Komoditas Dunia Menuju Harga Fundamental
Komoditas dunia dan ekspor unggulan Indonesia, seperti CPO,
batubara, dan nikel, tengah berproses menuju pembentukan harga fundamentalnya.
Tren harga sejumlah komoditas itu diperkirakan akan tetap turun, tetapi tidak
akan serendah harga sebelum pandemi Covid-19. Kenaikan harga terjadi sejak pemulihan
ekonomi pascapandemi Covid-19. Vice President for Industry and Regional
Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani mengatakan, saat ini,
normalisasi harga komoditas dunia tengah terjadi. Normalisasi yang terjadi
sejak awal 2023 itu diperkirakan berlangsung hingga 2025. ”Kendati masih
bergejolak, tren harga komoditas akan terus turun meskipun tidak akan lebih
rendah dari harga pada 2019,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (24/11).
Menurut Dendi, tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan harga CPO
pada 2024 dan 2025 sekitar 761,8 USD per ton dan 771,7 USD per ton. Harga
perkiraan pada 2024 dan 2025 itu lebih rendah dibandingkan perkiraan harga pada
2023, yakni 869,4 USD per ton. Namun, harga tersebut masih lebih tinggi
dibandingkan rata-rata harga pada 2019, yakni 524,5 USD per ton. ”Kami melihat
ada beberapa faktor risiko ke depan yang bisa menekan harga CPO. Di sisi lain,
ada juga faktor lain yang tidak akan membuat harga CPO turun drastis,” katanya.
Risiko tersebut adalah pelemahan ekonomi dan tingginya tingkat suku bunga
global yang bisa menciptakan sentimen negatif di pasar CPO. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023