;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Ekonomi Pangan dan Pertanian RI Belum Stabil

20 Jan 2024
Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin, Jumat (19/1/2024),  mengatakan, kondisi ekonomi pangan dan pertanian Indonesia saat ini belum stabil, baik di level global maupun nasional. Di mata internasional, ketahanan pangan Indonesia di bawah rata-rata dunia. Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Global 2022, skor ketahanan pangan Indonesia 60,2 atau di bawah rata-rata skor ketahanan pangan dunia yang berada di level 62,2. (Yoga)

Dampak Siklon Tropis Anggrek

20 Jan 2024
Nelayan di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak dapat melaut karena ancaman gelombang tinggi yang diperkirakan dapat mencapai empat meter sebagai dampak cuaca buruk karena siklon tropis  anggrek. Akibatnya nelayan tidak dapat melaut sehingga perahu-perahu nelayan hanya diletakkan berjajar di tepi Pantai Depok, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (19/1/2024). (Yoga)

PRINGGASELA DALAM SENAMPAN KEKAYAAN PANGAN LOKAL

20 Jan 2024

Keriuhan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK memecah ketenangan sore di Kampung Gubuk Lauq, Pringgasela Selatan, di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Rumah ibu Kades Siti Wijayanti kedatangan para kader PKK desa. Sore itu mereka bergotong royong membuat jajan pasar. Beraneka ragam bahan pangan disediakan untuk membuat cerorot, jagung urap, klepon ubi, orog-orog, bantal, dan jajanan lawas lain khas Pringgasela Selatan. Keseluruhanjajananitu disuguhkan untuk menyambut para tamu yang datang ke Pringgasela Selatan dalam acara Festival Dongdala pada Desember 2023. Dongdala berarti pelangi. Dikaruniai tanah yang subur dan air jernih yang melimpah, Pringgasela Selatan, termasuk Kecamatan Pringgasela, mandiri di bidang pangan.

Warga tak pernah risau dengan harga cabai yang mahal di kota-kota besar atau kekeringan seperti daerah lain. Sejauh mata memandang, hijau sawah, jernihnya air, dan rimbunnya kebun mendominasi pemandangan. Berdasar data BPS, produksi padi setahun di Pringgasela, termasuk Desa Pringgasela Selatan 14.000 ton. Ubi kayu 1.700 ton. Jagung 200 ton. Di perempatan tugu, tengah desa Pringgasela Selatan, setiap pagi hingga sore banyak berjajar penjual makanan tradisional. Ada jajanan pasar, buah-buahan lokal, hingga makanan khas kampung tersebut. Dalam kios-kios itu buah local mendominasi. Ada Manggis, pisang, nanas, alpukat, rambutan, hingga durian. Karena diambil dari kebun sendiri, harganya sangat terjangkau. Durian lokal, bisa didapatkan dengan harga Rp 25.000 per buah. ”Bahkan, ada yang harganya hanya 5.000 per buah,” kata Sri Hartini, warga Gubuk Lauq, Pringgasela Selatan.

Pringgasela Selatan identic dengan makanan tradisional. Kedai LHC yang jadi favorit warga untuk berbelanja makanan, menjual berkeranjang-keranjang jajanan tradisional. Harganya pun ramah di kantong, mulai Rp 1.000 per makanan. Pada pagi hari, jajanan penuh mengisi etalase, menjelang siang mulai berkurang, dan ludes terjual di sore hari. Begitu seterusnya siklus jual beli makanan tradisional di kedai itu. Barry Perdana Putra, pemilik Aranka guest house, selalu memperkenalkan kuliner lokal kepada tamunya dari mancanegara. Mereka dijamu dengan lumpia, singkong goreng, pisang goreng, serta suguhan teh serai, wedang jahe, teh bunga telang, hingga pinacolada yang dibuat dari pangan lokal Pringgasela. ”Semua yang terhidang di sini diambil dari sini juga,” katanya.Mia Lee (30), tamu asal Australia, terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya. Ini pertama kali ia datang ke Lombok dan mencicip teh serai dengan kudapan singkong goreng serta lumpia. ”Saya rasa petualangan di kaki Rinjani mulai dari gorengan ini,” katanya. (Yoga)

