah telah
menempa ”perisai” untuk menangkal kekurangan stok dan kenaikan harga, Bapanas
telah menetapkan jumlah stok 13 bahan pangan pokok untuk cadangan pangan
pemerintah (CPP). Kementan berupaya menambah stok beras di fase paceklik
sembari menunggu realisasi panen raya. Pemerintah juga telah menetapkan kuota
impor beras sebanyak 2 juta ton serta gula mentah dan konsumsi sebanyak 745.000
ton.
Kemendag juga telah menerbitkan persetujuan impor (PI)
sejumlah pangan pokok yang dibutuhkan di dalam negeri. Kepala Bapanas Arief Prasetyo
Adi mengatakan, salah satu tantangan ketahanan pangan pada tahun ini adalah ancaman
ketersediaan pangan di tengah kondisi ketidakpastian global. Untuk itu,
penguatan CPP perlu dilakukan, baik melalui peningkatan kapasitas penyimpanan
dan distribusi maupun koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan sektor
swasta. ”CPP itu akan dikelola Perum Bulog dan ID Food. Untuk merealisasikan
CPP itu, kami telah menyediakan dana Rp 28,7 triliun yang akan digulirkan
kepada dua badan usaha milik negara itu,” ujarnya. (Yoga)
PEREMPUAN DESA MANGKIT BERDIKARI DENGAN SERTIFIKAT TANAH
Para perempuan di Desa Mangkit, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut,
menjadi aktor aktif dalam redistribusi lahan di desa mereka. Mereka berjuang
memvalidasi setiap jengkal tanah dan lahan yang dimiliki oleh warga. Perjuangan
mereka pun berbuah manis. Tak pernah terpikir oleh Nova Kalompo (45) bahwa ia
dapat mendirikan warung kelontong di halaman rumah. Sebab, hari-harinya selalu dihantui
kekhawatiran akan pengusiran dari rumah ataupun kebunnya di Desa Mangkit. Semua
berbalik sejak 29 Oktober 2018 ketika Gubernur, bupati, serta jajaran pejabat lain
hadir dalam acara seremonial untuk membagikan 515 sertifikat lahan perkebunan
eks hak guna usaha (HGU) kepada Nova dan ratusan warga lainnya dalam rangka
reforma agraria.
Pada awal 2019, warga kembali menerima sertifikat lahan, untuk
tanah tempat rumah mereka berdiri sejumlah 535 buah sehingga secara keseluruhan
ada 1.050 sertifikat yang diterbitkan untuk meredistribusi tanah negara seluas
444,46 hektar. ”Kehidupan berubah 180 derajat dari sebelum torang dapat sertifikat.
Torang dulu cuma mengandalkan suami. Sekarang, sudah. So merdeka,” kata Nova
dengan mata berbinar-binar di teras rumahnya, Selasa (9/1/2024) siang. Tak lama
setelah itu, Nova membawa sertifikat tanah rumahnya yang berukuran 10 x 20
meter ke sebuah bank di Ratahan, ibu kota Minahasa Tenggara, sebagai agunan
demi mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 50 juta.
Berkat pinjaman tersebut, selama empat tahun terakhir, ibu
dua anak tersebut dapat menyebut dirinya wirausahawati. Warga desa pun silih
berganti singgah di warungnya untuk membeli segala macam kebutuhan sehari-hari,
mulai dari beras, air mineral, telur, makanan ringan, sampai sabun cuci. Penghasilan bersihnya sebulan, selalu
melampaui Rp 1 juta. Nova juga menjadi pemilik sah lahan garapan seluas 0,49
hektar, hasil bagi rata dengan suaminya. Baru-baru ini, mereka panen cengkeh
dari 100 pohon. Nilai penjualan nantinya diperkirakan mencapai Rp 20 juta. (Yoga)
Terimbas Anjloknya Harga Nikel
Surplus Neraca Perdagangan Bakal Merosot
Dampak Erupsi Meluas, Pengungsi Bertambah
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT,
memasuki hari ke-22 pada Sabtu (13/1/2024). Semburan material vulkanik semakin
masif dan wilayah terdampak meluas menjadi tujuh desa. Jumlah pengungsi menjadi
6.536 jiwa. Petugas Pos Pemantauan Gunung Lewotobi, Anselmus B Lamanepa, melaporkan,
pada Sabtu sekitar pukul 11.56 Wita,terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu 1.500
meter di atas puncak gunung. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu
dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini
terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi 8 menit 20 detik.
Radius bahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki diperluas menjadi 5 km dari puncak
sehingga permukiman yang berada dalam radius itu harus dikosongkan untuk sementara
waktu. Status gunung api itu berada pada level tertinggi, yakni Awas. Guguran
lava ke arah timur laut yang semula berjarak 2 km kini menjadi 3 km.
