Persetujuan Impor Gula dan Beras Bisa Diperpanjang
Pemerintah terus mendorong percepatan impor gula dan beras
serta berencana memperpanjang persetujuan impor kedua komoditas itu karena
harganya masih tinggi. Realisasi impor gula dan beras dinilai belum memadai
untuk menurunkan harga secara signifikan. Hal itu mengemuka dalam rapat
pengendalian inflasi daerah yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara
hibrida di Jakarta, Senin (11/12). Rapat rutin yang melibatkan pemangku
kepentingan terkait pangan tersebut dihadiri Deputi III Kepala Staf
Kepresidenan Bidang Perekonomian Edy Priyono. Berdasarkan data Panel Harga
Pangan Bapanas, harga rata-rata nasional gula konsumsi dan beras medium pada
pekan I Desember 2023 masing-masing Rp 17.200 per kg dan Rp 13.180 per kg.
Secara tahunan, harga gula naik 16,98 % dan beras medium 13,96 %. Rerata harga
gula konsumsi atau kristal putih itu di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat
konsumen Rp 16.000 per kg dan Rp 17.000 per kg. Demikian juga beras medium.
Meskipun sudah turun, harga beras medium cenderung tinggi
di atas harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen yang ditetapkan
pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Direktur
Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri
Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, semua persetujuan impor (PI) gula
mentah dan konsumsi untuk cadangan gula pemerintah telah diterbitkan. Volume
gula mentah dan konsumsi yang diizinkan impornya masing-masing 796.000 ton dan
215.800 ton. Akan tetapi, realisasi impor kedua komoditas tersebut masih
relatif belum optimal. Per pekan I Desember 2023, impor gula mentah baru
terealisasi 79,15 % (630.000 ton), sedangkan gula konsumsi 57,82 % (124.781
ton), lantaran importir kesulitan mengimpor gula yang harganya di pasar internasional
masih tinggi. Terkait impor beras, Kemendag telah menerbitkan semua PI sebanyak
3,8 juta ton, dimana 300.000 ton merupakan kuota impor beras carry over tahun lalu,
sebanyak 2,5 juta ton kuota impor pada awal tahun ini, dan 1,8 juta ton
tambahan kuota impor di tahun ini. Per pekan I Desember 2023 realisasinya baru
2,35 juta ton atau 61,91 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023