Lingkungan Hidup
( 5820 )Ekonomi Pangan dan Pertanian RI Belum Stabil
Dampak Siklon Tropis Anggrek
PRINGGASELA DALAM SENAMPAN KEKAYAAN PANGAN LOKAL
Keriuhan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK
memecah ketenangan sore di Kampung Gubuk Lauq, Pringgasela Selatan, di Kecamatan
Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Rumah ibu Kades Siti Wijayanti
kedatangan para kader PKK desa. Sore itu mereka bergotong royong membuat jajan
pasar. Beraneka ragam bahan pangan disediakan untuk membuat cerorot, jagung
urap, klepon ubi, orog-orog, bantal, dan jajanan lawas lain khas Pringgasela
Selatan. Keseluruhanjajananitu disuguhkan untuk menyambut para tamu yang datang
ke Pringgasela Selatan dalam acara Festival Dongdala pada Desember 2023.
Dongdala berarti pelangi. Dikaruniai tanah yang subur dan air jernih yang
melimpah, Pringgasela Selatan, termasuk Kecamatan Pringgasela, mandiri di
bidang pangan.
Warga tak pernah risau dengan harga cabai yang mahal di
kota-kota besar atau kekeringan seperti daerah lain. Sejauh mata memandang,
hijau sawah, jernihnya air, dan rimbunnya kebun mendominasi pemandangan.
Berdasar data BPS, produksi padi setahun di Pringgasela, termasuk Desa
Pringgasela Selatan 14.000 ton. Ubi kayu 1.700 ton. Jagung 200 ton. Di
perempatan tugu, tengah desa Pringgasela Selatan, setiap pagi hingga sore
banyak berjajar penjual makanan tradisional. Ada jajanan pasar, buah-buahan
lokal, hingga makanan khas kampung tersebut. Dalam kios-kios itu buah local mendominasi.
Ada Manggis, pisang, nanas, alpukat, rambutan, hingga durian. Karena diambil
dari kebun sendiri, harganya sangat terjangkau. Durian lokal, bisa didapatkan
dengan harga Rp 25.000 per buah. ”Bahkan, ada yang harganya hanya 5.000 per
buah,” kata Sri Hartini, warga Gubuk Lauq, Pringgasela Selatan.
Pringgasela Selatan identic dengan makanan tradisional. Kedai
LHC yang jadi favorit warga untuk berbelanja makanan, menjual berkeranjang-keranjang
jajanan tradisional. Harganya pun ramah di kantong, mulai Rp 1.000 per makanan.
Pada pagi hari, jajanan penuh mengisi etalase, menjelang siang mulai berkurang,
dan ludes terjual di sore hari. Begitu seterusnya siklus jual beli makanan
tradisional di kedai itu. Barry Perdana Putra, pemilik Aranka guest house,
selalu memperkenalkan kuliner lokal kepada tamunya dari mancanegara. Mereka
dijamu dengan lumpia, singkong goreng, pisang goreng, serta suguhan teh serai, wedang
jahe, teh bunga telang, hingga pinacolada yang dibuat dari pangan lokal
Pringgasela. ”Semua yang terhidang di sini diambil dari sini juga,” katanya.Mia
Lee (30), tamu asal Australia, terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya. Ini
pertama kali ia datang ke Lombok dan mencicip teh serai dengan kudapan singkong
goreng serta lumpia. ”Saya rasa petualangan di kaki Rinjani mulai dari gorengan
ini,” katanya. (Yoga)
Celah Rasuah Impor Bawang Putih
Seabrek Masalah Energi bagi Calon Presiden
Seabrek Masalah Energi bagi Calon Presiden
Konflik Makin Panas, Minyak Mendidih
Defisit Beras Januari-Februari Ditutup dengan Impor
Akibat El Nino, pada Januari-Februari 2024 Indonesia
diperkirakan kekurangan 2,8 juta ton beras. Pemerintah akan berupaya memenuhi
kekurangan tersebut melalui importasi, baik yang sudah diputuskan tahun lalu
tetapi pelaksanaannya tahun ini maupun impor yang masuk pada tahun 2024.
Menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Kompleks Istana Kepresidenan,
Jakarta, Kamis (18/1) angka panen pada awal Januari 2024 mendekati 1 juta ton.
Padahal, kebutuhan beras sebulan sebesar 2,5 juta-2,6 juta ton. Akibat El Nino,
RI kekurangan beras 2,8 juta ton pada Januari-Februari 2024. ”Namun, kita akan
cover dengan yang carry over (impor) 2023 dan importasi yang masuk pada 2024,”
ujarnya. Negara asal impor beras, adalah Vietnam dan Thailand. Namun, ada catatan
bahwa impor beras dari negara tersebut masuk setelah panen raya beras di
Indonesia usai.
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, rapat terbatas yang
dipimpin Presiden Jokowi mengevaluasi persiapan pangan untuk menghadapi masa
Lebaran nanti. ”Terutama beras, kemudian ayam dan telur. Oleh karena itu, tadi
dibahas persediaan stok beras, kemudian persediaan stok jagung, karena itu
bahan pakan untuk ayam petelur dan ayam potong,” katanya. Menurut Zulkifli,
sudah diputuskan untuk mempercepat impor beras, yang sudah diputuskan tahun
lalu, tetapi tertunda pelaksanaannya pada tahun 2024, yaitu 600.000 ton. Ia menambahkan,
pembahasan persiapan pangan dilakukan jauh-jauh hari sebelum Lebaran untuk
menjaga agar kondisi terkendali. Beras dan jagung menjadi dua komoditas yang
dinilai rawan dan paling penting diantisipasi. (Yoga)
Ekspor Produk Hijau Butuh Keberpihakan Pemerintah
Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang dapat
dioptimalkan untuk menggenjot ekspor produk hijau yang dapat mengurangi dampak
perubahan iklim. Untuk mengembangkan potensi yang ada tersebut, kebijakan
pemerintah perlu berpihak kepada sektor industri berkelanjutan. Kepala Badan Kebijakan
Perdagangan Kemendag, Kasan mengatakan, Pemerintah Indonesia akan
mengoptimalkan sumber daya alam untuk meningkatkan kontribusi produk Indonesia
di rantai pasok perdagangan produk hijau global. Produk hijau atau barang ramah lingkungan (environmental goods)
mengacu pada produk yang dirancang untuk menggunakan lebih sedikit sumber daya
atau menghasilkan lebih sedikit emisi.
”Diharapkan upaya menggenjot perdagangan hijau dapat mengurangi
dampak perubahan iklim juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,”
ujarnya dalam forum yang diselenggarakan Bank Dunia bertema ”Peran Kebijakan
Perdagangan dalam Transformasi Hijau di Indonesia”, Kamis (18/1/2023), di Jakarta.
Kasan mencontohkan, salah satu komitmen tersebut tercermin dari ekspor
komoditas bijih nikel yang menjadi bahan baku penting bagi produk kendaraan
listrik. Di tingkat global, peringkat Indonesia sebagai eksportir sudah naik drastis
dari urutan ke-8 pada 2021 menjadi urutan pertama pada 2022. Produksi bijih
nikel Indonesia 1,6 juta ton pada tahun 2022, terpaut jauh dengan Filipina yang
menduduki peringkat kedua dunia dengan produksi 330.000 ton. Ke depan, pemerintah
akan mengandalkan program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas
primer. Ekspor produk hilirisasi komoditas nikel dan komoditas primer lainnya
akan ditujukan untuk mengutamakan perdagangan hijau yang turut berpihak kepada lingkungan
dan perubahan iklim. (Yoga)
Food Estate, Jurus Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