Celah Rasuah Impor Bawang Putih

20 Jan 2024
Penyelidikan Ombudsman berawal dari pengaduan para importir bawang putih pada pertengahan tahun lalu. Mereka mengeluhkan lambatnya penerbitan RIPH dan persetujuan impor, padahal pasokan bawang putih kian seret dan harganya terus melambung. Sebagian importir pun mengadukan adanya permainan manakala perusahaan yang sudah lama mengajukan persetujuan impor tak kunjung mendapatkan izin, tapi sebaliknya ada importir baru yang memperoleh lampu hijau untuk mendatangkan bawang putih secara cepat.

Dugaan pungutan liar yang ada dalam temuan Ombudsman kali ini membuktikan adanya praktik suap-menyuap demi mendapatkan kuota impor. Demikian pula dengan main-main dalam pemenuhan syarat wajib tanam bawang putih oleh importir. Semuanya menunjukkan ada masalah besar dalam rangkaian aturan impor bawang putih yang berlaku selama bertahun-tahun.

Masalah ini tak terlepas dari mekanisme kuota yang membuka peluang kongkalikong antara pejabat pemberi izin dan importir yang mendulang cuan dari impor bawang. Pemerintah berdalih bahwa kuota impor diperlukan demi menjaga harga bawang putih lokal agar tak jatuh dan membuat petani merugi. Padahal produksi bawang putih lokal tak pernah mencukupi kebutuhan sehingga impor seharusnya bisa dibuka lebar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2020-2022, volume impor bawang putih rata-rata 580 ribu ton per tahun, sementara produksi dalam negeri paling tinggi 81 ribu ton. Jomplangnya angka tersebut didasari fakta bahwa bawang putih adalah tanaman yang hanya cocok diproduksi di negara-negara subtropis seperti Cina, yang selama ini memasok 90 persen kebutuhan Indonesia. Hal ini juga yang menyebabkan regulasi wajib tanam jadi mengada-ada dan cenderung dipaksakan. Negara tropis yang bermimpi swasembada bawang putih tak ubahnya pungguk merindukan bulan. (Yetede)


Seabrek Masalah Energi bagi Calon Presiden

20 Jan 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan energi sebagai salah satu tema dalam debat kedua calon wakil presiden besok, 21 Januari 2024. Sektor ini punya banyak masalah yang perlu menjadi perhatian para kandidat.

Sejumlah ahli energi serempak menyebutkan ketahanan energi sebagai masalah utama. Saat ini Indonesia memiliki ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Kemampuan produksi di dalam negeri jauh lebih rendah dibanding konsumsinya. Pekerjaan Rumah Menahun Subsidi Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat lifting minyak bumi sepanjang 2023 hanya 605,5 ribu barel per hari. Volumenya tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Merujuk pada data CEIC, Indonesia mengkonsumsi 1,58 juta barel per hari pada 2022.

Kondisi elpiji juga serupa. Kapasitas pengolah gas di dalam negeri masih terbatas, sehingga Indonesia harus mengimpor sekitar 6 juta ton tiap tahun untuk memenuhi konsumsi elpiiji yang mencapai kisaran 8 juta metrik ton. Anggaran subsidi tahun ini pun membengkak hingga Rp 87,5 triliun untuk menyediakan 8,03 juta metrik ton elpiji. Nilai tersebut naik dari alokasi tahun lalu sebesar Rp 84,3 triliun untuk menyediakan 8 juta metrik ton elpiji. (Yetede)

Seabrek Masalah Energi bagi Calon Presiden

20 Jan 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan energi sebagai salah satu tema dalam debat kedua calon wakil presiden besok, 21 Januari 2024. Sektor ini punya banyak masalah yang perlu menjadi perhatian para kandidat. Sejumlah ahli energi serempak menyebutkan ketahanan energi sebagai masalah utama. Saat ini Indonesia memiliki ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Kemampuan produksi di dalam negeri jauh lebih rendah dibanding konsumsinya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat lifting minyak bumi sepanjang 2023 hanya 605,5 ribu barel per hari. Volumenya tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Merujuk pada data CEIC, Indonesia mengkonsumsi 1,58 juta barel per hari pada 2022. Kondisi elpiji juga serupa. Kapasitas pengolah gas di dalam negeri masih terbatas, sehingga Indonesia harus mengimpor sekitar 6 juta ton tiap tahun untuk memenuhi konsumsi elpiiji yang mencapai kisaran 8 juta metrik ton. Anggaran subsidi tahun ini pun membengkak hingga Rp 87,5 triliun untuk menyediakan 8,03 juta metrik ton elpiji. Nilai tersebut naik dari alokasi tahun lalu sebesar Rp 84,3 triliun untuk menyediakan 8 juta metrik ton elpiji.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan produksi minyak yang rendah tak terhindarkan dari lapangan-lapangan tua yang sekarang beroperasi. Namun pemerintah masih punya peluang dari kegiatan eksplorasi. Namun kegiatan ini tak dilakukan secara masif dalam satu dekade terakhir. Pemimpin terpilih nanti, menurut Komaidi, perlu mulai menggenjot eksplorasi. "Pemerintah harus mau melakukan eksplorasi meski bukan mereka yang akan memanen hasilnya, tapi pemerintahan selanjutnya," katanya. Secara bersamaan, pemerintah perlu mempersiapkan energi alternatif untuk mengatasi masalah energi fosil yang menipis. Dia mengingatkan, transisi energi punya banyak konsekuensi yang perlu diantisipasi, dari biaya hingga tenaga kerja. (Yetede)

Konflik Makin Panas, Minyak Mendidih

19 Jan 2024
Konflik di Timur Tengah kian meluas. Setelah aksi genosida Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza, giliran konflik Houthi Yaman dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang terjadi di Laut Merah. Walhasil, jalur transportasi di Laut Merah terganggu  yang bisa mengerek tarif angkutan laut. Termasuk juga berdampak terhadap komoditas minyak lantaran negara Timur Tengah memegang peranan penting terhadap komoditas energi ini. Per Kamis (18/1) kemarin, harga minyak Brent berada di level US$ 78 per barel. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, tensi geopolitik saat ini belum memiliki tanda mereda. Ia menilai, ada risiko keterlambatan pengiriman barang dan juga gangguan produksi minyak di wilayah setempat apabila perang semakin meluas. Namun Felix menilai, sentimen utama dari harga minyak saat ini masih berasal dari pemotongan produksi oleh OPEC+. 
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan menilai, sentimen yang bisa mempengaruhi pasar minyak adalah kemungkinan konflik yang meluas ke Selat Hormuz. Selat yang dilalui lebih dari 20% ekspor minyak global. Catatan dia, harga minyak dunia mendidih dua kali lipat selama terjadinya perang Teluk karena terganggunya distribusi minyak di titik utama ini. Harga minyak akhirnya terkoreksi ketika distribusi kembali normal. Dengan mengesampingkan risiko geopolitik dan potensi perang harga, Hasan meyakini harga minyak akan tetap berada di atas level US$ 70 barel tahun  yakni di   US$ 78 per barel. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.900 per saham. BRI Danareksa Sekuritas juga menyematkan buy terhadap saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan target harga Rp 2.000 per saham. Volume distribusi bahan bakar minyak (BBM) AKRA diestimasi tumbuh 3% year-on-year (yoy) menjadi 2,8 juta liter tahun ini. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya juga menjadikan MEDC dan AKRA sebagai pilihan utama alias top picks di sektor migas.

Defisit Beras Januari-Februari Ditutup dengan Impor

19 Jan 2024

Akibat El Nino, pada Januari-Februari 2024 Indonesia diperkirakan kekurangan 2,8 juta ton beras. Pemerintah akan berupaya memenuhi kekurangan tersebut melalui importasi, baik yang sudah diputuskan tahun lalu tetapi pelaksanaannya tahun ini maupun impor yang masuk pada tahun 2024. Menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/1) angka panen pada awal Januari 2024 mendekati 1 juta ton. Padahal, kebutuhan beras sebulan sebesar 2,5 juta-2,6 juta ton. Akibat El Nino, RI kekurangan beras 2,8 juta ton pada Januari-Februari 2024. ”Namun, kita akan cover dengan yang carry over (impor) 2023 dan importasi yang masuk pada 2024,” ujarnya. Negara asal impor beras, adalah Vietnam dan Thailand. Namun, ada catatan bahwa impor beras dari negara tersebut masuk setelah panen raya beras di Indonesia usai.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi mengevaluasi persiapan pangan untuk menghadapi masa Lebaran nanti. ”Terutama beras, kemudian ayam dan telur. Oleh karena itu, tadi dibahas persediaan stok beras, kemudian persediaan stok jagung, karena itu bahan pakan untuk ayam petelur dan ayam potong,” katanya. Menurut Zulkifli, sudah diputuskan untuk mempercepat impor beras, yang sudah diputuskan tahun lalu, tetapi tertunda pelaksanaannya pada tahun 2024, yaitu 600.000 ton. Ia menambahkan, pembahasan persiapan pangan dilakukan jauh-jauh hari sebelum Lebaran untuk menjaga agar kondisi terkendali. Beras dan jagung menjadi dua komoditas yang dinilai rawan dan paling penting diantisipasi. (Yoga)

Ekspor Produk Hijau Butuh Keberpihakan Pemerintah

19 Jan 2024

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dioptimalkan untuk menggenjot ekspor produk hijau yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim. Untuk mengembangkan potensi yang ada tersebut, kebijakan pemerintah perlu berpihak kepada sektor industri berkelanjutan. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag, Kasan mengatakan, Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan sumber daya alam untuk meningkatkan kontribusi produk Indonesia di rantai pasok perdagangan produk hijau global. Produk hijau atau barang  ramah lingkungan (environmental goods) mengacu pada produk yang dirancang untuk menggunakan lebih sedikit sumber daya atau menghasilkan lebih sedikit emisi.

”Diharapkan upaya menggenjot perdagangan hijau dapat mengurangi dampak perubahan iklim juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya dalam forum yang diselenggarakan Bank Dunia bertema ”Peran Kebijakan Perdagangan dalam Transformasi Hijau di Indonesia”, Kamis (18/1/2023), di Jakarta. Kasan mencontohkan, salah satu komitmen tersebut tercermin dari ekspor komoditas bijih nikel yang menjadi bahan baku penting bagi produk kendaraan listrik. Di tingkat global, peringkat Indonesia sebagai eksportir sudah naik drastis dari urutan ke-8 pada 2021 menjadi urutan pertama pada 2022. Produksi bijih nikel Indonesia 1,6 juta ton pada tahun 2022, terpaut jauh dengan Filipina yang menduduki peringkat kedua dunia dengan produksi 330.000 ton. Ke depan, pemerintah akan mengandalkan program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas primer. Ekspor produk hilirisasi komoditas nikel dan komoditas primer lainnya akan ditujukan untuk mengutamakan perdagangan hijau yang turut berpihak kepada lingkungan dan perubahan iklim. (Yoga)

Food Estate, Jurus Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan

19 Jan 2024
Kehadiran proyek lumbung pangan (food estate) baru bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas setelah berlangsung selama 3-5 tahun. Meski cenderung lama, pengembangan food estate patut diapresiasi. Sebab, di tengah meningkatnya konversi lahan pertanian, upaya ini dilakukan demi memacu produksi serta memperkuat ketahanan mewujudkan swasembada pangan. Guru Besar Bidang Sosiologi Pertanian Universitas Brawijaya mengku Purnomo menyatakan, butuh waktu paling cepat tiga tahun untuk  bisa merasakan manfaat food estate, termasuk yang dikomandai  Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Artinya, manfaat dari food estate memang tidak bisa  dirasakan dalam waktu dekat. "Yang bilang food estate tidak sukses hanya  karena satu kali gagal panen itu jelas-jelas tidak mengerti pertanian. Evaluasi baru bisa dilakukan setelah minimal tiga kali siklus  panen.  Paling cepat kita  merasakan manfaat food estate, kalau infrastrukturnya sudah bagus, maka dalam tiga tahun  bisa kita rasakan. Tapi kalau membangunnya dari awal, setidaknya butuh lima tahun," ujar mangku yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.  (Yetede)