HATI-HATI KENDALIKAN HARGA PANGAN
Harga sejumlah pangan dan pakan di dalam negeri tidak aman
dan harus segera dikendalikan. Namun, pengendalian harga itu harus benar-benar berhati-hati
dan terukur agar tidak merugikan produsen ataupun konsumen. Dalam Rapat
Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta,
Senin (13/11) Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian, Edy
Priyono menyatakan hal itu. Berdasarkan data Kantor Staf Presiden, per 10
November 2023 terdapat satu komoditas yang kenaikan harganya perlu diwaspadai,
yakni telur ayam. Harga komoditas itu Rp 28.800 per kg atau 6,67 % di atas
harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp
27.000 per kg.
Selain itu, terdapat tujuh komoditas pangan dan pakan yang
harganya tidak aman., yaitu jagung pakan, beras medium, cabai merah, cabai rawit,
bawang putih, bawang merah, dan gula pasir. Harga jagung pakan, tembus Rp 7.140
per kg atau 42,8 % di atas HAP Rp 5.000 per kg. Begitu juga beras medium yang
harganya Rp 14.700 per kg atau 28,95 % dari rata-rata HET di tingkat konsumen
Rp 11.400 per kg. Edy menjelaskan, kenaikan harga telur ayam memang sudah di
atas HAP, namun masih dalam kategori ”waspada” bukan ”tidak aman” lantaran
mempertimbangkan kondisi peternak ayam petelur rakyat yang memasok 70 %
kebutuhan telur nasional. Saat ini mereka tengah menikmati kenaikan harga telur
setelah beberapa kali harga komoditas itu rendah dan terimbas kenaikan harga
pakan. Hal serupa, berlaku untuk jagung pakan dan beras.
Saat ini harga kedua komoditas itu memang melambung tinggi.
Namun, ada aspirasi dari petani padi dan jagung yang meminta agar harga gabah
dan jagung tidak ditekan terlalu rendah. Kondisi tersebut memang cukup dilematis.
Di satu sisi, petani dan peternak tengah menikmati kenaikan harga. Di sisi
lain, kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut jangan sampai membebani
konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. ”Oleh karena itu, pengendalian
harga sejumlah komoditas itu harus berhati-hati. Dibutuhkan kebijaksanaan
tertentu agar petani dan peternak menikmati keuntungan yang lebih dari
biasanya. Namun, jika harganya melambung terlau tinggi, mau tidak mau harus segera
diturunkan, tetapi jangan sampai terlalu rendah,” kata Edy. (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023