;

Kodok dari Sumsel Diminati Pasar Eropa

Lingkungan Hidup Yoga 09 Dec 2023 Kompas
Kodok dari Sumsel
Diminati Pasar Eropa
Kodok dari Sumsel mendapatkan tempat tersendiri di pasar Eropa, antara lain Perancis, Belgia, dan Denmark. Namun, karena tergantung dari tangkapan di alam, volume ekspor kodok masih terbatas dan cenderung menurun dalam dua tahun terakhir. ”Kodok dari Sumsel ini sudah sering diekspor, antara lain ke Perancis. Kodok berpotensi besar menjadi primadona ekspor dari Sumsel karena geografinya yang sebagian besar berupa  lahan rawa. Tetapi, kita jangan terus bergantung pada tangkapan alam karena lama-lama bisa habis. Jadi, kami sarankan Sumsel bisa mengembangkan budidayanya,” ujar Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean dalam pelepasan ekspor di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumsel, Jumat (8/12). Kodok diekspor dalam bentuk olahan berupa paha kodok beku. Kali ini, kodok diekspor ke Perancis dengan nilai  Rp 2,3 miliar, relatif besar dan menarik untuk terus dikembangkan. Apalagi, persyaratan ekspor itu relatif tidak sulit, yakni tinggal menjaga standar kelayakan konsumsi. 

”Kalau dalam bentuk hidup, banyak aspek yang harus dipenuhi, seperti kesehatan atau penyakitnya,” kata Sahat. Pengendali Hama Penyakit Ikan Ahli Muda, Balai Karantina Ikan Palembang, Mardian menuturkan, kodok yang diekspor itu berasal dari genus Fejervarya yang banyak hidup di sawah dan lahan rawa, antara lain di kawasan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, di seputaran Ogan Komering Ilir, dan Palembang. Ekspor produk olahan kodok itu sudah dilakukan Sumsel sejak 1980-an dan hampir setiap bulan. Negara tujuan ekspor sebagian besar di Eropa, seperti Perancis, Belgia, dan Denmark. Karena kodok berasal dari tangkapan alam, volume ekspor produk olahan kodok bergantung pada musim. Musim kemarau panjang tahun ini, volume ekspor pun turun. Pada 2022, ada 26 pengiriman ke Perancis, Belgia, dan Denmark sebesar 446,412 kg senilai Rp 55,66 miliar. Per 8 Desember 2023, turun menjadi 245,646 kg senilai Rp 53,235 miliar dari 25 pengiriman ke Perancis dan Belgia. (Yoga)
Download Aplikasi Labirin :