;

Dampak Erupsi Meluas, Pengungsi Bertambah

Lingkungan Hidup Yoga 14 Jan 2024 Kompas
Dampak Erupsi Meluas,
Pengungsi Bertambah

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, memasuki hari ke-22 pada Sabtu (13/1/2024). Semburan material vulkanik semakin masif dan wilayah terdampak meluas menjadi tujuh desa. Jumlah pengungsi menjadi 6.536 jiwa. Petugas Pos Pemantauan Gunung Lewotobi, Anselmus B Lamanepa, melaporkan, pada Sabtu sekitar pukul 11.56 Wita,terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di atas puncak gunung. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi 8 menit 20 detik. Radius bahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki diperluas menjadi 5 km dari puncak sehingga permukiman yang berada dalam radius itu harus dikosongkan untuk sementara waktu. Status gunung api itu berada pada level tertinggi, yakni Awas. Guguran lava ke arah timur laut yang semula berjarak 2 km kini menjadi 3 km.

Di sisi timur laut Gunung Lewotobi Laki-laki terdapat banyak permukiman sepanjang Desa Nobo sampai Desa Nurabelen.Pj Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi telah mengganti status Siaga Darurat menjadi status Tanggap Darurat yang berlaku selama 14 hari mulai 10 Januari 2024. ”Nanti akan dievaluasi dengan memperhatikan kondisi aktivitas gunung,” katanya. Data BPBD Kabupaten Flores Timur menyebutkan, wilayah yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki meluas, saat ini, ada tujuh desa yang terdampak. Para pengungsi tersebar di sejumlah pos komando yang ditetapkan pemerintah, seperti di Kantor Desa Konga dan Kantor Camat Wulanggitang. Selebihnya, banyak pengungsi yang menginap di rumah warga, seperti di Desa Pululera, Boru Kedang, dan Hewa. Lebih dari tiga minggu terdampak abu vulkanik dan tinggal di pengungsian, banyak warga mulai terserang berbagai jenis penyakit. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :