Menempa ”Perisai” Krisis Pangan di Tahun Politik
Gejolak stok dan harga pangan kerap menjadi ”peluru” politik
untuk menumbangkan lawan. Menjelang pesta demokrasi 2024, ”peluru” itu kian
tajam. Pemerintah, yang selalu menjadi sasaran tembak, menempa perisai krisis
pangan. Hingga pekan kedua Januari 2024, harga sejumlah pangan pokok masih
tinggi, terutama beras dan gula pasir atau konsumsi. Berdasarkan Panel Harga
Pangan Bapanas, per Sabtu (13/1) harga rata-rata nasional beras medium dan gula
pasir masing-masing Rp 13.290 per kg dan Rp 17.330 per kg. Harga beras medium
masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp
10.900-Rp 11.800 per kg. Begitu juga gula pasir, harganya di atas harga acuan
penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah berdasarkan wilayah,
yakni Rp 16.000-Rp 17.000 per kg.
Harga kedua komoditas pangan pokok itu masih tinggi lantaran
penurunan produksi akibat El Nino. Selain itu, keduanya tengah berada pada fase
paceklik. Panen raya padi diperkirakan baru terjadi pada April-Mei 2024,
sedangkan musim giling tebu baru akan mulai pada Mei 2024. emerintah telah
menempa ”perisai” untuk menangkal kekurangan stok dan kenaikan harga, Bapanas
telah menetapkan jumlah stok 13 bahan pangan pokok untuk cadangan pangan
pemerintah (CPP). Kementan berupaya menambah stok beras di fase paceklik
sembari menunggu realisasi panen raya. Pemerintah juga telah menetapkan kuota
impor beras sebanyak 2 juta ton serta gula mentah dan konsumsi sebanyak 745.000
ton.
Kemendag juga telah menerbitkan persetujuan impor (PI)
sejumlah pangan pokok yang dibutuhkan di dalam negeri. Kepala Bapanas Arief Prasetyo
Adi mengatakan, salah satu tantangan ketahanan pangan pada tahun ini adalah ancaman
ketersediaan pangan di tengah kondisi ketidakpastian global. Untuk itu,
penguatan CPP perlu dilakukan, baik melalui peningkatan kapasitas penyimpanan
dan distribusi maupun koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan sektor
swasta. ”CPP itu akan dikelola Perum Bulog dan ID Food. Untuk merealisasikan
CPP itu, kami telah menyediakan dana Rp 28,7 triliun yang akan digulirkan
kepada dua badan usaha milik negara itu,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023