Di sisi timur laut Gunung Lewotobi Laki-laki terdapat banyak
permukiman sepanjang Desa Nobo sampai Desa Nurabelen.Pj Bupati Flores Timur
Doris Alexander Rihi telah mengganti status Siaga Darurat menjadi status
Tanggap Darurat yang berlaku selama 14 hari mulai 10 Januari 2024. ”Nanti akan
dievaluasi dengan memperhatikan kondisi aktivitas gunung,” katanya. Data BPBD
Kabupaten Flores Timur menyebutkan, wilayah yang terdampak erupsi Gunung
Lewotobi Laki-laki meluas, saat ini, ada tujuh desa yang terdampak. Para
pengungsi tersebar di sejumlah pos komando yang ditetapkan pemerintah, seperti
di Kantor Desa Konga dan Kantor Camat Wulanggitang. Selebihnya, banyak
pengungsi yang menginap di rumah warga, seperti di Desa Pululera, Boru Kedang,
dan Hewa. Lebih dari tiga minggu terdampak abu vulkanik dan tinggal di
pengungsian, banyak warga mulai terserang berbagai jenis penyakit. (Yoga)
SEKTOR ENERGI : LIFTING MIGAS MASIH PENUH TANTANGAN
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi memproyeksi produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi pada tahun ini masih di bawah realisasi lifting sepanjang 2023. Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wahju Wibowo mengatakan catatan itu merujuk hasil work program & budget (WP&B) 2024 untuk target lifting minyak dan gas bumi (migas) yang tetap di bawah angka yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Begitu APBN ditetapkan kita mengerjakan WP&B bekerja 3 bulan dengan seluruh KKKS dengan dinamika diskusinya jumlahnya ternyata sekitar 596 MBOPD relatif turun dari lifting minyak 2023 di level 605,5 MBOPD,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/1). Kendati kegiatan pemboran dan rencana investasi makin agresif, dia memperkirakan lifting migas sampai akhir tahun ini tetap dipatok lebih rendah dari yang ditargetkan APBN.Seperti diketahui, WP&B 2024 untuk lifting minyak ditetapkan di level 596 MBOPD atau lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam APBN di level 635 MBOPD. Biasanya, kata dia, lewat program filling the gap atau kegiatan pengeboran di luar WP&B dapat menambah lifting minyak di rentang 15 MBOPD sampai dengan 20 MBOPD. Akan tetapi, Wahju menilai upaya untuk mencapai target WP&B itu belakangan terbilang sulit dengan berbagai alasan.
“Sekarang ini kita tahu kita kehilangan sekitar 7.000 BOPD karena banjir, ada sekitar 7 rigyang terhalang dikepung banjir, berapa sudah force majeure dan harus dievakuasi terkait banjir di Sumatra,” kata dia.
Namun, tingkat Reserves Replacement Ratio (RRR) sepanjang 2023 berhasil mencatatkan torehan positif sebesar 123,5%. Adapun, target RRR untuk tahun ini dipatok lebih rendah di level 120%.Sementara itu, pemerhati migas dari Research Institute for Mining and Energy Economics (ReforMiner Institute) Pri Agung Rakhmanto berpandangan perhitungan teknis lifting migas memang sulit mencapai angka yang ditargetkan dalam APBN.
Sebaliknya, Pri Agung menilai angka WP&B mesti bisa dipertanggungjawabkan karena terkait dengan target lifting tertentu, cost recovery tertentu, dan penerimaan negara.Sayangnya, dia mengatakan SKK Migas dan KKKS selalu mengandalkan lapangan migas yang sudah ada sehingga lifting migas dari waktu ke waktu tidak mengalami kenaikan. “Ke depan hanya akan berlanjut decline dan decline, hanya seberapa tajam atau landai saja declinenya,” tegasnya.
Sebaliknya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan pengeboran satu sumur eksplorasi taruhan atau wildcat pada 2026 mendatang di sebagian konsesi Blok East Natuna.
Dua lapangan yang dikelola PHE di Blok East Natuna itu di antaranya Lapangan Arwana dan Barakuda. Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng menuturkan perseroan bakal memulai survei seismik pada Agustus tahun ini.
Adapun, Blok East Natuna diperkirakan menyimpan sumber daya minyak mencapai 2,2 BBO dan gas sebesar 300 BSCF. Potensi sumber daya itu terbentang di atas luasan konsesi 10.484,39 kilometer persegi. PHE berkomitmen untuk menggelontorkan investasi awal sebesar US$13 juta atau setara dengan Rp194,5 miliar (asumsi kurs Rp14.968 per dolar AS).
Indonesia Jaga Ekspor Minyak Sawit ke Pakistan
Ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan mencapai hampir 3
juta ton setiap tahun. Suplai ini untuk memenuhi 90 % kebutuhan minyak nabati
mereka sebagai bahan baku industri. Indonesia ingin menjaga, bahkan meningkatkan
pasokan minyak sawit ke Pakistan ini untuk mengantisipasi dampak persyaratan
nondeforestasi, terutama ke Uni Eropa, Inggris, dan AS. Di sisi lain, Pakistan
juga menginginkan hubungan imbal balik, seperti keseimbangan neraca perdagangan
mereka dengan Indonesia ataupun kerja sama lain. Dari total 4,3 miliar USD
nilai impor Pakistan dari Indonesia, sekitar 3,1 miliar USD berupa komoditas
minyak sawit. ”Dalam pertemuan dengan Kadin dan pemerintah di sini selalu
muncul soal kepastian pasokan (minyak sawit). Muncul juga permintaan mengapa
tidak ada nilai lebih di sini,” kata June Kuncoro Hadiningrat, Konsul Jenderal
Republik Indonesia di Karachi, Pakistan, Kamis (11/1/2024), di Karachi.
Ia saat itu menerima rombongan peserta dari Indonesia yang
akan hadir dalam Konferensi Minyak Nabati Pakistan (Pakistan Edible Oil Conference/PEOC)
2024 yang berlangsung di Karachi, Sabtu (13/1). Ajang tahunan ini diikuti para
produsen dan industri sawit sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan
Pakistan. Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya
Alam Menko Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, yang juga turut dalam rombongan,
mengatakan, Pakistan pasar ekspor minyak sawit penting bagi Indonesia. Pakistan
di peringkat ketiga setelah China dan India dalam hal tujuan ekspor sawit dari Indonesia.
”Menghadapi pasar lain yang semakin banyak cerewetnya, jangan sampai terjadi
penurunan (ekspor sawit) ke Pakistan,” tuturnya. (Yoga)
”Lifting” Minyak 605.000 Barel Per Hari
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









