;

Limbah Nikel Kini Kaya Manfaat di Desa Kawasi

Lingkungan Hidup Yoga 03 Jan 2024 Kompas
Limbah Nikel Kini Kaya Manfaat di Desa Kawasi

Deretan rumah di kawasan Ecovillage Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (24/11/2023) terlihat rapi dengan warna pastel nan teduh. Rumah di permukiman itu ternyata bukan dibangun dari bahan material seperti batako atau batu bata merah. Bangunan dan jalan di kompleks itu seluruhnya dibangun dari slag nikel atau sisa produksi dari peleburan nikel yang menggunakan teknologi atau proses pirometalurgi. Wujudnya berbentuk butiran kasar menyerupai pasir dengan massa jenis lebih besar daripada pasir biasa. Kompleks perumahan Ecovillage Kawasi dibangun oleh Harita Nickel, salah satu pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Obi. Kawasan seluas 102 hektar itu diperuntukkan bagi warga Desa Kawasi yang akan direlokasi dalam waktu dekat.

Ada 259 rumah di kompleks Ecovillage Kawasi yang jika dilihat dari atas membentuk formasi angka delapan, sebagian besar memanfaatkan limbah hasil produksi nikel. Bata yang digunakan terbuat dari slag nikel. Slag nikel terlebih dahulu dicampur semen, bottom ash (abu sisa hasil pembakaran batubara), mortar, dan sampah anorganik. Onny Mulyono, Supervisor Project Tempat Pengolahan SampahTerpadu (TPST) Harita Nickel, mengatakan,”Bata dari slag ini lebih kuat dari batako atau bata biasa karena materialnya memang lebih bagus. Untuk bangunan jadi lebih kuat,” ujarnya. Pembuatan bata dari slag nikel juga mengurangi sampah atau limbah dari hasil produksi nikel. Sejumlah jalan menuju lokasi tambang dan smelter Harita Nickel di Pulau Obi kini juga dibangun menggunakan slag nikel.

Gorong-gorong atau box culvert di kawasan tambang juga dibuat dari slag nikel. Harita Nickel mampu memproduksi sampai 1 juta bata slag nikel per bulan. Bahkan, belum lama ini mereka menerima pesanan bata dari pemda setempat untuk membangun jalur pedestrian di Bacan. ”Kami kirim setengah juta  bata ke Bacan dengan kapal. Di sana, bata dari slag nikel ini dipakai untuk membangun tempat pelelangan ikan (TPI) dan jalur pedestrian,” tutur Onny. Bata slag nikel dijual Rp 3.000 per biji, lebih murah daripada batako yang dihargai Rp 3.500 per biji. Namun, kata Onny, sulit untuk memasarkan bata slag nikel ke luar daerah, bahkan keluar pulau, karena mahalnya biaya pengiriman. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :